Oleh: zuhudhi | 24 Oktober 2012

Hal Penting tentang Ibadah Qurban

————————————-

Segala puji bagi Alloh, Robb semesta alam. Sholawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang meniti jalan mereka hingga akhir zaman.

Sebuah ayat yang menjadi pertanda disyari’atkannya ibadah qurban adalah firman Alloh Ta’ala,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Dirikanlah sholat dan berqurbanlah (an nahr).” (Qs. Al Kautsar: 2). Di antara tafsiran ayat ini adalah “berqurbanlah pada hari raya Idul Adha (yaumun nahr)”. Tafsiran ini diriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Tholhah dari Ibnu ‘Abbas, juga menjadi pendapat ‘Atho’, Mujahid dan jumhur (mayoritas) ulama.[1]

Penyembelihan qurban ketika hari raya Idul Adha disebut dengan al udh-hiyah, sesuai dengan waktu pelaksanaan ibadah tersebut.[2] Sehingga makna al udh-hiyyah menurut istilah syar’i adalah hewan yang disembelih dalam rangka mendekatkan diri pada Alloh Ta’ala, dilaksanakan pada hari an nahr (Idul Adha) dengan syarat-syarat tertentu.[3]

Dari definisi ini, maka yang tidak termasuk dalam al udh-hiyyah adalah hewan yang disembelih bukan dalam rangka taqorrub pada Alloh (seperti untuk dimakan, dijual, atau untuk menjamu tamu). Begitu pula yang tidak termasuk al udh-hiyyah adalah hewan yang disembelih di luar hari tasyriq walaupun dalam rangka taqorrub pada Alloh. Begitu pula yang tidak termasuk al udh-hiyyah adalah hewan untuk aqiqoh dan al hadyu yang disembelih di Mekkah.[4]

Baca Lanjutannya…

Iklan
Oleh: zuhudhi | 30 September 2012

Mereka Inilah Golongan yang Tidak Menghormati Nabi

—————————————

Di saat Nabi Muhammad Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dilecehkan, dihina direndahkan oleh orang kafir, moment seperti ini dapat dijadikan oleh setiap muslim sebagai sebuah barometer, “Apakah ia seorang muslim yang membela Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam atau malah ia seorang yang menghina atau melecehkannya?!?”.

Saudaraku muslim…

Di bawah ini disebutkan tanda-tanda seorang yang menghina, mencela dan tidak menghormati Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam:

– Mencintai selain Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dengan kecintaan yang melebihi cinta kepada beliau.

عَبْدَ اللَّهِ بْنَ هِشَامٍ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – وَهْوَ آخِذٌ بِيَدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لأَنْتَ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ إِلاَّ مِنْ نَفْسِى . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « لاَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ » . فَقَالَ لَهُ عُمَرُ فَإِنَّهُ الآنَ وَاللَّهِ لأَنْتَ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ نَفْسِى . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « الآنَ يَا عُمَرُ » .

Artinya: “Abdulloh bin Hisyam berkata: Kami pernah bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam ketika beliau menggandeng tangan Umar bin Khoththob, lalu Umar berkata: “Wahai Rosululloh, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala apapun kecuali dari diriku”, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak (demikian), demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, sampai aku lebih kamu cintai daripada dirimu sendiri”, Umar berkata: Sesungguhnya sekarang demi Alloh, sungguh engkau kebih aku cintai sampai dari diriku.” Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam menjawab: “Sekarang wahai Umar (benar-benar kamu beriman – pen).” HR. Bukhori.

Siapa yang masih lebih mencintai hartanya dibandingkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, perlu dipertanyakan pembelaannya terhadap Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam.

Siapa yang masih lebih menaati selain Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, patut dipertanyakan, mungkin meremehkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, karena ketaatan hasil dari kecintaan.

– Menjauhi ajaran Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam, baik secara lahir ataupun batin

Alloh Ta’ala berfirman:

{ وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا} [النساء: 115]

Artinya: “Dan barang siapa yang menentang Rosul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An Nisa’: 115)

Bagaimana sikap Anda terhadap ajaran Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam?

Bagaimana keyakinan Anda dibandingkan keyakinan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam; Apakah Anda mentauhid Alloh semata, tidak mensyirikkan-Nya, tidak percaya terhadap peramal, dukun, jimat, sesajen dan semisalnya?

Baca Lanjutannya…

———————————————–

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Alloh, Robb semesta alam. Sholawat dan salam semoga terlimpah untuk baginda Rasulillah Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Sebentar lagi kita kedatangan tamu dari Alloh yang mulia. Pastinya kita sebagai orang Islam sangat bergembira menyambutnya. Namun kita tetap harus memperhatikan ketentuan-ketentuan syariat tentangnya. Tidak boleh kita melampui batas sehingga melakukan perbuatan yang bertentangan dengan subtansi Ramadhan (baca: Romadhon) dan menciptakan tuntutan-tuntunan baru yang tak disyariatkan.

Berikut ini beberapa kekeliruan dan kesalahan dalam menyambut bulan Ramadhan yang banyak tersebar luas di tengah-tengah masyarakat.

1. Mengkhususkan Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan

Tidaklah tepat keyakinan bahwa menjelang bulan Ramadhan adalah waktu utama untuk menziarahi kubur orang tua atau kerabat yang dikenal dengan “nyadran”. Kita boleh setiap saat melakukan ziarah kubur agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian; dan untuk mendoakan mereka sewaktu-waktu.Namun masalahnya adalah jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu seperti menjelang Ramadhan dan meyakini bahwa waktu tersebut adalah waktu utama untuk nyadran atau nyekar. Ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang mengajarkan hal ini.

Baca Lanjutannya…

Oleh: zuhudhi | 3 April 2012

“Kesebelasan” yang Merugi

————————————————————–

Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Berikut ini, sebelas karakter yang menjerumuskan manusia ke dalam kerugian. Semoga Alloh menyelamatkan kita darinya.

[1] Memeluk agama selain Islam

Alloh ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama maka tidak akan diterima darinya dan di akherat kelak dia pasti termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Ali Imron: 85). Hakekat dari ajaran agama Islam adalah: berserah diri kepada Alloh dengan bertauhid, patuh kepadanya dengan melakukan ketaatan dan berlepas diri dari segala bentuk syirik dan pelakunya (lihat at-Tauhid al-Muyassar, hal. 30)

[2] Murtad dari agama Islam

Alloh ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa kafir setelah beriman maka sungguh sia-sia amal mereka dan di akherat dia termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. al-Ma’idah: 5). Kemurtadan bisa dibagi menjadi tiga bentuk: [1] Keyakinan, seperti halnya menghalalkan sesuatu yang jelas-jelas haram dalam agama dan telah dimengerti dengan gamblang oleh setiap orang misalnya menghalalkan zina dan minum khamr. [2] Perbuatan, seperti halnya bersujud kepada makhluk, melempar mushaf al-Qur’an secara sengaja ke dalam comberan, dsb. [3] Ucapan, seperti halnya mengolok-olok adanya surga dan neraka, atau mengatakan bahwa dia tidak puas dengan hukum-hukum syari’at, dsb. (lihat Matn al-Ghoyah wa at-Taqrib ta’liq Majid al-Hamawi, hal. 310-311)

[3] Berbuat syirik

Alloh ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh telah diwahyukan kepadamu dan nabi-nabi sebelum-mu; bahwa jika kamu berbuat syirik niscaya akan terhapus seluruh amalmu dan kelak kamu pasti termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. az-Zumar: 65). Syirik terbagi 2: akbar dan ashghor. Syirik akbar: mengeluarkan dari agama, pelakunya –jika meninggal dan tidak bertaubat– kekal di neraka, menghapuskan semua amalan, menyebabkan bolehnya menumpahkan darah dan mengambil hartanya. Syirik ashghor: tidak mengeluarkan dari agama, apabila pelakunya masuk neraka maka tidak kekal, tidak menghapuskan semua amalan namun hanya amalan yang tercampurinya, tidak menyebabkan bolehnya menumpahkan darah atau mengambil hartanya (lihat at-Tauhid al-Muyassar, hal. 20)

[4] Lemah iman dan tidak berpendirian

Alloh ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan di antara manusia ada yang menyembah Alloh hanya di tepi, maka jika dia memperoleh kebaikan (kesenangan dunia) dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan (musibah) dia berbalik ke belakang (murtad). Dia rugi di dunia dan di akherat. Itulah kerugian yang nyata.” (QS. al-Hajj: 11). Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah: diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan, diamalkan dengan anggota badan, bertambah karena ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan (lihat at-Tauhid al-Muyassar, hal. 45). Iman itu bercabang-cabang dan berbeda-beda tingkatannya, ada di antaranya jika ditinggalkan menyebabkan kekafiran, ada yang jika ditinggalkan menyebabkan dosa besar atau kecil, dan ada pula yang jika ditinggalkan menyebabkan tersia-siakannya pahala (lihat Mujmal Masa’il Iman, hal. 14)

Baca Lanjutannya…

Oleh: zuhudhi | 31 Maret 2012

Murtad

—————————————————————-

Murtad, berasal dari kata irtadda yang artinya raja’a (kembali), sehingga apabila dikatakan irtadda ‘an diinihi maka artinya orang itu telah kafir setelah memeluk Islam (lihat Mu’jamul Wasith, 1/338)

Perbuatannya yang menyebabkan dia kafir atau murtad itu disebut sebagai riddah (kemurtadan). Secara istilah makna riddah adalah: menjadi kafir sesudah ber-Islam. Alloh ta’ala berfirman yang artinya, “Barangsiapa diantara kalian yang murtad dari agamanya kemudian mati dalam keadaan kafir maka mereka itulah orang-orang yang terhapus amalannya di dunia dan akhirat. Dan mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal berada di dalamnya.” (QS. Al-Baqoroh : 217) (lihat At-Tauhid li Shoffits Tsaalits ‘Aliy, hal. 32)

Macam-macam riddah

1. Riddah dengan sebab ucapan
Seperti contohnya ucapan mencela Alloh ta’ala atau Rosul-Nya, menjelek-jelekkan malaikat atau salah seorang rosul. Atau mengaku mengetahui ilmu gaib, mengaku sebagai Nabi, membenarkan orang yang mengaku Nabi. Atau berdoa kepada selain Alloh, beristighotsah kepada selain Alloh dalam urusan yang hanya dikuasai Alloh atau meminta perlindungan kepada selain Alloh dalam urusan semacam itu.

Baca Lanjutannya…

Oleh: zuhudhi | 25 Januari 2012

2011 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 83,000 times in 2011. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 4 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

——————————

Perceraian kedua orangtua pada saat usia Alicia Brown masih 10 tahun, membuat kehidupannya menjadi kacau balau. Ia tumbuh menjadi anak yang liar dan menjalani kehidupan yang serba bebas, senang melakukan hal-hal yang merusak dan menyakiti dirinya sendiri.

“Keluarga kami menganut agama Kristen Baptis, tapi kami bukan keluarga yang sangat religius. Kami tidak rutin pergi ke gereja,” ungkap Alicia mengawali cerita perjalanannya menjadi seorang mualaf.

Ketika orangtuanya bercerai, Alicia tinggal bersama ayahnya yang suka berlaku kasar padanya dan seorang adik lelakinya. “Tapi pada adik bungsu saya, ayah tidak terlalu kasar. Ayah berlaku kasar pada saya, mungkin karena saya saya membuatnya teringat pada ibu saya,” ujar Alicia.

Pada saat usianya 16 tahun, Alicia tinggal bersama kakek-neneknya. Di usia remaja itu, Alicia menjalani kehidupan yang kacau. Ia membenci dirinya sendiri dan segala sesuatu di sekelilingnya. Ia merasa selalu ingin melakukan apa saja yang bisa ia lakukan untuk menyakiti dirinya sendiri.

“Rasanya senang saja, dan saya pun mulai mengkonsumsi narkoba, alkohol, melakukan sex bebas dan apa saja yang bisa memuaskan saya secara emosional,” tutur Alicia.

Baca Lanjutannya…

Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), malam ini akan terjadi Gerhana Bulan. Siapkan diri Anda untuk melakukan Sholat Gerhana / Sholat Khusuf. Berikut ini beritanya:

————————————————–

GERHANA BULAN TOTAL 10 DESEMBER 2011

Pada tanggal 10 Desember 2011 akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT). GBT ini dapat diamati dari wilayah Australia, Asia, Eropa, sebagian besar Afrika dan Amerika Utara. Sementara pengamat di Amerika Selatan tidak dapat menyaksikannya. Gerhana Bulan Total ini dapat diamati dari Indonesia pada awal malam tanggal 10 Desember 2011.

Klik disini untuk unduh informasi selengkapnya.

Informasi :
Sub Bidang Gravitasi dan Tanda Waktu BMKG
Gedung Operasional Baru Lt. 2
Jl. Angkasa I No. 2 Kemayoran, Jakarta 10720
Telepon : (021) 4246321 ext. 8203
Email : gtw@bmkg.go.id

————————————————–

Sumber: situs BMKG.

 

Oleh: zuhudhi | 28 November 2011

Sepenggal Kisah Unik Abu Huroiroh

——————————————

Imam Muslim rohimahulloh menuturkan sebuah kisah menarik di dalam kitabnya Shohih Muslim. Beliau berkata: Zuhair bin Harb menuturkan kepada saya: [Dia berkata] Umar bin Yunus al-Hanafi menuturkan kepada kami: [Dia berkata] Ikrimah bin ‘Ammar menuturkan kepada kami. Dia berkata: Abu Katsir menuturkan kepada kami. Dia berkata: Abu Huroiroh menuturkan kepadaku.

Abu Huroiroh berkata:

Suatu ketika kami duduk-duduk bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada juga bersama kami Abu Bakar dan Umar dalam sebuah rombongan [para sahabat]. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bangkit meninggalkan rombongan kami. Akhirnya, beliau pun tertinggal di belakang kami. Kami khawatir kalau ada apa-apa yang menimpa beliau sehingga tertinggal dari rombongan. Kami pun merasa khawatir dan berusaha mencari tahu keberadaan beliau. Saat itu, aku adalah orang pertama yang dirundung cemas, jangan-jangan ada sesuatu yang menimpa beliau.

Kutinggalkan rombongan untuk mencari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Akhirnya, aku jumpai sebuah kebun milik kaum Anshor dari Bani Najjar. Aku kelilingi kebun itu, barangkali ada pintu masuk yang bisa dilewati. Ternyata pintu itu tidak ada. Yang aku temukan hanyalah sebuah sungai kecil yang menuju bagian dalam kebun. Sungai itu bersumber dari sebuah mata air di luar kebun. Aku pun meloncat -masuk ke dalam kebun- seperti seekor srigala.

Baca Lanjutannya…

Oleh: zuhudhi | 26 November 2011

Hal-hal Berkaitan dengan Bulan Muharrom

Sebentar lagi kita akan memasuki Bulan Muharrom, yang merupakan penanda dimulainya Tahun Baru Hijriyah (memasuki tahun 1433 H). Berikut ulasan mengenai beberapa hal penting yang berhubungan dengan Bulan Muharrom.

—————————————–

Hendaknya kita merasa cukup dengan ajaran Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam karena sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau, dan sejelek-jelek perkara dalam agama adalah amalan ibadah baru yang diada-adakan.

Keutamaan Bulan Muharrom

Bulan Muharrom termasuk bulan yang disucikan Alloh ta’ala. Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam mensifati dan menisbatkannya kepada Alloh dengan menamainya sebagai “syahrulloh al Muharrom” (bulan Alloh Al Muharrom). Hal ini menunjukkan keutamaan dan kemuliaan bulan ini di sisi Alloh ta’ala, karena tidaklah Alloh  menggandengkan sesuatu dengan nama-Nya kecuali dengan makhluk-Nya yang istimewa.(Lathoiful Ma’arif hal 70, karya Ibnu Rojab Al Hambali)

Al Hasan rohimahulloh berkata, “Sesungguhnya Alloh membuka tahun dengan bulan yang suci dan menutupnya dengan bulan yang suci pula. Dan tidaklah ada bulan dalam setahun yang lebih agung di sisi Alloh setelah bulan Romadhon kecuali bulan Muharrom.”  (Lathoiful Ma’arif hal 67, karya Ibnu Rajab Al Hambali)

Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori