Dasar Aqidah (3-habis)

POKOK DAN LANDASAN AGAMA
Pertama: Perintah untuk beribadah kepada Alloh semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Mengajak untuk mengerjakannya, serta memiliki kepedulian kepadanya, dan mengkafirkan orang yang meninggalkannya;

Kedua: Mengingatkan untuk tidak berbuat syirik dalam beribadah kepada Alloh, tegas dalam menyikapi kesyirikan, serta tegas dalam memusuhinya, dan mengkafirikan orang yang mengerjakannya.

Syarat-Syarat LAA ILAHA ILLALLOH

Makna syahadat LAA ILAHA ILLALLOH, meliputi 3 hal:

  1. Mengilmui dan meyakini kebenaran yang dipersaksikan
  2. Mengucapkan dengan lisannya
  3. Menyampaikan persaksiannya tersebut kepada yang lain.

Makna LAA ILAHA ILLALLOH adalah tidak ada yang berhak disembah selain Alloh saja. Karena pada kalimat LAA ILAHA ILLALLOH terdapat 4 hal, yaitu:

  1. Kata La yang berarti menafikan;
  2. Kata Ilah berarti yang disembah;
  3. Kata Illa berarti pengecualian;
  4. Kata Alloh berarti ilah yang benar.

Dengan demikian makna LAA ILAHA ILLALLOH adalah menafikkan segala sesembahan selain Alloh dan hanya menetapkan Alloh saja sebagai sesembahan yang benar.

Kata Ilah diartikan sesembahan dan tidak diartikan pencipta, di samping secara bahasa memang maknanya demikian, juga kenyataan yang ada bahwa kaum musyrikin jahiliyah mereka menamakan sesembahan mereka sebagai ilah dan mereka meyakini bahwa Alloh adalah pencipta mereka satu-satunya. Oleh karena itu tatkala diserukan kepada mereka LAA ILAHA ILLALLOH mereka menolaknya seraya menyatakan seperti tersebut dalam firman Alloh:

Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri, Dan mereka berkata: “Apakah Sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami Karena seorang penyair gila?” [QS. As-Shaaffaat: 35-36]

Siapakah sesembahan itu?
Ilah atau sesembahan adalah segala sesuatu yang menjadi tempat bergantungnya hati, di mana hati cinta, takut, berharap, bertawakal kepadanya. Demikian juga segala sesuatu yang ditujukan kepadanya bentuk-bentuk pendekatan diri, seperti doa, sujud, kurban, nadzar, dan lain-lain. Maka barang siapa menyerahkan hatinya atau aktivitas pendekatan diri kepada selain Alloh, berarti dia telah menjadikan selain Alloh tersebut sebagai ilahnya meskipun dia tetap meyakini bahw yang mencipta, mengatur, memberi manfaat, dan menolak mudhorot hanya Alloh semata.

Alloh berfirman tentang musyrikin jahiliyah:

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Alloh”, Maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah )? [QS. Az-Zukhruf: 87]

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Alloh”. Maka Katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?” [QS. Yunus: 31]

Konsekuensi Syahadat LAA ILAHA ILLALLOH
Seseorang yang telah mengucapkan syahadat LAA ILAHA ILLALLOH harus meninggalkan seluruh pengabdian kepada selain Alloh baik secara dhohir maupun batin.

Rukun Syahadat LAA ILAHA ILLALLOH:

  1. Nafi, yang berarti menafikan seluruh sesembahan selain Alloh, artinya bahwa sesembahan selain Alloh adalah bathil, tidak berhak untuk disembah. Inilah makna kalimat la ilaha.
  2. Itsbat, yang berarti menetapkan hanya Alloh saja yang berhak disembah. Inilah makna kalimat illalloh.

Syarat syahadat LAA ILAHA ILLALLOH:

  1. Mengetahui maknanya baik secara nafi (peniadaan) maupun itsbat (penetapan).
  2. Yakin, yaitu ilmu yang sempurna yang bertentangan dengan syak (keraguan).
  3. Ikhlas yang bertentangan dengan syirik.
  4. Jujur yang bertentangan dengan dusta dan penghalang dari kemunafikan.
  5. Cinta kepada kalimat tauhid ini dan kepada semua yang dikandungnya, serta berbahagia karenanya.
  6. Inqiyad (tunduk) kepada semua hak kalimat tauhid secara tulus (ikhlas) karena Alloh dan dalam rangka mencari keridhaan-Nya.
  7. Menerima, lawan dari menolak.

Makna Syahadat Muhammad Hamba Alloh dan Rosul-Nya:

Maknanya adalah pengakuan lahir batin bahwa Muhammad adalah hamba Alloh dan Rasul-Nya kepada seluruh manusia, kemudian mengamalkan konsekuensinya yaitu membenarkan beritanya, menaati perintahnya, menjauhi larangannya, dan beribadah kepada Alloh hanya dengan syariatnya.

Rukun Syahadat Muhammad Hamba Alloh dan Rosul-Nya:

  1. Pada perkataan dia adalah hamba Alloh, berarti tidak menyembahnya;
  2. Pada perkataan dia adalah Rasul-Nya, berarti tidak mendustakannya.

Syarat Syahadat Muhammad Hamba Alloh dan Rosul-Nya:

1. Mengakui kerosulannya dalam batin;
2. Mengucapkan pengakuannya tersebut dengan lisannya;
3. Ittiba’ kepadanya dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya.

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Ali Imron: 31]

Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. [QS. Al-Hasyr:7]

4. Membenarkan beritanya.

Dan ia tidak mau membenarkan (rasul dan Al Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat. Tetapi ia mendustakan (rasul) dan berpaling (dari kebenaran) [QS. Al-Qiyamah: 31-32]

 

5. Mencintainya melebihi kecintaan kepada diri sendiri, harta, orang tua, anak, dan semua manusia.

6. Mengedepankan perkataannya atas perkataan siapapun dari manusia.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. [QS. Al-Hujurot: 1]

* * *

Responses

  1. benar kata bapak, saya sngat senang mendengar perkataan bapak?

  2. terimaksih saya ingin aqidah ini semakin mantap


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: