Dasar Aqidah (2)

Tiga Dasar Pokok yang harus diketahui oleh setiap muslim dan muslimah:

Ilmu dan macam-macamnya:
Ilmu apabila diartikan secara mutlak, maka yang dimaksud adalah ilmu syariat. Yaitu ilmu yang bersumber dari Alqur’an dan As-Sunnah tentang agama Islam ini.
Ketiga dasar pokok tersebut merupakan ilmu yang fardhu ‘Ain, oleh karena itu harus diketahui oleh setiap muslim dan muslimah. Ilmu terbagi menjadi dua:

  1. Fardhu ‘ain, yaitu semua ilmu tentang sesuatu yang Allah perintahkan dan larang terhadap kita masing-masing, seperti pokok-pokok keimanan, pokok-pokok ibadah dan muamalah.
  2. Fardhu Kifayah, yaitu ilmu yang melebihi kadar fardhu ain yang dibutuhkan demi tegaknya urusan kaum muslimin yang sudah tercukupi dengan diilmui oleh sebagian kaum muslimin.

Melaksanakan kewajiban menuntut ilmu khususnya yang fardhu ain harus didahulukan daripada seluruh pelaksanaan kewajiban yang lain, karena ia merupakan syarat sahnya amal. Karena ilmu merupakan pembenar niat, sementara niat merupakan syarat diterimanya amal. Adapun ilmu fardhu kifayah, lebih utama dari seluruh amal-amal sunnah, termasuk jihad sekalipun, seperti ditegaskan oleh Imam Ahmad.

Keutamaan Ilmu:

Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS. Al-Mujadilah: 11]

(apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. [QS. Az-Zumar 9]

Tiga Dasar Pokok yang harus diketahui oleh setiap muslim dan muslimah itu adalah, bagaimana seorang hamba mengenal:

  1. Rabbnya;
  2. Agamanya; dan
  3. Nabi-Nya, Muhammad.

Ketiga masalah di atas merupakan masalah yang paling pokok karena itulah yang akan ditanyakan kepada semua manusia di dalam kubur, seperti tersebut di dalam hadits Al-Bukhori dan Muslim dari Sahabat Baro’ ibni ‘Azib. Maka dituntut setiap manusia untuk mengilmuinya dengan benar kemudian mengamalkannya. Hanya mereka yang mengilmui dan mengamalkannya yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Bukan sekedar menghafal jawaban pertanyaan kubur namun tidak memahami dan mengamalkan maksudnya. Dan dalam ilmu ini seseorang tidak boleh taklid sebab barangsiapa yang taklid kelak dia akan menjawab: “ha..ha.. aku tidak tahu, aku mendengar orang-orang mengatakan sesuatu dan aku menirunya.”

Jalan untuk mengenal Alloh:

1. Mengenal asma’ dan sifat-Nya.

Alloh berfirman:

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. [QS. Al-A’raf: 180]

2. Memperhatikan dan tafakkur terhadap ayat-ayat kauniah (alam semesta–pen).

Alloh berfirman:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. [QS Ali-Imron:190]

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan?, Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?, Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. [QS. Al-Ghosiyah:17-21]

3. Memperhatikan dan mendalami ayat-ayat syar’iyyah.

Alloh berfirman:

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. [QS. An-Nisa:82]

Dan tujuan dari mengenal Alloh adalah mencintai-Nya, takut kepada-Nya, berharap kepada-Nya serta memurnikan seluruh ibadah hanya untuk-Nya.

Jalan menuju mengenal agama

Mengenal agama dengan cara mempelajari Al-Kitab dan As-Sunnah. Dan terkandung di dalam pengenalan agama Islam beberapa hal berikut ini:

1. Islam adalah agama satu-satunya yang diterima di sisi Alloh.

Alloh berfirman:

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [QS. Ali-Imron:85]

2. Islam adalah agama yang sempurna baik dalam hal aqidah, ibadah, mu’amalah, maupun politik. Dan barangsiapa membuat sesuatu yang batu dalam agama Alloh, maka tertolak.

Alloh berfirman:

…Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu[QS. Al-Maidah:3]

3. Islam adalah agama yang mudah.

Firman Alloh:

Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. [QS. Al-Hajj:78]

Nabi bersabda:

Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak seorang pun memberatkan diri dalam agama ini kecuali akan terkalahkan.

4. Islam adalah agama yang senantiasa terjaga kemurniannya.

Firman Alloh:

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. [QS. Al-Hijr:9]

Jalan untuk mengenal Rasululloh Muhammad adalah dengan:

  1. Mempelajari Kitabulloh, karena di dalamnya banyak diceritakan tentang beliau;
  2. Mempelajari hadits-haditsnya dan perjalanan hidupnya.

Poin-poin penting tentang Nabi Muhammad diantaranya:

  1. Beliau adalah hamba dan rasul Alloh;
  2. Beliau adalah penutup para Nabi;
  3. Beliau diutus kepada seluruh manusia;
  4. Beliau adalah makhluk yang paling sempurna ilmu dan amalnya, sekaligus yang paling bertakwa kepada Alloh.

Adapun tujuan mengenal Nabi Muhammad adalah untuk meneladaninya, mengambil petunjuknya, dan ittiba’ lahir bathin.

— bersambung … ke Halaman Dasar Akidah (3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: