Oleh: zuhudhi | 30 September 2012

Mereka Inilah Golongan yang Tidak Menghormati Nabi

—————————————

Di saat Nabi Muhammad Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dilecehkan, dihina direndahkan oleh orang kafir, moment seperti ini dapat dijadikan oleh setiap muslim sebagai sebuah barometer, “Apakah ia seorang muslim yang membela Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam atau malah ia seorang yang menghina atau melecehkannya?!?”.

Saudaraku muslim…

Di bawah ini disebutkan tanda-tanda seorang yang menghina, mencela dan tidak menghormati Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam:

– Mencintai selain Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dengan kecintaan yang melebihi cinta kepada beliau.

عَبْدَ اللَّهِ بْنَ هِشَامٍ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – وَهْوَ آخِذٌ بِيَدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لأَنْتَ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ إِلاَّ مِنْ نَفْسِى . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « لاَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ » . فَقَالَ لَهُ عُمَرُ فَإِنَّهُ الآنَ وَاللَّهِ لأَنْتَ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ نَفْسِى . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « الآنَ يَا عُمَرُ » .

Artinya: “Abdulloh bin Hisyam berkata: Kami pernah bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam ketika beliau menggandeng tangan Umar bin Khoththob, lalu Umar berkata: “Wahai Rosululloh, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala apapun kecuali dari diriku”, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak (demikian), demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, sampai aku lebih kamu cintai daripada dirimu sendiri”, Umar berkata: Sesungguhnya sekarang demi Alloh, sungguh engkau kebih aku cintai sampai dari diriku.” Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam menjawab: “Sekarang wahai Umar (benar-benar kamu beriman – pen).” HR. Bukhori.

Siapa yang masih lebih mencintai hartanya dibandingkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, perlu dipertanyakan pembelaannya terhadap Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam.

Siapa yang masih lebih menaati selain Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, patut dipertanyakan, mungkin meremehkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, karena ketaatan hasil dari kecintaan.

– Menjauhi ajaran Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam, baik secara lahir ataupun batin

Alloh Ta’ala berfirman:

{ وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا} [النساء: 115]

Artinya: “Dan barang siapa yang menentang Rosul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An Nisa’: 115)

Bagaimana sikap Anda terhadap ajaran Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam?

Bagaimana keyakinan Anda dibandingkan keyakinan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam; Apakah Anda mentauhid Alloh semata, tidak mensyirikkan-Nya, tidak percaya terhadap peramal, dukun, jimat, sesajen dan semisalnya?

Bagaimana Ibadah Anda dibandingkan dengan Ibadah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam; Apakah sholat Anda mencontoh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, apakah dzikir Anda sesuai dengan cara Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, apakah puasa Anda mencontoh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam?

Bagaimana tingkah laku dan interaksi Anda mencontoh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, apakah Anda pernah berdusta, berbuat zhalim, sombong menolak kebenaran dan merendahkan oranglain?

– Membenci bahkan cenderung menghina ajaran Nabi shollallohu ‘alaih wasallam dan melecehkan seorang yang berpegang teguh dengan ajaran dan sunnahnya, termasuk di dalamnya meremehkan hadits Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam ketika dibacakan kepadanya.

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يقول: « فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى ».

Artinya: “Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang membenci sunnahku maka bukan dariku.

Siapa yang membenci ajaran Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, perlu dipertanyakan pembelaanya.

Siapa yang membenci tauhid, sunnah, jilbab wanita muslimah yang sesuai syariat, memanjangkan jenggot, mengangkat celana di atas dua mata kaki, makan dan minum dengan tangan kanan, siapa yang membenci semua ini, perlu dipertanyakan, “apakah ia sedang menghina sunnah Rosululloh atau menghina diri beliau shollallohu ‘alaihi wasallam?”

– Menolak hadits-hadits shohih

عَنْ أَبِى رَافِعٍ وَغَيْرُهُ رَفَعَهُ قَالَ « لاَ أُلْفِيَنَّ أَحَدَكُمْ مُتَّكِئًا عَلَى أَرِيكَتِهِ يَأْتِيهِ أَمْرٌ مِمَّا أَمَرْتُ بِهِ أَوْ نَهَيْتُ عَنْهُ فَيَقُولُ لاَ أَدْرِى مَا وَجَدْنَا فِى كِتَابِ اللَّهِ اتَّبَعْنَاهُ ».

Artinya: “Abu Rofi’ rodhiyallohu ‘anhu meriwayatkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku tidak mendapati salah seorang dari kalian bersandar di atas kasur mewahnya, datang kepadanya sebuah perintah, yang aku perintahkan atau aku telah melarangnya, ia berkata: “Aku tidak tahu, apa yang kami dapatkan di dalam Al Quran (itu) yang kami ikuti.” (HR. Tirmidzi)

Siapa yang menolak hadits yang shohih, baik yang masuk dalam logikanya atau tidak, maka jangan mengaku-ngaku dia membela Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam

Siapa yang menolak sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam yang shahih karena lebih mendahulukan hawa nafsunya, adatnya, madzhabnya, maka bisa dipastikan ia tidak membela beliau.

– Meyakini ada Nabi setelah Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam

Karena keyakinan ini telah bertentangan dengan Firman Alloh dan Sabda Nabi  Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam:

{مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا} [الأحزاب: 40]

Artinya: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rosululloh dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu.” QS. Al Ahzab: 40

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى يَعْبُدُوا الأَوْثَانَ وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِى أُمَّتِى ثَلاَثُونَ كَذَّابُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِىٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لاَ نَبِىَّ بَعْدِى ».

Artinya: “Tsauban rodhiyallohu ‘anhu berkata: “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah dibangkitkan hari kiamat sampai kabilah-kabilah dari umatku bersatu dengan kaum musyrik, dan samapi mereka menyembah berhala-berhala, dan sesungguhnya akan ada di dalam umatku 30 orang tukang dusta, seluruhnya mengaku bahwa ia adalah seorang nabi padahal aku adalah penutup para nabi tidak ada nabi setelahku.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 7418)

– Mendahulukan perkataan seorang makhluk selain Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ } [الحجرات: 1]

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Alloh dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” QS. Al Hujurot: 1.

Berkata Ibnul Qoyyim rohimahulloh:

النهي عن التقدم بين يدي الله ورسوله

 وقال تعالى يا أيها الذين آمنوا لا تقدموا بين يدي الله ورسوله واتقوا الله إن الله سميع عليم أي لا تقولوا حتى يقول ولا تأمروا حتى يأمر ولا تفتوا حتى يفتي ولا تقطعوا أمرا حتى يكون هو الذي يحكم فيه ويمضيه روى علي بن أبي طلحة عن ابن عباس رضي الله عنهما لا تقولوا خلاف الكتاب والسنة وروى العوفي عنه قال نهوا أن يتكلوا بين يدي كلامه.  والقول الجامع في معنى الآية لا تعجلوا بقول ولا فعل قبل أن يقول رسول الله صلى الله عليه وسلم – أو يفعل

Artinya: “(Pasal) Larangan Mendahului Alloh dan Rasul-Nya.

Alloh Ta’ala berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ } [الحجرات: 1]

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Alloh dan Rosul-Nya dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Maksudnya adalah jangan kalian berkata sebelum ia berkata, jangan kalian memerintah sebelum ia memerintah, jangan kalian berfatwa sebelum ia berfatwa, jangan kalian memutuskan sebuah perkara sampai ia yang menjadi pemutus keputusan di dalamnya dan yang menentukannya, Ali bin Abu Tholhah meriwayatkan dari Abdulloh bin Abbas rodhiyallohu ‘anhuma; “Janganlah kalian berkata yang menyelisihi Al Quran As Sunnah, Al ‘Aufy meriwayatkan dari beliau (juga): “Mereka dilarang untuk berbicara mendahului perkataannya.” Dan Perkataan yang menyeluruh dalam makna ayat (ini): Janganlah kalian tergesa-gesa dengan perkataan atau perbuatan sebelum Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam mengucapkannya atau melakukannya.” Lihat kitab I’lam Al Muwaqqi’in, 1/51.

Dan keyakinan ini akhirnya diamalkan oleh para shahabat rodhiyallohu ‘anhum sampai kepada para imam, yaitu tidak berbuat dan berkata yang mendahului perbuatan dan perkataan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dan meninggalkan perkataan dan perbuatan siapapun dari makhluk jika sudah jelas perkataan dan perbuatan dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam. Mari perhatikan perkataan-perkataan berikut:

Abdulloh bin Abbas rodhiyallohu ‘anhuma berkata:

تَمَتَّعَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم-. فَقَالَ عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ نَهَى أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ عَنِ الْمُتْعَةِ. فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ مَا يَقُولُ عُرَيَّةُ قَالَ يَقُولُ نَهَى أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ عَنِ الْمُتْعَةِ. فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ أُرَاهُمْ سَيَهْلِكُونَ أَقُولُ قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- وَيَقُولُ نَهَى أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ.

Artinya: “Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam berhaji dengan cara tamattu’”, lalu berkata ‘Urwah bin Az Zubair: “Abu bakar dan Umar melarang akan haji tamattu’”, Abdulloh bin Abbas rodhiyallohu ‘anhuma bertanya: “Apa yang dikatakan oleh Uroyyah?”, dijawab: “Ia mengatakan bahwa Abu bakar dan Umar melarang akan haji tamattu’”, maka Abdulloh bin Abbas rodhiyallohu ‘anhuma menanggapinya: “Aku berpendapat mereka akan celaka, aku sedang mengatakan Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, dan ia (malah) mengatakan Abu Bakar dan Umar melarang(nya).” HR. Ahmad

Perhatikan saudaraku muslim…

Jika perkataan dua orang terbaik setelah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam; Abu Bakar dan Umar saja tidak boleh ditandingkan dengan sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bagaimana dengan seorang yang kedudukan tidak seperti Abu Bakar dan Umar rodhiyallohu ‘anhuma.!!!

Pantaslah dikatakan menghina dan merendahkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam seorang yang lebih mendahulukan perkataan kyainya, habibnya, tuan gurunya, ustadznya daripada hadits Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam.

Perhatikan perkataan Imam Nashir As Sunnah (pembela sunnah) Al Imam Asy Syafi’ie rohimahulloh berkata:

( أجمعَ الناسُ على أنه مَن استبانَتْ له سنةُ رسولِ اللهِ صلى اللهُ عليه وسلَّم لَمْ يكنْ له أنْ يدَعَها لقولِ أحدٍ )

Artinya: “Para ulama bersepakat bahwa barangsiapa yang telah jelas baginya sebuah sunnah/ajaran/hadits Rosululloh , maka tidak boleh baginya untuk meninggalkannya karena perkataan seorangpun.” Lihat kitab Ar Ruh, 264 dan kitab I’lam Al Muwaqqi’in, 2/282, kedua karya Ibnul Qoyyim dan kitab Al Ittiba’, hal. 24, karya Ibnu Abu Al ‘Izz.

Perhatikan juga perkataan Imam Ahlus Sunnah Al Imam Ahmad bin Hambal rohimahulloh:

” عجبت لقوم عرفوا الإسناد وصحته ويذهبون إلى رأي سفيان – أي الثوري – والله تعالى يقول : ((فَلْيَحْذَرِ الَذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ)) أتدري ما الفتنة؟ الفتنة الشرك، لعله إذا ردّ بعض قوله ، أن يقع في قلبه شيء من الزيغ فيهلك .

Artinya: “Aku heran terhadap suatu kaum yang telah mengetahui sanad dan keshohihannya, mereka (malah) pergi kepada pendapatnya Sufyan (Ats Tsaury), padahal Alloh Ta’ala telah berfirman:

((فَلْيَحْذَرِ الَذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ))

“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rosul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.”, tahukah kamu apa itu fitnah/cobaan?, fitnah/cobaan itu adalah kesyirikan, mungkin jika ia menolak sebagian sabdanya, akan terdapat di dalam hatinya sesuatu dari penyimpangan maka akhirnya ia binasa.” Lihat kitab Al Furu’, 6/375, karya Ibnu Muflih dan kitab Ash Shorim Al Maslul, karya Syaikhul Islam, 2/116-117.

– Tidak Mengenal Sejarah Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam

Terasa aneh seseorang yang tidak mengenal sejarah Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam mengaku membela Rosululloh shollallohu ‘alaihi, bukankah pembelaan adalah buah hasil mencintai dan bukti seseorang mencintai adalah selalu mengingatnya, dan mengingatnya tidak akan sempurna kecuali dengan mengenal sejarahnya. Oleh sebab itulah para ulama mengatakan:

إِنَّ مَنْ أَحَبَّ شَيْئًا أَكْثَرَ مِنْ ذِكْرِهِ

Artinya: “Sesungguhnya Barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka ia akan banyak mengingatnya.”

Mungkin ada dari sebagian orang yang mengaku membela Rosululloh lebih mengenal sejarah orang lain dibandingkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, bahkan lebih ironi lagi orang lain itu adalah orang kafir!!

Padahal umur Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam hanya 63 tahun, yang mana sejarah beliau dengan mudah dibaca apalagi buku-buku sejarah di zaman sekarang sudah diterjemahkan dan diteliti riwayat-riwayatnya!

– Melakukan bid’ah di dalam beragama

Melakukan perbuatan bid’ah dilarang oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dan amalan pelaku bid’ah tidak akan diterima berdasarkan penegasan dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

” مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا، فَهُوَ رَدٌّ “

Artinya: “Barangsiapa yang mengamalkan sebuah amalan yang tidak ada contohnya dari kami, maka amalannya tertolak.” HR. Muslim

Dan hal ini termasuk meyakini adanya bid’ah hasanah, karena siapa yang melakukan atau mengaku adanya bid’ah di dalam Islam maka secara tidak langsung ia telah menuduh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam tidak amanah, berkhianat terhadap Alloh akan beban risalah yang telah diwahyukan oleh Alloh Ta’ala kepada beliau agar disampaikan kepada umatnya. Mari perhatikan perkataan Imam Darul hijroh Al Imam Malik rohimahulloh:

من ابتدع في الإسلام بدعة يراها حسنة ، فقد زعم أن محمدا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم خان الرسالة ، لأن الله يقول : { الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ } فما لم يكن يومئذ دينا ، فلا يكون اليوم دينا

Artinya: “Barangsiapa yang berbuat bid’ah di dalam agama islam yang ia anggap sebagai bid’ah hasanah, maka sungguh ia telah menuduh bahwa Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam telah mengkhianati risalah, karena Alloh Ta’ala berfirman: “Hari telah Ku sempurnakan bagi kalian agama kalian.” Jadi, apa saja yang pada hari ini bukan sebagai agama, maka tidaklah hari ini dia menjadi agama.” Lihat kitab Al ‘Itishom, 1/49.

– Tidak bersholawat ketika disebutkan nama Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam di hadapannya

Seorang yang malas bersholawat terutama ketika diucapkan nama Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam di hadapannya, maka perlu dipertanyakan pembelaannya terhadap Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, karena ia adalah orang yang bakhil!

الْبَخِيلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

Artinya: “Sesungguhnya orang yang bakhil adalah yang aku disebutkan di hadapannya dan ia tidak bersholawat atasku.” HR. Ahmad dan dishohihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shohih AL Jami’, no. 2878.

Saudaraku muslim…

Masih banyak tanda seorang yang melecehkan, menghina dan merendahkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, semoga yang sedikit ini bermanfaat. Wallohu a’lam.

—————————————

Sumber: Artikel Muslim.or.id.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: