Oleh: zuhudhi | 27 Agustus 2007

Gerhana dan Bagaimana Seorang Muslim Menyikapinya

Lunar Eclipse

Menurut berita yang ada di situs berita Antara (http://www.antara.co.id/), akan terjadi gerhana bulan pada hari Selasa, tanggal 28 Agustus 2007. Gerhana merupakan kejadian astronomi yang terjadi apabila suatu objek astronomi bergerak ke dalam bayang objek astronomi yang lain. Dalam kasus ini, gerhana bulan, adalah peristiwa di mana matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis lurus. Bumi berada di antara matahari dan bulan, sedemikian rupa sehingga bulan berada di dalam bayang-bayang bumi.

Kepala Observatorium Boscha Lembang Kabupaten Bandung, M Taufik, mengatakan, gerhana bulan total (GBT) dapat disaksikan lebih lama oleh masyarakat di Indonesia bagian timur. Sama halnya di Indonesia bagian tengah juga bisa menyaksikan lebih lama karena kontak pertama akan terjadi pada pukul 17.53 WIB. Sementara itu masyarakat di wilayah barat Indonesia dipastikan tidak bisa menyaksikan fenomena alam itu secara utuh. (berita selengkapnya bisa dilihat di situs Antara News, antara lain di sini, dan di sini)

Nah, berkaitan dengan hal ini, bagi umat muslim yang melihat peristiwa gerhana baik gerhana matahari (kusuf) ataupun bulan (khusuf) tidaklah hanya melihatnya saja. Rosululloh Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam telah memberikan tuntunan kepada kita ketika terjadi peristiwa semacam ini, beliau Sholallohu ‘alaihi wasallam segera melaksanakan sholat gerhana. Di dalam sebuah hadits Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya pada matahari dan bulan terdapat dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Alloh. Tidaklah terjadi gerhana karena kematian atau hidupnya seseorang, maka apabila kalian melihatnya maka sholatlah” (diriwayatkan oleh Imam Bukhori)

Hukum Sholat Gerhana

Sholat gerhana ini hukumnya sunnah muakkadah, dan menurut sebagian ulama hukumnya wajib. Jika melihat dari kedua pendapat ini, maka sudah seharusnya bagi kita untuk melaksanakan sholat gerhana ini.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

1. Pada saat terjadi peristiwa seperti ini tidak ada suara adzan atau iqomat, namun yang ada adalah diserukannya kalimat “asSholaatu Jaami’ah”. Hal ini berdasarkan hadits riwayat ‘Abdulloh bin ‘Amr rodhiallohu ‘anhumaa, yang artinya, “Beliau mengatakan bahwa: ketika terjadi gerhana di zaman Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wasallam maka diserukanlah dengan seruan: Inna Sholaata Jaami’ah

2. Dilaksanakan dengan dijahrkan (dikeraskan bacaannya). Berdasarkan hadits riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim dari ‘Aisyah rodhiyaallohu ‘anhaa, dia berkata: “Nabi Sholallohu ‘alaihi wasallam mengeraskan bacaannya ketika sholat gerhana, apabila beliau telah selesai membacanya lalu beliau bertakbir kemudian ruku’ dan seterusnya…” Jadi walaupun gerhana terjadi di awal pagi setelah shubuh ataupun sore hari sebelum maghrib maka tetap sholat ini dijahrkan.

3. Sholat gerhana ini dilaksanakan berjamaah di masjid. Berdasarkan hadits dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anhaa yang terdapat di dalam Kitab Shohih Muslim, pada no. 901, yang artinya, “’Aisyah rodhiyallohu ‘anhaa berkata: “Pada masa hidup Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wasallam penah terjadi gerhana matahari, lalu beliau pergi ke masjid, kemudian beliau berdiri dan bertakbir, dan orang-orang pun membuat barisan di belakang beliau…”” Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi menjelaskan dalam al-Mughni bahwa sholat ini boleh dilakukan sendirian, akan tetapi yang lebih utama berjamaah di masjid.

4. Memanjangkan bacaan dalam sholat, berlaku pada setap bacaan pada setiap rukunnya, baik itu sewaktu berdiri, ruku’, i’tidal, sujud, dst. Sehingga bacaan ruku’ i’tidal, sujud atau yang lainnya tidak hanya sekali atau tiga kali akan tetapi berkali-kali. Berdasarkan hadits riwayat Jabir rodiyallohu ‘anhu yang artinya, “Bahwa Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wasallam mengimami para sahabatnya, maka beliau memanjangkan berdirinya sampai para sahabatnya ingin terjatuh”. Sehingga dapat dibayangkan sholat gerhana dengan 2 rokaat yang di dalamnya ada 4 berdiri, 4 ruku’, dan 4 sujud diselesaikan dengan waktu yang cukup lama.

5. Hukum khutbah sholat gerhana adalah sunnah. Khutbah ini dilaksanakan seteah sholat. Isi khutbahnya ada beberapa hal, diantaranya adalah ujian manusia di dalam kuburan seperti fitnah almasih addajjaal, anjuran untuk bershodaqoh, berdo’a, beristighfar, memerdekakan budak, serta menumbuhkan rasa takut kepada Alloh Subhaanahu wa Ta’ala.

Tata Cara Sholat Gerhana:

Adapun mengenai tata cara pelaksanaan sholat gerhana ini, sebagai berikut.

  1. Berniat dalam hati. Dan niat tidak boleh dilafalkan. Haram hukumnya melafalkan niat dan orang berdosa dengan melakukan perbuatan tersebut sedangkan dia telah mengetahui hukumnya.
  2. Takbirotul ihrom, yaitu bertakbir sebagaimana sholat biasanya.
  3. Membaca doa istiftah, kemudain ta’awwudz, basmalah dan membaca surat yang panjang. Bahkan diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas rodiyallohu ‘anhumaa bahwa surat yang dibaca ketika sholat gerhana seperti surat al-Baqoroh.
  4. Ruku’, yang panjangnya hampir sama seperti bacaan pada berdiri yang pertama,sehingga bacaan ruku’ tidak hanya 3 kali akan tetatpi bisa berulang-ulang sampai belasan kali atau lebih.
  5. I’tidal dengan membaca doa i’tidal seperti biasanyadengan panjang seperti panjang bacaan ruku’nya.
  6. Setelah i’tidal tidak langsung sujud, akan tetapi dilanjutkan dengan berdiri yang kedua, dengan membaca al-Fatihah dan surat yang panjangnya seperti ruku’ yang kedua.
  7. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjang bacaannya lebih pendek dari ruku’ yang pertama. Setelah itu i’tidal kembali yang panjangnya seperti ruku’yang kedua.
  8. Kemudian sujud yang panjangnya seperti ruku’nya, setelah itu duduk dan sujud kembali yang panjangnya seperti panjang ruku’nya.
  9. Bangkit dari sujud untuk rokaat yang kedua dengan cara yang sama pada rokaat pertama, hanya saja bacaan pada rokaat kedua lebih pendek dari rokaat yang pertama.
  10. Salam.

keyword: tatacara, tata, cara, sholat, shalat, solat, salat, gerhana, bulan, matahari


Responses

  1. terima kasih yah atas penjelasan tata cara sholat gerhana, bermanfaat sekali. Gerhana adalah salah satu tanda-tanda kebesaran Alloh, maka perbanyaklah berdoa dan perbanyak amal sholeh diantaranya shodaqoh jariyah.

    terima kasih kembali akh buyazulfa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: