Tentang Neraka

Alloh Subhannaahu wa Ta’ala telah berfirman,“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [QS. At-Tahrim: 6]

Dan di dalam ayat yang lain disebutkan,“peliharalah dirimu dari Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang yang kafir.” [QS. Al-Baqoroh: 24]

Kedua ayat di atas memperingatkan kita agar menjaga diri dari api Neraka dengan cara menempuh jalan yang lurus. Karena jika di akhirat nanti seseorang dimasukkan ke Nereka, ‘na’udzu billah min dzalik’, maka tidak ada lagi jalan keselamatan dan tidak akan diterima segala macam tebusan. Suatu hari yang tiada berguna lagi harta benda dan anak cucu, kecuali orang yang menghadap Alloh dengan membawa hati yang salim, selamat dari kemusyrikan, bid’ah dan aneka macam perbuatan dosa.

Sedikit Gambaran tentang Neraka

Dia adalah penjara yang penuh dengan siksaan yang pedih, jurang amat dalam yang di dalamnya berkobar api yang menyala dan bergejolak. Panasnya tujuh puluh kali lipat dibandingkan panas api yang ada di dunia saat ini, Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam bersabda,

“ Api yang biasa kalian nyalakan adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari api Jahannam.” [HR . Al-Bukhori]

Hawa paling panas yang ada di dunia ini tak lain adalah sedikit hembusan dari Neraka Jahannam. Sabda Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam,

Tunggulah hingga agak dingin untuk shalat (Zhuhur), karena panas yang berlebihan adalah sebagian dari hembusan Jahannam.” [HR. Al-Bukhori]

Tentang luasnya Neraka, Rasululloh Shollallohu Alaihi wa Sallam bersabda, ”Tahukah kalian apa ini? Kami semua menjawab, “Alloh dan Rasul-Nya yang mengetahui”. Beliau bersabda, “Ini adalah batu, jika dilemparkan ke dalam Neraka semenjak tujuh puluh tahun, maka ia masih melayang di Neraka sampai saat ini (belum menyentuh dasarnya, pent).” [HR. Muslim]

Api Neraka meyiksa manusia sesuai dengan tingkat dosa yang diperbuat. Sabda Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam, Sebagian orang ada yang dilalap api Neraka hingga kedua mata kakinya, sebagian lagi ada yang hingga kedua lututnya, sebagian lagi ada yang dilalap hingga pinggangnya dan ada juga yang disiksa hingga tengkuk lehernya. [HR. Muslim]

Rasululloh Shollallohu Alaihi wa Sallam juga telah bersabda, “Pada Hari Kiamat didatangkan penghuni neraka yakni seorang yang ketika di dunia mendapatkan kenikmatan paling besar, kemudian ia dicelupkan ke dalam Neraka sekali celupan lalu ditanya, “Wahai anak Adam adakah engkau masih melihat karunia yang tersisa? Apakah kini engkau merasakan sedikit kenikmatan? Maka ia menjawab, “Demi Alloh tidak sama sekali wahai Rabb.” [HR Muslim]

Di antara Penghuni Neraka

• Orang-orang musyrik, termasuk Yahudi, Nashrani, Majusi,mulhidin (pembangkang) dan secara umum semua orang yang menyekutukan Alloh atau melakukan syirik akbar. Firman Alloh Subhannaahu wa Ta’ala , artinya,

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata,“Sesungguhnya Alloh ialah Al-Masih putra Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Hai Bani Israil, sembahlah Alloh Robbku dan Robbmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh, maka pasti Alloh mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” [QS. Al-Maidah: 72]

“Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Alloh, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [QS. An-Nisa': 48]

Sedangkan ahlul ma’shiyah (pelaku maksiat) dari orang muslim, maka dia di bawah kehendak Alloh, jika menghendaki, maka Dia akan mengampuni dan jika menghendaki, maka Dia akan menyiksa.

• Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam bersabda tentang penghuni Neraka,

“Maukah kalian aku beritahu penduduk neraka? (Yaitu) Setiap orang yang besar kepala, angkuh lagi sombong.” [HR. Al-Bukhori-Muslim]

• Beliau juga memberitahukan bahwa wanita yang bertabarruj (mengumbar aurat dan kecantikannya) termasuk penghuni Neraka. Sabda beliau Shollallohu Alaihi wa Sallam,

“Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat; Yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli orang-orang dengannya. Dan wanita-wanita yang memakai baju tapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundak-nya dan berlenggak-lenggok.Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, pada-hal sungguh wangi Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” [HR . Muslim]

• Meninggalkan sholat, merupakan penyebab terjerumusnya seseorang masuk Neraka. Alloh berfirman,

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (Neraka) Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin dan adalah kami membica-rakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya dan adalah kami mendustakan hari pembalasan” [QS. Al-Muddatstsir: 42 – 46]

Rasululloh Shollallohu Alaihi wa Sallam juga bersabda,
“Perjanjian antara kita dengan mereka (orang kafir) adalah sholat, maka barang siapa meninggalkannya ia telah kafir.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah menyebutkan sejumlah dosa secara global yang merupakan penyebab dari masuknya seseorang ke dalam Neraka, yaitu:

Menyekutukan Alloh Ta’ala; Mendustakan para rasul; hasad (dengki); Dusta; Khianat; Berbuat aniaya, kekejian; Ingkar janji; Memutuskan silaturrahmi; Pengecut dalam berjihad; Bakhil; Munafik; Berputus asa dari rahmat Alloh; Merasa aman dari makar Alloh; Berkeluh kesah terhadap musibah; Angkuh; Sombong atas nikmat yang diterima; Meninggalkan hal-hal yang wajib; Melanggar hudud (batasan dari Alloh); Menerjang keharaman-Nya; takut kepada makhluk bukan kepada Alloh; Beramal karena riya’ dan sum’ah; Menyelisihi Al-Qur’an dan as-Sunnah baik dalam perbuatan atau pun keyakinan; Taat kepada manusia dalam rangka maksiat kepada Alloh; Fanatik terhadap kebatilan; Mengolok-olok ayat-ayat Alloh, menentang kebenaran; Menyembunyikan sesuatu yang seharusnya disampaikan baik ilmu maupun kesaksian; Sihir; Durhaka kepada kedua orang tua; Membunuh jiwa yang diharamkan Alloh kecuali secara haq; Memakan harta anak yatim; Riba; Lari dari medan pertempuran; Menuduh berzina wanita baik-baik dan terjaga kehormatannya; Melakukan zina atau liwath; Ghibah dan namimah dan lain-lain yang telah di jelaskan keharaman-nya di dalam Al-Qur’an dan as-Sunnah.

Barang siapa yang menjauhinya, maka berarti ia telah menempuh jalan keselamatan, dan barang siapa yang menerjangnya, maka berarti ia telah menjatuhkan dirinya ke dalam kehinaan dan penyesalan.

Rasululloh Shollallohu Alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak menjerumuskan orang ke dalam Neraka, maka beliau menjawab, “Mulut dan Kemaluan.” [HR. At-Tirmidzi dan ia menyatakan hasan]. Hadits ini mengisyaratkan kepada kita semua agar senantiasa menjaga dua anggota badan tersebut agar termasuk orang-orang yang selamat dari api Neraka.

Cara Menyelamatkan Diri dari Neraka

Alloh karena rahmat-Nya menjelaskan jalan-jalan keselamatan dari siksa Neraka. Alloh menunjukkan jalan yang harus ditempuh agar seseorang tidak terjerumus ke dalamnya. Cara yang paling penting adalah sbb.

• Memurnikan Tauhid kepada Alloh

Mari kita perhatikan sabda Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam berikut ini,
“Sesungguhnya Alloh telah mengharam-kan neraka bagi orang yang mengucap-kan “La ilaha illAlloh,” karena semata-mata mengharap wajah Alloh.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

Dan dalam hadits yang lain Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam juga telah bersabda,
“Wahai anak Adam, sesungguhnya selagi kalian mau berdoa dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu. Wahai anak Adam meskipun dosamu itu sampai ke awan di langit kemudian kamu mau minta ampun kepada-Ku maka aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam kalaupun engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi dan engkau menjumpai-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu, maka Aku akan mendatangkan kepadamu sepenuh bumi ampunan.” [HR. At-Tirmidzi dan dia berkata hadits hasan shahih].

Itulah jaminan ampunan bagi yang menauhidkan (mengesakan-Nya). Tidak menyekutukan-Nya dalam berdo’a, ibadah, nadzar, roja’ (berharap), istighotsah, tawakkal, pengharapan dan ketakutan, juga di dalam memutuskan perkara, padahal ia tahu akan tuntutan tauhid berupa mengesakan Alloh dalam seluruh ibadah serta menjauhi segala kemusyrikan dengan berbagai macam dan bentuknya.

Alloh Subhannaahu wa Ta’ala telah berfirman,
Katakanlah, “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh, Robb semesta alam, tiada sekutu baginya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Alloh)”. [QS. Al-An’am: 162-163]

Maka tauhid yang murni yang tidak tercampuri dengan kemusyrikan, baik yang besar maupun yang kecil adalah syarat mutlak untuk keselamatan seseorang dari Neraka.

Tauhid yang murni membuahkan ketaatan kepada Alloh dan ketundukan terhadap-Nya. Karena tauhid dan iman tempatnya di hati. Apabila tauhidnya bagus, maka seluruh perbuatan anggota badan akan ikut bagus pula. Maka apa yang diperintahkan oleh Alloh akan segera dilaksanakannya, selalu taat, mengikuti dan takut kepada-Nya.


• Senantiasa Bertaubat

Alloh telah menjadikan taubat sebagai kunci kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat. Dia berfirman,
“Dan bertaubatlah kepada Alloh, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [QS. An-Nuur: 31]

Dalam ayat ini Alloh mengaitkan antara keberuntungan dengan taubat. Artinya bertaubat dari perbuatan yang tidak baik adalah salah satu jalan keselamatan dari api Neraka. Manusia meskipun telah berusaha sekuat tenaga untuk berbuat kebaikan, tetap saja ia memiliki sisi kekurangan dan kelemahan, baik yang disadari atau tidak, hal ini merupakan sunnatulloh. Maka jalan yang terbaik adalah selalu membiasakan bertaubat dan mohon ampun kepada Alloh.

Sumber : Kutaib, “Kaila Tuhsyaru fil Jahim” al-Qism al-Ilmi Darul Wathon.

( disadur dari buletin Jumat An-Nuur — Jogja, 26 Maret 2004 )

Responses

  1. assalamualaikum
    artikelnya sangat bagus untuk mengingatkan kita semua,

  2. artikelnya bagus sekali, saya jadi kepengin taubat terus supaya diampuni dosanya

  3. assalamualaikum wr wb
    artikel2x Insya Allah bermanfaat untuk org2 yg membacax, senantiasa mengingatkan kita dan selalu termotivasi agar selalu bersyukur akan nikmat Allah SWT dan optimis dalam menjalani hidup.

  4. neraka, tidak kebayang kehebatan apinya.

    >>>Mari kita bayangkan saja…. Tidak perlulah menjajal kehebatannya…. Naudzu billahi min dzalik….

  5. astaghfirullahal ‘adhiim…..ketika mengingat dosa yang kita lakukan.
    tak terbayangkan bagimana panasnya neraka yang akan dirasakan oleh para penghuninya. na’udhubillahi min dzalik.
    oh iya neraka kan bertingkat-tingkat dan setiap tingkatanya memiliki nama tolong di tampilin juga ya……artikelnya udah buagus. sekalian ajarin juga ya manata SITE’ di multiply. SUKRON JAZAKUMULLAH KHOIRON JAZA

    >>> Untuk tingkatan neraka, saya belum menemukan sumber yang rojih. Barangkali ada yang bisa membantu? Untuk menata situs di multiply, insya Alloh tutorial di internet sangat banyak. Coba saja antum Googling

  6. aku ingin sekali tobat takut sama yang namanya neraka andai aku bisa.samapi kapan aku bisa sholat khusu puasa lancar berbuat baik dan berjiw islam

    >>> Andai pasti bisa mas Dhiki, insya Alloh. Rajin berdoa dan terus berusaha, itu kuncinya. Hadirilah majelis-majelis ilmu di sekitar daerah Anda!

  7. Hmmm,,, memang dahsyat siksa neraka. Belum lagi di alam kubur sudah ada yang namanya adzab kubur. Setelah kiamat, ada lagi yang namanya padang mahsyar di mana kita berpanas-panas di atas pasir putih yang panas. Ada sabda nabi yang mengisahkan, bahwa ada dua orang beriman, satu kaya dan satu miskin. Kedua-duanya masuk surga, tapi si miskin beriman dipersilahkan masuk duluan ke surga, sementara si kaya harus menunggu 400 tahun di padang mashyar sebab terhalang hartanya yang di hizab satu demi satu. Naudzubillah,,,

  8. Saya pernah membaca buku tarekat. Bahwa konon, ketika rahmat itu turun, ia terasa dingin adanya, saking dinginnya sampai-sampai air bisa membeku. Dan karena wudlhu itu adalah “cahaya di atas cahaya” sehingga cahayanya mampu memadamkan api neraka, sehingga konon neraka berseru kepada orang beriman yang mendekatinya, “Wahai orang-orang beriman, menjauhlah. Jika tidak, apiku akan padam!”. Wallahu’alam.

  9. subhanallah…..maha suci engkau ya alloh….dan maha pengampun engkau ya alloh…..semoga kita selalu dalam lindungan dan ampunannya…amin

  10. Kini aku sadar, aku harus lebih berhati hati lagi dalam menjalani hidup

  11. hm,,,,,,,,,,,, wahai sekalian ummat manusia sekarang tidak ada kata untuk tidak melaksanakan shoalat, karna hanya shoalatlah yang pertama kali dihisap di alam kubur nantinya dan itu mutlak akan dilalui oleh setiap makhluk manusia.

  12. Saya bingung,ayah saya sudah 6 tahun tidak bekerja karena sakit.dan ayah saya tuh sangat nyebelin,udah keadaan nya kaya gituh msih nyblin jga,dan sejak kecil aku belum pernah mendapatkan kasing sayang ayah karena semasa sehatnya dia bekerja meninggalkan istri dan anaknya.dan sekarang sya sekolah 2 smk.
    Sekarang hanya tinggal ibu saya yang menapkahi.dan uang itu juga di dapatkan dari suami orang lain(selingkuh).
    Mamah saya juga kayanya udah gax nganggap lagi suaminya(ayah sya).ayah saya jga udah ngbiarin selingkuh,karena kan sdah tdax ada yang menafkahi,jdi apa yg hrus aku lakukaN.

    >>> Hmmm… Permasalahan Anda cukup kompleks… Saran saya, untuk sementara BERSABARLAH. Alloh senantiasa bersama dengan orang2 yg bersabar. Untuk lebih mendapat jawaban yg lengkap, coba Anda ceritakanlah masalah Anda di link ini (situs milik Ustadz Kholid).

  13. Betapa merinding bulu kuduk membaca aratikel ttg dosa,neraka. Ya Alloh mohon ampuni dosa hamba, bimbinglah hamba agar sll berjalan dijalanMu dan masukkana hamba dlm golongan org2 yg Engkau sayangi, Amiiiiiiiin3 Ya Roball Alamin.

  14. subahanallah, bagus sekali .
    ana takjub membacanya. perlu waktu berapa lama untuk membuatnya?

  15. assalamualaikum , maaf ana mau tanya mengapa allah menciptakan surga dan neraka? tolong beri dalil nya ustad. terimakasih
    wassalamualaikum

    >>> wa’alaikumussalam. Surga disediakan untuk Orang-orang yang Bertakwa, dalilnya firman Alloh, yang artinya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” [QS. Ali Imron:133]
    Adapun neraka disediakan untuk Orang-orang yang Kafir, dalilnya firman Alloh, yang artinya: ““Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang telah disediakan untuk orang-orang yang kafir” [QS. Ali Imron:131]

  16. Ya Allah, . Ampuni dosa2x ku dan dosa2x keluargaku.

  17. ya allah.. ampuni aq ya allah… oza aq mau tnya…. apkah neraka itu bisa di rsakan di dunia ini…? dlm khidupan nyata

  18. artikelnya bagus sekali, aku membacanya sampai malu kalo aku udah membuat dosa yang sanagt banyak sekali

  19. SUBHANAULLA,,,,,,,mari bersama sama berbenah,,

  20. Assalamu’alaikum… Sungguh dgn artikel ini membuat hati sy menggetar. mohon ya alloh sy jauhkanlah dari fitnah api neraka…amin ya rabb…


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: