Nabi dan Rosul

Definisi Nabi dan Rasul

Nabi dalam bahasa Arab berasal dari kata naba. Dinamakan Nabi karena mereka adalah orang yang menceritakan suatu berita dan mereka adalah orang yang diberitahu beritanya (lewat wahyu). Sedangkan kata Rosul secara bahasa berasal dari kata irsal yang bermakna membimbing atau memberi arahan. Definisi secara syar’i yang masyhur, nabi adalah orang yang mendapatkan wahyu namun tidak diperintahkan untuk menyampaikan sedangkan Rosul adalah orang yang mendapatkan wahyu dalam syari’at dan diperintahkan untuk menyampaikannnya *).

Sebagian ulama menyatakan bahwa definisi ini memiliki kelemahan, karena tidaklah wahyu disampaikan Alloh ke bumi kecuali untuk disampaikan, dan jika Nabi tidak menyampaikan maka termasuk menyembunyikan wahyu Allah. Kelemahan lain dari definisi ini ditunjukkan dalam hadits dari Nabi shollallohu’alaihiwasallam,

“Ditampakkan kepadaku umat-umat, aku melihat seorang nabi dengan sekelompok orang banyak, dan nabi bersama satu dua orang dan nabi tidak bersama seorang pun.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi juga menyampaikan wahyu kepada umatnya. Ulama lain menyatakan bahwa ketika Nabi tidak diperintahkan untuk menyampaikan wahyu bukan berarti Nabi tidak boleh menyampaikan wahyu. Wallohu’alam. Perbedaan yang lebih jelas antara Nabi dan Rosul adalah seorang Rosul mendapatkan syari’at baru sedangkan Nabi diutus untuk mempertahankan syari’at yang sebelumnya.

(*) Syaikh Ibn Abdul Wahhab menggunakan definisi ini dalam Ushulu tsalatsah dan Kasyfu Syubhat, begitu pula Syaikh Muhammad ibn Sholeh Al Utsaimin.

(Dikutip dari muslimah.or.id dengan pengeditan seperlunya)

 

Adapun Nama-Nama 25 Nabi dan Rosul Alloh yang disebutkan di dalam Alquran, sebagai berikut:

  1. Nabi Adam ‘alaihis salam (Adam)
  2. Nabi Idris ‘alaihis salam
  3. Nabi Nuh ‘alaihis salam (Noah)
  4. Nabi Hud ‘alaihis salam (Hood)
  5. Nabi Sholeh ‘alaihis salam
  6. Nabi Ibrohim ‘alaihis salam (Abraham)
  7. Nabi Luth ‘alaihis salam (Louth)
  8. Nabi Ismail ‘alaihis salam (Ishmael)
  9. Nabi Ishak ‘alaihis salam (Isaac)
  10. Nabi Ya’kub ‘alaihis salam (Jacob)
  11. Nabi Yusuf ‘alaihis salam (Joseph)
  12. Nabi Syu’aib ‘alaihis salam
  13. Nabi Ayub ‘alaihis salam
  14. Nabi Zulkifli ‘alaihis salam
  15. Nabi Musa ‘alaihis salam (Moses)
  16. Nabi Harun ‘alaihis salam (Aaron)
  17. Nabi Daud ‘alaihis salam (David)
  18. Nabi Sulaiman ‘alaihis salam (Solomon)
  19. Nabi Ilyas ‘alaihis salam (Elias)
  20. Nabi Ilyasa’ ‘alaihis salam
  21. Nabi Yunus ‘alaihis salam
  22. Nabi Zakaria ‘alaihis salam (Zachariah)
  23. Nabi Yahya ‘alaihis salam (John)
  24. Nabi Isa ‘alaihis salam (Jesus)
  25. Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wassalam. (Mohammed)

Responses

  1. kenapa hrs mencantumkan nama rosul versi baratnya (baca : versi nasrani), apakah versi islam yg anda tulis itu kurang “MULIA” ?

    Maksud saya mencantumkan versi barat (meminjam istilah Anda, akh Lqman) adalah agar pembaca dapat mengetahui asal nama-nama tersebut. Misal nama Noah. Bagi sebagian orang mungkin ini hanyalah sebuah nama, tanpa tahu bahwa sebenarnya nama Noah adalah pengganti dari nama Nabi Nuh. Memang kebiasaan orang-orang barat senang mengganti nama-nama orang agar cocok dengan lidah mereka. Termasuk nama Nabi Isa, diganti oleh mereka menjadi “Jesus”.
    Selain itu, maksud saya juga untuk memperluas kata kunci dalam pencarian artikel via search engine. Nah, untuk itu di sini saya juga mengharap bantuan pembaca sekalian, termasuk Anda, akh Lqman, untuk membantu mengisi nama versi barat, yang belum terisi. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.

  2. Perlu diketahui bahma Ihsou dan Yehousa adalah oknom yang berbeda. Bangsa Romawi mengklaim bahwa Nabi Ihsou yang disalibkan, tetapi para hawariyun membantahnya dan menyatakan bahwa Yehousa (murid Nabi Ihsou) yang disalibkan. Yudas Iskariot adalah gelar para hawariyun untuk Yehousa, sama seperti Simeon Petros (bukan nama pribadi melainkan sebuah gelar) yang di dalam bahasa Arab berarti “Antas Sapha”. Sejauh ini Yudas Iskariot diterjemahkan sebagai “pengkhianat”. Karena Yehousa tergiur dengan janji kaisar yang akan memberikan separuh dari kekayaannya bagi siapapun yang dapat menangkap Nabi Ihsou Xristou. Dalam persembunyiannya di sebuah gua di atas bukit, Nabi Ihsou diangkat ke langit, sementara Yehousa yang membuntuti Nabi Ihsou ditangkap dan disalibkan. Atas petunjuk Allah SWT, Nabi Isa mengatakan bahwa bukan dirinya yang disalibkan, tetapi Yehousa. Alhamdulillah saya benar-benar menemukan nama tersebut di dalam kitab berbahasa Hebrew. Jadi jelas, Ihsou dan Yehousa yang selama ini dianggap sebagai Jesus ternyata adalah dua oknum yang berbeda. Semuanya bermula dari latar belakang sejarah Yahudi VS Romawi dan sejarah Gereja Paulus VS Gereja Hawariyun sebelum adanya kesatuan iman dalam Konsili Nicea (325 M.)

  3. Sebelumnya saya tidak pernah mengenal nama Yehousa. Setelah mendapat petunjuk Allah SWT, bahwa bukanlah Nabi Ihsou yang disalibkan, tetapi yang disalibkan adalah seorang pengkhianat yang bernama Yehousa. Dan benar, saya menumukan nama tersebut di dalam kitab berbahasa Ibrani. Yehousa sang murid yang bergelar Iskariot. Nama Jesus atau Isa bukanlah karena perbedaan bahasa sebab Jesus berasal dari kata Yehousa, sementara Ihsou dan Yehousa adalah dua orang yang berbeda. Ihsou adalah nabi, sementara Yehousa adalah pengkhianat.

  4. Sejauh ini, mereka yang disebut Evangelist hanyalah orang-orang yang merangkum catatan-catatan para hawariyun (dapat dengan jelas dibaca pada mukaddimah Evangelist Lukas, bahwa Kitabnya dirangkum dari cerita-cerita orang). Mereka mengumpulkannya dengan cermat, sekalipun terdapat kesalahan yang menyebabkan kontroversi, itu adalah diluar tanggung jawab dari niat baik para Evangelist. Toh di dalam kitab-kitab mereka (yang belakangan disebut Injil) tidak ada satupun ucapan Yesus yang menyatakan bahwa dirinya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, kecuali: “Dengarlah hai Israel!…”. Jelas dalam catatan tambahan mereka diceritakan tentang kemunculan Paulus dari Tarsus VS Murid-murid sejati Nabi Isa, yang berdampak pada perpecahan gereja-gereja sebelum konsili Nekea. Dan jelas pula bahwa pengikut nabi Isa disebut Kristen justru setelah Nabi Isa tidak ada lagi, berarti Evangelis menjelaskan kepada kita bahwa Nabi Isa tidak mengenal Paulus dan tidak mengenal kata Kristen. Cukup dikatakan bahwa ajaran sebelum Kristen hanya dikenal sebagai ajaran “Jesus of Nazaret” atau dengan kata lain “Nasrani”.

  5. Dalam bahasa Ibrani, nama Nabi Isa adalah Esau, dalam bahasa Yunani disebut Ihsou, dan dalam bahasa Arab disebut Isa, sejauh ini tidak ada perbedaan yang mendalam. Kristus dalam bahasa Yunani disebut Xristou yang diterjemahkan dari kata al Masih (Masaha) yang bermakna orang yang diurapi dengan minyak. Pada masa ini, kata Kristus telah diselewengkan menjadi “juru selamat”, sebenarnya tidak bermasalah, sebab semua Nabi adalah juru selamat, hanya saja melenceng dari makna aslinya. Nama Jesus jauh melenceng dari Esau (Hebrew), Ihsou (Greek), maupun Isa (Arabic). Nama Jesus lebih dekat kepada Yehousa, yaitu nama salah satu murid Nabi Isa yang bergelar Iskariot (pengkhianat). Jadi diharapkan ummat muslim dapat membedakan nama-mama tersebut, khusnya berhati-hati dalam mengadopsi nama Jesus (Yehousa).

  6. Nama nabi Isa tidak sinkron dengan Jesus, tetapi lebih dekat kepada Yehousa atau Judas, sebab Esau (Hebrew) lebih sinkron kepada Ihsou (Greek) dan Isa (Arabic).

  7. Kebenaran itu adalah “pencarian”, karena kebenaran itu bukanlah mengadopsi hasil pemikiran orang lain. Sabda Rasulullah: “Tidak ada seorangpun yang dilahirkan melainkan ia dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasarah, dan Majusi…!” Membersihkan diri dari fanatisme agama warisan orang tua, agar dapat berfikir objektif dalam melakukan perbandingan. Saya tidak akan mendengarkan ocehan seorang Kristiani yang tidak tahu sejarah agamanya, tetapi seorang ilmuwan yang “objektif” yang memahami semua sejarah agama-agama. David Benjamin Keldani, Thomas McElwain adalah para ilmuwan yang memiliki cara berfikir yang merdeka.

  8. Secara objektif, saya memahami keterbatasan semua Evangelist (Mattai, Lukas, Yahanes, Barnaba, dsb.), tanpa prasangka buruk. Saya mempercayai Injil, paling tidak ucapan-ucapan Nabi Isa yang ada di dalamnya. Nabi Isa memberitakan “Kabar-kabar baik” tentang Islam sebagai Kerajaan Tuhan di muka bumi yang datang melalui Ahmad (penghibur) sebagai Nabi dan Rasul akhir saman (Nabi terakhir) di “saman baru”. Ihsou Xristou mengatakan, waktunya sudah dekat, waktunya sudah tidak lama lagi! Untuk itulah mereka disucikan (dibaptis) agar mereka bertaubat, bersih dari kemusyrikan, agar “anak-anak mereka yang masih kecil” tahu ketika Kerajaan Tuhan itu datang. Kerajaanmu telah datang!

  9. Demikian Nabi Isa menunjukkan rasa cintanya kepada anak-anak, karena merekalah generasi penerus yang akan memasuki Kerajaan Allah dalam waktu yang tidak lama lagi. Islam yang diimpi-impikan oleh kaum beriman di dunia lama, bahkan jauh sebelum kedatangan Nabi Isa Putra Maryam. Perang akan terjadi di mana-mana karena penguasa-penguasa besar yang zalim semakin memperluas kekuasaannya. Romawi, Persia, dsb., namun Islam datang menumpaskan mereka. Mahkota-mahkota berjatuhan, raja-raja zalim dilemparkan, kecuali mereka yang tunduk kepada Hukum Allah. Kerajaan Allah telah datang, dan kaum beriman yang ditindas berabad-abad di tanah suci Yerusalem telah terpenuhi impiannya karena saudara mereka dari Arabia, yang dipimpin sang nabi Agung, Anak Manusia, bersama kaum beriman dari berbagai bangsa menguasai dunia dalam waktu yang singkat, sesuai rencana-Nya.

  10. Ihsou Xristou, Al masih, Jesus of Nazareth, yang menyeru kaum beriman di tanah suci lama Yerusalem, Israel, agar memberitakan Injil ke seluruh dunia, bahwa Kerajaan Tuhan sudah dekat! Saatnya telah tiba, dan benar, tidak ada nabi lagi di antara Isa dan Muhammad. Ia berseru, Dengarlah hai Israel, hukum yang utama ialah, Allah itu Esa! Ia hanya menyeru bangsa Israel, dan sepeninggal Nabi Isa, kontroversi terjadi setelah kemunculan Paulus. Pauluslah yang pertama-tama mengajarkan ajaran Nabi Isa kepad non-Yahudi. Paulus mendapat tantangan yang keras dari murid-murid sejati Nabi Isa. Paulus dalam kedustaannya telah menyesatkan banyak orang dengan memakai nama Nabi Isa dalam pengajarannya, sesuai yang diramalkan oleh sang nabi suci, Isa alaihis Salam (Peace be upon him).

  11. Nama nabi Isa diubah, mereka menerjemahkan kata God (Tuhan) menjadi Allah, dan mengklaim Yesus sebagai Tuhan. Naudzubillah, mereka benar-benar ORANG BINGUNG yang tidak mengetahui hakikat Tuhan. Bagaimana mungkin Yesus disebut tuhan, sementara ia makan dan minum. Bahkan malaikat yang diutus menjelma menjadi manusia pun sekali-kali tidak dapat makan dan minum, sebab sekalipun ia menjadi manusia, namun ia tetap membawa sifat-sifat malaikat yang tidak memiliki hawa nafsu. Bagaimana dengan nabi Luth yang menjamu tamunya? Bagaimana nabi Luth dapat curiga bahwa tamunya itu bukan manusia? Dan bagaimana dengan Musa yang ingin melihat wujud Tuhan? Sampai dimana malaikat Jibril mengantar Muhammad (S.A.W.) pada saat Mi’raj? Inilah yang harus dipahami bahwa sifat manusia dan malaikat tidak sama, apatah lagi Zat Tuhan Yang Maha Kuasa.

  12. Apakah nabi Isa atau ajaran Kristen membawa perubahan bagi duni? Jika ada ummat Kristen yang beranggapa demikian maka ia benar-benar buta akan sejarah. Nabi Isa tidak membawa ajaran baru, tetapi meluruskan dan menggenapi kembali ajaran Taurat yang telah diselewengkan. Dominasi Romawi menenggelamkan ajaran nabi Isa akibat kuatnya pengaruh paganisme pemujaan dewa matahari yang menyebabkan perkawinan agama Nasaret dan budaya pagan yang disebut SINKRITISME. Dewa matahari disebut God, dan nama nabi Isa disebut Son of God (putra dewa matahari) yang dalam gambar kepalanya diselubungi lambang matahari. Hari kelahiran dewa matahari pada penghujung tahun, menandai tibanya musim semi dan berakhirnya musim panas dengan budaya KONIVER (serba hijau), bahwa Dewa Matahari menumbuhkan tanam-tanaman sebagai hari kebangsaan Romawi menjadi hari kelahiran Jesus Christ.

  13. Pengaruh budaya Romawi dengan ajaran nabi Isa yang telah dipermak oleh Paulus, semakin besar berkat dukungan Konstantin Agung. Agama SIKRITISME kristen menyebar ke seluruh daratan Eropa bersama kuatnya pengaruh Romawi. Pemimpin agama memperoleh peran besar, jauh lebih besar daripada kerajaan dan raja-raja yang ditandai dengan ABAD KEGELAPAN. Bukti nyata dari dedominasi Gereja, yaitu bahwa perang-perang dimaklumatkan oleh Paus, termasuk Perang Salib. Dengan taklid butanya yang berdalil dogma-dogma yang menyesatkan menyeret dunia dalam ABAD KEGELAPAN. Sejarah mencatat bahwa Galileo dihukum mati oleh Paus atas penemuannya bahwa bumi itu bulat. Setelah dipisahkannya antara Gereja dan Negara mulai tampak dunia melewati Abad Kegelapan. Abad baru dimulai setelah munculnya Islam yang menguasai sepertiga belahan dunia dengan ilmuwan-ilmuwan Islam yang meletakkan dasar-dasar ilmu pengetahuan, mulai dari jazirah Arabia, Baghdad, hingga Spanyol sebagai kota-kota ilmu pengetahuan moderen pertama di dunia.

  14. Dukungan tokoh-tokoh dunia dan para ilmuwan, yang mayoritas non-Muslim bukannya terhadap ajaran Kristen, misalnya secara jujur dan objektif menempatkan Nabi Muhammad dalam urutan pertama sebagai tokoh besar dunia. Dr. Gustave Le Bone, berkata: “Dalam permulaan abad pertengahan tidak ada satu bangsa pun yang lebih besar sumbangannya untuk proses kemajuan manusia selain dari bangsa Arab, … Mahasiswa-mahasiswa Arab sudah asyik mempelajari Aristoteles tatkala Karel Agung bersama pembesar-pembesarnya masih belajar menulis namanya… Kira-kira abad ke-10, Cordova merupakan kota kebudayaan Islam yang ternama di Eropa, termasuk Konstantinopel dan Baghdad, ia termasuk satu dari tiga pusat kebudayaan dunia. Jumlah bangunan rumahnya sebanyak 113 ribu bangunan, kota depannya sebanya 21 kota, perpustakaannya 70 bangunan, disertai toko-toko buku yang tidak terhitung jumlahnya, mesjid-mesjid dan istana-istananya membuat namanya harum semerbak dan dikagumi oleh dunia, serta mendapat penghormatan dari pengunjungnya. Penduduk kotanya selalu bergembira, karena jalan-jalannya telah dibatui dan disinari lampu-lampu rumah sepanjang malam. Hal ini adalah hal yang biasa di Cordova pada masa itu, sementara 700 tahun kemudian di kota London hampir belum ada satu buah lentera pun di jalanan; dan berabad-abad kemudian, di kota Paris, lumpur tebal sampai ke mata kaki pada musim hujan, bahkan sampai kd pintu rumah. (Philip K. Hitti, op.cit., & Haidar Bammate, op.cit.)

  15. Arnold Toynbee, dengan penuh kejujuran berkata: “Sekarang pengharapan kita untuk menolong peradaban dunia hanya tinggal terhadap Islam yang memang masih sehat dan kuat, belum pernah melumuri kebenarannya dengan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip yang dibawanya sebagai modalnya untuk menolong seluruh dunia kemanusiaan.” Prof. Dr. H.M. Leon, berkata: “Salah satu dari KEHEBATAN ISLAM, bahwa agama ini tegak di atas pikiran yang waras, dan tidak menuntut pengikutnya untuk menyangkal kesanggupan akal pikiran manusia. Tidak seperti agama tertentu yang mendesak pengikut-pengikutnya untuk menelan dogma mentah-mentah tanpa penyelidikan yang merdeka, hanya sekedar atas titah pendeta. Islam menganjurkan penyelidikan, menyuruh penganutnya belajar, mencari, dan menyelidiki sebelum menerima (sesuatu hal).”

  16. Nama Nabi Isa? Terdapat perbedaan makna Nabi dan Rasul di antara Islam dan Kristen. Islam memahami Nabi dan Rasul menurut al-Qur’an, bahwa Nabi dan Rasul dipilih menurut otoritas Ilahi. Perhatikan ancaman Allah ketika Nabi Nuh bersimpati pada putranya yang kufur, hampir saja gelar kenabian Nuh dicopot. Dalam pandangan Yahudi, yang kemudian diadopsi oleh Kristen, bahwa kaum agamawan yang tinggal di bait suci dan di mispha-mispha di sebut nabi, sementara orang-orang yang belajar agama kepada mereka disebut rasul. Berikutnya dalam Kristen, para sahabat dan murid-murid Nabi Isa (Hawariyun) mereka sebut sebagai rasul, termasuk Paulus juga mereka sebut sebagai rasul, meskipun tanpa otoritas Ilahi samasekali. Nabi dan Rasul mereka yang sama-sama diilhami oleh Roh Kudus ternyata berbeda pandangan?!

  17. Nabi Isa juga menyinggung tentang Nabi-Nabi Palsu yang banyak jumlahnya di kalangan Yahudi. Paling tidak, nabi-nabi palsu ini banyak mempengaruhi keputusan penguasa Yahudi, dengan ayat-ayat palsu, yang menyebabkan hancurnya Yerusalem dan Bait Sucinya. Peringatan Nabi Isa tentang Nabi Palsu, dan kisah-kisah kehancuran Yerusalem dalam PL tampaknya kurang dipahami oleh kalangan Kristen sendiri. Terbukti, istilah nabi dan rasul yang digunakan saat ini diadopsi dari tradisi Yahudi yang ditentang oleh Nabi Isa, dan Nabi Yeremia pada masanya. Perhatikan, istilah “Kisah Para Rasul” (Hawariyun), Nabi Yahya (Santo John the Baptist), Rasul Paulus (Santo Paul). Naudzubillah, Nabi Yahya mereka sejajarkan dengan Paulus. Pengetahuan yang jauh bertentangan dengan ajaran Nabi Isa, agama untuk Nazaret.

  18. Adalah hal yang menggelikan jika menyaksikan seorang Pendeta Kristen berkhotbah dengan mengutip ayat-ayat dari Alkitab, tanpa memahami sejarah dan maksud ayat tersebut. Seorang Pendeta tidak memahami Theologi Kristen merupakan hal yang sangat aneh. Bahkan dalam bulletin-bulletin Kristen yang mencoba menghubungkan suatu masalah dengan salah satu ayat yang sejarah ayat tersebut tidak nyambung dengan masalah yang dibahas, alias mengada-ada.

  19. Hmm… menarik sekali apa yang telah disampaikan oleh Saudara Capunk. Secara panjang lebar Saudara Capunk memaparkan wawasannya mengenai sejarah agama Kristen.
    Di sini saya hanya akan menanggapi beberapa komentar dari Saudara Capunk. Komentar yang tidak saya tanggapi bukan apa-apa, selain karena memang saya bukan ahlinya, juga untuk memberikan peluang bagi pembaca lain yang ingin menanggapi dan agar pembaca menilai sendiri apa-apa yang telah ditulis oleh Saudara Capunk.

    Saudara Capunk menulis:
    “…Jadi diharapkan ummat muslim dapat membedakan nama-mama tersebut, khusnya berhati-hati dalam mengadopsi nama Jesus (Yehousa)”

    Tanggapan saya:
    Kata-kata Sauadara Capunk ini saya anggap termasuk diarahkan kepada saya, yaitu tentang penulisan nama Jesus dalam artikel ini. Memang, penulisan nama Jesus ini, salah satu maksud saya –sebagaimana pernah saya utarakan dalam tanggapan komentar sebelumnya– adalah agar pembaca mengetahui asal nama Jesus adalah nama Isa.
    Penulisan saya itu bukan tanpa dasar. Menurut Dr. Sanihu Munir (beliau adalah pakar Kristologi asal Indonesia yang berdomisili di Filipina), kata Yesus memang berasal dari nama Nabi Isa. Kata “Isa” oleh orang-orang Barat diubah melalui proses sedemikian rupa sehingga menjadi “Yesus”, hanya agar cocok dengan lidah mereka. Secara singkat prosesnya adalah sbb: Isa -> Isus (orang Barat tetap membaca “Isas”, sebagaimana kata “but” yang artinya “tetapi” dibaca “bat”, dan tidak bisa mengucapkan kata berakhiran huruf vokal, sebagaimana Musa diganti Moses) -> Jesus (orang Barat juga kesulitan mengucapkan kata berawalan huruf vokal dan dipilihlah huruf J sebagai penggantinya). Nah, kemudian lewat penjajahan Belanda, orang-orang Indonesia mengetahui nama Jesus ini. Dengan membaca kata “Jesus”, alih-alih “Jesas”, orang Indonesia melafalkan sebagai “Yesus”. Begitulah kira-kira. Untuk meyakinkan, berkas ceramah Dr. sanihu Munir bisa diunduh di alamat ini. Atau cari di alamat ini, dengan judul ceramah “Yesus Ternyata Muslim”.

    Di sini saya tidak kok menafikan penjelasan dari Anda, Saudara Capunk. Melainkan hanya menyampaikan apa yang telah saya peroleh selama ini. Penjelasan Anda juga masuk akal. Namun, alangkah lebih baik jika menyertakan juga bukti yang nyata mengenai penjelasan Anda. Barangkali adakah situs yang memuat penjelasan Anda, atau berkas yang bisa diunduh, yang menyangkut penjelasan Anda ini? Sebab untuk pembaca yang merasa “tertantang” dengan penjelasan panjang-lebar Anda ini, tentu untuk sementara akan menganggap Anda mengada-ada, jika tanpa disertakan dukungan buku ilmiah, atau berkas yang bisa diakses.

    Sebagai contoh, Anda menulis: “…Semuanya bermula dari latar belakang sejarah Yahudi VS Romawi dan sejarah Gereja Paulus VS Gereja Hawariyun sebelum adanya kesatuan iman dalam Konsili Nicea (325 M.)”
    Saya sebenarnya cukup tertarik mengenai pemaparan Anda tentang konsili Nicea ini. Di mana saya bisa memperoleh informasi ilmiah dan objektif mengenai hal ini? Para pembaca tentunya juga ingin memperolehnya. Barangkali Saudara Capunk mempunyai buku atau sekedar informasi mengenainya.

  20. Saudara Capunk menulis:
    “…Nabi Isa memberitakan “Kabar-kabar baik” tentang Islam sebagai Kerajaan Tuhan di muka bumi yang datang melalui Ahmad (penghibur) sebagai Nabi dan Rasul akhir saman (Nabi terakhir) di “saman baru”…”

    Tanggapan saya:
    Di dalam Al-quran terdapat ayat yang menyatakan bahwa nama Rosululloh Muhammad sholallohu ‘alaihi wassallam tercantum di dalam Injil. Yaitu dalam Surat Al-A’rof ayat 157, yang artinya:
    “(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rosul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka,…”

    Pertanyaan sekarang, mengapa pendeta-pendeta Nasrani, yang berkewajiban mempelajari Injil dan mengajarkan kepada jemaatnya, tidak mengabarkan tentang Rosululloh? Jawabannya bisa merujuk kepada firman Alloh di dalam Surat Al-Baqoroh ayat 146, yang artinya:
    “Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.”
    Jadi, memang sudah sifat mereka demikian. Entah apa motivasi mereka. Kalau demikian, masihkah seseorang mengikuti ajaran-ajaran para pendeta? Silakan Anda-Anda sekalian merenungkannya.

  21. Saudara Capunk menulis:
    “Adalah hal yang menggelikan jika menyaksikan seorang Pendeta Kristen berkhotbah dengan mengutip ayat-ayat dari Alkitab, tanpa memahami sejarah dan maksud ayat tersebut….”

    Tanggapan saya:
    Dan ironisnya, orang-orang Nasrani menganggap perkataan pemimpin-pemimpin agama mereka, termasuk perkataan pendeta-pendeta mereka, sebagai perkataan Tuhan. Masya Alloh….
    Kaum Nasrani mematuhi ajaran-ajaran pemimpin mereka dengan membabi buta, biarpun pemimpin itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal. Sebagaimana tertuang di dalam Al-quran Surat At-Taubah ayat 31, yang artinya:
    Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”

  22. Saya membaca buku “MENGUAK MISTERI MUHAMMAD” karya Dr. David Benjamin Keldani B.D., saya juga membaca “BACALAH BIBEL” (Islam in the bible) karya Thomas McElwain, saya juga mempelajari Alkitab dan Alqur’an, dan saya juga belajar ilmu tasawwuf (Hakiki), kemudian saya menghubungkan semua hal dari semua ilmu yang saya dapatkan.

  23. Bagi muslim kebanyakan, nama “Yesus” agak asing bagi pendengaran mereka. Setelah jumatan saya sering meluangkan waktu untuk melihat buku-buku dan CD di lantai-1 masjid al-markas makassar. Saya pernah meminta penjaga stand di al-markas memutarkan salah satu CD debat Islam-Kristen, namun beberapa remaja tanggung yang lalu lalang di dekat kami sempat cekikikan ketika nama Yesus disebut di tv. Internet adalah media debat agama yang kadang-kadang tampat kasar sehingga kadang-kadang tidak memiliki point penting, bukan debat ilmu tapi lebih kepada mengumbar emosi. Terus terang saya katakan, adalah pekerjaan sia-sia untuk berdebat dengan non-muslim. Mungkin anda pernah membuka di Google kisah tentang “PAULUS F. TENGKER” atau “YAHYA WALONI”, dll. namun janganka mereka, ilmuwan sehebat “DAVID BENJAMIN KELDANI” atau “THOMAS MCELWAIN” sekalipun akan mereka sanggah, karena mereka debat bukan untuk mencari kebenaran tetapi hanya untuk mencari gara-gara, kalau bukan dalam urusan misi-misi mereka.

  24. Sangat kurang buku-buku Islam Indonesia yang berbobot, ironisnya karena pada rak-rak khusus buku-buku Islam justru banyak dijejal buku-buku musyrik yang berkedok Islam. Saya terpukau membaca karya DAVID BENJAMIN KELDANI, “Muhammad In The Bible” yang diterjemahkan dengan judul “MENGUAK MISTERI MUHAMMAD”, atau karya-karya Leopold Weiss. Saya tidak akan mendebat seorang Kristian yang buta akan sejarah, kecuali menyodorkan karya mantan seorang pendeta yang juga Profesor yang pernah mendalami ajaran Kristen dan memberikan pelayanan kepada jemaatnya hampir seumur hidupnya. Jika ingin mengetahui sejarah hitam gereja-gereja, maka bapa Benjamin menyarankan anda membuka karya Gibbon yang direkam dalam “DECLINE AND FALL OF THE ROMAN EMPIRE”. Percuma mendengarkan ocehan-ocehan yang mengada-ada. Saya mengutip ucapan bapa Yahya Waloni, “Suatu teori yang benar bisa saja salah, apalagi jika teori yang jelas-jelas salah, pasti akan semakin besar kesalahannya”. Orang Islam saja bisa salah dan mengada-ada (jatuh dalam bid’ah & kemusyrikan) meskipun memiliki dasar-dasar agama (syariat) yang benar, aptahlagi agama Kristen yang berada dalam jalan yang menyimpang dari ajaran Nabi Isa (Tauhid).

  25. Apakah anda seorang Kristian? Apakah anda memahami ajaran Yesus? Dari mana anda mempelajarinya, dari pendeta atau dari buku-buku sejarah? Apakah anda berpikir objektif dalam memahami ajaran Jesus of nazareth? Jika ya, bacalah buku “Menguak Mister Muhammad” dan “Bacalah Bibel” secara objektif. Cukup kedua buku itu saja, lalu camkan baik-baik tanpa perlu mendengarkan ocehan pendeta anda yang baru belajar agama Kristen seumur jagung serta kepalanya telah dijejali dogma-dogma. Sebelumnya, bandingkan latar belakang pendeta anda dengan latar belakang ketiga tokoh besar ini (David Benjamin Keldani, Thomas McElwain, dan Leopold Weiss). Manakah yang lebih senior, pendeta anda, anda sendiri, atau mereka? Objektifkah anda? Jika ya, berarti anda adalah orang yang memiliki pikiran yang merdeka.

  26. Buku “KEBENARAN ISLAM MENURUT MANTAN PENDETA” karya “Muhammad Yahya Waloni”

  27. Pernahkah anda mendengarkan istilah “Sejarah Hitam Gereja” itulah terorisme terbesar dalam sejarah yang dicatat oleh Gibbon dalam DECLINE AND FALL OF THE ROMAN EMPIRE. Kekejaman yang melenyapkan sebuah agama sejati dari Nabi Isa Putra Maryam.

  28. Siapakah yang lebih toleran, Islam atau Kristen? Sejarah tidak pernah mencatat adanya agama lain di bawah kekuasaan raja-raja Kristen. Bandingkan ketika Islam berkuasa, semua agama diberikan kekuasaan untuk menjalankan keyakinan agamanya masing-masing, terbukti ketika Khalifah Ali meresmikan sebuah Gereja di Yerusalem ketika beliau berkuasa. Apakah Islam menjajah dunia ketika Islam berkuasa? Tidak! Islam hanya membebaskan dunia dari kezaliman imperialesme Kristen. Terbukti, tanah suci Mekah dan Madinah berada di bawah kekuasaan Spanyol ketika Islam berkuasa. Islam berkuasa dan bukan bangsa Arab yang berkuasa.

  29. Kristen adalah agama cinta kasih. ZWIMMER adalah salah satu misionaris Kristen terkenal untuk dunia Islam. Sebagaimana halnya bapa-bapa gereja di Eropa yang selalu menebarkan benih-benih kebencian terhadap akidah Islam. Mereka menjuluki kaum muslimin sebagai “Turks”, bahwa ummat Islam adalah kaum yang dikutuk oleh Tuhan, sebagai keyakinan yang tidak ada sumbernya dari nabi Isa a.s. Padahal Nabi Isa menyebut Muhammad sebagai penolong/penghibur kaum tertindas.

  30. Kristen agama cinta kasih. Kebencian dan perang berkecamuk di antara gereja-gereja yang saling bermusuhan memaksa Konstantin mengeluarkan undang-undang Nikene untuk penyatuan iman, sebab kekacauan dapat menggoyahkan stabilitas negara. Pasca Konsili Nicea, teror disebarkan untuk menghancurkan gereja-gereja kaum kristiani awal. Romawi yang mewakili Eropa sebagai penjahat perang yang bertanggung jawab atas musnahnya manuskrip-manuskrim kaum Kristiani mula-mula.

  31. Kristen agama cinta kasih. Secara terang-terangan, dan dicatat dalam sejarah dunia, PAUS URBENUS II yang memprovokasi tercetusnya PERANG SALIB memaklumatkan bahwa kaum Muslimin adalah monster jahat yang “tidak bertuhan”, maka membunuh kaum Muslimin merupakan “tindakan suci” dan “kewajiban” kaum Kristen. Entah dari Injil mana Paus menemukan stigma-stigma semacam itu.

  32. Contoh praktis dari bapa Yahya Waloni dalam membedakan kebenaran adalah dengan mengumpulkan Bible dari zaman Yesus hingga sekarang adalah dengan memeriksa perubahan-perubahan di dadalamnya. Tidak dapat lagi diakui sebagai Firman Tuhan jika isinya berubah-ubah. Sementara Alqur’an semenjak diturunkan hingga detik ini tidak ada satu pun titiknya yang berkurang. Camkan!!

  33. Jika anda membaca uraian bapa Benjamin dalam “Muhammad in the bible” bahwa Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) adalah sepupu Yesus yang hidup sejaman dengan Yesus, tetapi mengapa Yohanes Pembaptis memiliki agama dan pengikut sendiri? Mengama pengikut Nabi Yahya menolak memasuki Gereja Kristus jika Gereja Kristus yang paling benar? Bukankah Yohanes yang membaptis Yesus bersama orang-orang berdosa dengan cara mencelupkannya ke dalam sungai? Cukup dikatakan bahwa dalam sejarah Yesus tidak pernah membaptis!

  34. Inilah kebenaran yang diakal-akali. Yesus adalah “Penebus Dosa” manusia. Jika Yesus adalah Tuhan, sudah pasti dia mengetahui rencana-NYA bahwa dirinya akan digantung dikayu salib. Yesus seharusnya menyerahkan dirinya untuk disalibkan karena dia sadar bahwa dirinya adalah penebus dosa di kayu salib. Terbukti Yesus melarikan diri dan meminta tolong di kayu salib. Cukup dikatakan bahwa Yesus adalah orang Yahudi, dan bangsa Yahudi bertahan dengan agama Yudaisme karena bangsa Yesus menolak memasuki Gereja Kristus.

  35. Tuduhan-tuduhan kaum Kristiani yang memberi label “teroris” atas Islam karena perilaku bar-bar atau jahiliyah segelintir kaum muslimin adalah tidak berdasar, padahal hal-hal semacam itu justru ditentang oleh Islam sebagai perilaku yang “merusak” dan tidak sebanding dengan “sejarah hitam gereja” maupun “perang salib” yang benar-benar mengubah sejarah kemanusiaan. Pada kasus lain adalah mengenai “poligami” yang dilakoni kaum muslimin seenak perutnya tanpa pernah memahami bahwa Nabi Muhammad berpoligami atas janda-janda perang yang sudah tua semata-mata hanya untuk melindunginya. Bukan karena syahwat, dan beliaupun berlaku adil atas mereka semua tanpa membedakannya dengan Aisyah sebagai satu-satunya istri beliau yang tergolong muda dan layak untuk dinikahi menurut pandangan awam. Itulah yang dicontohkan baginda Rasul, menikah karena Allah, dengan maksud untuk melindungi, bukan karena menuruti hawa nafsu seperti pada kebanyakan orang.

  36. Kaum Kristiani memang suka membelokkan fakta-fakta “kebenaran Islam”, sebagaimana mereka dengan mudah mengubah-ubah Kitab Suci mereka dan memanipulasi ajaran-ajaran Nabi Isa yang suci. Bapa Benjamin juga mengingatkan kita bahwa “Negara Islam” bukanlah jaminan kita berada di jalan yang lurus, sebab semakin kuat Islam maka Iblis yang mencobai manusia juga akan semakin besar. Misalnya, keluarga nabi dan para sahabat diburu dan dibunuh dalam negara yang menyebut dirinya negara Islam. Maka tidak heran ketika menjelang pengangkatan Khalifah Ali, beliau hanya berkata singkat: “Tegakkanlah Islam Dalam Dirimu, Niscaya Akan Tegak Islam Di Negerimu!” Beliau tidak takut dengan perkembangan kaum Nashrani maupun jumlah kaum Muslimin. Yang beliau takutkan adalah ketika setiap Muslim menjadi Muslim KTP.

  37. Adalah sangat menarik membaca karya-karya LEOPOLD WEISS, seorang Yahudi yang hijrah ke dalam pelukan Islam. Kadang-kadang kita terlalu menyukai simbol-simbol Islam, yang seperti pembungkus kado dengan pita yang indah namun isi kado itu kosong. Itulah misal gambaran Islam pada generasi terakhir. Jumlah mereka semakin banyak tetapi kekuatan mereka semakin lemah. Kekuatan itu bukanlah dari fisik, melainkan dari dalam jiwa dan roh seorang Muslim yang taat. Lihatlah pada mereka-mereka yang berebut kekuasan di balik simbol-simbol Islam. Pesan-pesan sahabat Ali memang perlu untuk direnungkan…

  38. Tidak sedikit kaum Kristiani yang membaca Alqur’an untuk mencari sisi kelemahannya tanpa dasar ilmu sejarah sebab-sebab diturunkannya ayat tersebut. Berbeda dengan Leopold Weiss yang berulang-ulang membacanya karena kagum. Membaca karena kedengkian tidak berbeda dengan setan yang yang menjebak kaum beriman dalam shalatnya. Mencari kelemahan tanpa mengetahui bentuk pastnya, tensnya, dsb. seperti contoh segelintir orang Islam yang salah paham lalu bertindak salah kaprah sehingga seluruh kaum Muslimin kena getahnya. Islam adalah rahmatan lil alamin, Islam tidak mengenal rasisme, sebab Alqur’an tidak pernah menyeru bangsa Arab sebagaimana Bible menyeru bangsa Israel. Alqur’an hanya berseru, “Hai manusia!” atau “wahai orang-orang yang beriman!”.

  39. Apakah buku “THE ROAD TO MECCA” karya Muhammad Asad sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia? Saya baru menemukan informasi karya-karya HARUN YAHYA di Google, dan sangat-sangat menarik buat saya. Tapi saya belum punya koleksinya. Buku “PERGULATAN SPIRITUAL PEREMPUAN” juga bagus meskipun ditulis oleh seorang non-Muslim.

  40. Islam adalah KERAJAAN TUHAN DI MUKA BUMI. Dalam Kitab Nabi Daniel, “Kerajaan dan kekuasaan dan kebesaran kerajaan di seluruh bumi akan diberikan kepada orang-orang kudus Milik Yang Maha Tinggi; kerajaannya (orang-orang kudus itu) (akan menjadi) sebuah kerajaan yang abadi, dan semua kekuasaan akan mengabdi dan tunduk pada kerajaan itu” (Daniel VII: 22-27). Dan di dalam Al-Qur’an ditegaskan, “Kamu adalah ummat terbaik yang ditempatkan ke tengah-tengah manusia, untuk memimpin kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, dan percaya penuh kepada Allah” (QS. Ali Imran [3]: 110)

  41. Siapapun tidak dapat menyangkal bahwa Yesus (PBUH) adalah bangsa Yahudi, dan nubuat ini mengecualikan bangsa Yahudi: “TONGKAT KERAJAAN TIDAK AKAN BERANJAK DARI YEHUDA, DAN PEMBERI HUKUM DARI ANTARA KAKINYA HINGGA DATANGNYA SYILOKHAH (UTUSAN ALLAH). DAN MILIKNYALAH KETAATAN UMMAT MANUSIA. (KEJADIAN 25:1). Alqur’an menegaskan: “Demi Tuhanmu (Muhammad), bahwa mereka TIDAK DIANGGAP BERIMAN sehingga mereka mereka menjadikan kamu HAKIM terhadap perkara yang mereka perselisihkan,…Dan mereka menerima dengan penuh ketaatan” (QS. An Nisaa’ [4]: 65)

  42. Yesus adalah bangsa Yahudi, dan nubuat ini memberikan batasan kepada bangsa Yahudi sebagai pemegang estafet, “TONGKAT KERAJAAN TIDAK AKAN BERANJAK DARI YEHUDA, DAN PEMBERI HUKUM DARI ANTARA KAKINYA HINGGA DATANGNYA SYILOKHAH (UTUSAN ALLAH). DAN MILIKNYALAH KETAATAN UMMAT MANUSIA.” (KEJADIAN 25:1). Alqur’an menegaskan: “Dan demi Tuhanmu (Muhammad), mereka tidak dianggap beriman sehingga mereka menjadikan kamu HAKIM terhadap perkara yang mereka perselisihkan… Dan mereka menerima dengan PENUH KETAATAN.” (An-Nisaa’ [4]: 65)

  43. HABAKUK 3: 3 bernubuat: “KEMULIAAN YANG KUDUS (DARI PARAN ITU) MELIPUTI LANGIT, DAN BUMI PUN PENUH DENGAN PUJIANNYA.” Alqur’an menenegaskan: “Tiada Kami utus engkau (Muhammad) melainkan rahmat bagi sekalian alam.” (AL-ANBIYA [21]: 107). Yesus berkata: “IA TIDAK AKAN BERKATA-KATA DARI DIRINYA SENDIRI; TAPI SEGALA SESUATU YANG DIDENGARNYA ITULAH YANG AKAN DIKATAKANNYA.” (YOHANES 16: 13). Bandingkan dengan QS. AL-AHQAF: 9, “Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.”

  44. Yesus tidak membawa hukum baru, melainkan hanya menggenapkan atau meluruskan penyelengan kamum Yahudi. Jawab Yesus: “…SEKALIPUN LANGIT DAN BUMI INI LENYAP, SATU NOKTA ATAU SETITIK PUN SEKALI-KALI TIADA AKAN LENYAP PADA HUKUM TAURAT ITU SAMPAI SEMUANYA TELAH SEMPURNA.” (ULANGAN 34: 5-10). Alqur’an menegaskan, “PADA HARI INI TELAH KUSEMPURNAKAN BAGIMU AGAMAMU DAN TELAH KUCUKUPKAN NIKMATKU, DAN TELAH KURIDHAI ISLAM ITU MENJADI AGAMAMU.” (AL-MAIDAH [5]: 3).

  45. Rumah Keagungan Tuhan di Mekah. Dalam YESAYA 60: 1-7 dinubuatkan: “Bangkitlah, bersinarlah karena terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu… Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu. Unta-unta dari Midian dan Efa; mereka akan datang dari Syeba… Semua kambing domba KEDAR akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu (Hari Raya Qurban); semua akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku, DAN AKU AKAN MENYEMARAKKAN RUMAH KEAGUNGANKU.” Alqur’an menegaskan: “Dan serulah manusia untuk melaksanakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan naik kendaraan, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh. Supaya mereka memperoleh beberapa manfaat dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang ditentukan, karena Allah telah memberikan mereka rezki berupa BINATANG TERNAK, karena itu makanlah sebagian daripadanya, dan sebagian berikanlah kepada orang miskin dan sengsara, kemudian hendaklah mereka menyucikan tingkah lakunya dan memenuhi janjinya (qurban), dan tawaf keliling RUMAH KEAGUNGAN yang tua itu.” (QS. 22: 27-29)

  46. Yesus hanya diutus untuk bangsa Yahudi, sehingga Yesus hanya berseru kepada Israel, tetapi Yesus mengabarkan kedatangan juru selamat ummat manusia yang disebut AHMAD, sehingga kabar baik itu harus diberitakan ke seluruh dunia. Yesus berseru, DENGARLAH ISRAEL, HUKUM YANG PALING UTAMA IALAH ALLAH ITU ESA! Penegasannya dapat kita temukan dalam QS. Al Anbiya [21]: 25.

  47. Dalam Kitab Nabi Hagai dinubuatkan, “VE YAVU HAMAD KOL HAGGOYIM”, Dan Ahmad untuk semua bangsa ini akan datang. (HAGAI 2: 7). Ahmad diterjemahkan menjadi Periqly, Penghibur, Roh Kudus, dsb. adalah sama saja, sebagai oknum yang sama. AHMAD adalah nama Roh Muhammad yang diciptakan oleh Allah sebelum adanya alam semesta, dan Muhammad adalah manusianya (Anak Manusia). Inilah yang dijelaskan oleh Yohanes Pembaptis, “DIA YANG DATANG SETELAH AKU TELAH MENJADI (DICIPTAKAN) SEBELUM AKU, KARENA DIA (SUDAH) ADA SEBELUM AKU.” (YOHANES 1: 15). Kata Yesus, Anak Manusia itu, “IA AKAN MENYADARKAN DUNIA TENTANG DOSA.” (YOHANES 16: 8-9), Sabda Rasulullah, “SESUNGGUHNYA AKU DIUTUS HANYALAH UNTUK MENYEMPURNAKAN AKHLAK” (HR. AHMAD BAYHAQY)

  48. Kristen adalah agama Paulus, Nasrani adalah agama Yesus dari Nazareth. Paulus adalah pengikut sekte Parisi Yahudi yang menyelewengkan ajaran Yesus. Firman Allah, “Sesungguhnya akan kamu temukan orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang yang beriman adalah orang Yahudi dan orang musyrik. Dan akan kamu temui orang-orang yang paling akrab hubungan cinta kasihnya dengan orang-orang yang beriman ialah mereka yang berkata, ‘Kami adalah orang Nasrani’. Hal itu disebabkan dalam kelompok Nasrani itu (masih) terdapat para Uskup dan Pendeta yang tidak menyombongkan diri.” (AL-MAIDAH: 82)

  49. Jawab Yesus, “JANGAN ENGKAU SANGKAKAN AKU HENDAK MENGUBAH HUKUM TAURAT ATAU KITAB PARA NABI…” (ULANGAN 34: 5-10), dan Alqur’an menegaskan, “Dan Kami iringi mengutus Isa Putera Maryam dibelakang para Nabi Bani Israil, yang membenarkan Kitab Taurat yang telah ada sebelumnya. Lalu Kami berikan Injil kepadanya yang berisi petunjuk dan cahaya. (Al-Maidah: 46). Dalam Alqur’an dijelaskan mengapa tongkat Kerajaan beranjak dari Yehuda, disebabkan, “DAN KAMI TELAH MEMBERITAKAN KEPADA BANI ISRAIL DI DALAM AL-KITAB, ‘SESUNGGUHNYA KAMU AKAN MEMBUAT KERUSAKAN (PENYELEWENGAN) DI MUKA BUMI INI DUA KALI” (AL ISRA’ [17]: 4)

  50. “FOR MANY WILL COME IN MY NAME SAYING I AM, AND WILL DECEIVE MANY” (MARK 13: 6)

  51. Bangsa Yahudi adalah bangsa pilihan di antara bangsa-bangsa yang ada pada masa lalu dalam menerima hukum (syariat) Tuhan. “HAI BANI ISRAEL! INGATLAH NIKMAT-KU YANG TELAH AKU ANUGERAHKAN KEPADAMU, DAN AKU TELAH MELEBIHKAN KAMU DARI SEGALA BANGSA (DI MASA LALU). (QS. AL-BAQARAH: 122). Tetapi mereka sering menyelewengkan agama dan pembangkang. Baru beberapa saat saja Musa meninggalkan mereka, mereka sudah menyembah patung anak sapi. “Mereka itu adalah orang-orang yang zalim” (Al- A’RAAF: 148). JAWAB MUSA, ‘SESUNGGUHNYA KALIAN SEMUA BENAR-BENAR ORANG YANG DUNGU!’ (Al-A’raaf: 138). Mereka melanggar hari Sabat (Al-A’RAAF: 163). Mereka mendustakan utusan Allah, dan yang lainnya mereka bunuh (Al-Maaidah: 70). MEREKA MENYESATKAN BANYAK ORANG (AL-MAAIDAH: 77). Patut dicatat bahwa Paulus berasal dari salah satu sekte Yahudi yang dijuluki oleh Yesus sebagai “Anak-Anak Ular Berbisa”, dan yang lainnya sebagai Anak-Anak Iblis. Mereka telah dikutuk oleh Nabi Daud dan Nabi Isa (AL-MAAIDAH: 78)

  52. YERUSALEM BARU. Sebenarnya Nabi Daniel telah menyaksikan diangkatnya Yerusalem ke suatu tempat yang jauh. Yerusalem (Irhussalaam) berarti “Kota Cahaya”. Disebut demikian karena Yerusalem adalah tempat peribadatan dan tempat Bait Suci. Akan muncul Yerusalem Baru karena Bangsa Yahudi telah dihapuskan, Bait Suci telah dihancurkan, dan tidak akan ada lagi kedamaian di Yerusalem Lama (Palestina). Mudah dipahami dimana letak Kota Suci Yerusalem Baru, sebab HAGAI 2: 7-10 (tentang AHMAD (PERIQLYTOS) DAN ISLAM (SYALOM); ULANGAN 33: 2 (Tentang Sinar Tuhan dari Pegunungan Paran Mekah; HABAKUK 3: 3 (tentang Kemulian Yang Kudus dari Pegunungan Paran di Mekah; YESAYA 42: 11-13 (tentang Nabi yang kuat dan Bani Kedar keturunan Ismail (Arab Mekah); YESAYA 21: 13-17 (tentang janji Tuhan kepada Arabia melalui Kedar (Arab Mekah) dan Tema (Arab Madinah), WAHYU 21: 2 (tangisan dan kedukaan di Yerusalem lama akibat dijajah berbagai bangsa dan kehancuran total Bait Suci; WAHYU 21: 10 (tentang Yerusalem baru yang diturunkan dari sorga, Semuanya ayat-ayatnya (dan masih banyak lagi di tempat lainnya) semuanya adalah saling berkaitan, bahwa Yerusalem Baru adalah Mekah dengan Bait Sucinya dan kotanya yang tidak pernah dijajah, sehingga tidak ada tangisan dan suara mengerang karena duka dan peperangan di dalamnya.

  53. Kehancuran Kota Lama (Yerusalem Lama) Palestina juga ditegaskan dalam Alqur’an, “MAKA APABILA DATANG JATUH TEMPO YANG KEDUA SEBAGAIMANA YANG DIPERINGATKAN, KAMI (AKAN) KERAHKAN PULA PASUKAN LAIN UNTUK MENGGANYANG, MUSUH KALIAN MEMASUKI KUIL (BAITUL MAQDIS PALESTINA) SEBAGAIMANA DAHULU, DAN MENGHANCURKAN APA SAJA YANG DAPAT MEREKA TANGANI.” (AL ISRA: 7). Dan berakhirlah kisah Yerusalem Lama di Palestina. Itulah hukuman bagi ummat pembangkang. Dan jika mereka tetap berbuat kerusakan (menyelewengkan agama), maka hukuman selanjutnya adalah api neraka saja buat mereka [ AL ISRA: 8 ]

  54. Mengenai AHMAD, Yesus menegaskan, “Dan dia akan menyertai kamu selamanya.” Kata “AHMAD” terdiri dari “alif” melambangkan orang yang berdiri dalam shalat, huruf “ha” melambangkan orang yang rukuk, huruf “mim” melambangkan orang yang sujud, huruf “dal” melambangkan orang yang duduk dalam shalat.

  55. Nubuat berikut hanya dapat dipahami oleh orang-orang beriman yang memiliki akal. Dalam Kitab Ulangan 18: 18 mengatakan kepada Nabi Musa: “SEORANG NABI AKAN KU-BANGKITKAN BAGI MEREKA DARI ANTARA SAUDARA MEREKA, SEPERTI ENGKAU INI; DAN AKU AKAN MENARUH FIRMAN-KU KE DALAM MULUTNYA.”. Pertama, tidak satupun ummat Kristiani yang mengakui Yesus sebagai Nabi. Kedua, Bani Israel memiliki saudara-saudara dari Bani Edom, Bani Ismail, dll. Yang mereka benci. Kata “DARI ANTARA SAUDARA MEREKA” jelas-jelas mengecualikan Bani Israel, sebab ketika menerima nubuat ini Musa adalah pemimpin mereka. Ketiga, Yesus tidak seperti Musa yang memimpin kaumnya keluar dari kekuasaan Firaun di Mesir menuju ke tanah perjanjian di Palestina, sementara Yesus tidak membebaskan bangsanya dari kekuasaan Romawi, sebaliknya Yesus memerintahkan mereka untuk taat kepada penjajah dengan membayar pajak.

  56. Ka’bah di Yerusalem Palestina telah dihancurkan oleh bangsa BABILONIA melalui serangan-serangan NEBUKADNESAR. Yerusalem tidak lagi bermakna Kota Cahaya, tidak lagi menjadi pusat agama, sebab Bait Suci yang dibangun oleh Nabi Sulaiman telah dirampok dan diratakan dengan tanah, bangsa Yahudi telah dihapuskan, dan Kitab-kitab mereka telah dimusiumkan, sebab apa yang dinubuatkan semuanya sudah terlaksana. Bangsa Yahudi asli telah tiada, yang tersisa hanyalah keturunan mereka dari kawin campur dengan bangsa Romawi, yang memang sengaja dilakukan oleh Kaisar-kaisar Romawi dengan cara mengirim perempuan-perempuan mereka ke Palestina. Mereka bukan Yahudi asli. Mereka disebut Yahudi karena mereka mengikuti agama nenek moyang mereka, Yudaisme. Dan mereka selamanya tidak akan pernah mengakui Yesus maupun Muhammad.

  57. Masih mengenai Yerusalem Baru, di dalam Al-Qur’an disebutkan tentang “Dasar- Dasar Baitullah” yang dibangun oleh NABI IBRAHIM dan putranya ISMAIL (PBUH), dan di dalam Bible dikatakan: “Sebab ia menanti- nantikan kota yang mempunyai DASAR YANG DIRENCANAKAN dan dibangun oleh Allah.” (IBRANI 11: 10).

    Apa yang direncanakan Allah? Dasar- dasar Baitullah telah ada sebelum lahirnya Yerusalem Lama di Palestina, dengan Bait Sucinya yang agung yang dibangun oleh Nabi Sulaiman. Hajar dan putranya, Ismail, berkeluyuran di Padang Gurun Barsyeba kemudian menetap di Padang Gurun PARAN (Mekah), merupakan rencana dari Allah. Kemudian anak cucu Ismail, antara lain bani TEMA di Madinah dan bani KEDAR di Mekah adalah bangsa- bangsa yang merdeka yang tidak pernah dijajah oleh dua kekuasaan besar di muka bumi, Tamaddun Parsi dan Imperialisme Romawi.

    “YERUSALEM SORGAWI ADALAH PEREMPUAN YANG MERDEKA, DAN IALAH IBU KITA.” (GALATIA 4: 26).

    Yerusalem Baru adalah kota yang merdeka, karenanya tidak ada tangisan dan erangan di dalamnya, dan tidak ada malam (kegelapan) [WAHYU 22: 5], karena di dalamnya Tuhan Yang Esa tidak dipersekutukan dengan sesuatu apapun, Lailaha illallah ( tiada Tuhan selain Allah), karenanya Allah tidak malu untuk menjadi Allah bagi mereka, karena nama-Nya Yang Esa ditauhidkan dan disucikan lebih tinggi daripada makhluk ciptaannya. Makhluk tetap menjadi makhluk dan tidak pernah menjadi Tuhan, sebagaimana tukang kayu yang membuat meja tidak pernah menjadi meja dan meja pun tidak akan pernah menjadi tukang kayu.

  58. “Pemerintahan, kekuasaan, dan kebesaran dari kerajaan- kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang- orang Suci milik Yang Maha Tinggi.” [DANIEL 7: 22, 27]

    Perlu diingat bahwa dari semua Nabi dan Rasul Allah, hanya Muhammad yang muncul laksana sebuah menara yang lebih tinggi dari semua menara lainnya; dan karya yang hebat dan mulia yang dikerjakannya menjadi sebuah monumen kehormatan dan kebesarannya yang abadi.

    Seseorang tidak dapat mengapresiasi nilai dan arti penting dari Islam sebagai benteng pertahanan khas untuk melawan pemberhalaan dan Politheisme jika Keesaan Tuhan yang mutlak tidak diakui secara sungguh- sungguh.

    Ketika kita menyadari sepenuhnya bahwa Allah adalah Tuhan yang juga dikenal oleh Adam dan Ibrahim, dan yang disembah oleh Musa dan Yesus, maka tidak ada kesulitan bagi kita untuk menerima Islam sebagai satu- satunya agama yang benar dan Muhammad sebagai Pangeran dari semua Nabi dan Hamba Tuhan.

    Kita tidak dapat menambah Kebesaran Allah dengan memahami-Nya sekarang sebagai BAPAK, lalu menjadi ANAK, lalu sebagai ROH KUDUS, atau membayangkan Dia sebagai tiga oknum yang dapat saling memanggil dengan tiga kata ganti yang tunggal: aku, engkau, dia. Dengan begitu berarti kita kehilangan konsep yang benar mengenai Wujud Mutlak, dan tidak lagi beriman kepada Tuhan yang sejati. (Rev. David Benjamin Keldani)

  59. Meskipun Gereja- gereja Kristen telah menjadikan Yesus sebagai salah satu tuhan atau anak dari salah satu tuhan, namun fakta menyatakan bahwa ia dikhitan seperti semua orang Israel, dan dibaptis oleh Yohanes (nabi yahya) seperti orang Yahudi biasa.

    Keempat Injil Gereja Trinitas yang diakui sebagai Kitab Suci mengandung banyak pernyataan yang kontradiktif. Dalam Injil Keempat kita membaca bahwa Yohanes Pembaptis (sepupu Yesus) samasekali tidak mengenal Yesus sampai setelah pembaptisannya (Yohanes 1), ketika Yohanes berseru: “Lihatlah Domba Tuhan!”, ketika sebuah Roh seperti seekor burung merpati turun dan berdiam dalam dirinya, pada saat itulah Yohanes mengetahui kehadiran Yesus.

    Fakta bahwa ketika Yohanes berada di dalam penjara, menjelang kematiannya, ia baru mendengar tentang Yesus yang menjadi pembicaraan banyak orang. Karena adanya seorang Nabi yang ditunggu- tunggu selama berabad- abad, berdasarkan Firman Tuhan kepada Musa, “SEORANG NABI AKAN KU-BANGKITKAN BAGI MEREKA,” Tetapi Yohanes tidak mengenal Yesus dan misinya, sehingga ia mengutus muridnya kepada Yesus untuk bertanya, “Apakah engkau NABI ITU, nabi yang akan datang, atau haruskah kami mengharapkan nabi yang lain?” dengan jelas menunjukkan bahwa sang Pembaptis tidak mengenal Yesus dan misinya. Tetapi Lukas mengatakan bahwa sang Pembaptis, ketika masih di dalam rahim ibunya, Pembaptis telah memuja Yesus yang juga masih berada di dalam rahim Maria (Lukas 1: 44).

    Kisah kontradiktif mencolok lainnya di dalam Injil (Yohanes 1) menyatakan bahwa Andreas adalah murid Yohanes yang meninggalkan Yohanes, lalu membawa saudaranya, Simon, kepada Yesus. Sangat bertentangan dengan Penginjil lainnya (Matius 4: 18- 19; Markus 1: 16- 18). Dalam Injil Lukas kisah ini berbeda samasekali; di sini Yesus mengenal Simon Petrus sebelum ia menjadi muridnya (Lukas 4: 38- 39), dan keadaanlah yang menyebabkan Yesus memasukkan anak- anak Yonah dan Zebedee dalam daftar muridnya (Lukas 4: 1- 11) adalah asing bagi Penginjil lainnya.

    Jika Yohanes baru menyadari kehadiran Yesus setelah pembaptisan ketika menyaksikan Roh seperti burung merpati di dalam sungai Yordan (Yohanes 1), sementara Matius (3) melaporkan bahwa telah terjadi percakapan antara Yesus dan Yohanes sebelum pembaptisan, dimana sang Pembaptis berkata kepada Yesus, “Akulah yang harus dibaptis olehmu, dan apakah engkau akan datang kepadaku?” tidak diketahui samasekali oleh Markus (1: 9) dan Lukas (3: 21) yang melaporkan pembaptisan ini.

    Yohanes mengenal dan memuja Yesus ketika keduanya masih menjadi janin di perut ibu mereka, lalu Yohanes mengenal Yesus sebelum Pembaptisan, tapi Yohanes juga baru mengenal Yesus setelah dibaptis, tetapi menjelang kematian Yohanes di dalam penjara ia belum mengenal Yesus dan misinya sehingga harus mengutus muridnya untuk bertanya.

    Nabi Elia adalah Nabi akhir zaman yang ditunggu- tunggu. Dan konon Yesus telah menyatakan bahwa Yohanes Pembaptis adalah reinkarnasi Nabi Elia (Matius 11: 4, 17: 12; Lukas 1: 7) Namun dengan terang- terangan Yohanes menyatakan bahwa dirinya bukanlah Elia, bukan Kristus, dan bukan pula NABI ITU (Yohanes 1).

    Kini, dapatkah, dari Injil- Injil yang penuh dengan pernyataan yang saling menentang dan saling menyangkal ini, seseorang menarik konklusi yang benar? Atau dapatkah ia mencoba menemukan kebenaran? (Rev. David Benjamin Keldani)

  60. Nabi Isa dilahirkan tanpa bapak, demikian juga Adam dan Eva (Hawa) tanpa ibu dan bapak, Tis putra pertama Adam yang diciptakan dari hati Adam juga dilahirkan tanpa ibu, Eva (Hawa) diciptakan dari mimpi Adam, dan Nabi Yahya sekalipun lahir secara ajaib dari orang tua yang jompo dan mandul.

  61. terima kasih banyak atas ilmu nya..!!

    mudah-2an lebih bertambah ilmu nya…

    >>> Terima kasih sudah mampir dan memberi komentar. Atas doanya: Amiin.

  62. Sepeninggal Nabi Sulaiman, Kerajaan Israel pecah menjadi dua bagian, Samaria dan Israel yang saling bermusuhan. Sepuluh suku membentuk kerajaan Israel yang selalu memusuhi Dinasty Daud. Di Rumah Daud, di Samaria muncul prediksi-prediksi tentang seorang “Anak Daud” yang akan datang mengumpulkan semua orang Israel yang dibubarkan. Namun prediksi-prediksi ini terpenuhi hanya sebagian di bawah Zorobabel, salah seorang keturunan Daud. Sepuluh suku di kerajaan Israel yang selalu memusuhi Dinasti Daud tidak pernah mengakui bagian mana pun dari Perjanjian Baru, selain Taurat- atau Hukum Musa.

  63. Musuh-musuh Daud di Israel menyatakan tuduhan-tuduhan palsu tentang Daud yang melakukan perzinahan, sehingga dua malaikat mendatanginya. Setelah runtuhnya Kerajaan Israel, ketika sepuluh suku dideportase ke Assyria dan setelah adanya invasi Yunani, prediksi-prediksi yang sama tentang Anak Daud mulai disebarkan dan diumumkan, namun kita hanya melihat seorang Yudas Maqbaya yang berjuang dengan sedikit keberhasilan melawan Antiochus Epiphanes. Yesus disebut Anak Daud adalah olok-olok atas bangsa Yahudi atas nubuat yang mereka tunggu-tunggu tentang Mesias dan Raja Besar yang akan menghancurkan penjajahan Romawi.

  64. Meskipun tidak ada raja Yahudi yang muncul sejak abad ke-6 SM., namun mereka memiliki pemerintahan-pemerintahan otonom di bawah penguasa asing. Setiap Hakim bangsa Israel, selama periode tiga abad lebih adalah seorang mesias atau pahlawan. Dalam setiap malapetaka nasional, seorang mesias atau juru selamat dan pembebas diramalkan, dan biasanya pembebasan terjadi selalu akibat bencana, dan benar-benar dalam kadar yang tidak sesuai.

  65. Nubuat atau ramalan dalam YESAYA (Pasal 7, ayat 14), dimana sang Nabi meramalkan bahwa “seorang gadis yang sudah mengandung akan melahirkan seorang anak laki- laki, dan ia akan memberinya nama Imanuel”. Kata Ibrani a’lmah bukan berarti “perawan”. Kata Ibrani untuk “perawan” adalah “bthulah”. Teks dengan jelas menyatakan bahwa Raja Ahaz yang akan memberi nama sang anak tersebut “Imanuel”. Raja Ahaz dalam keadaan bahaya, musuh- musuhnya sedang merangsek ke Yerusalem, dan janji ini diberi tanda dengan gadis yang hamil, dan bukannya seorang perawan yang akan datang ke dunia tujuh ratus tahun kemudian, sebagaimana yang disalahpahami Evangelis Mattai (Matius 1: 23). Dan nama “Yesus” diberikan oleh Malaikat Jibril (Mts 1: 21), dan belum pernah sekalipun ia dipanggil “Imanuel”, atau doktrin Inkarnasi?

  66. Nubuat atau ramalan dalam YESAYA (Pasal 7, ayat 14), dimana sang Nabi meramalkan bahwa “seorang gadis yang sudah mengandung akan melahirkan seorang anak laki- laki, dan ia akan memberinya nama Imanuel”. Kata Ibrani a’lmah bukan berarti “perawan”. Kata Ibrani untuk “perawan” adalah “bthulah”. Teks dengan jelas menyatakan bahwa Raja Ahaz yang akan memberi nama sang anak tersebut “Imanuel”. Raja Ahaz dalam keadaan bahaya, musuh- musuhnya sedang merangsek ke Yerusalem, dan janji ini diberi tanda dengan gadis yang hamil, dan bukannya seorang perawan yang akan datang ke dunia tujuh ratus tahun kemudian, sebagaimana yang disalahpahami Evangelis Mattai (Matius 1: 23). Dan nama “Yesus” diberikan oleh Malaikat Jibril (Mts 1: 21).

  67. Ketika Yohanes Pembaptis berteriak lantang, “Siapkan jalan Tuhan, dan luruskan jalan-jalannya!”, ketika itu ia sedang menyinggung agama Tuhan dalam bentuk sebuah Kerajaan yang sedang mendekat. Tujuh abad sebelumnya, Yesaya meneriakkan kata yang sama (Yesaya 40: 1-4); dan dua abad kemudian, Allah sendiri meratakan jalan untuk Koresy , dengan menaikkan gunung, menutup setiap lembah, meratakan setiap bukit dan gunung guna memudahkan penaklukan (Yesaya 45: 1-3)

  68. Misi Anak Manusia adalah mengembalikan kemurnian dan keuniversalan agama Ibrahim yang telah hilang. Agama Musa bersifat kebangsaan dan khusus, dan oleh karena itu kependetaannya yang turun- temurun, pengorbanan Levitikusnya yang megah, hari Sabatnya (Sabtu), Hari Raya dan Kitab Sucinya yang diubah akan dihapuskan dan diganti dengan yang baru, sesuai jaman, yang mempunyai ciri universal, kekuatan, dan daya tahan.

  69. Ucapan lain Yesus yang terselubung dan tidak dipahami bahwa, “Tidak ada seorangpun yang dilahirkan oleh perempuan yang lebih besar dari Yohanes Pembaptis, tapi ‘yang paling kecil’ (paling muda) di dalam Kerajaan Sorga adalah lebih besar daripada Yohanes.” Tidak perlu ilmu luar biasa untuk memahami ucapan Yesus tersebut, sebab dalam daftar panjang keluarga nubuat, tentu saja yang paling kecil atau paling muda adalah Muhammad.

  70. Penafsiran kenabian lainnya yang ditulis dengan bahasa puitis adalah dari ZAKARIA (9: 9) yang salah kutip dan disalahpahami oleh Matius (21: 5). Ketika kaum Yahudi sedang berusaha membangun kembali Bait Allah dan kota yang hancur, pembangunan dihentikan sampai DARIUS, Raja Persia, mengeluarkan izin pembangunan. Zakaria meramalkan akan kedatangan seorang raja yang lemah lembut, dan meskipun ia hanya mengendarai seekor anak keledai, namun dialah yang akan membawa keselamatan dan yang akan membangun kembali Rumah Tuhan, dan bukannya Yesus yang memasuki Yerusalem sambil duduk di atas dua ekor keledai sekaligus, akan lebih mirip komedi sirkus.

  71. Karakteristik Injil Pertama, Matius, adalah berusaha menunjukkan terpenuhunya semua pernyataan dan ramalan yang agak khusus dalam Perjanjian Lama pada hampir setiap kejadian dalam kehidupan Yesus Kristus. Matius sangat sembrono dalam menjaga dirinya dari berbagai kontradiksi, dan kurang cermat dalam membuat kutipan- kutipan dari Kitab Suci Ibrani. Mungkin Matius kurang memahami sejarah dan literatur bahasanya sendiri.

  72. SO YOU ALSO, WHEN YOU SEE ALL THESE THINGS, KNOW THAT IT IS NEARET THE DOORS! (MATTHEW 24: 33). Yesus maupun Yohanes Pembaptis, mengabarkan lahirnya Islam (Syalom) sebagai Kerjaaan Tuhan, mengajak ummat untuk bertobat, dan membaptis mereka untuk mengampuni dosa- dosa mereka, secara terhormat menyelesaikan misinya dan menghilang. Itulah sebabnya ia tidak menulis apapun tentang Injilnya yang terpahat di dalam hati, karena dia hanyalah sebagai Penginjil dan Pemberi Kabar yang paling agung, “Demikian juga, jika kamu melihat semua (kesibukan) ini. Ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah diambang pintu! (Matius 24: 33).

  73. Umum diketahui bahwa selama lebih dari tiga abad, Gereja Kristen belum mempunyai PERJANJIAN BARU. Tidak satu pun dari Gereja Semit atau Yunani, juga Antiokh, Edessa, Byzantium, dan Romawi yang memiliki Kitab Perjanjian Baru, bahkan tidak juga empat Injil sebelum adanya Dewan Nicene.

  74. Alqur’an adalah kebenaran dari wahyu Ilahi yang mutlak, namun bukan hanya Santa Barnabas, beberapa orang yang percaya kepada Yesus pada permulaan agama Kristen, menolak bahwa Yesus menderita di kayu salib, mereka bersikukuh bahwa orang lain di antara salah seorang muridnya yang ditangkap dan disalib sebagai gantinya. Jemaat KORINTUS, BASILIDUS, KORPOKRATUS, dan banyak Sekte Kristen lainnya mengimani hal yang sama.

  75. Disaat kaum kafir non-Yahudi (Gentiles) pindah ke “jalan baru”, mereka hanya mendapatkan PERJANJIAN BARU dari 70 (the seventy). Kemudian para sarjana filsafat Yunani dari mitologi Yunani, tidak mengalami kesulitan ketika membuat PERJANJIAN BARU dengan adanya SEPTUAGINT di hadapan mereka. Injil yang sederhana dari Nazaret berubah menjadi dua arus pemikiran yang kuat, Semitik dan Hellenik. Pemikiran Politeistik Yunani akhirnya menggagahi akidah Monoteistik Semitik di bawah kekuasaan GRECO-LATIN yang palin zalim.

  76. Setelah runtuhnya Kekaisaran Kristen Romawi, demikian pula di tanah kelahiran Yudeo-Kristen, tidak pernah ada kedamaian sosial bagi bani Israel; karena sejarah dua puluh abad terakhir menunjukkan keadaan yang sebaliknya. Kristen pun telah kehilangan watak sakralnya sebagai agama Arab-Palestina. Menyimpang jauh dari ajaran Yesus yang sejati, Yesus yang taat pada ibadah dan hukum Taurat.

  77. Sekte Kristen silih berganti; Kitab-kitab INJIL dan Epistel-epistel dengan nama dan judul yang berbeda-beda muncul di banyak pusat sekte; para sarjana dan apologis Kristen kemudian saling memerangi dan mengkritik teori masing- masing. Masing- masing penulis Injil memiliki pandangan yang berbeda mengenai Yesus sang guru dan ajarannya, dan menggambarkannya sesuai imajinasi mereka masing- masing, tentang serangkaian mukjizat, peristiwa, dan ucapan yang tidak dikenal oleh SINOPTIK, bahkan tidak dikenal dan belum pernah dilihat oleh umat Kristiani dalam dua abad sebelumnya.

  78. IN THE BEGINNING WAS THE WORD, AND THE WORD WAS WITH GOD, AND THE WORD WAS GOD (JOHN 1: 1)

    “Pada permulaannya adalah Firman; dan Firman itu bersama Tuhan; dan Firman itu milik Tuhan.”

    Berkenaan dengan LOGOS (Firman Tuhan), sejak abad ke-2 telah menimbulkan banyak kontroversi yang hebat di antara Bapa Gereja, antara lain Bardisan berusaha membuktikan kesalahan Pendeta Yunani, dengan menyatakan bahwa ‘Yesus Kristus adalah kursi dari bait firman Tuhan, dan baik Yesus maupun firman adalah diciptakan (makhluk)”. Dari literatur patristik kita mengetahui bahwa kaum Trinitas selalu disalahkan karena telah mengubah Kitab- kitab Suci.

  79. Al-Qur’an disebut “firman Tuhan”, ia kekal dan tidak diciptakan. Sebutan yang sama juga diberikan kepada Yesus Kristus di dalam Al-Qur’an (QS. Ali Imran 3: 45), “KALIMATUN MINHU” (Firman dari-Nya). Sebuah sifat, sebelum ia benar-benar memancar dari subjeknya maka ia tidak ada. Para santo dan filusuf Gereja Trinitas melangkah terlalu jauh dalam mendefinisikan Hakikat dan Persona Tuhan, dengan memberi sifat personal yang berbeda pada masing- masing oknum, mirip nama- nama keluarga dalam mitologi kaum pagan, dan tidak dapat diterima sebagai konsep Ketuhanan yang benar.

  80. Ketika Tuhan mengatakan KUN (Jadilah), untuk yang pertamakalinya, terciptalah alam semesta. Perlu diperhatikan bahwa kalimat “Pada permulaannya adalah firman” secara jelas menunjukkan asal mula firman, yang bukan sebelum permulaan, melainkan pernyataan tentang pernyataan dan kehendak-Nya. Kenyataan dari semua ini adalah bahwa Paus dan Dewan- Dewan Umum selalu mengutuk ajaran SABELIAN yang kukuh berpendapat bahwa Tuhan adalah satu.

  81. Ketika Tuhan mengatakan KUN (Jadilah), untuk yang pertamakalinya terciptalah alam semesta. Perlu diperhatikan bahwa kalimat “Pada permulaannya adalah firman” secara jelas menunjukkan asal mula firman, yang bukan sebelum permulaan, melainkan pernyataan tentang pernyataan dan kehendak-Nya. Kenyataan dari semua ini adalah bahwa Paus dan Dewan- Dewan Umum selalu mengutuk ajaran SABELIAN yang kukuh berpendapat bahwa Tuhan adalah satu.

  82. Ada dua versi utama Perjanjian Baru dari teks Yunani, yang satu dalam bahasa Syriac, dan yang satunya lagi dalam bahasa Latin. Keduanya memuat judul yang sama pentingnya, yaitu SYMPLEX atau SIMPLE, yang berarti PSHITTHA dan VULGATE. Terdapat banyak bahan informasi baru di dalam kedua versi kuno ini, yang pasti akan membuat malu para sejarahwan Kristen yang paling terpelajar dan para Teolog yang paling dogmatis. Versi Aramia (Syriac) yang disebut Pshittha adalah lebih tua dari Vulgate versi Latin.

  83. Pada usia Ibrahim yang ke-90, Ismail dan semua pelayan laki-laki dikhitan, dan PERJANJIAN antara Tuhan dan Ibrahim bersama anak satu-satunya ditandatangani dan disyahkan. Perjanjian ini adalah hak keturunan Ismail untuk mewarisi dan menaklukkan seluruh wilayah yang membentang dari sungai Nil sampai Efrat, yang dihuni oleh sekitar 10 bangsa yang berbeda (KEJADIAN 17: 18- 21), dan pelayan laki- laki yang dikhitan mewakili bangsa- bangsa Non-Hebrew, yaitu Persia, Turki, China, Afrika, Inggris, dsb. yang disyahkan menjadi saudara mereka sebagai satu ummah, yakni Bangsa Islam.

  84. Fakta yang telah terjadi mengenai penguasaan Arab atas negeri-negeri yang dijanjikan, yang belum pernah ditaklukkan oleh keturunan Ishak.

    “SIAPA GERANGAN (DIA YANG) SUDAH MENGALAHKAN DAN MEMBUAT DIA MEMANGGIL SEGALA BANGSA ASAL MULANYA. (YESAYA 41: 4)

    Penyatuan bangsa- bangsa keturunan Ibrahim, dan tanah- tanah mereka yang dijajah harus dikembalikan dan dikerjakan oleh Muhammad.

  85. Seorang utusan Tuhan tidak ditugaskan untuk menubuatkan dirinya sendiri sebagai tokoh terkemuka dari suatu drama besar duninia pada jaman di masa yang akan datang. Yesus sebagai utusan Tuhan lebih mengetahui dari siapa pun di Israel siapa Anak Manusia itu dan apa misinya. Yang sangat abnormal dalam kasus Yesus adalah bahwa dia dipaksakan menganggap identitas dirinya sebagai Anak Manusia, namun dia tidak mampu mengerjakan misi besar yang dibebankan pada Anak Manusia, malah harus menunda penyelamatan dan pembebasan ummat dari penindasan Romawi yang bersifat segera sampai masa yang akan datang yang tidak terbatas.

  86. Ketika seorang Scribe (ahli Taurat) yang terpelajar mulai mempercayai bahwa Yesus adalah Mesias yang diramalkan sebagai Anak Manusia, kemudian berkata kepada Yesus, “Aku akan mengikuti engkau”, Yesus menolaknya dengan ungkapan yang halus, “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanya.” (MATIUS 8: 20). Jika Yesus mempunyai tempat untuk 13 kepala dari muridnya, tentu ia juga dapat menyediakan tempat yang ke-14, atau Yesus dapat mendaftarkannya di antara 70 pengikutnya, namun ungkapan Yesus bahwa dirinya adalah orang yang bahkan tidak mempunyai tempat dua yar di bumi untuk meletakkan
    kepalanya, pastilah bukan Anak Manusia. Dengan penuh kebaikan, Yesus menyelamatkan sang Scribe dari membuang waktunya dan harapannya yang sia-sia.

  87. Yesus melarang murid- muridnya untuk mengajarkan kepada siapa pun bahwa dirinya adalah Kristus. Dilaporkan dalam Synoptics, bahwa Yesus bertanya kepada Muridnya:

    “Menurut kamu, siapakah aku ini?”. Kemudian dijawab, “Engkau adalah Kristus [Mesias] dari Allah.” (IBID 9: 21).

    Tapi Yesus dengan marah mencerca dengan mengatakan, “Berdirilah engkau di belakangku, Setan!” Menyusul kemarahan yang pedas ini menjadi sikap sang Guru yang paling tegas, yang tidak meninggalkan keraguan sedikit pun bahwa dirinya bukanlah Kristus dan bukan Anak Manusia. Bandingkan dengan Matius 16: 29; dan Markus 8: 30.

  88. Roh Muhammad, yaitu Ahmad yang berdiri tegak di hadapan Yang Maha Kuasa laksana orang yang shalat oleh penglihatan Nabi Daniel (7), dan yang terlihat Rohnya oleh Nabi Yehezkiel di bawah sayap Kerub- kerub (2), yang dinubuatkan dan digambarkan dalam semua Apocalypse Yahudi, ketika datang sebagai Anak Manusia, ia harus ditakdirkan untuk digantung di atas bukut tengkorak (Golgota), sama saja dengan mengakui kegagalan dari semua usaha. Gagalnya seluruh misi para Nabi. Misi penyelamatan ditunda sampi hari kiamat.

  89. Kitab Injil versi Syriac dari Pshittha yang menjadi sumber semua Kitab Injil, tidak memuat apa yang disebut ESSENTIAL WORDS (Firman Pokok) atau INSTITUTIONAL WORDS (Firman Kelembagaan) yang ada dalam LUKAS (22: 17, 18, 19).

    Dua belas ayat terakhir dari Pasal 16 Injil Kedua yang disebut DOA TUHAN (MATIUS 6: 9; dan LUKAS 11: 2) tidak ada di dalam manuskrip- manuskrip Yunani kuno, dan tidak dikenal oleh pengarang Kitab Injil Kedua dan Keempat.

    Mengenai PERJAMUAN SUCI yang disebut LEMBAGA EKARISTI, Injil lukas, menurut Versi Kitab Pshittha Kuno, tidak memuat ayat 17- 19 dari Pasal 22, yang juga disebut “kata- kata penting” ini tidak dikenal dan tidak ada di dalam Liturgi kaum Nestorian.

  90. “LIHAT AKU AKAN MENGIRIM UTUSANKU, DAN IA AKAN MENYIAPKAN JALAN DI HADAPANKU: TIBA-TIBA IA AKAN MASUK KE BAITNYA. DIA ADALAH ADONAI [SULTAN] YANG ENGKAU INGINKAN, DAN PESURUH YANG DIJANJIKAN…(MALACHI 3: 1)

    “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari [bait] Masjidil Haram [Paran-Mekah] ke [bait Bapak] Masjidil Aqsha [di Yerusalem]…(QS. al-Isra: 1)

    Ketika kita membandingkan Yesus dalam setiap kesempatan kunjungannya ke Bait Zorobabel, setidaknya harus diakui, bahwa Kitab- kitab Injil yang merekam kunjungan-kunjungan Kristus ke bait itu, pengajarannya tidak merekam satu pun percakapan di dalamnya. Semua kunjungannya selalu berakhir dengan pertengkaran sengit dengan para pendeta dan Pharisee Yahudi yang tidak beriman.

  91. Setiap nubuat pasti mengandung peristiwa besar di dalamnya, dan kita tidak dapat memahami makna nubuat ketika Gereja mencoba menghubungkannya dengan kunjungan-kunjungan Yesus ke bait Zorobabel.

    Ketika Muhammad El-Rasul memasuki bait Ibrahim di Mekah dengan penuh kemenangan dan menghancurkan semua berhala-berhala kaum kafir, dan ketika Muhammad melakukan Isra’ ke Masjidil Aqsa Yerusalem, dalam kapasitasnya sebagai Nabi dan Rasul [Syiloh] untuk menjadi Imam [Adon] atas roh-roh para Nabi dan Rasul, dari Adam sampai Yesus, kemudian melanjutkan Mi’raj ke awan-awan di hadapan Yang Maha Kekal dalam menerima perintah ibadah shalat langsung, barulah kehebatan nubuat benar-benar jelas dalam sejarah agama yang benar sebagai jalan-Nya.

  92. MA’AARIF.
    Allahumma, wahai Tuhan yang dipuja semua hati.

    “Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: ‘Perbuatan semacam ini kami dapati semenjak dari nenek moyang kami, dan Allah pun telah menyuruh kami mengerjakannya’. Sesungguhnya Allah tidak pernah menyuruh melakukan perbuatan keji. Mengapa kamu [berani] mengatakan tentang Allah, sesuatu yang tidak kamu ketahui?” (QS. 13: 28)

  93. Sesunghnya manusia di hari Ahmad diutus, pandangan Allah terhadap mereka berubah daripada sebelumnya. Bahkan Dia memuliakan manusia setelah memilih sebaik- baik manusia untuk menjadi bintang dan rembulannya.

    Pakaiannya sederhana, meskipun sebagai pemimpin ummat.

    Semua perbendaharaan dibuka, dan diputuskan olehnya semua belenggunya.

    Ketika Allah melihat mereka berjalan ke arah-Nya, tiada yang mereka inginkan dalam usahanya selain hanya keridhaan-Nya.

    ABU BAKAR

  94. Kududuk dalam gerbang shalat-Mu.
    Hening, hanya terdengar detak jantung melafadzkan, “Allah…, Allah…”
    Kemudian berubah, hatiku mulai berbisik, “Zatullah Sifatullah…”, dan tubuhku bergetar, akupun terisak…

    Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Bukakanlah untuk kami Hikmah ayat-ayat-Mu, agar menjadi ilmu yang menuntun kami.

    Wahai Tuhan pemilik segala rahasia, terangilah jalan kami dengan balagah yang tersembunyi dibalik ayat-ayat-Mu.

    Tuhanku, aku malu, sebab alam semesta pun bertasbih memujimu lebih sering daripada kami, “Laisa kamislihi syaiu’n…!”

  95. Tuhan, siapa yang datang? Inikah malaikatmu?
    Aku? Siapa dia? Mengapa ia menyerupai aku? Bukan aku, sebab ia jauh lebih muda dan bersahaja. Kujawab salamnya, “Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Ta’la Wabarakatuh!”
    Kusambut tangannya, “Inilah shalatmu yang akan menemani kamu.”

    Masyhar, huru- hara. Ini bukan neraka, namun perasaanku seperti di neraka. Maha Besar Tuhanku!

    Kulihat ‘sholat Dluha’ di padang Masyhar, bentuknya laksana kubah-kubah, tidak, ia menyerupai atsmosfir kehijauan.

    Ya Allah, hanya Engkaulah satu-satunya penolong kami.

  96. UNTUK MENGETAHUI HAKIKAT DIRI, YANG DIAMALKAN ADALAH:

    1.Puasa Senin dan Kamis, untuk memperkuat lahiriyah dan batiniyah.

    2. Shalat Dluha, agar dimudahkan dalam semua urusan.

    3. Tahajjud, agar dibukakan petunjuk.

    4. Shalat Fajar, sebelum subuh, dibukakan pintu- pintu keberkahan.

    Islam tidak mengenal perantara, dan do’a itu bukanlah syair-syair, karena DO’A ADALAH IBADAH.

  97. Tidak ada mediator mutlak antara Pencipta dan makhluk. Keesaan Allah sendiri merupakan perantara yang mutlak.

    Semua orang beriman, do’a- do’a mereka saling memerantarai, para Nabi dan malaikat pun melakukan hal yang sama.

    Al-Qur’an dengan tegas melarang keyakinan, kepercayaan pada seorang perantara. Kewajiban kitalah untuk memohon rahmat dan ampunan Tuhan, dan menolong diri kita sendiri.

    Tuhan bukanlah hakim manusia yang bisa tunduk pada nafsu, kebodohan, subyektifitas, dsb.

  98. Orang beriman hanya butuh pendidikan dan latihan keagamaan; Tuhan jauh lebih mengetahui perbuatan dan hati manusia daripad malaikat dan para nabi. Konsekuensinya tidak perlu ada perantara antara Tuhan dan makhluk.

    Kepercayaan pada perantara memancar dari kepercayaan pada pengorbanan, sesajen yang dibakar, kependetaan, dan bangunan besar ketakhyulan. Kepercayaan ini menggiring manusia ke dalam penyembahan kuburan dan patung para santo dan syuhada, yang membuat orang semakin tidak memahami hal- hal yang menyangkut ketuhanan; awan tebal perantara menutupi atsmosfir spiritual antara Tuhan dan roh manusia. (REV. DAVID BENJAMIN KELDANI B.D.)

  99. Apakah Nabi Isya Ibnu Maryam itu wafat?

    Salah satu keutamaan dan keistimewaan Al-Qur’an, bahwa ia mengandung segudang HIKMAH [ilmu penetahuan] dan BALAGAH [rahasia atau makna yang terkandung di balik ayat-ayatnya]. Penelusurannya tidak bisa diakal-akali, karena membutuhkan cahaya iman untuk menuntun yang mencarinya. Anehnya, kita harus merasa bodoh, sebab jika kita merasa pintar maka awan yang menutupinya akan semakin tebal.

  100. Kalimat, “Kenalilah dirimu, maka engkau akan mengenal Tuhanmu”, merupakan code tentang banyak teka-teki yang belum terjawab, yang paling terdekat, khususnya di dalam diri manusia itu sendiri, tentang tsir, roh, jiwa, sukma manusia. Ibarat roh dan tubuh, mereka satu kesatuan namun berdiri sendiri.

    Seseorang, dengan bantuan Zikir, dapat melepaskan satu, dua, hingga empat puluh sukmanya, sehingga dirinya akan tampak oleh orang lain di tempat yang berbeda-beda.

  101. Begitupun, ketika terjadi penampakan orang yang sudah mati, sulit bagi kita yang awam untuk dapat membedakan, yang mana jiwa, yang mana sukma, dan yang mana jin yang menipu, yang dapat membedakannya hanya orang beriman yang diberi ilmu dari Allah.

    “Bahkan mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (Qs. al-Baqarah: 154)

    Sudah barang tentu kita tidak dapat mengatakan bahwa orang itu mati jika ia masih merasakan adzab kubur, mungkin tepatnya berpindah alam.

  102. Do’a Nabi Isya, “Maka setelah Engkau MEWAFATKAN aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka”. (Qs. Al-Maidah: 117)
    “Engkau berasal daripada-Ku…, dan engkau kemudian daripada-Ku…”, maka kita menjawab, “Innalillahi wainnailaihi raji’un!”.

    Meskipun dibantah dan diluar logika, namun fakta yang harus diterima bahwa Nabi Khidir, Nabi Musa, Nabi Isya, dan termasuk Ahmad sendiri, dengan izin Allah, masih mengunjungi orang-orang tertentu.

    Kata Ahmad: “Aku sudah ada sebel dunia ini diciptakan, dan aku hanya mendatangi orang-orang yang takarrub.”

  103. “Bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya.” (Qs. Ali Imran: 169)

    Nabi Muhammad menjadi imam atas mereka, seluruh Nabi dan Rasul di Masjidil Aqsa, di atas Baitul Maqdis yang diberkati, yang telah menjadi puing-puing.

    Saya tidak berani mengakui, apakah Muhammad El-Rasul menjadi imam atas roh-roh yang tidak nampak? Bukankah Jibril dan malaikat lainnya harus menggunakan ilmu khusus yang diajarkan Tuhannya ketika akan menemui Muhammad ataupun nabi lainnya? Alqur’an sendiri menjelaskan bahwa tidak mungkin malaikat berjalan-jalan di muka bumi jika tidak dibekali ilmu khusus, sebab tubuhnya yang halus seperti kulit ubur-ubur akan meleleh terkena sinar matahari.

  104. Allah tidak menciptakan alam semesta secara bermain-main, demikian pula agama-Nya, tidak mungkin dibiarkan-Nya begitu saja, utusan-utusan-Nya tetap ada, bukan untuk membawa ajaran baru atas ajaran yang telah disempurnakan, tapi untuk memeliharanya.

    Apa yang dicontohkan Rasulullah secara fisik adalah syari’atnya, dan baik Allah maupun Rasul-Nya tidak melarang kita melakukan penelusuran dan penelitian dalam meningkatkan nilai ibadah kita untuk Mi’raj, selama dalam batas-batas yang tidak menyimpang dari As-Sunnah sebagai bahasa pengantarnya, dan Al-Qur’an sebagai intinya.

  105. Bukan dalam mimpi ketika seseorang dikunjungi Almasih dalam suatu majelis, dan ia dengan lemah lembut bercerita kepada beberapa orang yang ada di majelis itu, bahwa bukanlah dirinya, dan bukan pula Yudas Iskariot yang disalib, tapi seorang muridnya yang bernama Yehousa.

    Beberapa orang yang mengalami kejadian semacam ini tentu menyembunyikannya, karena takut mendatangkan fitnah bagi dirinya.

  106. Bukan dalam mimpi, ketika suatu siang seorang dikunjungi seorang yang sudah sangat tua, karena usianya melebihi umur dunia, wajahnya tampak sangat muda, telah meyakinkan kita tentang misteri dibalik ucapan nabi Yahya, atau mungkin nabi Isya, bahwa: “Dia [Muhammad] yang
    datang setelah aku telah menjadi sebelum aku, karena dia [Ahmad] telah ada sebelum aku.”

    Namun hal yang masih misteri di dalam Al-Qur’an, menenai kata “wafat” yang ditujukan kepada nabi Isya, karena luput dari pertanyaan, disebabkan orang-orang lebih terfokus kepada persoalan penyalibannya, apakah maksudnya mangkat atau meninggal dalam arti yang sebenarnya adalah masalah yang berani kami jawab.

  107. “SHALAT HANYA KUSYARIATKAN MAKA CARILAH KEBENARANNYA”(al hadid).

    Tentunya baginda Rasul memerintahkan kita untuk mencari jalan terang atau kebenaran itu dengan banyak menuntut ilmu disamping melakukan penelusuran seperti yang dilakukan oleh Ustadz Abu Sangkan.

    Maksud dari hadits di atas, tentunya Nabi bermaksud mengatakan kepada kita, “Jika tidak kusyariatkan (kudzahirkan), bagaimana kalian dapat mengikutiku?”.

  108. Bid’ah banyak terjadi akibat mendengarkan suatu kisa tanpa memahami maksud dan tujuan dari kisah tersebut, sehingga mengada-adakakan sesuatu dari kesalahpahamannya. Cara yang paling aman dalam kasus ini adalah mencari dalil yang ada perintah Nabi di dalamnya.

    Bid’ah umum yang tampak sehari-hari, misalnya: Wudlhu dengan membasuh tiga kali padahal Nabi hanya membasuh sekali saja, kecuali kakinya hingga dua kali, bid’ahnya Qunut, shalat Tasbih, shalat Ghaib, sunnat antara Maghrib dan Ashar, sunnat antara Tahiyatul Masjid dan Jum’at, dsb.

  109. wahai orang-orang yang mempunyai pengelihatan,pendengaran, dan hati …….. Nabi ada karena akan ada Rosul, itu sebabnya nabi menubuwahkan akan kedatangan seorang Rosul….. jika sang Rosul sudah datang, dia akan disebut sebagai penutup para nabi…..ini yang saya dapat setelah mempelajari Taurat, Injil, dan Al-Qur’an
    Allah tidak akan menghukum/mengadzab suatu umat tanpa Dia mengutus seorang Rosul, jadi Rosul ada jika kondisi pada masa itu sudah sangat2 parah dan diambang adjal
    Untuk apa? untuk menyelamatkan manusia yang masih mau menjalankan kalimat “Tiada Ilah kecuali Allah”………
    masalah cara tergantung pada abad apa Rosul itu hidup, dan pendewasaannya dibimbing Allah melalui wahyu
    silahkan direnungkan

  110. capung 42/13?

  111. Dalam bahasa al-Qur’an kata “Almasis” bermakna “Pengembara”, bukan Penggembala dan bukan Juru Selamat, sebagaimana yang dipamahami selama ini, sebab semua Nabi sudah pasti adalah seorang Juru Selamat.

    Memang al-Qur’an menggunakan kata “wafat”, tetapi harus dibedakan kata wafat, mangkat, meninggal. Mati mungkin identik dengan meninggal, tapi yang jelas kata “mati” hanya coco untuk binatang.

    Seorang yang meninggal sudah pasti wafat, tapi wafat atau hilang belum tentu meninggal. Baik Islam maupun Kristen, keduanya mengakui bahwa ada beberapa nabi lain yang diwafatkan selai Nabi Isa.

  112. Kita tidak harus terikat 100% dengan tafsir al-Qur’an, tetapi dengan bahasa aslinya untuk dapat memahami Hikmah dan Balagah yang ada di balik kalimatnya. Sebagaimana yang ditulis oleh HARUN YAHYA, dalam bukunya, “Jesus Will Return”, bahwa Nabi Isa memang akan kembali untuk menjadi saksi atas agama Muhammad. Karenanya, ia belum meninggal tapi hanya wafat atau dihilangkan karena misi yang harus dijalankannya, setelah tuntas barulah beliau meninggal.

    Dajjal adalah salah satu dari target Nabi Isa yang harus dibunuh. Pengertian Dajjal, yang dikiaskan matanya buta sebelah, bahwa dalam satu sisi Dajjal adalah orang yang beriman dan mengenal Tuhan tapi sesat dan menyesatkan, identik dengan Konstantin Agung, dalam pemaparan Bapa Benjamin menurut penglihatan Nabi Daniel tentang “Binatang Buas”.

  113. Sebelum Muhammad, setiap ummat akan langsung diadzab jika berbuat kesalahan [baca Harun Yahya, tentang Negeri-Negeri Yang Dihancurkan], namun ketika Ahmad diutus menjadi rahmat, hukuman atau adzab kemudian dipending hingga Mahkamah Hari Akhir. Sebagai petunjuk, kita dikisahkan tentang roh-roh alam kubur menjerit mempertanggung jawabkan kesalahannya, misalnya dalam kisah pelepah kurm [meskipun sebahagian tidak memahami hikmah inti dari kisah ini, malah sebaliknya justru ikut-ikutan menabur bunga seakan-akan dia adalah orang yang mampu memberikan syafaat kepada orang mati], atau roh-roh yang berdoa agar dapat dikembalikan sehari saja ke bumi, jika tidak, sesaat saja, agar dapat melaksanakan shalat dengan benar, karena alam kubur dan akhirat bukan lagi menjadi tempat bagi manusia untuk mencari Tuhannya.

  114. Beberapa bid’ah yang harus diluruskan, bahwa Nabi memang pernah Qunut, maksudnya mendoakan para tawanan perang, tetapi Allah kemudian befirman, “Mengenai mereka, itu adalah urusan-Ku”, lalu Nabi berhenti melakukannya. Kemudian, benar Nabi biasa melaksanakan shalat Ghaib, tetapi harus digaris bawahi, hal itu dilakukan Nabi bagi para syuhada atau pahlawan perang, dan Nabi tidak pernah melakukannya untuk orang yang mati wajar, baik itu dari kalangan kerabat dan keluarga beliau, dan memang tidak pernah diperintahkan. Sebenarnya Qunut itu adalah cara Nabi berdo’a, sementara kita bukan Nabi, dan bukan pula orag yang diberi hak untuk memberikan syafaat.

  115. Dalam Q.S. Ali Imran [55], dinyatakan, “Aku mewafatkan kamu [dengan] mengangkatmu kepada-Ku” jelas berbicara tentang pengangkatan dalam bentuk lampau, sementara kalimat “kemudian kepada-Ku tempat kembalimu” menjelaskan tentang kematian dalam bentuk future yang belum dan akan terjadi. Memang jelas maksud dari perbedaannya, sekalipun pada tafsir terjadi pergeseran makna dari masa ke masa, namun keunggulan al-Qur’an terdapat pada bahasa aslinya.

  116. Masalah cara, tergantung pada abad apa Rasul itu hidup? Jika persoalan ibadah adalah mutlak tidak dapat diubah, persoalannya adalah berusaha meningkat ke maqam yang lebih baik.

    Pada zaman Rasululullah, yang diajari ibadah itu adalah kaum kafir pagan yang baru masuk Islam, maka dikatakan, “Jangan banyak bertanya kepada Nabimu” karena “akan memberatkanmu”, kalimatnya dalam bentuk past. Tapi buat ummat yang kemudian, Nabi
    berpesan, “Carilah kebenarannya!”.

  117. Pendewasaannya dibimbing Allah melalui wahyu? Masalahnya otak dan perasaan manusia itu primitif karena selalu dikuasai adat atau kebiasaan, sementara hal-hal baru, sekalipun itu kebenaran, tetapi karena dianggap asing, maka akan sulit diterima. Jelas sekali Allah katakan dalam Hadaits Qudsy, “Hendaklah engkau merasa malu berada di antara adat istiadatmu”.

    Sekalipun muncul banyak aliran dan kelompok, jika kita paham kebenaran Islam, tidak sulit membedakan mana kelompok yang mengada-ada, mana yang punya kepentingan, yang tradisionil, dan yang mana benar-benar hakiki.

  118. Nabi berusaha mengubah orang setengah biadab dengan syariat, dan bagaimana orang-orang pemalas disemangati dengan pahala-pahala agar lebih giat. Pendewasaannya, orang-orang yang kemudian, yang sudah mengenal Islam lebih dalam, diajar untuk beribadah, lebih jauh, dengan semangat cinta kepada Allah. Hikmah al-Qur’an dan al-Hadist lebih menuntut ibadah dan ilmu, adapun kisah-kisah jihad berbentuk lampau. Namun belakangan, karena kepentingan, sehingga banyak dikaburkan, kalau tidak, disalahpahami.

  119. Badr, inilah perang yang paling besar. Sahabat bertanya, adakah perang yang lebih besar daripada ini? Dijawab oleh Rasulullah, “PERANG MELAWAN HAWA NAFSU!”, mengisyaratkan bahwa jihad dengan perang sudah selesai. Dalam al-Qur’an, “Allah mengangkat derajat orang yang berilmu”. Ironisnya, bid’ah dan kemusyrikan menjamur di tengah-tengah orang yang sudah beranak cucu mengenal agama, disamping aksi-aksi anarkis dan teror yang mengusung nama jihad
    yang salah kaprah. Padahal simpelnya, orang yang berilmu otomatis akan menjauhi semua bentuk kerusakan karena wara’nya.

  120. Rasulullah telah mengembalikan apa yang hilang ditengah bani Israel dan menyempurnakannya. Membersihkan bait suci dan syiar-syiar agama Tauhid [haji dan umrah], tanpa mempedulikan siapa yang berkuasa. Kepada pemimpin kafir Quraisy dengan mengadakan perjanjian, dan mengirim surat kepada raja-raja kafir, dan hanya menyeran ketika diserang. Karena Ilmu akan mengubah watak seseorang dengan sendirinya dan watak akan mengubah peradaban dengan sendirinya. Adalah hikmah ketika seorang pencuri ingin masuk Islam dilarang berbohong, atau ketika Ali berfatwa, “Tegakkanlah Islam dalam dirimu, niscaya akan tegak Islam di negerimu”. Singkat dan padat!

  121. Sekte, bid’ah, dan kemusyrikan, merupakan indikasi dari suatu kegagalan. Sementara munculnya nabi-nabi palsu adalah isyarat bahwa keadaan sudah semakin gawat dan harus dikendalikan. Namun perhatian kita sering luput, karena digiring pada persoalan-persoalan yang merupakan percikan-percikan yang bukanlah inti dari sebuah permasalahan. Kita tidak memadamkan sumbernya, melainkan percikan yang banyak itu, lalu disebut permasalahan global bangsa Islam

  122. @ Saudara Capunk & Abe

    Sepertinya Anda menguasai betul apa yang Anda tulis, sampai-sampai setiap tulisan pemaparannya panjang lebar. Sudah saatnya Anda menyusun situs tersendiri. Atau malah sudah? Kalau boleh alamatnya dicantumkan di sini, barangkali bisa tukar-menukar link.

    Silakan saja Anda menulis apa saja di bagian komentar. Selama ini menurut saya tulisan Anda cukup ilmiah, terdapat penyertaan dalil-dalil. Jika segi ilmiah masih Anda pertahankan, teruskanlah. Terima kasih.

  123. Umumnya para ahli berpendapat bahwa murid-murid Nabi Isa mengajarkan agama batin karena Nabi Isa tidak menuliskan ajaran-ajarannya. Mengapa tidak dituliskan? Sebab Nabi Isa hanya pembawa kabar tentang Ahmad dan Islam [Himada dan Syalom].

    Tidak pantas kita mengatakannya sebagai agama batin, karna al-Qur’an menyebutnya agama “Tauhid”.

    Tauhid artinya tidak diperdengarkan dan tidak didengar oleh siapa pun. Makna Tauhid bukan monoteisme, karena semua Nabi sudah pasti hanya mengenal satu Tuhan yang sama.

  124. Yesus tidak menulis Injilnya karena Yesus adalah pembawa kabar baik tentang datangnya Himada dan Syalom, dan apa yang beliau ajarkan kepada murid-muridnya yang disebut Prof. Benjamin sebagai agama batin.

    Islam tidak mengenal agama batin, mungkin yang dimaksud Prof. Benyamin adalah agama Tauhid. Pengertian Tauhid dalam praktek ibadah adalah tidak ada bahasa dan tulisan, dan atau tidak diperdengarkan. Umumnya para ahli tarekat mengalami jalan buntu karena belum paham pengertian Tauhid dalam pandangan al-Qur’an.

  125. Semua Nabi diajarkan ilmu Tauhid. “Allah telah menetapkan untuk kamu sekalian inti-inti agama” (Asy-Syura: 13).

    Dalam prakteknya, ibadah Tauhid itu tidak dizahirkan. “Janganlah engkau gerakkan lidahmu ketika membaca al-Qur’an [dalam shalat]. (Al-Qiyaamah: 16-18), “Bukankah telah kami lapangkan untukmu dadamu?”.

    Cukup dipahami bahwa al-Qur’an suci diturunkan oleh Jibril ke dalam dada Muhammad, yang diiringi oleh Tujuh Puluh Ribu Malaikat [Tsabaniyah].

  126. God Spot adalah merupakan titik-titik inti zikir dalam diri seluruh manusia. Sebenarnya banyak titik zikir, termasuk pada tiap-tiap persendian dan denyut jantung, namun God Spot yang merupakan Zikir inti ada empat titik.

    Titik pertama letaknya di ujung tulang ekor [sulbiah], disebut ZIKIR TUBUH, cahayanya bergerak turun naik. Titik inilah yang akan dialirkan ke hati ketika rukuk.

    Titik kedua terletak di ubun-ubun, disebut ZIKIR ROH, yang akan dialirkan oleh denyutan di ubun-ubun yang menuju ke hati ketika I’tidal.

    Titik ketiga terletak di antara kedua alis, disebut ZIKIR RAHASIA, yang berdenyut dari jidat ke hati ketika sujud.

    Titik keempat terletak di bawah pusat, disebut ZIKIR HATI, berdenyut
    menuju ke hati ketika kita duduk.

  127. Al-Qur’an banyak berbicara tentang Tauhid, diantaranya adalah QS. Ar-Ruum [1-33].

    QALU, ketika manusia di alam rahim tidak mampu berkata-kata ketika ia ditanya oleh Tuhannya, maka Allah memberikan satu kalimat kepadanya.

    SAHIDALLAHU, ilmu itu dikembalikan kepada manusia, yaitu dengan melaksanakan sunnatullah. Maka mengingat Allah bukan dengan akal, mulut, rasa, perasaan, tapi dengan satu titik dalam diri manusia. Karena titik itulah sehingga manusia dapat hidup, dan titik itu merupakan ilmu [yang sangat sedikit] dari Allah.

    Mulut itu tidak pernah tepat dalam menepati janjinya, bahkan kadang-kadang berdusta.

    BAITI JANNATI, Bait adalah dada yang di dalamnya ada kenikmatan ketika mengingat Allah.

  128. FITRAH artinya agama yang tidak pernah mengalami perubahan.

    FITRATULLAHILLATI bermakna kehalusan dalam diri manusia yang tidak pernah berubah sejak manusia dilahirkan sampai kembali ke hadirat-Nya.

    Karena Allah Maha Halus maka Dia menyukai kehalusan dan kelembutan, dan karena Allah Maha Indah maka Dia menyukai gerakan shalat yang tertib dan tidak terburu-buru. Sesungguhnya bukanlah Nabi membaca surah yang sangat panjang ketika sholat begitu lama, tetapi karena kehalusan dan kelembutan hatinya membaca surah, sangat-sangat pelan dan halus sehingga tampak lama ketika beliau sholat sendiri.

  129. Ketika sholat berjamah janganlah mengadakan dua imam, maksudnya tidak dibenarkan membaca apa pun, kecuali memperhatikan bacaan imam dan tidak bergerak [ketika takbiratul ihram, rukuk, sujud, dsb] sebelum imam menuntaskan kalimatnya. Bergerak ketika takbir di mulut imam belum putus berarti mengadakan dua imam, dan mengikuti bacaan imam berarti menentang imam.

    Pada saat shalat sendiri pun hendaknya satu antara kata dan perbuatan. Misalnya, takbir diangkat serentak dengan gerakan dan takbir berakhir bersamaan dengan berakhirnya gerakan. Bahkan dalam ilmu Hakiki, gerakanlah yang mengeluarkan bunyi takbir [tentunya agak pelik bagi orang awam karena di sini yang bekerja adalah rasa dan perasaan]. Tidak ada salahnya anda mencoba, karena Nabi menuntut demikian, “Carilah kebenarannya!”.

  130. Ketika Nabi sholat sendirian, seluruh bacaannya ditauhidkan, dan biasanya beliau membaca DO’A IFTITAH: “Subhanakallahumma wabihamdika watabarakasmuka wataala jadduka walailahailla ghairuka”, kemudian takbiratul ihram. Nabi tidak pernah mengaminkan al-Fatih di dalam shalat, dan ketika salam biasanya beliau mengucapkan, “Assalamualaikum warahwatullahi wabarakatuh waminallah Allahu Akbar”
    [menundukkan kepala pada saat kata "waminallah"] di kanan maupun di kiri. Syahadat yang dibaca Rasulullah tidak menggunakan kata “Wa” di dalamnya, demikian pula Shalawat beliau tidak ada kata “Sayyidina” dan “Fil alamin” di dalamnya.

    Mohon maaf, saya tidak bermaksud menentang atau menyalahkan yang ada saat ini, tapi jika ada keraguan, silahkan menyelidiki dan mencari sendiri kebenarannya.

  131. Ummat Kristen percaya bahwa Ahmad itu adalah Roh Kudus dan bukan manusia. Padahal dalam Injil Yohanes dikatakan bahwa ia berkata-kata, dan menyampaikan berita kepada manusia, dan memberi kesaksian. Jika diteliti dengan pemahaman, ini sangat masuk akal daripada yang diakal-akali.

    Dalam Lukas [11: 13] Roh Kudus dinyatakan sebagai pemberian Tuhan. Maksudnya, bahwa Tuhan Bapa telah menghadiahkan Tuhan Roh Kudus kepada anak-anak duniawi-Nya atau Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan Tuhan Yang Maha Kuasa kepada makhluk hidup lebih masuk akal daripada keyakinan di atas.

    Sekte-sekte Kristen, seperti Gnostic, Apollinarian, Docete, dll, sangat tidak percaya dengan fabel, legenda, dan pandangan-pandangan tentang pengorbanan dan penebusan seperti pada banyak tulisan yang dikemukakan oleh Lukas [1: 1-4].

  132. PERIQLYTOS artinya AHMAD dan bukan Roh Kudus. Sebelum Ahmad menjadi Anak Manusia, Yesus dalam khotbah-khotbah dan orasinya sering berbicara tentang pra-eksistensi roh Muhammad (Yohanes 8: 58; 17: 5, dsb.)

    Umat Nasranani mula-mula atau Kristiani Awal percaya bahwa “Roh Kebenaran” yang dijanjikan adalah seorang “Anak Manusia” yang akan datang sebagai Nabi Tuhan yang terakhir. Dia benar-benar Anak Manusia yang dicari dan dirindukan, yang ada selalu menjadi pertanyaan bagi setiap Nabi yang baru datang, “Engkaukah Nabi itu?” atau “Engkaukah Elia?”

  133. Yesus banyak mengeluarkan ungkapan-ungkapan metaforis yang tidak dapat dipahami oleh orang dungu [termasuk ahli hukum dan sarjana Yahudi yang terpelajar] dan menyebabkan kontroversi di antara Bapa-Bapa Gereja dan di antara sekte-sekte Kristen yang saling bermusuhan, yang semuanya mengaku mendapat ilham dari Roh Kudus yang sama.

    “Dunia tidak dapat melihat dia ataupun mengenal dia” (Yohanes 14: 17), mengapa? Karena ketika dia [sebagai Anak Manusia] meninggal, apa yang disyariatkan dan diajarkannya “Bersatu dengan kamu” (14: 17). Muhammad atau Anak Manusia itu sudah wafat, tetapi Rohnya hidup dalam ketaatan setiap muslim.

  134. “Dia [Ahmad]… bersatu dengan kamu” (Yohanes 14: 17) sangat identik dengan khotbah terakhir Muhammad untuk berpegang teguh pada hukum Al-Qur’an dan As-Sunnah.

    Jika Periqlytos tidak dipahami sebagai Anak Manusia, maka sama saja dengan menjadikan Khotbah Yesus sebagai angan-angan kosong.

    Jelas Yesus menyatakan Periqlytos sebagai Roh (14: 17) karena yang bersangkutan pada saat itu belum lahir.

  135. Jika Periqlytos diterjemahkan sebagai Roh Kudus, saya ingin bertanya.

    Dalam Yohanes (14: 16) Yesus baru akan meminta agar Tuhan memberikan Roh Kudus, sementara dikatakan bahwa, hamba-hamba Tuhan yang saleh telah menerima Roh Kudus (1 Korintus 6: 19). Berarti sama saja dengan mengatakan bahwa ummat Nasrani sebelum Yesus pergi, bukanlah orang-orang yang saleh karena mereka belum menerima Roh Kudus selama Yesus berada di tengah-tengah mereka.

  136. Yesus sendiri tidak pernah mendifinisikan Roh Kudus. Dan jika Bapa-Bapa Gereja sendiri, Hermas, Justin, Athenagoras, Origen, dan lain-lannya mencoba mendefinisikan Roh Kudus sesuai imajinasi mereka dalam pandangan yang berbeda-beda, tentu lebih membingungkan lagi bagi ummat Kristiani awam yang belakangan dalam memahami Roh Kudus. Dan saya bertanya-tanya, apakah mereka semua benar-benar diilhami Roh Kudus yang sama? Jika ya, mengapa Roh Kudus membingungkan mereka? Jalan satu-satunya hanyalah menghadirkan Injil dalam bahasa Yesus yang pernah disahkan oleh Yesus ke hadapan kita, bukan atas katanya dan katanya…

  137. Ucapan salam Injil dan penandaan salib pada wajah dan di atas elemen-elemen Ekaristi, “Di dalam nama Bapak, Anak, dan Roh Kudus,” tanpa menyebutkan namanya, adalah tuhan-tuhan yang sama dan sebaya.

    Roh Kudus adalah tuhan sekaligus malaikat, Roh Kudus juga sebagai pemberian Tuhan (Lukas 11: 13); hamba-hamba Tuhan adalah bait Roh Kudus (1 Korintus 6: 19); Roh Kudus adalah unsur Ketuhanan dalam diri Kristus (Similitude 5: 5,6); Roh Kudus
    adalah pancaran Tuhan yang keluar laksana Sinar Matahari dan memantul kembali kepada Tuhan (Deprecatio pro Christianis IX, X), dan sebagainya…

  138. Ucapan salam Injil dan penandaan salib pada wajah dan di atas elemen-elemen Ekaristi, “Di dalam nama Bapak, Anak, dan Roh Kudus,” tanpa menyebutkan namanya, adalah tuhan-tuhan yang sama dan sebaya.

    Roh Kudus adalah tuhan sekaligus malaikat, Roh Kudus juga sebagai pemberian Tuhan (Lukas 11: 13); hamba-hamba Tuhan adalah bait Roh Kudus (1 Korintus 6: 19); Roh Kudus adalah unsur Ketuhanan dalam diri Kristus (Similitude 5: 5,6); Roh Kudus
    adalah pancaran Tuhan yang keluar laksana Sinar Matahari dan memantul kembali kepada Tuhan (Deprecatio pro Christianis IX, X), dan sebagainya… Dan mustahil Yesus yang mejarkan hal-hal musyrik seperti itu.

  139. Begitu mudah kaum Kristen menyimpulkan sesuatu tanpa rasa ngeri dan takut sedikit pun, sekedar hanya karena ingin membertahankan kesalahannya, ironisnya semakin menambah kekacauan dan pertentangan dalam Kitab Suci mereka.

    Jika Periqlytos hanya dipahami sebagai ilham atau cahaya Tuhan, lalu bagaimana ia dapat berbicara dan memberi kesaksian?

    Kita berbicara seputar Roh Kudus saja sudah sangat membingungkan, apalagi jika kita hubungkan dengan nubuat dalam YESAYA (42: 11-13) tentang Nabi yang menjadi Panglima Perang, pasti lebih membingungkan lagi. Apakah maksud Nabi Yesaya bahwa Roh Kudus yang berperang…?

  140. “Dan ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” (Yohanes 16: 13).

    Ayat Yohanes di atas identik dengan QS. al-Ahqaf. Saya sudah membuke keempat Injil, dan tidak satu pun ayatnya yang menceritakan tentang keadaan ummat di masa yang akan datang, atau suasana alam di surga dan kondisi situasi dalam neraka, tidak juga tentang alam kubur, dan tidak juga tentang kebangkitan orang mati ataupun keadaan dan suasana hari kiamat. Saya hanya bertanya-tanya, kapan dan bagaiman Roh Kudus datang untuk menjelaskan hal ini? Jelas angan-angan orang Kristen sangat jauh dari impian Yesus Kristus. Ibarat dead letter, yaitu surat yang tidak sampai ke tujuannya.

  141. Al-Qur’an terpelihara dari fitnah karena tata bahasanya dapat membedakan bentuk lampau, sekarang, dan yang akan datang. Tidak ada satu pun komentar Muhammad atau sahabatnya yang dicatat dalam al-Qur’an; kata-kata atau pun ucapan Muhammad hanya dirangkum menjadi Hadits [Tradisi].

    Adakah orang lain [sekalipun orang itu bukan nabi dan bukan keturunan Ibrahim] selain Muhammad yang di dalam dirinya terdapat semua materi, moral, kualitas praktis, tanda-tanda nubuat dan tanda-tanda istimewa Periqlyte dan Anak Manusia? Apakah Roh Kudus? Berdoalah!!

  142. Jika Periqlytos disebut “Roh Kebenaran”, tidak lantas harus dipahami sebagai “Roh Kudus”. Al-Qur’an jelas-jelas menyatakan malaikat sebagai makhluk bersayap, tapi tidak ada satu orang muslim pun yang pernah berpikir bahwa malaikat itu memiliki sayap seperti burung yang mengepak-ngepak, sekalipun dia adalah muslim yang bodoh. Umumnya muslim mengartikan “sayap” dalam bahasa al-Qur’an sebagai “kekuatan jarak tempuh”. Memahami Kitab Suci harus dengan hikmah kemudian diaminkan oleh akal, karena jika hanya diakal-akali tidak akan dapat dipahami pesan yang disampaikannya. “Bukanlah mata yang buta, tetapi hati yang ada di dalam dada”. Maka orang yang buta hatinya tidak akan dapat memahami Kitab Suci.

  143. Terimakasih pak Zuhudhi. Saya tidak punya situs atau blog. Maklum, online cuma pakai hp doang. Saya senang mampir di sini karena tidak sulit memasukkan komentar;-)

    Wassalam!

  144. Saya sudah lama mendengar dari guru saya, bahwa yang dimaksud al-Qur’an dengan kata “Almasih” adalah “Pengembara”. Setelah saya renungkan ayat dari Matius [8: 20] ketika Yesus menolak dirinya disebut Anak Manusia, karena dirinya tidak memiliki tempat di bumi, walaupun hanya 2 yar untuk meletakkan kepalanya, benar adalah Nabi pengembara. Seperti yang saya jelaskan dahulu, bahwa Yesus menolak diberi gelar Anak Manusia bukannya karena ia hanyalah “anak seorang perempuan,” tetapi karena dirinya lebih mengetahui dari siapa pun di Israel bahwa bukan dia yang dimaksud dalam nubuat Perjanjian Lama [PL].

  145. Do’a. Hakikinya, do’a itu bukan kata-kata dan bukan syair-syair, sebab Rasulullah tidak pernah mengajarkan kita syair-syair dalam beribadah. Nabi adalah manusia yang mendapat otoritas untuk berkomunikasi langsung dengan Allah, dan kita bukanlah Nabi.

    “Dan tidak ada seorang jua pun yang berbicara langsung dengan Allah, kecuali melalui wahyu atau dari belakang tabir” (QS. Asy-Suura 42: 51).

  146. Setelah hancurnya Baitullah kaum beriman di Yerusalem, maka orang-orang mulai meninggalkan shalat, tidak ada lagi orang yang mengangkat tangannya [takbir] ke arah Rumah Tuhan untuk memuji Tuhan. Orang-orang yang berdo’a mulai menengadahkan tangannya ke arah langit, sehingga Tuhan kasihan kepada mereka. Lalu mereka diperintahkan shalat ke Bait mereka yang baru.

    “Kami sering melihat kamu menengadah ke langit [Hai Muhammad] sungguh Kami akan palingkan wajahmu ke arah Kiblat yang kamu sukai”. (Q.S. al-Baqarah 2: 144)

  147. Panggilan, perkataan, seruan, dan keluh kesah disebut juga do’a (QS. Ar-Rum: 52; Al- Baqarah: 23), namun semuanya tidak termasuk do’a yang mustajab. Allah bahkan mencela orang yang berdo’a demikian, dan memuliakan orang yang berdo’a dengan cara melaksanakan shalat, serta tidak meninggalkan shalat lima waktu yang tetap (QS. Al- Ma’arij 70: 19- 23).

    “Barang siapa yang takwa, maka Allah akan menunjukkan baginya jalan keluar” (QS. Thaaha 20: 14)

    “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sholat dan sabar [zikir] sebagai penolongmu” (QS. Al-Baqarah 2: 153).

    Dan sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah: “Do’a itu adalah ibadah”

  148. “Sholat yang tak pernah putus dan wudlhu yang tiada putus-putusnya”

    Bagaimana sholat yang tak pernah putus? Jawabannya adalah zikir. Do’a dan Zikir adalah dua perpaduan dalam sholat. Orang yang berzikir ketika sholat pasti akan lebih khusyuk. Dan ketika ia usai shalat dan melanjutkan zikir-zikirnya, maka akan dinilai sebagai sholat yang tak pernah putus.

    “Dirikanlah sholat untuk zikir [mengingat] Aku” (Q.S. Thaaha 20: 14)

    Selama sholat dan zikir tidak ditauhidkan [disyirkan] maka akan sulit memadukan keduanya, atau malah membingungkan, dan membuat kita kelihatan blo’on. Karena yang belum paham pasti langsung protes, atau berkata, “Bagaimana mungkin sholat sambil berzikir?”

  149. Sebenarnya Zikir itu diingat, bukannya diucapkan, dan tidak perlu menggunakan alat hitung yang merepotkan.

    “Hanya orang-orang kikirlah yang menghitung-hitung nama-Ku” (Hadits Qudsy)

    Latihannya dapat dimulai dengan mengikuti detak jantung. Gunakan zikir yang mana saja, Atau yang mudah, “Allah…, Allah…, dst.” Orang Hakiki, biasanya menggunakan zikir “Zatullah Sifatullah”.

    Praktekkan bacaan shalat dari niat sampai salam hanya dalam hati. Ketika shalat, pikiran diturunkan ke dada memperhatikan bunyi Zikir dari detak jantung, diingat, bukan diucapkan, dan biarkan hati membaca bacaan sholat.

  150. Sudah terbukti, orang yang mengingat Allah [Zikir] tidak akan mempan hipnotis. Bahkan jika anda tenang menggunakan zikir “Zatullah Sifatullah”, ilmu tenaga dalam pun tak akan mampu menembus anda, sekali pun anda orang awam, tenaga dalam justru akan memantul ke pengirimnya sendiri. Tapi ini bukanlah permainan, bahkan takabur jika dipamerkan, kecuali sekali saja, untuk sekedar pembuktian, mungkin tidak apa-apa. Karena apapun yang dijadikan ilmu, sekalipun baik, kelak di akhirat kita tetap akan dimintai pertanggung jawabannya.

  151. Ada hikmah yang diwariskan kepada kita dalan kisah nabi Yunus. Zikirnyalah sehingga Allah mengeluarkannya dari perut ikan. Dan ada hikmah di balik penciptaan Adam, Zikir-zikir itulah yang disaksikan oleh malaikat masuk ke tubuh Adam. Baik para malaikat dan Izazil memang tidak mampu dan belum pernah melihat Allah, dan mereka pun tidak memahami hakikat, namun para malaikat mampu melihat Kebesaran Allah dalam Zikir-zikir itu, sehingga mereka pun serentak bersujud. Izazil, imam para malaikat yang bergelar al-Muqarrabun justru kebingungan. Tetapi Adam lupa mengingat apa yang diajarkan Tuhannya, sehingga dia dijerumuskan oleh Iblis.

  152. “Dan apabila hamba-hamba- Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka [jawablah], bahwa sesungguhnya Aku adalah dekat” (Q.S. al-Baqarah 2: 186).

    Zikir adalah media untuk mengakrabkan diri dengan Allah. Karena zikir hanya mengingat, tanpa hitungan, dan tanpa diketahui orang, sehingga kita dapat berzikir dalam keadan dan kondisi apa pun; baik disaat berjalan, duduk, berbaring, bekerja, bernyanyi, nonton, dsb. tanpa harus komat kamit dan tanpa harus membawa alat hitung tasbih, yang boleh jadi akan menimbulkan perasaan riya. Bahkan jika zikir itu sudah akrab dengan kita, disaat kita tidur pun maka dia akan berjalan sendiri diluar kesadaran kita.

    “Wudlhu adalah cahaya di atas cahaya” (Hadits Qudsy)

  153. sangat menambah wawasan saya…

    terima kasih

  154. Nabi adalah mereka yang diutus Tuhan untuk menyapaikan firman Tuhan dan untuk membenarkan bahwa Ia seorang Nabi, ia mempunyai Tanda2 keilahian dan mempunyai nubuat, dan apabila nubuat yang disampaikan tidak terbukti, ia Nabi Palsu.apabila tanda2 keilahian tidak ada dan tidak mempnyai nubuat atau nubuat yang disapaikan tidak terbukti, itulah tanda Nabi Palsu.

  155. pada dasarnya semua tergantung niat yang menulis ataupun yang memberi saran….
    kalo niat kita semata-mata karena ALLOH SWT INSYA ALLOH nggak apa2/bhs banyuwanginya
    (di ma”fu).
    kalo orang yang membaca dalam artian syariatnya masih goyang maka di takutkan terbawa pada kata2,,tetapi kalo sudah kuat sariatnya bahkan lebih,ya nggak jadi masalah….
    cuma kedetailan dalam pembahasan itu takut menggombingkan hal yang umum pada kita sebagai umat islam….
    kita mempunyai dasaran 1 lagi yaitu:lakum diinukum waliyadiini…..
    semoga dengan ni semua dapat menjadi landasan pada diri kita untuk selalu lebih beriman dan bertakwa,,agar kita selalu mendapatkan hidayah,hikayah dan inayahdari-NYA,Amiin…..

  156. hahahaha…apa ada di alkitab ataupun injil serta ayat al-quran menyebutkan ada nabi yg bisa bertemu dengan Allah????walau mereka nabi pun mereka hanya bisa bertemu malaikat…semua berawal dr individu dan sudut pandang masing2 kaum yg menyimak sejarah dr berbagai kriteria dan hanya turun temurun…yg penting jelaslah bahwa semua agama adalah benar jika tidak melanggar norma keTuhanan yg sesuai dengan hati kita dimana hanyalah hati nuranilah yg asli ciptaanNya…cntoh…tak ada pasal atau undang2 atau agamapun dalam hati kita,kita tlah sadar bahwa membunuh sesamanya adalah suatu yg kejam…itulah hati nurani kita…ka’bah bukanlah di arab atau manapun tp tertulis ka’bah terindah terletak di dlm hati kita….

  157. umatNya[murid nabi muhammad] terkejut saat melihat nabi muhammad berpuasa saat bukan bln ramadhan….tnya pengikutnya:Ya Nabiku,Engkulah panutanku serta kamilah pengikutMu,kami heran mengapa engkau saat ini menjalankan puasa saat bukan bulan ramadhan…Nabi muhammad menjawab dengan jawaban yg mengejutkan pengikutnya:memang benar hari ini bkn bulan ramadhan tetapi kebetulan hari ini adalah hari kelahiranku dan aku berpuasa utk diriku yg bertepatan dengan 1muharam….yg jatuh hari senin…dan Dia berpuasa pada hari kamis dia juga menjelaskan bahwa Ia berpuasa untuk isteriNya…nabi muhammad juga berpuasa apit weton….tetapi mengapa kita skg ini tidak berpuasa untk diri kita sendir pada weton kita…padahal tlah dijelaskan nabi pun berpuasa untk dirinya sendiri wujud dr syukur apa yg tlah diberikan Allah itu adalah berkah luar biasa….apa anda jg belajar tntg itu…mhon komentnya agar sy tau,karna saya ingin blajar sejarah dan tidak ada hubunganya dengan keyakinan agama tp SEJARAH…trima kasih

  158. wah aku mendapatkan banyak ilmu. ijin kopi ya,, terima kasih.

  159. ayo perang salib ke 2

    saya islam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: