Oleh: zuhudhi | 7 November 2011

Makna Qurban – Hati-Hati Keliru dalam Memahaminya

—————————————–

Alloh tidak pernah memerintahkan kaumnya untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Termasuk memerintahkan umatnya untuk menyembelih qurban saat Idul Adha tiba. Pernahkah Anda berpikir apa makna qurban sesungguhnya? Apa yang bisa kita pelajari dari makna qurban tersebut?

Apakah pernah sekali terlintas dalam pikiran Anda bahwa qurban adalah salah satu bentuk sesajian untuk Alloh? Naudzubillah min dzalik. Subhanallohi ‘amma yasifuun, Mahasuci Alloh dari sifat-sifat yang tidak layak untuk disifatkan kepada-Nya. Sungguh, Alloh tidak memerlukan qurban kita. Tidak dagingnya, tidak darahnya, tidak juga kulitnya. Bahkan, tidak ada satu lembar bulunya pun yang Alloh perlukan. Lalu, untuk apa kita berqurban? Apa makna qurban yang tersimpan?

Pertanyaan ini layak untuk direnungkan supaya kita bisa meresapi makna qurban yang sesungguhnya. Sehingga, qurban yang kita lakukan bisa “sampai” kepada Alloh, dan tidak sekadar penggugur kewajiban.

Mengetahui makna qurban yang mendalam, niscaya akan semakin mendekatkan kita kepada Alloh. Bahwa Alloh Maha Esa yang sama sekali tidak memerlukan daging yang telah kita qurbankan. Bahwa semua itu, hanya untuk kepentingan dan kewajiban kita sebagai manusia untuk saling berbagi.

Makna Qurban – Untuk Mendekatkan Diri kepada Alloh

Sebelum mengetahui makna qurban lebih jauh. Mengetahui apa itu hakikat berqurban sepertinya menjadi hal yang cukup membantu. Qurban berasal dari bahasa Arab: qoroba, yaqrobu, qurban wa qurbanan wa qirbanan, yang artinya “dekat”. Secara istilah, qurban adalah mendekatkan diri kepada Alloh Swt. Sementara, kata udhiyyah yang merupakan istilah lain dari qurban artinya hewan sembelihan pada waktu dhuha.

Dengan demikian, qurban atau udhiyyah adalah prosesi ibadah penyembelihan hewan di waktu dhuha yang dilakukan pada hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan hari Tasyriq (11 – 13 Dzulhijjah) dengan tujuan untuk mendekatkan diri (taqorrub) kepada Alloh Swt. Dengan demikian, makna qurban secara singkat adalah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Alloh, dan menjalankan perintah Alloh.

Bila mengacu pada pengertian ini, maka berqurban dalam rangka mencari popularitas, ingin dipuji manusia, atau niatan yang lain selain taqorrub ilalloh, bisa dipastikan tidak akan sampai kepada Alloh. Makna qurban menjadi tidak terasa di hati orang tersebut.

Makna Qurban – Qurban Hanya Diterima dari Orang Bertakwa

Makna qurban bisa kita hayati dari ritual qurban pertama kali yang dilakukan manusia dalam sejarah, yaitu qurban yang dilakukan oleh Habil dan Qobil. Keduanya melakukan qurban sebagai jalan keluar dari perselisihan memperebutkan wanita.

Mereka sepakat, barangsiapa yang qurbannya diterima Alloh Swt., dia-lah yang berhak menikahi sang wanita. Qobil berqurban dari hasil kebunnya, sementara Habil berqurban dari hasil ternak. Dan, ternyata akhirnya Alloh menerima qurbannya Habil. Cerita dari Habil dan Qobil ini juga menyimpan makna qurban yang bisa dijadikan pelajaran. Penjelasannya dapat kita lihat pada surat dalam Al-Quran berikut ini.

“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qobil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qobil)” [QS. Al-Maidah (5): 27]

Apa yang bisa kita hayati dari qurban dua anak Adam as tersebut? Makna qurban apa yang tersimpan dalam cerita Habil dan Qobil tersebut?  Hal itu dijelaskan dalam ayat lanjutannya:

Ia berkata (Qobil), “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil, “Sesungguhnya, Alloh hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertakwa.” [QS. Al Maidah (5): 27]

Ya, hanya qurban dari orang-orang yang bertakwa yang diterima Alloh Swt., dalam hal ini Habil. Karena, sebagaimana yang tertulis dalam sejarah, Habil telah mengurbankan harta terbaiknya, yaitu seekor domba yang sehat dan gemuk, sebagai cerminan ketakwaannya.

Sementara, Qobil mengurbankan harta terburuknya, yaitu sayuran dan buah-buahan yang layu, busuk, dan tidak layak konsumsi, sebagai cerminan kekikirannya. Dari kedua cerita tersebut seharusnya, makna qurban hendaknya sudah dapat dipahami. Bahwa Alloh lebih ikhlas terhadap hal-hal baik. Maka dari itu, hewan yang akan diqurbankan hendaknya memiliki ciri-ciri fisik yang baik.

Makna Qurban – Qurban Bukti Ketundukan terhadap Hukum Alloh

Makna qurban selanjutnya adalah sebagai bukti ketundukan total hamba terhadap perintah Sang Kholik, apa pun dan bagaimana pun beratnya perintah-Nya itu.

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Alloh terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Alloh kepada mereka, Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya, dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Alloh)” [QS. Al-Hajj (22): 34]

Makna qurban semakin jelas tergambar dalam kisah Ibrohim as. yang tunduk terhadap hukum Alloh yang memerintahkannya untuk menyembelih anaknya tercinta, Ismail as.

Maka, tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrohim, Ibrohim berkata, “Hai Anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab, “Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Alloh kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrohim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan, Kami panggillah dia, “Hai Ibrohim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya, ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar” [QS. As-Shoffaat (37): 102-107]

Makna Qurban – Bukti Rasa Syukur

Selain untuk menyempurnakan ajaran agama sebelumnya ataupun menghapusnya, makna qurban dalam Islam datang melestarikan tradisi nabi sebelum Islam, salah satunya ajaran qurban. Dalam sebuah hadits, Rosululloh pernah ditanya oleh salah seorang sahabat saat beliau menyembelih qurban,

“Untuk apa sembelihan ini?” Beliau menjawab, “Ini sunah (tradisi) ayah kalian, Nabi Ibrohim as.” Lalu, sahabat bertanya, “Apa manfaatnya bagi kami?” Beliau menjawab, “Setiap rambut qurban itu membawa kebaikan.” Sahabat bertanya lagi, “Apakah kulitnya?” Beliau menjawab, “Setiap rambut dari kulit itu menjadi kebaikan.” (HR. Ahmad dari Ibnu Majah dan Tirmidzi dari Zaid bin Arqom)

Pada zaman Nabi Muhammad Saw, syariat qurban disempurnakan tata caranya, termasuk esensinya, bahwa qurban dilakukan sebagai bentuk rasa syukur hamba atas limpahan nikmat Alloh Swt. Makna qurban tersebut dapat dilihat pada surat berikut:

“Sesungguhnya, Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka, dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah. Sesungguhnya, orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus” [QS. Al-Kautsar (108): 1-3]

Makna Qurban – Ketakwaannya, Bukan Dagingnya!

Dengan demikian, seperti yang telah diungkapkan di awal, Alloh tidak membutuhkan daging qurban kita, sedikit pun! Tapi, yang dilihat Alloh hanya satu, ketakwaan kita. Makna qurban yang hakiki ada pada diri kita. Bahwa menguji ketakwaan umat manusia menjadi tujuan akhir dari berqurban. Seperti dalam surat berikut:

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhoan) Alloh, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Alloh telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Alloh terhadap hidayah-Nya kepada kamu, dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik” [QS. Al-Hajj (22): 37]

—————————————–

Sumber: AnneAhira.com


Responses

  1. kata kata pd awal tulisan sangat fatalisme. Sulit dimengerti


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: