Oleh: zuhudhi | 30 April 2008

Kisah Aneh Seorang Pendeta yang Masuk Islam

Senin, 22 Mei 06

Mungkin kisah ini terasa sangat aneh bagi mereka yang belum pernah bertemu dengan orangnya atau langsung melihat dan mendengar penuturannya. Kisah yang mungkin hanya terjadi dalam cerita fiktif, namun menjadi kenyataan. Hal itu tergambar dengan kata-kata yang diucapkan oleh si pemilik kisah yang sedang duduk di hadapanku mengisahkan tentang dirinya. Untuk mengetahui kisahnya lebih lanjut dan mengetahui kejadian-kejadian yang menarik secara komplit, biarkan aku menemanimu untuk bersama-sama menatap ke arah Johannesburg, kota bintang emas nan kaya di negara Afrika Selatan di mana aku pernah bertugas sebagai pimpinan cabang kantor Rabithah al-‘Alam al-Islami di sana.

Pada tahun 1996, di sebuah negara yang sedang mengalami musim dingin, di siang hari yang mendung, diiringi hembusan angin dingin yang menusuk tulang, aku menunggu seseorang yang berjanji akan menemuiku. Istriku sudah mempersiapkan santapan siang untuk menjamu sang tamu yang terhormat. Orang yang aku tunggu dulunya adalah seorang yang mempunyai hubungan erat dengan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Ia seorang misionaris penyebar dan pendakwah agama Nasrani. Ia seorang pendeta, namanya ‘Sily.’ Aku dapat bertemu dengannya melalui perantaraan sekretaris kantor Rabithah yang bernama Abdul Khaliq Matir, di mana ia mengabarkan kepada-ku bahwa seorang pendeta ingin datang ke kantor Rabithah hendak membicarakan perkara penting.

Tepat pada waktu yang telah dijanjikan, pendeta tersebut datang bersama temannya yang bernama Sulaiman. Sulaiman adalah salah seorang anggota sebuah sasana tinju setelah ia memeluk Islam, selepas bertanding dengan seorang petinju muslim terkenal, Muhammad Ali. Aku menyambut keda-tangan mereka di kantorku dengan perasaan yang sangat gembira. Sily seorang yang berpostur tubuh pendek, berkulit sangat hitam dan mudah tersenyum. Ia duduk di depanku dan berbicara denganku dengan lemah lembut. Aku katakan, “Saudara Sily bolehkah kami mendengar kisah keislamanmu?” ia tersenyum dan berkata, “Ya, tentu saja boleh.”

Pembaca yang mulia, dengar dan perhatikan apa yang telah ia ceritakan kepadaku, kemudian setelah itu, silahkan beri penilaian.!

Sily berkata, “Dulu aku seorang pendeta yang sangat militan. Aku berkhidmat untuk gereja dengan segala kesungguhan. Tidak hanya sampai di situ, aku juga salah seorang aktifis kristenisasi senior di Afrika Selatan. Karena aktifitasku yang besar maka Vatikan memilihku untuk menjalankan program kristenisasi yang mereka subsidi. Aku mengambil dana Vatikan yang sampai kepadaku untuk menjalankan program tersebut. Aku mempergunakan segala cara untuk mencapai targetku. Aku melakukan berbagai kunjungan rutin ke madrasah-madrasah, sekolah-sekolah yang terletak di kampung dan di daerah pedalaman. Aku memberikan dana tersebut dalam bentuk sumbangan, pemberian, sedekah dan hadiah agar dapat mencapai targetku yaitu memasukkan masyarakat ke dalam agama Kristen. Gereja melimpahkan dana tersebut kepadaku sehingga aku menjadi seorang hartawan, mempunyai rumah mewah, mobil dan gaji yang tinggi. Posisiku melejit di antara pendeta-pendeta lainnya.

Pada suatu hari, aku pergi ke pusat pasar di kotaku untuk membeli beberapa hadiah. Di tempat itulah bermula sebuah perubahan!

Di pasar itu aku bertemu dengan seseorang yang memakai kopiah. Ia pedagang berbagai hadiah. Waktu itu aku mengenakan pakaian jubah pendeta berwarna putih yang merupakan ciri khas kami. Aku mulai menawar harga yang disebutkan si penjual. Dari sini aku mengetahui bahwa ia seorang muslim. Kami menyebutkan agama Islam yang ada di Afrika selatan dengan sebutan ‘agama orang Arab.’ Kami tidak menyebutnya dengan sebutan Islam. Aku pun membeli berbagai hadiah yang aku inginkan. Sulit bagi kami menjerat orang-orang yang lurus dan mereka yang konsiten dengan agamanya, sebagaimana yang telah berhasil kami tipu dan kami kristenkan dari kalangan orang-orang Islam yang miskin di Afrika Selatan.

Si penjual muslim itu bertanya kepadaku, “Bukankah anda seorang pendeta?” Aku jawab, “Benar.” Lantas ia bertanya kepadaku, “Siapa Tuhanmu?” Aku katakan, “Al-Masih.” Ia kembali berkata, “Aku menantangmu, coba datangkan satu ayat di dalam Injil yang menyebutkan bahwa al-Masih AS berkata, ‘Aku adalah Allah atau aku anak Allah. Maka sembahlah aku’.” Ucapan muslim tersebut bagaikan petir yang menyambar kepalaku. Aku tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Aku berusaha membuka-buka kembali catatanku dan mencarinya di dalam kitab-kitab Injil dan kitab Kristen lainnya untuk menemukan jawaban yang jelas terhadap pertanyaan lelaki tersebut. Namun aku tidak menemukannya. Tidak ada satu ayat pun yang men-ceritakan bahwa al-Masih berkata bahwa ia adalah Allah atau anak Allah. Lelaki itu telah menjatuhkan mentalku dan menyulitkanku. Aku ditimpa sebuah bencana yang membuat dadaku sempit. Bagaimana mungkin pertanyaan seperti ini tidak pernah terlintas olehku? Lalu aku tinggalkan lelaki itu sambil menundukkan wajah. Ketika itu aku sadar bahwa aku telah berjalan jauh tanpa arah. Aku terus berusaha mencari ayat-ayat seperti ini, walau bagaimanapun rumitnya. Namun aku tetap tidak mampu, aku telah kalah.

Aku pergi ke Dewan Gereja dan meminta kepada para anggota dewan agar berkumpul. Mereka menyepakatinya. Pada pertemuan tersebut aku mengabarkan kepada mereka tentang apa yang telah aku dengar. Tetapi mereka malah menyerangku dengan ucapan, “Kamu telah ditipu orang Arab. Ia hanya ingin meyesatkanmu dan memasukkan kamu ke dalam agama orang Arab.” Aku katakan, “Kalau begitu, coba beri jawabannya!” Mereka membantah pertanyaan seperti itu namun tak seorang pun yang mampu memberikan jawaban.

Pada hari minggu, aku harus memberikan pidato dan pelajaranku di gereja. Aku berdiri di depan orang banyak untuk memberikan wejangan. Namun aku tidak sanggup melakukannya. Sementara para hadirin merasa aneh, karena aku berdiri di hadapan mereka tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku kembali masuk ke dalam gereja dan meminta kepada temanku agar ia menggantikan tempatku. Aku katakan bahwa aku sedang sakit. Padahal jiwaku hancur luluh.

Aku pulang ke rumah dalam keadaan bingung dan cemas. Lalu aku masuk dan duduk di sebuah ruangan kecil. Sambil menangis aku menengadahkan pandanganku ke langit seraya berdoa. Namun kepada siapa aku berdoa. Kemudian aku berdoa kepada Dzat yang aku yakini bahwa Dia adalah Allah Sang Maha Pencipta, “Ya Tuhanku… Wahai Dzat yang telah men-ciptakanku… sungguh telah tertutup semua pintu di hadapanku kecuali pintuMu… Janganlah Engkau halangi aku mengetahui kebenaran… manakah yang hak dan di manakah kebenaran? Ya Tuhanku… jangan Engkau biarkan aku dalam kebimbangan… tunjukkan kepadaku jalan yang hak dan bimbing aku ke jalan yang benar…” lantas akupun tertidur.

Di dalam tidur, aku melihat diriku sedang berada di sebuah ruangan yang sangat luas. Tidak ada seorang pun di dalamnya kecuali diriku. Tiba-tiba di tengah ruangan tersebut muncul seorang lelaki. Wajah orang itu tidak begitu jelas karena kilauan cahaya yang terpancar darinya dan dari sekelilingnya. Namun aku yakin bahwa cahaya tersebut muncul dari orang tersebut. Lelaki itu memberi isyarat kepadaku dan memanggil, “Wahai Ibrahim!” Aku menoleh ingin mengetahui siapa Ibrahim, namun aku tidak menjumpai siapa pun di ruangan itu. Lelaki itu berkata, “Kamu Ibrahim… kamulah yang bernama Ibrahim. Bukankah engkau yang memohon petunjuk kepada Allah?” Aku jawab, “Benar.” Ia berkata, “Lihat ke sebelah kananmu!” Maka akupun menoleh ke kanan dan ternyata di sana ada sekelompok orang yang sedang memanggul barang-barang mereka dengan mengenakan pakaian putih dan bersorban putih. Ikutilah mereka agar engkau mengetahui kebenaran!” Lanjut lelaki itu.

Kemudian aku terbangun dari tidurku. Aku merasakan sebuah kegembiraan menyelimutiku. Namun aku belum juga memperoleh ketenangan ketika muncul pertanyaan, di mana gerangan kelompok yang aku lihat di dalam mimipiku itu berada.

Aku bertekad untuk melanjutkannya dengan berkelana mencari sebuah kebenaran, sebagaimana ciri-ciri yang telah diisyaratkan dalam mimpiku. Aku yakin ini semua merupakan petunjuk dari Allah SWT. Kemudian aku minta cuti kerja dan mulai melakukan perjalanan panjang yang memaksaku untuk berkeliling di beberapa kota mencari dan bertanya di mana orang-orang yang memakai pakaian dan sorban putih berada. Telah panjang perjalanan dan pencarianku. Setiap aku menjumpai kaum muslimin, mereka hanya memakai celana panjang dan kopiah. Hingga akhirnya aku sampai di kota Johannesburg.

Di sana aku mendatangi kantor penerima tamu milik Lembaga Muslim Afrika. Di rumah itu aku bertanya kepada pegawai penerima tamu tentang jamaah tersebut. Namun ia mengira bahwa aku seorang peminta-minta dan memberikan sejumlah uang. Aku katakan, “Bukan ini yang aku minta. Bukankah kalian mempunyai tempat ibadah yang dekat dari sini? Tolong tunjukkan masjid yang terdekat.” Lalu aku mengikuti arahannya dan aku terkejut ketika melihat seorang lelaki berpakaian dan bersorban putih sedang berdiri di depan pintu.

Aku sangat girang, karena ciri-cirinya sama seperti yang aku lihat dalam mimpi. Dengan hati yang berbunga-bunga, aku mendekati orang tersebut. Sebelum aku mengatakan sepatah kata, ia terlebih dahulu berkata, “Selamat datang ya Ibrahim!” Aku terperanjat mendengarnya. Ia mengetahui namaku sebelum aku memperkenalkannya. Lantas ia melanjutkan ucapan-nya, “Aku melihatmu di dalam mimpi bahwa engkau sedang mencari-cari kami. Engkau hendak mencari kebenaran? Kebenaran ada pada agama yang diridhai Allah untuk hamba-Nya yaitu Islam.” Aku katakan, “Benar. Aku sedang mencari kebenaran yang telah ditunjukkan oleh lelaki bercahaya dalam mimpiku, agar aku mengikuti sekelompok orang yang berpakaian seperti busana yang engkau kenakan. Tahukah kamu siapa lelaki yang aku lihat dalam mimpiku itu?” Ia menjawab, “Dia adalah Nabi kami Muhammad, Nabi agama Islam yang benar, Rasulullah SAW.” Sulit bagiku untuk mempercayai apa yang terjadi pada diriku. Namun langsung saja aku peluk dia dan aku katakan kepadanya, “Benarkah lelaki itu Rasul dan Nabi kalian yang datang menunjukiku agama yang benar?” Ia berkata, “Benar.”

Ia lalu menyambut kedatanganku dan memberikan ucapan selamat karena Allah telah memberiku hidayah kebenaran. Kemudian datang waktu shalat zhuhur. Ia mempersilahkanku duduk di tempat paling belakang dalam masjid dan ia pergi untuk melaksanakan shalat bersama jamaah yang lain. Aku memperhatikan kaum muslimin banyak memakai pakaian seperti yang dipakainya. Aku melihat mereka rukuk dan sujud kepada Allah. Aku berkata dalam hati, “Demi Allah, inilah agama yang benar. Aku telah membaca dalam berbagai kitab bahwa para nabi dan rasul meletakkan dahinya di atas tanah sujud kepada Allah.” Setelah mereka shalat, jiwaku mulai merasa tenang dengan fenomena yang aku lihat. Aku berucap dalam hati, “Demi Allah sesungguhnya Allah SAW telah menunjukkan kepadaku agama yang benar.” Seorang muslim memanggilku agar aku mengumumkan keislamanku. Lalu aku mengucapkan dua kalimat syahadat dan aku menangis sejadi-jadinya karena gembira telah mendapat hidayah dari Allah SWT.

Kemudian aku tinggal bersamanya untuk mempelajari Islam dan aku pergi bersama mereka untuk melakukan safari dakwah dalam waktu beberapa lama. Mereka mengunjungi semua tempat, mengajak manusia kepada agama Islam. Aku sangat gembira ikut bersama mereka. Aku dapat belajar shalat, puasa, tahajjud, doa, kejujuran dan amanah dari mereka. Aku juga belajar dari mereka bahwa seorang muslim diperintahkan untuk menyampaikan agama Allah dan bagaimana menjadi seorang muslim yang mengajak kepada jalan Allah serta berdakwah dengan hikmah, sabar, tenang, rela berkorban dan berwajah ceria.

Setelah beberapa bulan kemudian, aku kembali ke kotaku. Ternyata keluarga dan teman-temanku sedang mencari-cariku. Namun ketika melihat aku kembali memakai pakaian Islami, mereka mengingkarinya dan Dewan Gereja meminta kepadaku agar diadakan sidang darurat. Pada pertemuan itu mereka mencelaku karena aku telah meninggalkan agama keluarga dan nenek moyang kami. Mereka berkata kepadaku, “Sungguh kamu telah tersesat dan tertipu dengan agama orang Arab.” Aku katakan, “Tidak ada seorang pun yang telah menipu dan menyesatkanku. Sesungguhnya Rasulullah Muhammad SAW datang kepadaku dalam mimpi untuk menunjukkan kebenaran dan agama yang benar yaitu agama Islam. Bukan agama orang Arab sebagaimana yang kalian katakan. Aku mengajak kalian kepada jalan yang benar dan memeluk Islam.” Mereka semua terdiam.

Kemudian mereka mencoba cara lain, yaitu membujukku dengan memberikan harta, kekuasaan dan pangkat. Mereka berkata, “Sesungguhnya Vatikan me-mintamu untuk tinggal bersama mereka selama enam bulan untuk menyerahkan uang panjar pembelian rumah dan mobil baru untukmu serta memberimu kenaikan gaji dan pangkat tertinggi di gereja.”

Semua tawaran tersebut aku tolak dan aku katakan kepada mereka, “Apakah kalian akan menyesatkanku setelah Allah memberiku hidayah? Demi Allah aku takkan pernah melakukannya walaupun kalian memenggal leherku.” Kemudian aku menasehati mereka dan kembali mengajak mereka ke agama Islam. Maka masuk Islamlah dua orang dari kalangan pendeta.

Alhamdulillah, Setelah melihat tekadku tersebut, mereka menarik semua derajat dan pangkatku. Aku merasa senang dengan itu semua, bahkan tadinya aku ingin agar penarikan itu segera dilakukan. Kemudian aku mengembalikan semua harta dan tugasku kepada mereka dan akupun pergi meninggalkan mereka,” Sily mengakhiri kisahnya.

Kisah masuk Islam Ibrahim Sily yang ia ceritakan sendiri kepadaku di kantorku, disaksikan oleh Abdul Khaliq sekretaris kantor Rabithah Afrika dan dua orang lainnya. Pendeta sily sekarang dipanggil dengan Da’i Ibrahim Sily berasal dari kabilah Kuza Afrika Selatan. Aku mengundang pendeta Ibrahim -maaf- Da’i Ibrahim Sily makan siang di rumahku dan aku laksanakan apa yang diwajibkan dalam agamaku yaitu memuliakannya, kemudian ia pun pamit. Setelah pertemuan itu aku pergi ke Makkah al-Mukarramah untuk melaksanakan suatu tugas. Waktu itu kami sudah mendekati persiapan seminar Ilmu Syar’i I yang akan diadakan di kota Cape Town. Lalu aku kembali ke Afrika Selatan tepatnya ke kota Cape Town.

Ketika aku berada di kantor yang telah disiapkan untuk kami di Ma’had Arqam, Dai Ibrahim Sily mendatangiku. Aku langsung mengenalnya dan aku ucapkan salam untuknya dan bertanya, “Apa yang kamu lakukan disini wahai Ibrahim.?” Ia menjawab, “Aku sedang mengunjungi tempat-tempat di Afrika Selatan untuk berdakwah kepada Allah. Aku ingin mengeluarkan masyarakat negeriku dari api neraka, mengeluarkan mereka dari jalan yang gelap ke jalan yang terang dengan memasukkan mereka ke dalam agama Islam.”

Setelah Ibrahim selesai mengisahkan kepada kami bahwa perhatiannya sekarang hanya tertumpah untuk dakwah kepada agama Allah, ia meninggalkan kami menuju suatu daerah… medan dakwah yang penuh dengan pengorbanan di jalan Allah. Aku perhatikan wajahnya berubah dan pakaiannya bersinar. Aku heran ia tidak meminta bantuan dan tidak menjulurkan tangannya meminta sumbangan. Aku merasakan ada yang mengalir di pipiku yang membangkitkan perasaan aneh. Perasaan ini seakan-akan berbicara kepadaku, “Kalian manusia yang mempermainkan dakwah, ti-dakkah kalian perhatikan para mujahid di jalan Allah!”

Benar wahai sudaraku. Kami telah tertinggal… kami berjalan lamban… kami telah tertipu dengan kehidupan dunia, sementara orang-orang yang seperti Da’i Ibrahim Sily, Da’i berbangsa Spanyol Ahmad Sa’id berkorban, berjihad dan bertempur demi menyampaikan agama ini. Ya Rabb rahmatilah kami.

(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN karya Muhammad Shalih al-Qaththani, seperti yang dinukilnya dari tulisan Dr. Abdul Aziz Ahmad Sarhan, Dekan fakultas Tarbiyah di Makkah al-Mukarramah, dengan sedikit perubahan. PENERBIT DARUL HAQ, TELP.021-4701616)

NB: Jika Anda ingin membaca artikel ini di rumah, tersedia format PDF, bisa didownload di sini.

About these ads

Responses

  1. subhanallah………..amin

  2. Sungguh menakjubkan…

  3. subhanallah.. rasanya aku iri bisa bertemu dengan nabi muhammad ..

  4. lebay, ini pasti buat-buatan mana ada pendeta yang segitu guobloknya mau pindah agama hanya karena pertanyaan konyol yang anak SD Kristen pun tahu….
    Kalo cerita ini benar coba buktikan bagaimana dia bisa tahu kalo yang dilihatnya adalah nabi Muhammad wong orang yang muslim sejak kecil aja kagak tahu gimana wujud atau rupa beliau.
    Kalo pendeta itu protestan dan ngak mungkin terima fasilitas dari Vatikan, kalo yang dari vatikan itu romo bukan pendeta

    >>> maaf, yg dimaksud pertanyaan yg mana??? Apakah pertanyaan tentang ayat mana dari “bible” yang menyebut bahwa Yesus itu Tuhan? Memang apa jawaban yang diketahui anak SD Kristen, Mas? Tolong Anda jelaskan…

    Lalu mengenai seseorang yang ‘merasa’ melihat Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wassallam dalam mimpinya memang belum bisa dipastikan kebenarannya. Sebab ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi untuk menentukan apakah benar orang yang ditemui di dalam mimpi adalah Rosululloh sholallohu ‘alaih wassallam atau bukan. Namun, di dalam cerita tersebut yang memberitahu adalah orang lain, bukan si pendeta sendiri. Dan yang penting bukanlah pemberitahuan bahwa yang dilihat dalam mimpi itu Nabi atau bukan, tetapi lebih kepada petunjuk yang diberikan oleh orang di dalam mimpi tersebut yang akhirnya terbukti secara realita.

    Kemudian, mengenai istilah pendeta, di dalam artikel ini, pendeta yang dimaksud adalah dalam arti secara umum, yaitu pemimpin agama Nasrani, entah itu Kristen, atau Katholik. Atau kalau di dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pendeta di sini menggunakan arti rohaniwan/guru agama. Memang jika berhubungan dengan Vatikan, seharusnya Pastor, alih-alih dari Pendeta. Jika ini mengganggu, saya mohon maaf. Terima kasih.

  5. @FS…semoga anda diberikan hidayah oleh ALLAH SWT. Kelak jika anda sudah menerima hidayah kebenaran tersebut, maka anda akan mengerti inti dari cerita ini. Semoga ALLAH SWT membukakan pintu hati anda. Amin

  6. ini bukan lebay man! tapi udah kehendah Allah. walaupun kau mengatakan tidak bisa masuk islam tapi kau tidak bisa menghentikan kehendakNya. subhanallah!!!!!!!

  7. Entah cerita diatas benar atau tidak saya tidak tau. Dan kalu emang benar, bagi saya itu bukan hal yang aneh koq. Saya juga telah mendengar adanya pendeta atwpun suster yg akhirnya masuk Islam bbrpakali…, begitu pula sebaliknya. Ustad/kyai yg msuk Kristen.
    Ortu sya sndri dari Islam, skrang msuk ke Kristen.
    Hanya bagi saya Isa adalah Tuhan yg berkuasa, yg juga menjadi juruselamat saya.
    Bagi saya “di bawah kolong langit ini, tidak ada nama lain yang olehNya kita bisa diselamatkan, selain di dalam Yesus Kristus (Isa Almasih)..” Amin.
    GBU all….!!

    >>> Memang artikel di sini hanya saya kutip dari sumber-sumber yang ada, namun insya Alloh mempunyai kredibiltas yang bisa dipercaya. Bahkan ada sumber yang memuat foto mualaf yang bersangkutan. Contohnya ini. Jika Anda mau membaca secara rinci, Anda akan menemukan hikmah/pelajaran berharga di dalamnya.

    Lebih lanjut, silakan saja jika Anda ada kisah tentang orang yang masuk agama Nasrani (Kristen/Katholik) atau yang lainnya, bisa ditunjukkan kepada kami. Lain halnya dengan kisah mualaf (kisah orang non-muslim menjadi muslim) – yang biasanya diawali dengan kesadaran penuh dalam kebenaran, atau pemikiran ilmiah — kisah yang lain pasti tidak jauh-jauh menyangkut masalah ekonomi, ikut-ikutan agama pasangan (calon istri/suami), atau dengan cara D3 (Dipacari, Dihamili, Dimurtadkan). Percayalah!

  8. To Jose_Japan

    Mana ada ayat yang menatakan Yesus JUru SElamat ?
    coba saya kutipkan ayat dibawah ini tolong perhatiin ya :

    ”Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (Matius 7:21)

    Tuh lihat ayat itu, Yesus kan bilang “ngk pasti masuk surga” melainkan yang melakukan kehendak Bapa-ku, Yesus bilang begitu karena Yesus bukan Tuhan, kalau Yesus Tuhan mestinya kalimat itu akan berbunyi “Yang melakukan kehendak saya (Yesus), buktinya tuh nggak, Yesus dengan jujur mengakui “Melainkan dia yg melakukan kehendak Bapa_Ku yang di sorga” :) santai aja bro

    Landasan yang dipakai umat kristen kan Ayat ini bahwa Yesus Juru selamat ini ayatnya :

    “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kau katakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah (Yesus) benar-benar Juruselamat dunia.” (Yohanes 4:42)

    Kata ”mereka” dan kata ”kami” pada kedua ayat tersebut di atas, menunjukkan bahwa ayat itu bukan ucapan Yesus, tapi berasal dari orang lain yang tidak jelas. Oleh sebab itu ayat tersebut sangat lemah. karena bukan Yesus yang omong

    Dan Juru selamat itu hanyalah Allah, mau bukti berikut Pengakuan Jujur dari Yesus :

    “Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.” (Yesaya 43:11)

    “Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! (Yesaya 45:21)

    “Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal Allah kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku. (Hosea 13:4)”

    Nah dari keterangan Ayat diatas bisa disimpulkan hanya Allah-lah JUru selamat itu dan bukan Yesus.

    Nah biasanya saudaraku kristen tanya apakah Nabi MUhammad masuk sorga ? kenapa minta di sholawati segala ? hehehe….saya jelaskan biar nggak pada nanya berikut penjelasan saya :

    Nabi Muhammad SAW patuh dan taat kepada Allah SWT, maka Beliau pantas untuk masuk surga

    ”Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya” (Qs 2 Al Baqarah 82)

    Nabi Muhammad juga orang yang saleh dan mengajarkan Al-Qur’an sebagai pegangan hidup UMat Islam.

    ”Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun” (Qs 4 An Nisaa 124).

    Orang Islam tidak pernah meragukan akan ke salehan Nabi Muhammad SAW, Bahkan Allah sendiri telah menjami akan mengampuni dosanya yang telah lalu ataupun yang akan datang, ini artinya Bahwa beliau sudah mendapat jaminan masuk surga

    “Qs 48 Al Fath 1-3: Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu (Muhammad) terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni`mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus…

    Seandainya seluruh umat Islam tidak bershalawat kepadanya, beliau tetap masuk surga dan tidak akan mengurangi kemuliaannya dihadapan Allah swt.

    Sekian penjelasan orang bento atau bodoh ini, saya memang orang bodoh yang masih ingin tau banyak hal, mohon pencerahannya , buat sodaraku yang seiman mohon maaf jika tulisan saya ada yang salah.

  9. Tauhid Nabi Musa:

    – “Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia” (Ulangan 4: 35).

    – “Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain” (Ulangan 4: 39).

    – “Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain” (Ulangan 6: 4).

    – “Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku” (Ulangan 32: 39).

    – Tauhid Nabi Daud: “Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami” (II Samuel 7: 22).

    – “Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat” (Mazmur 86: 8).

    – Tauhid Nabi Sulaiman: “Ya Tuhan, Allah Israel ! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah” (I Raja-raja 8: 23).

    – Tauhid Nabi Yesaya: “Demikian firman TUHAN: “Dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah Tuhan dan tidak ada juruselamat selain daripada-Ku” (Yesaya 43: 10-11).

    – “Beginilah firman Tuhan, Raja dan Penebus Israel, Tuhan semesta alam: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain daripada-Ku” (Yesaya 44: 6).

    – “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah” (Yesaya 45: 5-6).

    – “Sebab beginilah firman Tuhan, yang menciptakan langit, “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain” (Yesaya 45: 18).

    – “Bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku” (Yesaya 46: 9).

    – Tauhid Nabi Isa as: “Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa” (Markus 12: 29).

    – “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Yohanes 17:13)

    pendeta/orng kristen masuk islam krn mandapat petunjuk dari Allah…

    orang islam masuk kristen krn semangkuk mie instant sbg pengganjal perut…

    Tiada Tuhan selain Allah…

  10. bagi orang yg pikiranya msh jalan, ia akan ikut agama Allah yaitu Islam. Klo orang tuli, buta dan tidak menerima kbenaran ya ikut…

  11. untuk saudara2 ku yg blum di selamatkan oleh kasih Tuhan kita semua Yesus Kristus….pls baca ayat INJIL jng setengah2.. karena semua ayat di INJIL terhubung semua, di ALQURAN aja tertulis yg MEGANG KUNCI SURGA ADALAH NABI ISA ( YESUS KRISTUS) terus apa lagi yg mau di pertanyakan? apa itu tidak cukup? di Alquran sudah tertulis.. dan kalian tidak membacanya? makanya kalo baca KITAB sendiri jng cuma bisa BHS nya aja tp di ARTIKAN…. bukan semua bahasa ke punyaan TUHAN

  12. bener tuh sep.. y udh bagiku agamaku..dan bagimu agamu..jgn saling menjelekan..
    oya ide gw bisa ga seh alquran ga pkai bahasa arab aja..misalnya bahasa inggris kan lbh go internasional.. keenakan org arab donk ga perlu blajar ngaji lg langsung bisa…

  13. Bagi yang islam dan ingin tau kristen, jangan belajar dari orang ex kristen, karena tentu dia akan lebih banyak menyalahkan kristen. Begitu juga yang kristen mau belajar islam, jangan belajar pada orang ex muslim, karena baginya islam itu sesat.
    Mau tau islam ya kepada yang “PAHAM” islam kalo tidak jadinya ya islam kolot yang hanya bisa menyebut “Allahuakbar” tapi tidak tau kebesaran-Nya. Mau tau kristen ya belajar kepada yang “PAHAM” kristen, kalo tidak ya akan jadi kristen yang mentah. Dan orng-orang yang kolot dan mentah, tidak akan bisa mengkoreksi agamanya sendiri ato agama orang laen.

    Bukankah setiap kita dibekali akal? Gunakan akalmu!! dan biarkan hati nuranimu yang membenarkan!!

  14. mendingan pada diem,,,,,blm ngerti apa apa,,,udah bicara,apa yg kita lakukan baik lisan maupun ucapan aka kembali ke kita juga,,,ingat itu bro

  15. Saling berhubungan gmana coba contoin

  16. untuk orang-orang kristen yang sok pinter tentang injil, pada hal dia sendiri belum tentu menguasai injil. Cobalah pelajarilah dengan seksama kitab Injil kalian, pahami dengan hati yang jernih. apakah bener Isa al masih itu Tuhan, dan pernahkah dia memprokamirkan bahwa dirinya anak Tuhan, kemudian menyuruh manusia untuk menyembahnya, atau kah hanya manusia biasa yang diangkat sebagai Nabi. injil anda kan banyak cobalah semua injil dipahami.

  17. Assalamualailum! untuk semua saudaraku, jngn saling membandingkan agama satu dan yg lain! kalau dibandingkan, pasti ada yg kurank dan jg ada lebihx! yg pentink, agama itu ada dmi kebaikan dan kebenaran! percma kta belajr agama tp prkataan dn prbuatan kita menyakiti perasaan orank lain. no body is perfect, peace for all!

  18. semua agama memang mengajarkan kebaikan tetapi hanya satu agama yang mengajarkan kebaikan dan kebenaran yaitu agama ISLAM ( islam is the best……….. )

  19. seperti cerpen. . . . . .
    aq seorang Katolik. . . .
    Mana ada seorang pendeta di beri vasilitas oleh roma. . . .
    mereka itu hidup membiara taw.. . . . . .

  20. asal klean taw y islam munafik. . . .
    mengapa alquran klean tuch gk d translate ke berbagai bahasa karna alquran klean itu 90% berisi tentang perjalanan Isa atau Yesus itu sendiri. . .
    dan mengapa stiap sholat klean masih mendoakan moh klean itu spy diberi tempat yg djanjikan oleh Allah. . . .
    karena moh klean sendiri masih blum jelas dy berada di neraka taw d syrga,, , , , ,
    aq taw nich dr seorang Habib mantan ketua FPi d sbuah daerah di jawa. . . .
    Atas panggilan Yesus d dlm mimpi”a. . .
    bahkan video”A tlah byk beredar di Indonesia. . .
    dan mengapa agama islam membenarkan bunuh diri atau berjihad. . . .
    dasar orang muna”,kafir. . . .
    f*ck*d (terpaksa saya sensor, zuh). . . .

  21. KESAKSIAN PENDETA YUSUF RONI

    Kesaksian Y. Roni (Palembang)

    Sejak kecil saya dididik oleh keluarga dalam agama Islam yang sudah menjadi agama turun temurun bagi keluarga “KEMAS” di Palembang. Saya sebagai anak tunggal yang dididik dan dimiliki oleh seluruh keluarga, dalam arti saya dididik oleh orang tua saya, juga oleh kakek saya dan juga oleh paman-paman saya turut bertanggung jawab mengarahkan saya, demikianlah sistem ke-keluargaan kami, yang saya kenal dan alami sejak kecil. Jadi apabila ada keputusan yang akan diambil mengenai diri saya, maka orang tua saya tidak berhak mutlak, sebab harus dimusyawarahkan terlebih dahulu oleh keluarga besar seperti yang saya katakan diatas…..

    Yang dominan mendidik saya adalah kakek saya, karena itu sering saya disebut anak kakek (note: kakeknya adalah keturunan langsung dari Daeng Ario Wongso, anak Tumenggung Nogowongso, cucu pangeran Fatahillah, totalnya 10 keturunan dari Pangeran Fatahillah ke kakenya). Karena saya kagum dengan kakek yang wibawa dan kharismanya sangat besar ditengah-tengah keluarga kami, dan dalam masyarakat Islam Palembang! Sejak kecilpun saya sudah cenderung mempelajari agama Islam dan melaksanakan syariat-syariat agama dengan baik sampai saya dewasa tetap konsisten.

    Sebab rotanlah bagian saya ketika kecil apabila saya malas dalam melaksanakan ibadat. Demikian kerasnya keluarga saya mendidik saya dalam agama Islam, sehingga saya bertumbuh menjadi penganut yang fanatik dalam agama Islam!….

    Setelah keluarga kami pindah ke Bandung, maka saya dimasukkan ke Pesantren YPI (Yayasan Pesantren Islam) Jln. Muhammad 16 Bandung yang dipimpin oleh Bapak K.H. Udung Abdurahman.
    Saya aktif dalam organisasi muda Islam yaitu sebagai:

    (1) Ketua Umum SEPMI(Serikat Pelajar Muslimin Indonesia) cabang Bandung.

    (2) Ketua I SEPMI Wilayah Jawa-Barat….

    (3) Ketua Lembaga Da’wah SEPMI Pusat ….

    (4) Ketua Seksi Pendidikan PSII (Partai Syarikat Islam indonesia, Cabang Bandung.

    (5) Ketua Seksi Pemuda PSII Kabupaten Bandung….

    (6) Ketua seksi Dawah dan Pers Pemuda Muslimin Indonesia WIlayah Jawa Barat.

    (7) Anggota GUSII (Gerakan Ulama Syarikat Islam Indonesia) wilayah Jawa Barat.

    (8) Salah satu anggotak pimpinan DPHD(Dewan Pimpinan Harian Daerah) KAPPI.

    Saya aktif dengan gigih memperjoangkan ideologi islam dalam kesempatan apapun, termasuk membendung perkembangan agama Kristen di Jawa Barat.

    Namun saya tidak pernah mendapat kepuasan rohani, dan hidup saya selalu gelisah karena rohani saya tidak mendapat ketenangan, bahkan diliputi tanda tanya tentang “Kepastian Keselamatan”.

    Dalam situasi inilah saya terpikat dengan Yesus Kristus yang memberikan keselamatan yang pasti sehingga sekarang saya mendapat “Damai Sejahtera” dari Tuhan dan sekarang ada ketenangan rohani sejak saya terima Yesus sebagai Juru Selamat…..
    Mengapa saya tertarik pada Kristen?

    Saya merasa perlu menjelaskan sebab-sebab saya tertarik kepada Kristen. Apa sebabnya Kristen itu, demikian menarik, dan apa daya tariknya, sehingga saya rela melepaskan agama Islam yang saya anut sejak dari turun temurun, dan pindah ke agama Kristen…..

    Hal ini bukanlah karena daya tarik materi, atau bujukan-bujukan pendeta atau orang-orang Kristen, sebagaimana sering diduga oleh sementara orang atau pihak orang luar bahwa orang-orang pindah ke agama Kristen, disebabkan bujukan-bujukan materi. Dalam kesempatan ini saya ingin menjelaskan bahwa pandangan-pandangan seperti ini sungguh sangat keliru!…..

    Yang benar, ialah karena “Panggilan dari Tuhan Yesus”, secara pribadi pada tiap-tiap orang yang dikehendakiNya. Sedangkan saya secara pribadi sangat terpikat dengan “Kepastian Keselamatan” yang diberikan oleh Yesus Kristus dalam ajaran-ajaranNya yang tertera di dalam Al Kitab.
    Secara terperinci saya uraikan sebagai berikut:

    A. Pertobatan dari Dosa:

    (A) Soal Dosa:

    Dosa yang menyerang dan melekat pada manusia tanpa terkecuali, tiada satu manusiapun yang terluput dari dosa. Dan dosa dari dahulu sampai sekarang tetap sama… Apa itu dosa sehingga memberatkan manusia?…

    (1) Asalnya Dosa.

    Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam bujukan Iblis, maka manusia telah hilang segala kemulian Allah yang ada padanya. Adam dan Hawa jatuh di dalam dosa karena melanggar perintah Allah.

    “Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan ALlah. Ular itu berkta kepada perempuan itu:”Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buah nya bukan?…”

    “lalu sahut perempuan itu kepada ular itu:

    “Buah phon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada ditengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati” “Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi ALlah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka dan kamu akan menjadi seperti Allah tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

    “Perempuan itu melihat bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian.

    Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia dan suaminya memakannya” “Maka itulah dosa manusia yang pertama dan akibatnya besar lagi hebat dan hukumannya segera datang. Sebab Adam dan Hawa telah memperoleh sifat-sifat yang suci dari Allah maka dosa itu datangnya dari luar mereka.

    Asalnya dari Iblis dengan perantaraan ular.

    Dengan Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka segala sifat-sifat yang suci dari Allah itu telah hilang, karena itu mereka mendapatkan dirinya telanjang, setelah melanggar perintah Allah dengan memakan buah larangan tersebut.

    (2) Dosa Warisan

    Semua orang telah lahir di dalam dosa, maksudnya manusia itu cenderung atau mempunyai tabiat-tabiat dosa, atau karakter dosa, inilah maksud dosa warisan.

    Dulu saya menyangka bahwa dosa warisan itu adalah dosa turunan dengan pengertian; dosa bapak kita, kitalah yang menanggungnya, atau dosa kita, anak kitalah yang menanggungnya. Bukan ini maksudnya dosa warisan! Maksud dosa warisan ialah kecenderungan manusia berbuat dosa atau pengaruh dosa itu telah mempengaruhi hidup manusia turun temurun, tabiat-tabiat dosa melekat pada manusai antara lain; menentang kepada Allah, berontak kepada segala perintah-perintahNya, itulah sifat-sifat manusia. Buktinya dosa bohong, sejak kecil tidak ada yang mengajari bohong, namun manusia sudah pandai berbohong. Siapakah manusia yang tidak pernah berbohong?

    Itulah pengaruh dosa yang melekat pada manusia sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, dan pengaruh itu terus diwarisi oleh manusia turun temurun. Dan manusia tidak bisa keluar dari dosa ini dengan segala ikhtiar dan usahanya sendiri.

    Contohnya: orang yang jatuh ke dalam lumpur, makin dia berusaha sendiri, makin orang itu masuk lumpur lebih dalam, itulah sebabnya manusia yang berusaha sendiri, terkecuali ada orang lain yang menolongnya di luar lumpur itu, barulah dia dapat keluar dari dalam lumpur itu. Orang yang dapat menolong kita keluar dari lumpur dosa ialah satu-satunya, Yesus Kristus!

    “Sebab semua orang telah berdosa!

    “TIdak ada yang benar, seorangpun tidak.”

    “Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!”

    (3) Hakekat dosa:

    DOsa harus ditanggung oleh manusia-manusia harus menanggung segala kesalahaan-kesalahannya.

    “Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati!” Karena itu manusia berusaha akan menghapus dosanya dengan berbagai cara, namun sia-sia, sebab pasti manusia itu jatuh lagi, jatuh lagi, dan tidak luput dari dosanya.

    Hakekat dosa terletak di dalam hati manusia, bila hatinya busuk, dia lebih berdosa dari apa yang bisa dilihat oleh manusia secar lahiriah. Dan saya sependapat juga dengan pengajaran Ki Agen Suryomentaram, bahwa segala sesuatu kebaikan atau kejahatan terletak pada hati manusia!

    Hanya Yesus Kristus yang dapat menyucikan manusia dari segala dosanya!. “Dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”

    Sebab itu manusia hidupnya tidak ada damai, disana-sini terjadi kekacauan karena dosa. Manusia berkeinginan berbuat baik namun tidak pernah terlaksana, disebabkan dorongan hawa nafsu lebih menguasainya. Keinginan daging lebih menguasai manusia, daripada keinginan Roh Kebenaran.

    “Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.” Sebab perbuatan dosa itulah keinginan daging, nafsu manusia yang melekat pada tabiat manusia. Keinginan daging, kata-kata Yunaninya Sarx, maksudnya keinginan hawa nafsu manusia yang tidak dapat dilepaskan oleh manusia itu! “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseturuan, perselisihan, irihati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.” Itulah hakekat dosa yang tidak bisa dihindar oleh manusia, dan apa akibatnya.

    “Sebab upah dosa ialah maut”

    Dosa inilah menjadi pemikiran dalam kehidupan manusia, juga dalam kehidupan saya yang ingin mencari kebenaran, dan ternyata hanya dalam Yesus saja ada jalan keluar dari lingkaran dosa!

    (B) Soal pertobatan:

    Bertobat adalah bukan hanya kesediaan manusia, tapi juga karya Allah. Jadi kesediaan manusia dan kehendak Allah harus berpadu menjadi satu. Bertobat adalah ajakan Allah kepada kita.

    “Waktunya telah genap; Kerajaaan ALlah sudah dekat, bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”…. dan tawaran Allah harus disambut oleh manusia “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini jika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman.”

    Sebab Allah datang buat orang-orang berdosa.

    “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” Saya merasa orang berdosa yang amat sangat, hidup saya dulu penuh dengan kemunafikan, kenajisan dan kekotoran. Biarpun orang memandang secara lahiriah saya beragama dengan baik, namun hati saya busuk dan kotor, karena pengaruh dosa yang sudah melekat pada manusia. Saya telah berulang kali, berusaha sekuat tenaga untuk hidup berbuat baik, namun hati saya gelisah, tiada damai, karena itu saya tertarik kepada Tuhan Yesus yang dapat menebus dosa saya dengan pasti,seperti firmanNya.

    “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” Setelah saya menerima Yesus dalam hati, dan bertobat padaNya, maka hati saya ada damai, karena kepastian yang sepasti-pastinya dosa saya diampuniNya, dan saya menjadi orang yang berbahagia, “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya dan ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.” Itulah saya merasa tertarik pada Yesus, yang begitu menjamin bahwa dosa saya sudah dihapuskan dengan pasti. Dan saya merasa tidak ada lagi yang dapat menjamin begitu pasti selain Dia ialah Yesus Kristus!

    (B) KEPASTIAN KESELAMATAN (HIDUP YANG KEKAL)

    Terus terang saya katakan bahwa sebelum saya masuk Kristen, diri saya selalu diperhadapkan oleh pertanyaan yang timbul dalam hati saya: ‘Pastikah saya masuk sorga?’ Sebab tidak ada kepastian yang menjamin bahwa ‘pasti selamat’ dan bila mati kelak ‘Pasti masuk sorga’. Semua hanya mengira-ngira saja, bila berbuat ini dan beramal itu, maka kelak mudah-mudahan masuk sorga. Atau sorga itu, soal bagaimana nanti masuk sorga seperti dapat lotere saja!

    Namun dalam Kristen, Yesus menjamin dengan pasti!

    “Supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal.” Yesus datang ke dunia menawarkan keselamatan yang pasti bagi manusia, sebab apa? Dia-lah Juru Selamat.

    (1) Juru Selamat:

    Yesus Kristus, dari namaNya saja sudah menandakan DIa sebagai ‘Juru Selamat’ (Pelepas). Yesus dari bahasa Ibrani “Jusa”, Isa dari bahasa Arab ‘Ja’su’ berarti Pelepas atau Juru Selamat.

    Sang Juru Selamat ini sudah dijanjikan sejak ketika manusia jatuh di dalam dosa. “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya” (Kejadian) Benih perempuan yang menjadi musuh si ular adalah Yesus. Bahwa benih perempuan itulah yang akan mengalahkan Iblis dan menyelamatkan manusia dari dosa, dari hukuman Allah. Karena itu kelahiran Yesus ke dunia ini adalah kelahiran Sang Juru Selamat. “Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud” (Lukas)

    Dan Juru Selamat ini telah dijanjikan ALlah sejak dahulu kala dan hanya Dialah yang dapat menyelamatkan!. “Aku, AKulah Tuhan dan tidak ada juruselamat selain dari padaKu”(Yesaya)

    “Tetapi Aku adalah TUhan, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal Allah kecuali Aku, dan tidak ada juru selamat selain dari Aku.” (Hosea)

    Benar! hanya Tuhan saja yang datang menjadi Anak Manusia sebagai juru Selamat manusia. Sebab manusia sesama manusia tidak bisa menyelamatkan, bahkan justru sering terjadi sebaliknya, seperti kata pepatah mengatakan:’Homo Homini Lupus’ manusia yang saya akan menjadi serigala terhadap manusia lainnya.’ Karena itulah Yesus-lah Juru selamat dunia. “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kau katakan, sebab kami sendiri telah mendengar DIa dan kami tahu, bahwa DIalah benar-benar Juru Selamat dunia.” “Dan kami telah melihat dan bersaksi bahwa Bapa telah mengutus AnakNya menjadi Juru Selamat dunia.”

    Dan Yesus-lah Juru Selamat untuk semua manusia, inilah tawaranNya, tidak terbatas siapa saja yang mau percaya, dan juga Dia tidak memaksa. Kenapa saya begitu tertarik dan yakin bahkan haqqul yakin pada Juru Selamat adalah Yesus, saya illustrasikan sebagai berikut: “Seandainya ada orang yang mengajak dan menawarkan saya pergi ke negeri Amerika Serikat. Orang yang mengajak ini secara pribadi tidak diragukan kejujuran nya dan kesetiaannya dan kebaikannya buat mengantar saya ke AS, namun sayang pengantar itu sendiri belum pernah ke Amerika. Tapi sekarang Presiden AS Jimmy Carter menawarkan kepada saya untuk berkunjung ke Amerika. Saya pribadi akan memilih tawaran Presiden Jimmy Carter, sebab beliau orang Amerika, tahu seluk beluk Amerika, dan berkuasa di sana, jelas tidak akan kesasar lagi, pasti saya sampai di Amerika dengan pasti. Begitu juga ke sorga, saya menerima tawaran Yesus, dan pasti ke sorga! kenapa? Sebab Yesus datang dari sorga, Pemilik sorga, dengan sendirinya barang siapa menerima ajakanNya pasti sampai ke sorga!

    (2) Keselamatan:

    Keselamatan yang ditawarkan Yesus Kristus adalah keselamatn yang pasti, sesuai dengan janjiNya. “AKulah Pintu; barangsiapa masuk melalui Aku (Yesus), ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar menemukan padang rumput.” “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Dan sekarang janjiNya itu ada pada firmanNya yang disebut Injil, dan Injil itu adalah berita keselamatan, Injil itu adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan, “Sebab aku (Paulus) mempunyai keyakinan yang kokok dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.” Hanya Yesus-lah yang dapat menjamin memberikan keselamatan yang pasti. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusaia yang olehNya kita dapat diselamatkan.”

    Keselamatan yang pasti inilah membuat saya tertawan pada Yesus Kristus, dan saya seperti mendapat permata berlian yang tiada ternilai, sebab percumalah hidup di dunia ini senang, tanpa jaminan keselamatan yang pasti.

    Dan setelah saya beroleh keselamatan yang pasti ini maka hidup saya mendapat ketenangan, kedamaian. Hilang semua kekuatiran dan kegelisahan saya yang dahulu, apakah saya pasti masuk sorga atau tidak. Tapi sekarang dengan segala jaminan yang diberikan oleh Yesus, maka saya pasti bersama-sama Dia di Sorga bila saya dipanggilNya kelak.

    C. KELAHIRAN BARU :

    Tentang ajaran mengenai “kelahiran baru”, barulah dalam Injil saya dapati pelajaran ini, sejak dulu belum pernah saya mendengar dan ketahui. Rupanya ajaran tentang kelahiran baru, adalah kunci dari kehidupan iman Kristen! Pantas saja! dahulu saya berkeinginan hidup selalu suci, hidup dalam kebaikan, tapi nyatanya tidak bisa, disebabkan tabiat dosa itu menguasai hidup saya. Tapi hidup dalam Kristus, kita menjadi “hidup baru”, karena kita harus dilahirkan kembali.

    “Yesus menjawab, katanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

    Dilahirkan kembali, berarti dilahirkan oleh air dan Roh.

    “Jawab Yesus “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

    Maksudnya adalah air baptisan dan pengurapan Roh Kudus!

    (1) Baptisan:

    Ialah sebagai materai, atau sebagai simbol bahwa seseorang sudah menjadi kristen karena percaya kepada Allah, dalam Kristus. “jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

    Air Baptisan itu hanya simbol saja, tapi baptisan itu sendiri berarti menanggalkan cara hidup kita yang lama, mematikan “ego” atau “aku” kita dan hidup yang baru di dalam Kristus, hidup di dalam penguasaan Rohul Kudus, karena itu baptisan bukan dengan air saja tapi dengan kuat kuasa Rohul Kudus.

    (2) Hidup di dalam Roh:

    Hidup yang lama adalah hidup di dalam kedagingan, “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseturuan, perselisihan, irihati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraaan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.”

    Sedangkan hidup yang baru adalah hidup di dalam penguasaan Rohul Kudus, dan hidup itu berbuahkan Roh yaitu, “Tetapi buah Roh ialah: Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri: Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”

    “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya, jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah kita juga dipimpin oleh Roh.”

    Berarti yang menguasai hidup baru bukan lagi “ego” atau “aku”nya, tetapi Roh Allah itu bertahta di dalam hati, di dalam seluruh kehidupan, hidupnya sehari-hari.

    Sehingga yang menguasai hidupnya bukan “ak”nya lagi, tapi Kristus, sebab “aku”nya sudah turut disalibkan, mati, ketika Kristus disalibkan, dan sekarang yang hidup adalah Kristus.

    “supaya aku hidup untuk ALlah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup didalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan dirinya untuk aku.”

    Dan hidup baru, berarti ada perubahan di dalam Kristus, perubahan itu ada yang sekaligus, dan ada yang bertahap, dan itu adalah pekerjaan Roh Allah, misteri Ilahi.

    Sedikit saya bersaksi tentang kelahiran baru ini, yang saya alami secara pribati; ketika saya bertobat dan dibaptis, saya belum lahir baru secara total, yaitu “ego” saya masih menguasai hidup saya. Baru di dalam tahanan saya merasa ada perubahan yang total oleh Rohul Kudus, lahir baru 100 prosen. Sehingga Jusuf Roni yang lama telah mati, tapi sekarang yang hidup adalah Kristus.

    “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi”. “dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya”. Itulah hikmahnya selama saya di dalam tahanan. Penjara itu secara rohani saya anggap sekolah Tuhan buat mendidik saya, tapi bukan berarti secara hukum saya mentolelir penahanan yang berlarut-larut boleh dibiarkan!

    Dan juga salah-lah pendapat bahwa dengan menahan saya berlarut-larut bisa mengubah iman Kristen saya, karena iman percaya itu datangnya dari Tuhan, maka justru iman Kristen saya bertambah-tambah! (note: di dalam penjara dan dalam penderitaan yang sulit inilah, Jusuf Roni pernah merasakan dirinya benar-benar dibawa pergi ke atas dan bertemu dengan Juru Selamat kita Yesus Kristus. Ia diperlihatkan Sorga yang indah itu oleh Tuhan Yesus, sebenarnya ia tidak ingin kembali, namun Yesus menyuruh dia kembali untuk menjadi saksiNya.)

    “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.” Perkara kelahiran baru ini adalah perkara rohani, hendaknya dengan mata rohani pula barulah kita dapat mengertinya, dan berbahagialah orang-orang yang mata

    rohaninya dicelikkan oleh Tuhan.

    “Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.”

    D. KASIH:

    Ajaran tentang Kasih di dalam agama Kristen adalah menempati pusat pemberitaan dalam firman Allah.!

    “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang palin gbesar diantaranya ialah kasih.”

    Sebab karena Kasih Allah juga, maka manusia beroleh keselamatan, hidup yang kekal, oleh sebab itu manifestasi iman Kristen adalah di dalam mengasihi sesama manusia. “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih” “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh Kasih” Karena kasih Allah itu terlebih dahulu, maka yang percaya beroleh keselamatan.

    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia itu, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

    Kasih Allah itu tidak terbatas, dan sangat besar, dan karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita, maka kita baru dapat mengasihi dan mempunyai kasih, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahuli mengasihi kita” Karena itu kewajiban sebagai orang Kristen untuk memanifestasikan kasih Allah itu di dalam sikap hidupnya sehari-hari. Oleh sebab itu apabila gereja memberikan bantuan materiil atau aksi-aksi sosial, hal ini bukanlah dalam rangka untuk mengubah iman orang yang diberi bantuan, namun untuk melaksanakan ajaran tentang kasih, dan menyaksikan kasih Allah itu kepada manusia siapa saja tanpa pilih bulu, karena Allah mengasihi seluruh dunia.

    E. Pekabaran Injil:

    Pekabaran Injil adalah merupakan suatu keharusan dalam ajaran Kristen, karena ini merupakan perintah Tuhan yang tidak dapat tawar-menawar, sesuai dengan (SK) Tuhan nomor 28 yaitu Injil Matius pasal 28 ayat 18,19,20 sebagai berikut:

    “Yesus mendekati mereka dan berkata:”KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Karena itu Kristen adalah agama missioner atau agama da’wah, yang mempunyai kewajiban buat memberitakan Injil Keselamatan ke seluruh dunia. Namun patut diketahui hal ini bukanlah Kristenisasi, sebab Pekabaran Injil mengandung maksud ialah tiga bagian;

    (a) Informasi : Memberikan penerangan dan pemberitaan tentang iman kristen, tentang jalan keselamatan kepada siapa saja, agar orang tahu bahwa Yesus adalah Juru Selamat

    (b) Persuasi : Menjawab setiap pertanyaan dari siapa saja yang ingin bertanya atau mempertanyakan tentang Yesus Kristus itu, sesuai apa yang ada dalam AlKitab.

    (c) Edukasi: Mendidik umat Tuhan dalam melaksanakan ajaran Tuhan.

    Hal ini jelas tidak ada Kristenisasi, sebab untuk menjadi Kristen atau percaya kepada Yesus bukanlah hasil pekerjaan manusia, bukan juga hasil penginjil atau pendeta, namun adalah pekerjaan Tuhan, atau pekerjaan Rohul Kudus itu sendiri di dalam hati manusia, yang dipilihNya agar selamat!

    Demikianlah apa sebabnya sehingga saya tertarik pada ajaran Kristen, sebagaimana sudah saya jelaskan pada keterangan diatas, untuk sebagai gambaran bahwa sungguh saya tertarik pada Kristen karena ajarannya dapat saya terima dalam segala hal, dan inilah pilihan saya secara pribadi!.

    Banyak orang menduga mustahil, saya percaya kepada Tuhan Yesus, apabila melihat latar belakang saya, namun inilah kenyataannya bahwa apa apa yang dianggap mustahil oleh manusia, akan tetapi apabila Allah berkehendak, tidak ada mustahil.

    “Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah”.
    KESAKSIAN

    Dalam kehidupan seorang Kristen; kesaksian menempati tempat yang terpenting, sebab kesaksian adalah manifestasi dari pengakuan iman percaya seorang Kristen. Kesaksian seorang Kristen dalam sikap hidupnya sehari-hari dan dalam ucapannya baik secara lisan maupun tulisan, tercermin dan terpancarlah bahwa ia seorang Kristen. Kekristenan tanpa kesaksian adalah ke Kristenan yang lumpuh, berarti juga iman Kristianinya kering dan tandus karena tidak ada hujan berkat dari sorgawi. Kesaksian berarti menceritakan, memberitahukan, mengkhabarkan kepada orang lain, agar orang lain tahu, segala perbuatan Allah terhadap dirinya secara pribadi, apa yang dialaminya sehingga dia menemukan dan mendapatkan Kasih Tuhan Yesus terhadap diri pribadinya.

    Untuk lebih jelas saya uraikan sebagai berikut:

    A. Kedudukan Kesaksian:

    Kesaksian adalah inherent dari identitas Kristen, merupakan suatu kewajiban yang mutlak, keharusan yang tidak boleh ditawar lagi, sebab kesaksian merupakan realisasi dari pengakuan iman percaya ke-Kristenan, sebagaimana dalam firman Tuhan.

    “Setiap orang yang mengaku Aku(Yesus) di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya didepan BapaKu yang di sorga. Tetapi barang siapa menyangkal Aku didepan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang disorga.”

    TIdak ada pilihan lain bagi seorang Kristen untuk bersaksi tentang iman percayanya. “Tetapi kami juga *harus bersaksi*, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku”

    Kata-kata “harus bersaksi” saya garis bawahi, menunjukkan suatu kewajiban yang mutlak. Untuk itu saya tidak berbuat lain, selain harus konsekwen melaksanakan firman Tuhan ini.!

    B. Maksud dan Tujuan Kesaksian:

    Maksudnya ialah menceritakan segala perbuatan Allah, apa yang telah Allah lakukan terhadap kita, bahwa kita telah diselamatkan dari kematian yang kekal. Dari hasil pergumulan itu, dalam mencari kebenaran yang hakiki, maka Yesuslah kebenaran yang sejati, itulah perbuatan Allah yang ajaib! “Sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring, dan menceritakan

    segala perbuatanMu yang ajaib” Pulanglah kerumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihi engkau!

    Dengan kesaksian itu kita menjadi saksi Tuhan.

    “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau ROh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu (Yesus) di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai keujung bumi.”

    Bahwa orang Kristen harus menjadi terang dunia. “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak diatas gunung tidak mungkin tersembunyi.” Menjadi terang dunia berarti supaya orang lain tahu, dan menerangi manusia-manusia lainnya, dalam hal ini terkandung makna tentang mengabarkan kepada orang lain.

    Jadi tujuannya ialah memberikan kekuatan impian percaya terhadap sesama saudara seiman agar iman yang lemah dikuatkan, dan yang kuat makin bertambah-tabah, sehingga tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan.

    Bersaksi berarti menerangi, menerangi berarti juga menegur yang didalam kesesatan, dan apabila yang beriman tidak menegur, maka sangsinya bagi yang tidak menegur ialah hukuman Allah,

    “Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggung jawab atas nyawanya daripadamu.”

    Oleh dasar-dasar itulah saya berkeharusan bersaksi, menceritakan pengalaman pergumulan di dalam mencari kebenaran yang hakiki, sampai saya mendapatkannya, bahkan mendapat jaminan “Keselamatan” yang pasti di dalam Kristus Yesus!

    dari : http://belong2jesus.tripod.com/kesaksianpdtyusufroni/

  22. @ Pendeta Yusuf Rony
    Mengenai kesaksian Pendeta Yusuf Rony, saya serahkan kepada pembaca untuk menilainya. Silakan pembaca bandingkan dengan artikel di atas.

    @ Petrus
    Siapa bilang Alqur’an tidak di-translate ke bahasa lain? Kalau memang Anda berminat, bisa Anda cari kok Alqur’an terjemahan Bahasa Inggris, dan bahasa lain. Dan Indonesia dari dulu ada terjemahan Alqur’an dalam Bahasa Indonesia, bahkan ada yang terjemahan resmi dari Departemen Agama RI… Memang nya Anda tinggal di mana kok tidak tahu akan hal ini??? Bahkan akan diterbitkan Alqur’an yang diterjemahkan dalam Bahasa Ibrani untuk orang-orang Yahudi. Infonya bisa dilihat di sini.
    Jika yang Anda maksud adalah, mengapa Bahasa asli Alqur’an, yaitu Bahasa Arab, masih terus dipakai/disertakan selain bahasa terjemahannya, tentu ada alasannya. Salah satu alasannya adalah agar keaslian isi dari Alqur’an tetap terjaga. Alasan lain yaitu agar makna kandungan kata per kata, ayat per ayat dalam Alqur’an tetap terpelihara sebagaimana adanya, sebab tidak semua bahasa bisa mengartikan makna sesungguhnya dari kata tertentu dalam Bahasa Arab. Memang idealnya, umat Islam dianjurkan untuk mempelajari Bahasa Arab agar efek dari kata-kata Alqur’an benar-benar terasa. Anda jika berminat juga silakan pelajari Bahasa Arab dan silakan pelajari kandungan Alqur’an. Dan masih banyak alasan lain yang ilmiah. Mengenai pembahasan tentang hal ini bisa Anda baca di artikel ini.
    Kemudian jika menurut Anda kandungan Alqur’an 90% berisi tentang perjalanan Nabi Isa (‘alaihissalam), meminjam isitilah remaja sekarang, so what gitu loh?! Hal itu tidak lantas menjadi pembenaran bahwa Nabi Isa itu Tuhan, sebagaimana yang Anda dan orang Nasrani yakini. Sebab memang tidak ada kata-kata dalam Alqur’an yang bermakna demikian. Wallohu a’lam.

  23. G jaminan keturunan Fatahilah atau sekalian nabi bisa jadi orang iman sampai mati. Ingat syetan lebih kuat penggodanya akan selalu memurtadkan setiap orang iman. Insya Alloh dengan dengan menjalani Islam berdasarkan Qur’an Hadits yang murni dan lillahi ta’ala sulit bagi syetan untuk menggoda kita.
    Berat bagi syetan untuk menggoda 1 hamba yang paham daripada menggoda 1000 hamba yang ahli ibadah tetapi tidak paham (sholat mung jengkang-jengking thok tapi g paham Quran Hadits) . Kira2 yusuf roni g paham blass nerjemahkan al fatihah aj ngawuur, saya punya buku karya dia karena diberi kakak ipar saya yang pendeta maksudnya sih yusuf roni yg keturunan fatihalah bisa masuk kristen mengapa saya tidak..he..he. Karena saya orang ldii. Ada lagi yang paling gawat terhadap oknum kristen ortodoks, karena dia paham sekali bahasa arab seakan2 mengaku2 org islam, suatu saat lewat kakak saya pinjam kitab hadits saya bukhori dan muslim terbitan toha putra semarang, anehnya setelah dia pinjam dia menghasut ke kakak kandung saya bahwa bukhori, muslim dan perowi2 hadits yg lainnya adalah missionaris, angin segar bagi kakak saya untuk menghantam saya bahwa bukhori, muslim dan perowi hadits lain adalah orang2 kristen.. g aneh memang kakak saya ngaku islam tapi g sholat..akhirnya terjadi perdebatan sengit saya dengan kakak..beberapa saat kemudian kendaraan dia di rampas saat pulang dari rumah saya lehernya dikalungi celurit memang saat itu tahun 1998 lagi rusuh2nya indonesia, saya dan keluarga heran memang orang sebaik itu kok bisa dikalungi celurit. Akhirnya kakak saya yg selalu menjemput dia ke rumah memang dia seorang dosen di ptn dan pandai berbahasa ibrani (dia bukan dosen bahasa tp dosen fisip). Akhir dia tdk ke rumah lagi setelah dia tanya kakak saya dimana adiknya mengaji, jawab kakak saya di ldii terus dia bilang oh mbah saya juga ngaji di ldii dan semenjak itu dia tdk prnh lg main ke rumah sd sekarang. Beberapa bulan kemudian saat ibu saya ke tetangga melihat koran jawapos dengan head line kristen ortodoks dimana difoto terpampang wajah yg tdk asing lagi ternyata sahabat kakak saya tersebut, ibu saya merasa kecewa ternyata dia orang kristen karena merasa dibujuki karena ibu saya selalu minta diajarin bacaan al quran versi makkah dan madinah oleh dia. Akhirnya terjawab juga pertanyaan keluarga mengapa org sebaik itu bisa dirampok..Inti permasalahan yg jadi masalah krn dia ingin melemahkan keyakinan orang Islam akan kitab2 yang dipegangnya. Nama orang tersebut dan dosen dimana dia mengajar ada pada saya. Waspadalah wahai saudara2ku umat Islam kan operandi mereka.
    Catatan : disini tdk ada maksud saya meninggi2kan nama ldii hanya saya bangga bisa tahu dalil2 bagaimana cara ibadah yang benar, al ilmu qoblal ‘amal

  24. Membaca artikel diatas dai Ibrahim Sili terdapat beberapa karakter dari dia yang menunjukan bahwa dia bukan orang yang sudah menerima baptisan Roh Kudus. Jadi dia sesungguhnya masih mencari-cari jawaban tentang Tuhan, dan kebetulan bekerja di Gereja (sepertinya Katolik). Kalau dia memiliki Roh Kudus tentu dia memiliki banyak sekali jawaban tentang pertanyaan ‘Aku adalah Allah atau aku anak Allah. Maka sembahlah aku’.

    Jelas di Yohanes 1:1 “Firman itu adalah Allah”, dan Yohanes 1:14 ‘Firman itu telah menjadi manusia..diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa…”.

    Karena kesaksian Yeshua itu adalah kesaksian dari Sorga, yaitu oleh Roh Kudus orang dapat mengaku bahwa Yeshua itu adalah Allah, dan sebagai Anak Tunggal Allah. Dan setiap roh yang tidak mengaku bahwa Yeshua itu adalah Allah, dia itulah anti-kritus, si Jahat, si Penguasa dunia dari mulanya yang mendakwa manusia. Dia telah dibuang dari Sorga ke bumi, dan sekarang dia memberikan kuasa, kekuatan dan takhtanya kepada Islam, dan muhamad. Silahkan baca tulisan saya di blog http://www.albertkakiay-antichrist.blogspot.com

    Jadi Pendeta sily ini memang bukan orang yang menerima keselamatan, karena dia belum menerima baptisan Roh Kudus, hanya saja dia sudah bekerja dengan gereja Katolik.

    Karena tidak semua orang dapat datang kepada Anak, jika tidak ditarik oleh Bapa. Dan tidak ada seorangpun datang kepada Allah tanpa melalui Yeshua Kristus.

  25. melihat dan menyimak kisah diatas, kini sy tlah mengerti bahwa kebenaran (hidayah) itu asalnya dari Allah SWT dan kita sbg manusia hanya bisa menerima pembenaran melalui hati dan akal (pikiran) apakah mendapat petunjukNya ataukah tersesat karena mengikuti hawa nafsu syetan yang terkutuk.

  26. hmmmm,,,rame juga koment2nya,,,,seru juga bacanya,,,,heeee,,,,
    sudahlah berjalan dg keperayaan dan keyakinan masing2 asalkan itu tidak merugikan orang lain syukur2 bisa membawa manfaat bagi orang lain..
    kalo masing2 membeberkan fakta dari kitab al-quran atau injil yg smuanya benar bagi masing2 org yg percaya,,tp sbgai warga negara Indonesia mari diliat lagi tuh UUD negara kita pasal 29 ayat 1 dan 2,,,
    yang intinya kebebasan memeluk agama dan saling toleransi serta menghormati antara pemeluk agama,,,
    ^_^

  27. namanya juga orang kafir di beritahu atau tidak akan sama saja tetap dia menentang di dalam alquran sendiri tertulis manusia itu yang paling senang berbantah bantahan makanya daripada cape debat kusir ga jelas biarkan aja mereka bergumul dengan dosanya sendiri karena memperanakan tuhannya, lebih baik kita doakan semoga hidayah yang diterima oleh Ibrahim Sily di dapatkan oleh orang orang yang kita sayangi, orang orang yang membenci dan orang orang yang tidak mengetahui mereka berada di jalan kegelapan, karena islam itu bukan paksaan tetapi hidayah, bukan seperti mereka yang mengharuskan domba2 yang hilang mengikuti mereka menurut mereka sich begitu padahal domba itukan bau karena ga mandi2 he he…

  28. gini aja deh silahkan baca d QS almaidah (maaf ayat ke berapa silahkan d cari = tujuan agar benar2 mendapat ilham)….dimana terjadi dialog antara isa almasih dan ALLAH SWT. intinya disana dijelaskan : Allah SWT bertanya kpd isa/yesus mengapa isa/yesus menyuruh menyembah isa/yesus bukan kepada Allah SWT satu2nya tuhan semesta alam. dan isa menjawab bahwa bukan dia yang meminta disembah dan sekali2 tidak pernah ingin d sembah, isa mengajarkan utk selalu menyembah tuhannya yaitu Allah SWT SATU2nya tuhan semesta alam. orang2 setelah wafatnya lah yang ingkar kepada Allah SWT dan menyembah dia (yesus). semoga kita semua mendapat pencerahan…amin y rabb!

  29. Kenapa sih harus ada kristenisasi,.
    Emang untuk mendakwahkan ajaran Tuhan harus pake cara yang ngak sehat seperti itu ya.
    Jujur aku juga hampir jadi korban kristenisasi Tapi Allah SWT masih menuntunku ke jalan yang benar.
    Itu masa-masa buruk sih,sekarang aku menjadi lebih matang dengan ISLAM.

  30. Pernah diceritakan dari tetangga saya bahwa dia pernah berkawan dengan non muslim (kristen).ketika mereka sedang dalam penyelesain tugas kuliah dia mendapati sebuah buku di meja belajar, ternyataa itu milik ayah temannya tsb yang notabene adalah seorang pendeta, buku tersebut berisi visi misi,taktik orang kristen untuk mengkristenkan umat islam.sungguh terlalu!!!Kita harus waspada!!!!

  31. @yusufroni > ente org goblok bung! hha,,,,gk ush ngaku2 org plmbanglah,,,org plmbang itu gk ada yg ada goblok kya ente! ampe pindah agama,,tau gk ntu agama ente skrg hnya akal2an org yg namanya paulus! laknat tuh org kafir, mnjdikan nabi Isa sbg Tuhan!
    Klo bleh tau ente prnh bca ini gk?
    1. Yesus tidak berkuasa terhadap dirinya sendiri : “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri…” (Injil-Yohanes 5:30)

    2. Yesus tidak mempnyai tentang hari kemudian : “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan anak pun tidak, hanya Bapa saja.” (Injil-Markus 13:32)

    3. Yesus tidak mengenal musim : “Dan dari jauh ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau ia mendapat apa-apa dari pohon itu. Tetapi waktu ia tiba disitu, iaa tidak mendapat apa-apa selain dau0daun saja, sebab bukan musim buah ara.” (Injil-Markus 11:13)

    4. Yesus haus??? “…(Yesus) berkata, ‘Aku haus’.” (Injil-Yohanes 19:28)

    5. Yesus menangis??? : “Menangislah Yesus.” (Injil-Yohanes 11:35)

    6. “Tak seorang pun pernah melihat Tuhan.” (Kitab Yohanes 1:18)

    7. “Tuhan tidak penah dilihat manusia, dan manusia memang tidak dapat melihatNya…(Timotius :6:16)

    8. “Dan Tuhan berfirman : Engkau tidak tahan memandang wajahKu, sebab tidak ada orang yang memandang Aku yang dapat hidup.” (Kitab-Keluaran 33:20)

    9. Yesus dikerjai oleh iblis??? : “…Ia (Yesus) tinggal 40 hari lamanya, dicoba oleh iblis…” (Injil-Markus 1:13)

    Trus, cerita Stensilan (sama sekali gk ada ajaran moralnya) memuakkan dan merusak moral :

    10. “Pada malam itu mereka (kedua anak perempuan Lot) memberi ayah mereka (Lot) minum anggur, lalu anak perempuan yang lebih tua berhubungan seksual dengannya…Keesokan harinya berkatalah sang kakak pada adiknya: “Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; Sebaiknya malam ini kita beri dia minum anggur lagi; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, sehingga masing-masing kita akan mempunyai anak dari ayah kita. Demikianlah pada malam itu juga mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu anak perempuan yang lebih muda berhubungan seksual juga dengan ayahnya;…Dengan cara ini mengandung kedua anak Lot itu dari ayah mereka.” (Kitab-Kejadian 19:33-36)

    11. “Ruben (anak laki-laki tertua Yakub), pada saat ayahnya tidak ada, berhubungan seksual dengan bihlah, gundik ayahnya…” (Kitab-kejadian 35:22)

    12. “Ketika Yehuda mellihat dia (Tamar, menantu perempuannya), disangka dia seorang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya. Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan di tepi jalan itu seraya berkata : “Marilah, berapa bayaranmu,” (ia tidak tahu bahwa perempuan itu menantunya). Perempuan itu bertanya : “Apakah yang akan kau berikan kepadaku?” (untuk berhungan seks dengan saya) Jawabnya : “Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari anak kambing dombaku.”

    Perempuan itu berkata : “Asal engkau memberikan tanggungannya, sampai engkau mengirimkannya kepadaku”…Lalu diberikannya semua itu kepadanya, lalu ia berhubungan seks dengannya, dan karenanya perempuan itu mengandung.” (Kitab- Kejadian 38:15-18)

    Anda umat Yahudi bukan? karena kalau bukan sepertinya anda bukan domba2 Yesus, karena Yesus bukan diutus utk anda, tapi Yesus diutus untuk umat Yahudi, sementara Yahudi itu sendiri tidak mengakui Yesus, dan Yesus bukan diutus untuk seluruh bangsa!

    “Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka : Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria.”
    “Melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (hanya kepada bangsa Yahudi).” (Matius 10:5-6)

    “Jawab Yesus, ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (hanya kepada bangsa Yahudi).”
    “Kemudian perempuan itu (Perempuan Kanaan) mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, “Tuhan, tolonglah aku.”
    “Tetapi Yesus menjawab, ‘Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing (non Yahudi).” (Matius 15:24-26)

    Wah berarti anda semua bukan umat Yahudi (bangsa Israel) dianggap Anjing donk sama Yesus. Berarti Yesus rasis donk, karena beliau hanya mengajarkan ajarannya kepada Umat Yahudi saja, tidak untuk bangsa lain.

    Nah ente bohong sekali klo dri Islam masuk Kristen tnp ada iming2. Hha. Makanya sebelum berusaha mengkristenkan kami2 umat Islam, mohon belajar lebih banyak ya, Insya Allah kalian semua akan menyadari betapa bobrok dan konyolnya Kitab yang kalian anggap suci itu yang ternyata setelah ditelaah, penuh cerita stensilan,
    gk nyambung, plagiat alias copy paste sana sini, dan mudah2an ente sadar akan hal itu. Komentar ini saya ambil dari komentar seorang al ikhwah.

    Ente yusuf roni termasuk orang yang tolol tnpa mau mncari kebenaran.

    Islam ini agama yang mahal jadi wajarlah klo orang bodoh sperti ente keluar dri agama Islam. Nti tkutnya agama yang sempurna ini akan ternodai dgn org2 sprti ente. Intinya org yang msuk ke agama Islam hny org2 yang berintelejensi tinggi saja, berpikiran rasional yang dpt memaham Islam. Mka org Islam yang masuk nasrani rata2 org yg gak berpendidikan/bodoh. Lha! klo org Islam pindah ke agama Kristen, itu pasti klo bkan mie satu kardus atau beras satu liter. Udah! gampang. Hha.
    Klo kta pak Ust Yahya Waloni seorang pendeta yang masuk Islam beliau seorang sarjana Teolog, ktanya, Masih brharga majalah bobo dari pada tu injil. Klo majalah bobo, brguna mmboyong ank kita, adk kita utk mengantarkannya tidur. Lha ini injil! dongeng yang banyak dosa jek! hhaa…

  32. Hey yusuf roni, ente tuh penjahat yang keluar masuk penjara! bnyak kasus yg ente lakukan, gila ente ngaku2 Islam. Kyai palsu ente! ente org Islam yang msuk Kristen org yg khilangan jlan itu namanya. Kasihan.

  33. Berikut ane dpt informasi dari seorang al akh, budi p, mengenai yusuf roni :

    Biarkanlah loe bicara apa aja.

    But, read this carefully
    Sekalian gue sertakan nama-nama pendeta yang datang di pengadilannya

    Berikut Sedikit tentang Yusuf Roni, dan penipuan yang dilakukannya.

    Yusuf Roni mengaku-aku dalam kebohongan bahwa:

    1. Berdarah Palembang Asli
    2. Dididik di Pesantren dari Aliyah, IKIP, Universitas Islam Nusantara
    3. Juri M. T. Q. Nasional
    4. Wakil Seketaris Jendral Organisasi Islam Sedunia
    5. Sholat 5 waktu dengan puluhan sholat sunat setiap hari
    6. Bacaan Attahiyat dikatakan sebagai do’a iftitah
    7. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, Wa’ala ali Muhammad diterjemahkan
    dengan Selamatkanlah Muhammad, yang sebenarnya Berilah penghargaan kepada
    Muhammad.
    8. Sarjana Bahasa Arab
    9. Mubaligh Islam, sarjana Islam, ketika di Majalengka diminta berdoa,
    dia baca lagu padang pasir
    10. Tidak pandai berbahasa arab, tetapi terus-menerus seakan-akan jago
    berbahasa arab
    11. Ketika membaca Al-Fatihah dibacakannya lagu padang pasir, menghina umat
    seakan-akan bisa dibohongi
    12. Ayat Asyidda’u ‘alal kuffar yang berarti teguh pendirian terhadap kaum
    kafir diartikan potong leher orang kafir
    13. Mata mautatal jahliyyah dikatakan sebagai kalimat dalam bahasa arab
    yang sesungguhnya belum komplit
    14. Ma damal Islam illa bissaif, kalimat arab yang susunannya salah yang
    maknanya dimaksudnya adalah Islam ditegakkan dengan pedang.
    15. Ayat ‘Athi ullah, wa ‘athi’urrasuula, wa ulil amri minkum diterjemahkan
    bahwa dalam islam ada trinitas.
    16. Sebelum masuk kristen/yahudi/israel dia selalu membakar gereja dan
    injil
    17. Menghina bahasa arab yang dikatakannya tidak sempurna, yang mana setiap
    muslim sedunia berdoa dengan bahasa arab.
    18. Asyiddaa a ala kufar (waspada terhadap musuh; yaitu orang-orang kafir
    yang memerangi Rasulullah) dikatakan sebagai potong leher orang-orang
    kristen.
    19. Laa tattakhizul kaafiriina awliyaa, yang berarti jangan kamu jadikan
    orang kafir sebagai pemimpinmu diterjemahkan oleh yususf roni: Jangan
    dekat-dekat dengan orang kristen, kalau kamu dekat dengan orang kristen,
    empat puluh hari tidak akan diterima sholatmu.
    20. Potongan kalimat Man matamau tatal jahiliyah yang artinya siapa yang
    mati di jaman jahiliyah diartikan siapa yang dekat-dekat dengan orang
    kristen, maka sama dengan orang yang mati di zaman jahiliyah

    Saksi-saksi peradilan:

    1. Pendeta Gerald Sisi, gereja Emmanuel, Gambir Jakarta
    2. Max Gabriel, gereja Effata kebayoran Baru jakarta
    3. Pendeta Chaidi Yunus, Palembang
    4. Pendeta J. J. Matulessy S. Th. S. H., palembang
    5. Sumardi Steffanus, gereja sidang jemaat Allah surabaya
    6. Timotius Tanaya, gereja Pniel surabaya
    7. Pendeta Octavianus, Institute Injil Indonesia, Batu, malang
    8. V. M. Rumandor, GEReja Maranatha, Surabaya
    9. Woe Kandauw, gereja maranatha Surabaya
    10. Prof. K. H. Syafei Abdul karim, Rektor I. A. I. N. Sunan Ampel
    surabaya, ketua Majelis Ulama Jawa Timur
    11. Bey Arifin, Imam masjid Mujahidin dan AlFalah Surabaya
    12. Kol. H. Abdjan Sulaiman, kapusroh islam Angkatan DARat
    13. Stefanus Damaris Rumah Sakit Emmanuel Situsaeur Bandung
    14. Pendeta Harun Hartoko, banjarmasin (kesaksian tertulis)

    Surat-surat

    1. Surat kepala kantor Direktur Jendral Bina Tuna Warga Bandung, yang
    menyatakan bahwa Terdakwa Yususf Roni sudah 2 kali dimasukkan penjara
    Banceuy Bandung karena hukuman pidana. Surat No. P. R. II. L. L./D.
    P./2383/79 tanggal 22 mei 1979

    2. Surat Keterangan dari Pusat Administrasi Akademi I. K. I. P. Bandung
    yang menyatakan Terdakwa Yusuf Roni tidak pernah tercatat sebagai mahasiswa.
    Surat No. 259 P. T. 25 R. II 4/0/1979 tanggal 2 mei 1979

    3. Surat Rektor Universitas Islam Nusantara Bandung yang menyatakan
    Terdakwa Yusuf Roni belum pernah tercatat sebagai mahasiswa. Surat No. 78/
    R-UIN/ D/ V91979 tanggal 2 september 1979

    Jaksa penuntut : Anton Suyata S. H.
    Ketua Majelis Hakim : Wuwiyanto S. H.
    Hakim anggota : David Oli’i S. H. Dan Heru Gunawan S. H.
    Panitera/pembela : H. Nurdin

    Yusuf Roni melanggar tindak pidana subversi yang termaktub dalam Fasal (1)
    ke 1 sub c Undang-undang No. 11/PNPS/1963

    Putusan Pengadilan:

    No. 05/1979/Subv. Penjara 6 tahun.

    On 8/4/07, Roslina Podico wrote:
    >
    > Lagi-lagi Sabili,
    >
    > Beliau memang ditangkap dari salah satu Alkitab di Batu-Malang. Penjara
    > pertama adalah penjara di Surabaya tapi beliau terus berpindah-pindah
    > dari satu penjara ke penjara lain.
    >
    > Pembohong itu siapa? Ahmadi Agung atau Pdt. Yusuf Roni? Cara penulisan
    > berita selalu disengaja dipelintir sedimikian rupa agar seolah-olah
    > cerita itu dapat dipercayai. kalau ditelusuri, isi beritanya kosong
    > melompong.
    >
    > Saya mengenal Pendeta Yusuf Roni secara pribadi. Beliau adalah salah
    > seorang ex parpol Islam di tahun 70 an. Pada masa kuliahnya, beliau
    > paling getol membakar gereja di Bandung dan sekitarnya. Namun melalui
    > pelacakannya sendiri dalam Alkitab, beliau berubah haluan seperti
    > Paulus. Orang yg tadinya pembenci kristen itu, menjadi kristen dan
    > sebagai seorang PALEMBANG asli, beliau sangatlah terbeban menyadarkan
    > keluarganya akan kekeliruan mereka dalam iman.
    >
    > Dengan semangat yg sama ketika membakari gereja-gereja sebelumnya,
    > beliau kemudian bersaksi secara berapi-api ttg pertemuannya dengan
    > Yesus. Saya sempat mendengar kasset rekamannya yg beredar secara
    > sembunyi-sembunyi saat itu. Perubahan hidupnya secara total.
    > Kesaksian-kesaksian beliau ini pada saat itu dianggap sangat rancau di
    > bagi ketentraman masyarakat, sebab beliau memang orang yg dikenal
    > disekitarnya. Saat itu Indonesia masih diliputi trauma peristiwa 65.
    >
    > Kemudian beliau masuk di salah satu sekolah Alkitab di malang oleh
    > kerinduannya untuk mendalami Alkitab. Dari sanalah beliau ditangkap dan
    > dijebloskan ke Penjara. Anda semua tahu bukan di zaman itu sangatlah
    > mudah menjebloskan seseorang ke penjara bahkan nyawa gampang melayang.
    >
    > Di penjara beliau tidak berhenti menceritakan pengalaman-pengalamannya.
    > Dimana beliau dipenjara di sana terjadi pemurtadan, alias para tahanan
    > bertobat. beliau dipindahkan dari satu penjara ke penjara yg lain selama
    > 6 thn. akhirnya dibebaskan. Beliau sempat berguyon. Dengan biaya
    > pemerintah saya boleh memberitakan Injil dibeberapa penjara di Indonesia
    > termasuk Nusakambangan.
    >
    > Setelah dibebaskan, beliaupun menjadi bebas jadi penginjil di seluruh
    > Nusantara. Terakhir saya bertemu dengan beliau di Hamburg, Jerman pd
    > thn.1991. Beliau kemudian berangkat ke Timur Tengah lebih mendalami
    > kekristenan ditengah umat Islam, mendalami B.Aram dan Arab di sana.
    >
    > Setelah kembali dari sana, beliaupun memimpin sebuah Gereja di Jakarta
    > sampai sekarang yg berciri Timur Tengah.
    >
    > PERTANYAAN SAYA DIMANAKAH KEBOHONGAN BELIAU INI?
    >
    > Alasan penyangkalan anda terhadap kesaksian orang yg anda sebut bernama
    > Joko Saputra juga sangat rapuh. Alasan I&II tidak bisa saya komentari
    > sebab hal itu diluar batas pengetahuan saya. Tapi alasan III sama sekali
    > tidaklah tepat.
    >
    > Sedikit komentar lain ttg. belajar Bahasa Arab di Arab tanpa B.
    > Indonesia adalah methode yg terbaik dan paling efektive bagi sebagian
    > orang.
    >
    > Saya berani mengatakan demikian, sebab saya sendiri telah
    > mempraktekkannya. Sebelum ke Jerman, saya tidak berminat sama sekali
    > belajar B.Jerman di Indonesia. Saya merasa capek mempelajari begitu
    > banyak bahasa, namun tidak dapat saya praktekkan/gunakan dalam hidup
    > sehari-hari.
    >
    > Semasa SMP di Tapsel kami mendapat mata pelajaran B.Arab Melayu dan
    > Bahsa daerah/Batak. Di SMA, selain belajar B.Inggris kami mendapat mata
    > pelajaran B.Belanda. Di University saya ambil major B.Inggris, tapi
    > kemudian juga harus belajar B.Jawa, B.Junani, B.Ibrani. Semua ini
    > membuat saya tidak berminat lagi belajar bahasa baru apalagi B.Jerman
    > agak sulit buat saya.
    >
    > Tapi berbeda sekali ketika saya belajar B.jerman di Jerman. Dalam tempo
    > 7 bln, belajar di Goete Institut di Hamburg, saya dipaksa situasi
    > menggunakan bahasa itu dalam menjalankan tugas saya sehari-hari.
    >
    > Melalui pengalaman ini, sayapun bersemangat mempelajari B.Francis secara
    > langsung tanpa pengantara B.Indonesia, disusul dengan B.China di China
    > dan B.Thai di Bangkok

  34. Ane dpt lgi nih, biar mampus tuh si pembohong yang ngaku2 palembang1 ENAK AJA! Ane org Palembang bung! Keroyok wong Plembang gek kau galah baseng2 ngomong!! Buat smwa…baca ya, jgn tertipu sma manusia laknat ini!

    Tahun 1974, GPIB Maranatha Surabaya digegerkan oleh kasus pelecehan agama
    oleh Pendeta Kernas Abubakar Masyhur Yusuf Roni. Dalam ceramahnya, sang
    pendeta itu mengaku ngaku sebagai mantan kiyai, alumnus Universitas Islam
    Bandung dan pernah menjadi juri MTQ Internasional. Dia tafsirkan ayat-ayat
    Al-Qur’an secara sangat ngawur. Kaset rekaman ceramah tersebut kemudian
    diedarkan secara luas kepada umat Islam.

    Yang mana beliau telah berceramah ke gereja-gereja untuk menyebarkan
    permusuhan dengan orang-orang Islam. Akhirnya beliau diajukan ke sidang dan
    dihadang oleh Bey Arifin (almarhum). Yang berhasil menjebloskan Yusuf Roni
    ke dalam Penjara selama 6 tahun dengan tuduhan subversiv.

    Salah satu yang disebarkan Yusuf Roni adalah ayat di dalam al-Qur’an yang
    berbunyi “Iktidal alal Kuffar” yang kemudian diartikan oleh Yusuf Roni
    sebagai: “Sembelih semua leher orang-orang kafir” Nah hal ini kemudian
    diluruskan oleh Bey Arifin yang katanya: “Yusuf Roni mengartikan ayat-ayat
    di dalam al-Qur’an dengan seenaknya sendiri padahal dia tidak menguasai
    bahasa arab, ayat
    tersebut arti atau makna yang sesungguhnya adalah: “Bersikap tegaslah
    terhadap orang-orang kafir”

    Yang kemudian dilakukan test, Yusuf Roni di suruh membaca surat al-Fatihah.
    Tetapi ternyata membaca al-Fatihah saja beliau banyak sekai kesalahannya.
    “Ihdinas Siratal Mustakim” Dibaca beliau dengan salah. Maka kata Bey Arifin:
    “Jika beliau membaca ayat tersebut di depan anak-anak kelas 5 SD Mujahidin
    ini pasti anak-anak tersebut akan mengoreksinya”

    Maka dari itu kebohongan demi kebohongan terungkap dari beliau :
    1. Mengartikan ayat yang tidak benar.
    2. Mengaku Ustadz tetapi tidak fasih membaca ayat-Alqur’an dan
    seterusnya…..

    Setelah diusut tuntas, ternyata pengakuan pendeta itu hanyalah bohong
    belaka, Yusuf Roni teryata tidak bisa baca Al-Qur’an. Dengan kebohongannya
    itu, Pendeta Pembohong Yusuf Roni diganjar penjara 7 tahun di Kalisosok,
    Surabaya.

    MEMBONGKAR KEBOHONGAN MURTADIN PENDETA YUSUF RONI

    Ngakunya dia bernama lengkap Kemas Abubakar Masyhur Jusuf Roni asli
    kelahiran Palembang 6 Desember 1946. Kakeknya bernama kemas a.roni tokoh
    islam terkenal di Palembang silsilah lengkapnya kemas Abubakar Mashur Jusuf
    roni bin Kemas M toha Roni bin Kemas A.Roni bin Kemas Nanang Abdul Halim bin
    Kemas Abang bin kemas Amijoko bin Demang Singojudo Wirokencono bin Daeng
    ario Wongso bin Tumenggung Nogowongso bin pageran Fatahillah dan seterusnya.
    Masa kecilnya
    Jusuf Roni dididik dgn disiplin yg keras di tengah-tengah keluarga islam.
    Maka jadilah dia seorang muslim yg fanatik ketika keluarganya pindah ke
    Bandung dia masuk ke pesantren YPI (yayasan pendidikan Islam) JL. Muhammad
    16 Bandung yg di pimpin oleh KH. Udung Abdurrahman. Ngakunya pula sebelumnya
    menjadi Kristen Jusuf Roni adalah aktifis muslim yg gigih memperjuangkan
    Islam dalam kesempatan apapun termasuk membendung perkembangan agama Kristen
    di Jawa Barat buktinya dulu dia memiliki seabreg jabatan di dunia dakwah
    antara lain :

    1. Ketua umum Serikat Pelajar Muslim Indonesia (SEMPI) kabupaten Bandung
    ketua 1 SEMPI wilayah Jawa Barat, ketua lembaga dakwah SEPMI pusat

    2. Ketua serikat Pendidikan Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) Bandung

    3. Angota Gerakan Ulama Syarikat Islam Indonesia (GUSII) wilayah Jawa Barat

    4. Ketua seksi dakwah dan pers Pemuda Muslim Indonesia wilayah Jawa Barat

    5. Angota dewan pimpinan harian daerah (DPHD) Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar
    Indonesia (KAPPI) konsulat Jawa Barat

    6. Pernah jadi juri MTQ tingkat nasional

    7. Pernah di didik di pesantren sampai aliyah, IKIP dan Universitas Islam
    Indonesia

    8. Pernah menjadi wakil sekertaris jendral organisasi islam sedunia. Namun
    selama beragama islam dia tidak pernah mengalami kepuasan rohani hidupnya
    selalu gelisah tidak tenang dan selalu diliputi oleh tanda Tanya seputar
    kepastian keselamatan. Dalam situasi itulah akhirnya dia terpikat oleh
    doktrin “keselamatan yang pasti” dalam kristus bahwa dosa manusia sudah di
    tebus oleh Yesus yang mati tragis di atas gantungan tiang salib.

    TERNYATA BOHONG SEMUA……….BOHONG BESAR !!!

    Kesaksian yang indah dan memikat itu sempat menggegerkan umat karena di
    tobatkan di gereja-gereja lalu kesaksian tersebut direkam dan diedarkan ke
    kalangan muslim di Kalimantan, Surabaya, Bandung, Jakarta, Malang dan
    beberapa kota besar lainnya. Tetapi ternyata …pendeta Jusuf Roni berbohong
    dalam kesaksiannya. Bohongnya tak tanggung tanggung besar …sekali..!!!

    1. Berdasarkan surat keterangan dari pusat administrasi akademi IKIP bandung
    NO.259 P.T 25R.II 4/0/1979 tertanggal 22 Mei 1979 Jusuf Roni tidak pernah
    tercatat sebagai mahasiswa IKIP Bandung.

    2. Surat rector Universitas Islam Indonesia Nusantara Bandung
    NO.78/R-UIN/D/V91997 tertanggal 2 september 1979 Jusuf Roni pun tidak pernah
    tercatat sebagai mahasiswa UIN Bandung.

    3. Surat kepala kantor direktorat jendral bina tuna warga Bandung no
    P.R.II.LL/D.P/2383/79 tertanggal 22 mei 1979 menyatakan bahwa Jusuf Roni
    sudah pernah meringkuk di penjara Banceuy Bandung dalam kasus tindak pidana.
    Jadi Jusuf Roni adalah seorang recidivist.

    4. Jusuf roni bukan asli Palembang tapi berdarah campuran asing (;China
    Kristen).

    5. Mustahil menjadi juri MTQ ketua lembaga dakwah wakil sekjen organisasi
    Islam sedunia karena Jusuf Roni ternyata tidak bisa baca Alquran tidak tahu
    tata cara dan doa-doa shalat tidak hafal surat alfatihah.

    Maka tidak heran bila akhirnya pada tanggal 19 juli 1979 pengadilan negeri
    Jakarta pusat memutuskan hukuman 6 tahun penjara karena terbukti melakukan
    tindak pidana subversi sebagaimana yg diatus dalam pasal 1(1) ke 1 sub c
    undang undang no. 11/PNPS/1963. Itulah profil Jusuf Roni pendeta recidivist
    yg kini menjadi rector Apostolos

    Bagi yang belum pernah melihat wajah Yusuf Roni pasti akan terkaget-kaget.
    Karena wajahnya “jauh lebih china/lebih totok tionghoa-nya” daripada Mao Tse
    Tung ataupun Deng Xiaoping.

  35. Alhamdulillah banyak gembala yang masuk Islam, kini saatnya mengajak dombanya ke jalan Islam

  36. Udahlah g usah pda ribut. .
    “Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku” (Q.S, Al-Kafirun:6). .

  37. Buat temen2 yang non muslim, memang susah kalau anda belum dapet hidayah…pastinya akan terus menerus mencemooh Islam, yang jelas bagi saya, agama ini adalah hidup dan mati saya, karna di Islam semua hal tentang kehidupan manusia sudah terangkum dengan jelas pada Alqur’an, tinggal bagaimana seorang muslim mau mempelajari dan mengamalkanya di kehidupan sehari2, sekali lagi UNTUKKU AGAMAKU, BAGIMU AGAMAMU….tinggal kita lihat saja nanti di akhirat kelak, siapa yang benar ISLAM KAH..? atau AGAMA LAIN

  38. “ Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.” (QS. Ali Imran : 178)

  39. itulah yang mereka pertontonkan kebohongan untuk mengelabui ummat muslim..itullah yang mereka banggakan budaya sex bebas kawin sejenis peta minuman keras sudah menjadi trade marknya..mereka hanya mampu menipu diri sendiri,kasihan banget ya itu yusuf roni.

  40. mereka sendiri bikin patung jesus,,jesus@tuhan patung dapat dibikin dgn tangan manusia,,,itukah yang mereka sembah@tuhan mereka?

  41. Klw kyk gini gimana bisa maju….????yg di debatkan hal yg gx akan selesai dasar goblok….!!!!

  42. saya sangat bersyukur dilahiran sebagai islam… mudah2an ya allah orang2 non muslim diberikan hidayah dengan mengimani mu allah sebagai tuhannya… jaman sekarang ini serba canggih berbagai macam cara non muslim misinya ga tanggung2, naudzubillah

  43. Assalamualaikum, Wr. Wb. Kebenaran yang hakaiki dari setiap Agama hanya dapat kita lihat dan rasakan kalo kita telah Meninggal. jadi ngak usah meributkan dan memperdebatkan hal yang ngak kan pernah ada ujungnya. Wassalam

    >>> Wa’alaikumussalam. Kalau Anda meninggal ternyata Anda meyakini sesuatu yang salah sewaktu kita hidup di dunia, apakah Anda sanggup menanggung hukumannya? Alloh azza wa jalla berfirman, yang artinya: “Ini (Al Quran) adalah petunjuk. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhannya bagi mereka azab yaitu siksaan yang sangat pedih.” [QS. Al-Jaatsiyah (45): 11]
    Padahal begitu kita meninggal, tidak bisa lagi meralat/memperbaiki kesalahan yang sudah kita perbuat, tidak bisa lagi bertaubat. Nah, mumpung kita masih hidup, carilah kebenaran! Dengan cara apa? Salah satunya, saran dari saya: PELAJARILAH ISLAM!!!… Seharusnya kisah-kisah seperti kisah di atas bisa dijadikan contoh dan diambil pelajaran dalam mencari kebenaran. Wallohu a’lam.

  44. Tuhan tidak pantas untuk di perdebatkan !!!
    60 menit saya baca coment x an, ga ad titik akhirnya !
    terus mencari kbenaran dg ego x an sndiri2 !
    Kalo menurut x an Diantaranya benar, ga perlu d uraikan di media ! cukup x an percaya dan imankan ! ingat guys, umat yg baik itu ialah umat yg tdk menjelek2an agama lain !!!!
    tinggalkan perdebatan agama,,,
    hiduplah saling rukun !
    walaupun x an bahas sampe mati, kristen vs islam itu ga akan pernah bersatu, kecuali nanti ketika kiamat !
    baru bisa yakin agama mana yg benar dan yg salah !
    okay guys ?????
    pengen hidup tentram, damai, sejahtera, dan mendapat kepastian keselamatan ??????
    1 jawabannya, hiduplah dg rukun dan saling menghargai 1 dg yg lain !!!!!!
    ” semoga bermanfaat”
    ^_^

    >>> Hmmm… Yang perlu lebih banyak dilatih pada diri kita adalah berdebat tanpa melibatkan emosi. Tidaklah mustahil kita saling berbeda pendapat tapi tetap menjaga kerukunan. Berdebat kadang diperlukan untuk mencari kebenaran. Kalau ada dua hal yang berbeda atau saling bertolak-belakang, jelas TIDAK MUNGKIN KEDUANYA BENAR! Kemungkinannya adalah SALAH SATU BENAR, atau KEDUANYA SALAH. Nah, jika salah satu pihak yakin bahwa yang dipegangnya adalah sebuah kebenaran, dia harus mampu memberikan argumen, bukan sekedar mengklaim asal-asalan. Perkara orang yang “ngeyel” (bersikukuh) setelah datangnya kebenaran untuknya, itu perkara lain. Dia akan mendapat hukuman tersendiri atas ke-ngeyel-annya. Di dalam Islam, ada anjuran (bahkan ada yang mewajibkan) untuk menyampaikan ajarannya, yang diyakini sebagai kebenaran (dengan dalil/argumen yang saya rasa cukup untuk bisa memastikannya). Islam juga mengajarkan mengenai perdebatan tadi, namun ada aturan-aturan yang ketat. Salah satunya adalah jika berdebat, berdebatlah dengan cara yang baik. Di dalam Al-Quran dikatakan, yang artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan BANTAHLAH MEREKA DENGAN CARA YANG BAIK. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” [QS An-Nahl (16): 125].

  45. allahuakbar…….allahuakbar…..maha besar allah…semoga apa yg kita baca ini mendapat hidaya dari alllah….

  46. allahuakbar…….allahuakbar…..maha besar allah…semoga apa yg kita baca ini mendapat hidaya dari alllah….

  47. liren sek cah, wis wayahe sholat…..

  48. Kalau ada pendeta dia masuk islam itu sudah nyata dia mencari kenikmata dunia dalam agama islam seperti dapat berikan contoh;
    didalam islam ada pelacuran atas nama islam, bisa poligami kawin siri, rumput tetangga bisa disabetnya seperti nabi Muhammad menyabit istri anak angkatnya Zaid dan nikahi anak umur 9 tahun….sesuai sunnah nabi Muhammad. Banyak mereka masuk agama islam karena mereka mengejar kenikmatan syawat….hanya didalam agama islam semuanya bisa terjadi atas nama Allah SWT.

    Kalau kita dengar ada banyak mau memeluk islam…ya itu kenikmatan dunia mereka cari karena didalam islam semua bisa terjadi atas seijin Allah, untuk memenuhi hasrat seksuel mereka…..karena mereka ingin mengikuti sunnah nabi Muhammad.

  49. yesus mah di gantung di tiang ga pake celana, rela tuhan loe digitukan, wakakakakakakakak……..,,

  50. gw seorang muslim,

    hal-hal terjadinya perpindahan agama (yg gw pernah tau):

    islam ke kristen :
    – gak pernah ibadah atau sholat, imannya ga kuat, pergaulan
    – di iming-imingi harta (demi kekayaan)
    – suka ke dugem, yg penting hepi
    – dulu miskin terus jadi kaya, akhirnya lupa ama islam, dan menjadi kristen yg hidupnya glamor
    – punya pasangan hidup kristen, demi pasangan hidupnya, karena di bujuk
    – melihat lingkungan kristen yg mewah, kecipratan mewahnya
    – biar kelihatan hidupnya mewah

    kristen ke islam :
    – karena mimpi soal agama
    – arah dan tujuannya
    – membandingkan yg lebih baik yang mana
    – terharu oleh ke agamaannya
    – mendengarkan cerita dari orang lain
    – mencari tau tentang islam

    pengalaman di sekitar lingkungan :

    islam ke kristen :

    gw punya saudara, sewaktu susah ia solat, dan setelah ibunya punya suami kristen yg banyak uang, dia mau mobil di beliin, rumah baru gede lagi ada kolam renangnya, akhirnya dia lupa sholat lupa ama islam & akhirnya dia jadi kristen deh, suka ke dugem, yah gitu deh hidupnya yg penting seneng.

    cewe gw punya temen, dia sih seorng islam, tapi denger-denger udah jadi kristen karena di biayain kuliah doang.

    kristen ke islam :

    di daerah rumah gw ada cowok tadinya sih kristen, sekarang islam (mualaf), solatnya rajin, gaulnya sama kiayi, musyafir, (gw sampe kalah ibadahnya) salut bro’. dia si orang kaya banyak duit, demi agama yg sekarang dia ga bersama orang tuanya yg banyak duit, skarang dia malah ngontrak ama istrinya, dan pendekatan ama ALLAH SWT.

    kesimpulan :

    – harta itu ga di bawa ke surga
    – seneng di dunia lupa akan tuhan, masuk neraka lah
    – selagi hidup, apakah agama mu itu agamaya bener, pelajari agama yang bener, dari sejarah, dari cerita, dari sikap & perilaku suatu agama.

    gw yakin agama islam yg bener ajarannya.

  51. alhamdulillah atas segala nikmat nya… dan nikmat yang paling besar adlah nikmat islam…
    “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. [Ali Imran ": 19].
    “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. [Ali Imran : 85].

    Ayat ini merupakan dustur (undang-undang dasar) bagi setiap muslim dan merupakan syari’at yang paling agung. Islam adalah agama Allah, agama yang haq, agama yang diterima dan agama penutup. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada Nabi lagi sesudahku”.

    Islam memiliki dua pengertian, yaitu umum dan khusus. Pengertian khusus adalah apabila Islam digunakan secara mutlak atau lepas maka maksudnya adalah agama Nabi Muhammad n . Sedangkan makna umumnya, yaitu agama semua nabi yang mengajarkan tauhid, tunduk patuh hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana firman Allah.

    قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

    Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” [Al An’am : 162-163].

    Pasrah, menyerahkan diri kepada Allah melalui ajaran masing-masing nabi adalah makna Islam secara umum. Sedangkan makna Islam secara khusus, yang karenanya Al Qur’an diturunkan, yaitu tunduk patuh kepada Allah dan taat kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diutus untuk seluruh umat manusia hingga hari kiamat.

    Di dalam Al Qur’an, Al Fatihah, surat terbesar dalam Al Qur’an, yang menjadi rukun shalat, dan tidak sah shalat tanpanya, sebagaimana hadits: “Tidak ada shalat tanpa Fatihah”; surat yang dihapal oleh anak-anak kecil apalagi oleh orang dewasa, di dalamnya Allah berfirman: “Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka”. Jalan yang lurus di sini, ialah agama yang dianut oleh para nabi, para shiddiq, syuhada dan kaum shalih, seperti firman Allah.

    وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

    Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan RasulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. [An Nisa’: 69].

    Telah shahih di dalam As Sunnah, bahwa ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut ayat ini “bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”, Beliau mengatakan, yang dimurkai adalah Yahudi dan yang sesat adalah Nasrani.

    Seandainya ada orang yang merubah-rubah makna Islam dengan mengatakan bahwa Islam bukanlah nama agama yang diterima, tetapi sifat agama, maka ini tertolak dan batil. Yang Pertama, ia tertolak oleh Al Qur’an surat Ali Imran ayat 85:
    « وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ »

    Dalam ayat ini, kata Islam terkait dengan nama dan sebutan, bukan dengan sifat dan sikap. Yang Kedua, hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menafsiri surat Al Fatihah tadi.

    Seandainya kita katakan bahwa setiap agama yang mengajarkan kepasrahan kepada Tuhan adalah diterima, tentu tidak ada bedanya antara agama Islam, Yahudi, Nasraniyah dan agama keberhalaan, sebab para penyembah berhala itupun berniat menyembah Allah. Bukankah mereka mengatakan.

    مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى

    Kami tidak menyembah mereka, melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. [Az Zumar : 3].

    Jadi, mereka mengaku bertaqarrub (mendekatkan) kepada Allah. Tetapi ucapan mereka ini batil dan rusak, kesesatan yang nyata yang sangat jelas di depan mata, dan tidak memerlukan bantahan. Namun demikian kami telah membantahnya.

    Guna menguatkan yang haq dan menumbangkan yang batil, Allah telah berfirman.

    بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ

    Sebenarnya Kami melontarkan yang haq kepada yang batil, lalu yang haq itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagiNya).[Al Anbiya’ : 18].

    Maka berikut ini kami sebutkan satu ayat dan dua hadits.

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

    Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. [Al Baqarah:120].

    Jika Islam hanya diartikan pasrah kepada Tuhan melalui agama apapun, maka apa artinya ayat yang telah membedakan satu agama dari yang lain ini?!

    Adapun haditsnya, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada bayi yang lahir, melainkan dia dilahirkan di atas fitrah (tauhid, Islam). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani atau Majusi”. [HR Bukhari Muslim].

    Dalam hadits lain, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demi Allah, yang jiwa Muhammad ada di tanganNya. Tidak ada seorangpun dari umat ini, baik Yahudi atau Nasrani yang mendengar tentang aku kemudian ia mati dan tidak beriman kepada agama yang aku bawa, melainkan ia menjadi penghuni neraka”. [HR Muslim].

    Lalu bagaimana ucapan mereka yang mengatakan bahwa semua agama sama saja? Bagaimana mereka menyamakan antara yang haq dengan yang batil?

    SUMBER ISLAM BUKAN PRODUK BUDAYA
    Apabila kita telah mengenal Islam, makna, sifat dan hakikatnya, bahwa ia merupakan agama yang diterima oleh Allah dan tidak ada lagi sesudahnya atau bersamanya agama lain yang diterima, maka kita harus mengetahui sumber-sumber agama Islam ini berikut penjelasannya. Sumber agama ini ialah Al Qur’an dan Sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah berfirman.

    إِنَّ هَذَا الْقُرْءَانَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

    Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. [Al Isra’: 9].

    أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْءَانَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

    Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ataukah hati mereka terkunci? [Muhammad : 24].

    Inilah Al Qur’an yang telah dinyatakan oleh Allah.

    لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ

    Yang tidak datang kepadanya (Al Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. [Fushshilat : 42].

    وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْلَمُونَ

    Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. [At Taubah : 6].

    Sungguh kalam (firman Allah) seluruhnya sempurna, tidak ada cela, cacat atau kurang. Kalam Allah adalah sifat Allah. Bila Allah Yang Pemilik sifat adalah Maha sempurna, maka sifatnya adalah sempurna, tidak ada kekurangan sedikitpun di dalamnya.

    Orang-orang yang tidak memahami hakikat Al Qur’an itu, entah karena bodohnya atau sikap sok pintarnya mengatakan bahwa Al Qur’an adalah muntaj tsaqafi (produk budaya). Sungguh, yang muncul dari mulut mereka adalah kebohongan besar. Bagaimana mungkin Al Qur’an disamakan dengan buku-buku lain yang dikarang oleh manusia, sedangkan Allah berfirman.

    أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

    Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui? [Al Mulk : 14].

    Al Qur’an diturunkan Allah melalui Jibril Alaihissallam kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    وَبِالْحَقِّ أَنْزَلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

    Dan Kami turunkan Al Qur’an itu dengan sebenar-benarnya dan Al Qur’an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. [Al Isra’ : 105].

    Bagaimana mungkin Al Qur’an yang sempurna keseluruhannya sejajar dengan produk manusia yang penuh dengan kekurangan? Seandainya ucapan ini keluar dari orang yang telah ditegakkan hujjah atasnya, tentu ia menjadi kafir; akan tetapi kita memakluminya, yang dikarenakan kebodohannya. Kami nasihatkan kepada orang-orang seperti ini agar bertaqwa kepada Allah, ingat kematian, kebangkitan, pertemuannya dengan Allah Penguasa alam semesta, hisab, pahala dan siksa.

    Maka wajib mengimani bahwa Al Qur’an adalah Kalam Allah (bukan makhluk dan bukan produk budaya), tidak mengandung kebatilan dan kekurangan, semuanya merupakan kebaikan, agama dan kebenaran, dan selainnya adalah batil dan rusak. Sehingga, selama-lamanya tidak boleh mengatakan bila Al Qur’an sebagai produk budaya. Ucapan seperti ini sesat menyesatkan.

    Al Qur’an, sebagaimana saya katakan tadi, adalah sempurna keseluruhannya, sebagaimana firman Allah tentang ucapan jin yang mendengarkan Al Qur’an.

    فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْءَانًا عَجَبًا(1)يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا

    Lalu mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Tuhan kami. [Al Jin : 1-2].

    Al Qur’an adalah kitab hidayah, petunjuk kepada jalan yang benar. Semua bagian Al Qur’an menunjukkan kepada jalan yang benar. Anggapan ayat-ayat Makkiyyah bersifat universal, sedangkan ayat-ayat Madaniyyah adalah tipikal dan lokal adalah batil dan rusak. (Mengapa?) Pertama : Karena nash Al Qur’an dalam ayat tadi –misalnya- bersifat umum menyeluruh: “Sesungguhnya Al Qur’an ini menunjukkan kepada jalan yang lurus” mencakup ayat-ayat Makkiyyah dan Madaniyyah. Kedua : Ucapan ini merupakan tafsir yang semena-mena, pendapat belaka, dugaan dan nafsu, tidak ada dasar rasional dan tidak pula dasar syar’i: “Datangkanlah bukti-buktimu jika kamu benar”. Ketiga : seluruh ulama telah bersepakat bahwa pelajaran itu didasarkan pada keumuman lafazh, bukan pada kekhususan sebab.

    Bila ayat itu jelas makna dan petunjuknya, maka ia mencakup semuanya. Sebab nuzulnya ayat tidak membatasi berlakunya ayat, (tetapi memperjelas dan mempertegas makna yang dimaksud oleh ayat). Jadi ucapan mereka ini batil dan rusak, dan dimaksudkan untuk meragukan Al Qur’an dan mengingkarinya.

    AS SUNNAH SEBAGAI SUMBER KEDUA
    Al Qur’an ini adalah firman Allah yang telah menunjukkan agar kita berhujjah dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah berfirman:

    وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

    Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumanNya. [Al Hasyr : 7].

    قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

    Katakanlah: “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul; dan jika kamu
    berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. [An Nur : 54].

    Seandainya yang diterima di sini hanya Al Qur’an, tentu ayat-ayat Al Qur’an ini tidak ada maknanya.

    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang dikatakan oleh Allah sebagai orang yang tidak berbicara kecuali dengan wahyu

    “ وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَ “

    dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya [An Najm : 3]

    (Beliau) bersabda : Ingatlah, sesungguhnya aku diberi Al Qur’an dan yang semisalnya bersamanya. Yang semisal dengan Al Qur’an adalah As Sunnah. Permisalan di sini bukanlah dalam kedudukan dan kesucian. Kalam Allah sesuai dengan kesucian Dzat Allah Subhanahu wa Ta’ala, sedangkan kalam RasulNya sesuai dengan diri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, kesamaannya di sini adalah dalam bidang hukum; hukum-hukum As Sunnah sama dengan hukum-hukum Al Qur’an, karena ia adalah wahyu seperti Al Qur’an.

    Abdullah Ibn Umar Ibn Al Ash Radhiyallahu ‘anhu mengatakan: “Ya, Rasulullah! Engkau berbicara pada waktu ridha dan pada waktu marah. Maka apakah aku menulisnya?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demi Allah, yang jiwaku ada di tanganNya. Tidak ada yang keluar dari lisanku, melainkan kebenaran, maka tulislah!”

    Barangsiapa mencela Sunnah, sebenarnya pukulan itu mengenai Al Qur’an sebelum As Sunnah itu sendiri. Maka hendaklah ia bertaubat, kembali kepada akal sehatnya dan kembali kepada kebenaran. Sebelum datang waktu penyesalan; penyesalan yang tidak lagi berguna dan tidak pula didengar.

    Kondisi mereka benar-benar mengingatkan pada sebuah hadits: “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dari dada para ulama, akan tetapi Allah mencabutnya dengan mencabut nyawa para ulama hingga tidak tersisa satu orang alimpun. Maka manusia mengangkat orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka berfatwa tanpa ilmu (satu riwayat: dengan ra’yu mereka), maka mereka sesat dan menyesatkan”. Ini adalah berkata dusta atas Allah. Satu dosa besar yang terbesar, karena Allah berfirman tentang beberapa dosa besar, dan yang terakhir adalah berkata tentang Allah tanpa ilmu.

    قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

    Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. [Al A’raf : 33].

    SYUBHAT PENOLAK HADITS
    Orang-orang yang mencela hadits, logika mereka sangat rendah dan rapuh. Syubhat-syubhat mereka yang paling penting ada dua macam.

    Syubhat Pertama. Mengandalkan akal untuk membatalkan naql (wahyu Al Qur’an dan Sunnah). Mereka menjadikan akal sebagai asas (pondasi). Hal ini lemah, karena akal itu berbeda-beda; ada akal orang awam, ada akal orang terpelajar, ada akal sarjana, ada akal bukan sarjana, ada akal orang kota, ada akal orang desa, dan seterusnya. Lalu akal siapakah yang harus kita ikuti? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

    يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

    Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. [An Nisa’ : 59].

    Allah mengajarkan, jika akal kalian berselisih dan pemahaman berbeda-beda dan jika terdapat sengketa, maka kembalikanlah kepada Al Qur’an dan As Sunnah. Inilah solusi bagi perselisihan. Bagaimana mungkin mengembalikan perselisihan kepada akal, yang ia menjadi penyebabnya, lalu kita jadikan sebagai hukum atas Al Qur’an dan As Sunnah?!

    Kemudian, akal itu sendiri berkembang, sedangkan agama Islam ini tetap. Karena ia (Islam) menjadi timbangan yang berfungsi untuk memperbaiki keadaan. Dinamika kehidupan dan kemajuan dapat bertemu dengan agama, bukan agama yang harus berjalan di belakang perkembangan jaman. Agama adalah guru dan pengawal bagi kebudayaan. Kebudayaan itu ada yang baik dan ada yang buruk, ada yang bermanfaat dan ada pula yang membayakan, ada yang lurus dan ada pula yang sesat. Untuk memilah-milah ini semua, (maka) harus kembali kepada agama.

    Sebagai ilustrasi bahwa akal itu berkembang, saya sebutkan satu contoh sederhana. Lima tahun yang lalu, tidak lebih dari itu, kalau ada orang yang mengatakan di sakuku ada kitab Shahih Bukhari, ada Tafsir Ibn Katsir dan ada Majmu’ Nawawi. Tentu seorang akan mengatakan: “Kamu sudah gila. Mana mungkin Shahih Bukhari yang 4 jilid, Tafsir Ibn Katsir yang 4 jilid dan Majmu’ Nawawi yang 20 jilid itu masuk dalam saku yang kecil? Sekarang, akal yang sama akan mempercayainya, sebab CD yang beratnya sekitar 5 gram itu dapat memuat kitab-kitab tadi, bahkan lebih. Oleh karena itu, jangkauan akal amat terbatas. Dia tidak akan memahami apa yang belum dijangkaunya.

    Sementara syara’ (Al Qur’an dan Sunnah) adalah sempurna dan terjaga dari kesalahan, berada di atas akal. Dan akal, tidak disebut mukmin sebelum (ia) tunduk patuh kepada ketentuan syara’. Allah berfirman.

    فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

    Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. [An Nisa’: 65].

    Dengan demikian jika akal berseberangan dengan syara’, maka tuduhlah akal, karena akallah yang belum dapat memahami kebenaran wahyu. Kitab Allah adalah wahyu yang sempurna, sementara akal selalu memerlukan bimbingan wahyu untuk menyempurnakan dan menutupi kekurangannya. Menjadikan akal sejajar dengan wahyu atau setingkat di atas wahyu, demikian ini merupakan pemahaman yang batil. Mereka adalah orang-orang yang lancang, angkuh dan sombong. Lalu dengan akal siapakah dan yang manakah kita harus menghukumi dan berhukum?!

    Allah berfirman:

    وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

    Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. [Al Ahzab : 36].

    Anda tidak memiliki pilihan lain di hadapan Kalam Allah Subhanahu wa Ta’ala, kecuali menerima, mengimani, mengikuti, ridha dan istiqamah di atasnya. Inilah sifat orang yang cerdas, bijak, mendapat petunjuk di dunia dan bahagia di akhirat.

    Syubhat logika yang rusak tadi, akal sendiripun memvonisnya sebagai cara berpikir yang tidak logis.

    Syubhat Kedua : Kemudian syubhat kedua sama dengan yang pertama, jauh dari nilai ilmiah, yaitu mencela para rawi hadits. Di antaranya dengan membuat keragu-raguan seputar sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, sahabat yang terbanyak dalam meriwayatkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang melakukan ini, sepertinya tidak mengetahui semua hadits atau sebagian besar hadits. Sebab, sebagian besar hadits itu diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Cukuplah keutamaan Abu Hurairah dalam dua riwayat berikut ini; yang pertama dari Abu Hurairah dan yang kedua tentang Abu Hurairah.

    Riwayat dari Abu Hurairah, dia berkata: “Saya menemani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengisi perut seadanya. Aku tidak menginginkan harta dan dunia. Aku hanya ingin menemani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam”

    Jadi Abu Hurairah meninggalkan dunia seisinya dan mencurahkan seluruh perhatiannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di sinilah letak kekayaan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu.

    Riwayat yang kedua, Abu Hurairah datang kepada Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaporkan perihal hafalannya. Maka Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Angkat pakaianmu”. Abu Hurairah lalu mengangkatnya. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meniup pada pakaiannya. Abu Hurairah lalu berkata: “Semenjak itu, aku tidak pernah lupa satu haditspun yang telah aku hafal dari Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam”

    Begitulah kecintaan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu kepada Rasul dan kecintaan Rasul kepada Abu Hurairah. Kemudian tiba-tiba mereka datang lalu mencela dan mencaci maki Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Sungguh mereka adalah orang-orang yang jauh dari kitab Allah dan Sunnah RasulNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    HARAPAN SYAIKH
    Akhirnya, saya akan menutup (muhadharah ini) dengan dua perkara. Yang satu bersifat umum, (yaitu) berkaitan dengan ceramah kita. Dan yang kedua bersifat khusus, berkaitan dengan Perguruan Tinggi Sunan Ampel.

    Setelah kami menjelaskan hakikat Islam –tidak ada satu agama yang diterima setelahnya dan bersamaan dengannya- setelah kami jelaskan sumber-sumber agama Islam, yaitu kitab Allah yang berisi hukum, hidayah dan syari’at. Kemudian kami jelaskan Sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan wahyu yang sama dengan Al Qur’an, lalu kami jelaskan tentang akal dan kedudukannya yang amat tinggi dalam Islam untuk memahami Al Qur’an dan Sunnah, bukan untuk menghakimi dan menolak Al Qur’an dan Sunnah. Berikutnya menjelaskan tentang Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, kedudukan dan keutamaannya. Dia adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. (maka setelah saya jelasakan hal-hal di atas), saya katakan: “Di antara manhaj ilmi yang benar yang wajib diketahui, bahwa Al Qur’an dan Sunnah harus kita pahami sesuai dengan pemahaman para Salafush Shalih. Secara ringkas saya sebutkan dua dalil berikut ini.

    Allah berfirman.

    وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

    Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. [An Nisa’: 115].

    Ini sebagai isyarat kepada pemahaman lurus yang terdapat pada diri para sahabat Radhiyallahu ‘anhum. Karena itu, wajib memahami Al Qur’an dan Sunnah berdasarkan pemahaman para salafush shalih, dan tidak boleh memahaminya dengan pemahaman yang menyimpang dari pemahaman mereka.

    (Yang) kedua, hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Sebaik-baik generasi manusia adalah generasiku kemudian generasi berikutnya kemudian berikutnya.”

    Tidak mungkin khairiyyah (nilai kebaikan) di sini dikaitkan dengan jaman, tempat, orang atau fisik. Akan tetapi, kebaikan yang dimaksud ialah kebaikan iman, kepatuhan, pemahaman, ilmu dan amal. Dan kebaikan ini terdapat pada tiga kurun yang utama tersebut agar menjadi pelita bagi generasi sesudahnya.

    Terakhir, perkara yang khusus, bahwa saya memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memudahkan adanya muhadharah ini. Namun saya sangat terheran-heran dan tidak habis pikir, Perguruan Tinggi yang dengan bangga menyematkan label Islam di belakangnya ini, yaitu Al Jami’ah Al Islamiyyah (Universitas Islam) bukan Al Jami’ah Al Mukhalifah Lil Islam (Universitas Penolak Islam), tetapi saya menemukan di dalamnya tiga fenomena yang memprihatinkan:

    Pertama. Banyak akhwat, Mahasiswi yang tidak mengenakan pakaian syar’i atau hijab Islami. Hijab yang dimaksud bukan hanya menutup kepala, tetapi menutup seluruh tubuh dan seluruh badan, tidak menampakkan bentuk tubuh dan perhiasan.

    Kedua. Banyak pemuda, Mahasiswa yang duduk-duduk dengan fatayat (mahasiswi). Tidak mungkin pemuda itu ayahnya, saudaranya, atau suaminya. Kalaupun ada, paling satu di antara seratus, sedangkan sisanya apa yang mereka lakukan di Perguruan Tinggi Islam ini?!

    Ketiga. Kita sekarang berada di rumah Allah, berdzikir kepada Allah menuntut ilmu Allah. Saya sendiri datang dari jauh, dari balik Samudra Hindia, sementara saudara-saudara kita dengan santai ada yang duduk-duduk di pinggir jalan, ada yang di atas tangga, ada yang di halaman, ada yang di pojok sana dan pojok sini; mengapa tidak berkumpul di sini, di rumah Allah ini, mendengarkan dan mengikuti majelis ilmu, sesuai dengan do’a: “Ya Rabb, tambahkan ilmu kepadaku”?

    Harapan saya pada Perguruan Tinggi Sunan Ampel ini, semoga pada kunjungan saya yang akan datang, fenomena yang “menakjubkan” ini dapat dihilangkan atau dapat diminimalisir semaksimal mungkin.

    وَالْعَصْرِ(1)إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

    Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. [Al Ashr : 1-3].

    [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun VIII/1426H/2005. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondanrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

  52. ALLAHUAKBAR

  53. baik injil ataupun al-quran sama-sama menyuruh kita taat pada Allah, yang jadi pemikiran Allah itu siapa, Allah hanya nama setiap nama tentu ada wujudnya.
    banyak orang yang mengaku taat kepada Allah, menyembah Allah tapi tidak tahu yang mana Allah itu, untuk apa mendebatkan agama, orang yang mengerti agama tidak mendebatkan masalah agama, orang beragama bukan untuk mencari menang atau kalah dalam perdebatan tapi untuk mencari keselamatan dunia akhirat.
    hanya untuk sebuah pemikiran, Allah itu Maha Kuasa menciptakan 7 lapis langit dan 7 lapis bumi, bayangkan saja 7 lapis langit dan bumi, tapi mengapa untuk urusan tertentu minta bantuan malaikat, kalau masih minta bantuan malaikat itu namanya bukan maha kuasa,
    kepada saudara sekalian, Allah itu satu, tidak ada dua dan tiga, Allah berada dimanapun kita berada, sorga kita yang membuat neraka pun kita yang membuatnya, tinggal saudara memilihnya, jangan pernah mengatakan tempat ibadah adalah rumah allah, sudah jelas Allah berada dimana pun kita berada.

  54. sblmx sy mnta maaf jk ada kt yg mnyinggung.sy ign btanya pd saudara yosep dn lina.prnhkah anda mmbaca kitab injil perjanjian lama yg asli trutama surt barnabs tntang adanya nb akhr zamn yaitu nabi muhammad saw.
    sy jg mau tanya knp kitab prjanjian lama hrs di ganti dgn kitab perjanjian baru.apa alasannya? trs kmna kitab prjanjian lama tsb.knp hrs d rubah keasliannya.apakh krn takt jk org tau kbnrnx yg ada d dlm kitab prjanjian lama?
    sdri lina bkn mslh knp bacaan didlm alquran itu bhsa arab dn knp tdk d rbh dgn bhsa lainya.yg prlu anda ktahui bhwa alquran itu yg mmbawax adalh utsn allah swt yaitu nb muhammad.beliau di lahirkn di mekah otoms bhsx adalh bhs arab.tdk bs d rbh krna itulh keasliannya.
    dan di dlm alquran itu ttp asli dr zamnx nb hingga skrg.tdk ada yg dirubh atau d smbunyikn.di dlm alquran bhsx dr hingga skrg adalh bhs arab. di dlm alquran ada bxk sekali surt dn ayat yg trtera d sn diantaranya surt maryam.lahirnya nb isa.kisah para nabi,nabi yang diuts utk mngajk umatnya di jln allah swt.spt nabi daud dgn dgn kitab jabur,nb musa dgn kitab taurat, nb isa dgn kitab injil,dn smua yg ada di dlm ktiga kitab itu d smpurnakn dgn dtgx nb akhr zamn yaitu nb muhammad saw dgn mmbwa kitab alquran.
    dan msh bxk lg …
    mgkn saat ini cukp sekian.

  55. Saya melihat saat ini Nabi Cabul Muhammad berada di Neraka….konjungo Neraka anda akan melihat tersiksa dalam neraka

  56. Buat Mr nunusaku…komentar anda itu adalah sesuatu fitnah yg luar biasa hanya anda dan Tuhan yg tahu,..mudah2an Tuhan membuka kan pintu Hidayah bagi anda (buat Umat muslim,mari kita Aminin)amiiiiiiiiiin

  57. Sebenarnya saya malas ikut debat kayak gini, tapi saya nderedek juga mendengar komentar temen 2 nasrani tentang nabi muhammad. Setiap kali ada debat begini, kalau temen2 nasrani sudah tersudut pasti larinya ke pribadi mehammad yang katanya maniak seks, suka kawin dan yang kayak gitu. Padahal itu diluar substansi masalah. Dari awal sebenarnya yg didebatkan itu kan soal ketauhidan, kok larinya kemana2. Masalah ibrahim sily itu kan soal ketuhanan, tolong dong kita fokus ke masalah ketuhanan ini saja, sebab ini masalah yang paling krusial dalam agama krisyen.

  58. Saudara2ku yang muslim dan non muslim. Marilah kita tundukkan hati, dan jernihkan jiwa. Al qur an ,injil dan kitab2 lain, adalah alat untuk membuat kedamaian di muka bumi yg diturunkan Tuhan kepada para rasul. kita sebagai manusia yang jauh dari jangkauan rasul, seyogyanya saling kasih sayang sesama manusia. saya sebagai seorang awam menyayangkan sikap saling mengklaim kebenaran masing2. keyakinan, iman adalah hak mutlak tiap individu. silahkan monggo pilih yang tepat di hati anda semua, damai itu indah, Islam, kristen, katholik, hindu , budha, khong hucu adalah saudara kita semua, anak cucu adam,


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: