Oleh: zuhudhi | 8 Februari 2007

Kesalahan dalam Sholat (in Pictures)

Sholat adalah perkara yang pertama dihisab pada hari kiamat. Akan tetapi sangat disayangkan banyak kaum muslimin yang belum memahami tatacara sholat yang sesuai dengan contoh Rosululloh sholallohu alaihi wassalam. Padahal beliau telah bersabda:

Sholatlah kalian sebagaimana (kalian) melihat aku sholat (HR Bukhori, Muslim, Ahmad)

Berikut ini beberapa foto yang menunjukkan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh sebagian kaum muslimin:

Kesalahan dalam penempatan diri di dalam barisan sholat:

tumit02

Kesalahan-kesalahan dalam bersujud:

sujud01 sujud02 sujud03 sujud04 sujud05 sujud06 sujud07 sujud08

Kesalahan di akhir sholat:

usap_muka

Dan berikut ini beberapa hal yang benar, yang kemungkinan sedikit dari kaum muslimin yang mengetahuinya:

tumit01 dalil: hadits02 hadits01

imam_makmum

Adapun mengenai hal-hal yang berhubungan dengan sholat dan tatacara pelaksanaannya, akan dibahas dalam artikel di kesempatan yang lain. Insyaa Alloh.

Sumber: VCD Sifat Sholat Nabi SAW oleh Al Markaz

About these ads

Responses

  1. assalamualaikum..

    fren, gw bisa minta lewat japri gak ???di tempat gw gak kliatan..
    trim ya…

    waálaikumsalam warohmatulloh…
    boleh-boleh aja, segera saya tindak lanjuti.
    tapi kira-kira kenapa kok ga kliatan? untuk bahan evaluasi…

  2. assalamualaikum..
    mau tanya dan mohon maaf,
    apakah selama ini kalau saya sholat seperti gambar diatas sholat saya tidak diterima oleh Alloh…..?
    seingat saya, saya berusaha sholat dengan segenap hati dan pikiran serta perasaan saya untuk berdialog dengan Alloh swt.
    kadang2 saya tak perhatikan bagaimana posisi tangan saya bagaimana posisi siku saya bagaimana posisi telapak tangan saya,
    tapi yg saya tau pasti…..pada saat sujud saya sujud ( tidak berkacak pinggang). pada saat rukuk saya rukuk (tidak jongkok) danseterusnya.
    jadi intinya apakah lebih baik mempersalah salahkan orang sholat dari pada membahas esensi dari pada sholat itu sendiri….?
    terimakasih….mohon maaf.
    wassalamualaikum wr wb.

    Wa’alaikumsalam warohmatulloh

    Bagus sekali pertanyaannya akh ‘abangan’. Baik, saya akan mencoba menjawabnya. Saya akan menjawab pertanyaan yg terakhir terlebih dahulu, yaitu tentang mana yang lebih baik, membahas kesalahan dalam sholat atau membahas esensi sholat. Saya katakan dua-duanya baik. Sebab, kalau kita cermati, dalam bahasan ilmu agama Islam, selain membahas tentang hal-hal yang mesti dilakukan, juga dibahas tentang hal-hal mesti dihindari. Hal ini tentu saja agar umat tidak terjerumus ke dalam kesalahan yang ada. Contohnya, dalam materi akidah, selain membahas mengenai bagaimana kedudukan seorang muslim di hadapan Alloh, yang ini berpengaruh pada akhlak seorang muslim, juga membahas mengenai larangan berbuat syirik (mempersekutukan Alloh dengan selain-Nya), dan bagaimana Islam dengan jelas dan tegas membahas kesalahan yang satu ini. Hal ini dapat memperjelas mana yang hak dan mana yang batil. Nah, di sini tentu saja saya tidak bermaksud mengecilkan arti dari esensi sholat itu sendiri. Mengenai alasan mengapa yang saya tampilkan di situs ini hanya pembahasan kesalahan dalam sholat, itu berkaitan dengan pertimbangan bahwa pembahasan mengenai tata cara sholat yang benar sudah banyak terdapat di mana-mana. Hal ini bisa dibuktikan dengan mencari lewat situs pencari dengan kata-kata yang berkaitan, seperti “sifat sholat Nabi” atau “tata cara Sholat Nabi”. Anda akan langsung disodori puluhan, bahkan mungkin ratusan literatur. Di sini saya hanya mencoba menyusun sesuatu yang “berbeda” dari yang lain. Dan menurut pertimbangan pribadi, pembahasan mengenai kesalahan terhadap suatu masalah biasanya lebih melekat di ingatan kita.
    Kemudian, terkait dengan perlu tidaknya kita memperhatikan gerakan-gerakan sholat, hal ini menyangkut beberapa poin:

    - Dalam agama Islam, kita diwajibkan menuntut ilmu sebelum berkata dan berbuat (berdasarkan hadits shohih riwayat Imam Bukhori). Jadi, dalam hal ini, sebelum kita menjalankan sholat, kita wajib mengilmui terlebih dahulu semua hal yang berkaitan dengan sholat, termasuk di dalamnya adalah rukun, syarat sah, gerakan-gerakan, dsb. Namun, sebagai catatan, di sini saya tidak bermaksud mengatakan bahwa kalau belum mengilmui semuanya, lantas tidak sholat. Bukan begitu. Idealnya sebelum kita berstatus mukallaf (orang yang terkena kewajiban syariat Islam, termasuk sholat), kita telah mengilmui masalah sholat. Namun jika belum, atau baru sebagian saja kita ilmui, sambil mengerjakan sholat, terus-meneruslah menimba ilmu;

    - Gerakan sholat harus sesuai tuntunan Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassallam. Percuma jika kita mengakui bahwa Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassallam adalah panutan dan contoh yang baik, tetapi dalam berperilaku kita tidak mencontoh beliau. Inilah yang disebut ketidak-konsisten-an, lain perkataan dengan perbuatan. Mengenai sholat, dalam sebuah hadits, Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda yang artinya, “Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat” (HR. Bukhori-Muslim). Di sini jelas bahwa gerakan sholat ada patokannya, yaitu gerakan yang dilakukan oleh Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassallam, bukan dibuat-buat masing-masing orang. Akan sangat riskan sekali kelak gerakan sholat akan berbeda sama sekali dengan tuntunan Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassallam, jika setiap muslim mempunyai pendapat yang sama dengan Anda, bahwa dalam sholat kita tidak perlu mempedulikan gerakan-gerakannya. Itu belum lagi jika muncul gerakan-gerakan baru yang tidak ada contohnya dari Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassallam, yang bisa masuk dalam kategori bid’ah, di mana bid’ah ini adalah UUN (ujung-ujungnya neraka);

    - Harus dibedakan antara syarat sah, rukun, dan kesempurnaan sholat. Terkait dengan gerakan sholat, apabila tidak berkaitan dengan rukun sholat, “hanya” akan mempengaruhi kesempurnaan sholat. Sholatnya tetap sah, namun nilainya di hadapan Alloh akan ber-fluktuatif, tergantung dari kesesuaiannya dengan gerakan sholat yang benar. Tentunya Anda tidak mau apabila sholat Anda “cedera”, gara-gara tidak melakukannya sesuai tuntunan Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassallam. Lagipula sholat akan lebih khusyuk apabila kita yakin bahwa gerakan-gerakan sholat kita mempunyai dasar yang benar.

    Nah, saran saya, teruslah belajar ilmu dien (ilmu agama Islam). Ini ada beberapa literatur mengenai tuntunan sholat ala Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassallam:

    - Kitab Tatacara Sholat Nabi oleh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthani, sudah ada terjemahan versi Bahasa Indonesia
    - Kitab Sifat Sholat Nabi oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany.

    Semoga kita senantiasa diberikan kemudahan oleh Alloh dalam menuntut ilmu agama dan menjalankannya.
    Wallohu a’lam bishshowab.

    Zuhudhi

  3. assalamu’alaikum wr wb.
    terimakasih atas pencerahan nya…. saya senang sekali dengan penjelasan bapak zuhudhi yang secara gamblang menjelaskan masalah ini.
    jelas sekali Rosulullah SAW adalah panutan hidup saya, saya mencintai Beliau setelah Alloh SWT.
    saya kurang tahu apakah amalan sholat yg saya lakukan selama ini menjadi percuma atau tidak…(mudah mudahan sih tidak) … yang jelas dengan sholat saya berusaha menjauhi perbuatan keji dan munkar. semoga saya bisa istiqomah menjalankannya.

    tapi saya tidak bermaksud menciptakan sendiri gerakan gerakan baru dalam sholat seperti yang disebutkan bapak zuhudhi.
    dan Astaghfirullaa hal’adziem….
    semoga saja saya tidak termasuk manusia yang munafik meskipun saja tumit saya tidak bersentuhan dengan jamaah disebelah saya…. semoga saja saya tidak menjadi umat yang munafik meskipun setelah sholat saya mengusapkan kedua telapak tangan saya ke muka saya. TT

    sejak jatuhnya kejayaan islam andalusia… buku buku artikel sains, kedokteran dan segala ilmu pengetahuan telah disadur habis habisan dan diakui sebagai karya ciptaan mereka orientalis barat…. maka yang disisakan hanyalah buku buku soal berdoa memohon bersholat tadarus tajwid…. umat Islam sekarang hanya berkutat dalam hal masalah ini saja tiada habisnya, saling tuding menganggap kelompoknya paling benar. menyalahkan kelompok itu. tapi lupa bahwa membaca alqur’an tidak semata mata hanya membaca…. mencari ilmu dari alam juga termasuk membaca qur’an.
    bagaimana sekarang kita telah dibuat tak berdaya. sepertinya kalau saja Rosulullah hidup dijaman ini tentu beliau menangis melihat umatnya.
    wtf….saya sudah membaca kitab yang bapak referensikan dari al-albany….saya punya format pdf yg tersimpan di komputer saya.
    yang berminat bia menghubungi email saya.
    sekali lagi mohon maaf…. saya tetep saja senang mengunjungi situs ini….mungkin saya akan mereferensikan kepada beberapa teman saya. artikel-artikel yang lain sudah saya baca. dan bagus sekali semoga bapak mendapat catatan amal dari usaha ini. saya menunggu artikel selanjutnya.
    sekali lagi mohon maaf jika saya salah berkata kata.
    wassalamu’alaikum wr wb.

    wa’alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh.

    Akh/Saudara Abangan, saya turut merasa senang. Mengenai doa Anda di depan, mudah-mudahan kita semua senantiasa diberi oleh Alloh kekuatan agar istiqomah di jalannya. Mengenai tatacara sholat, saya beri tambahan referensi yang “praktis” dan lengkap. Coba kunjungi situs sholat-kita.cjb.net, seperti yang telah terpampang di menu “Web Links” di tepi sebelah kanan situs ini. Di sana terdapat petunjuk sholat ala Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassalam dari A-Z, disertai dalil-dalil yang insya Alloh shohih. Yang membuat saya tertegun ketika mengunjungi situs tersebut, adalah ketika di bagian Muqodimah-nya terdapat kata-kata nukilan dari Imam Ahmad, yang berkata: “Sesungguhnya kualitas keislaman seseorang adalah tergantung pada kualitas ibadah sholatnya. Kecintaan seseorang kepada Islam juga tergantung pada kecintaan dalam mengerjakan sholat. Oleh karena itu kenalilah dirimu sendiri wahai hamba Allah! Takutlah kamu jika nanti menghadap Allah Azza Wa Jalla tanpa membawa kualitas keislaman yang baik. Sebab kualitas keislaman dalam hal ini ditentukan oleh kualitas ibadah sholatmu.” (Ibn al Qayyim, ash Sholah, hal 42 dan ash Sholah wa hukmu taarikihaa, hal 170-171)
    Alangkah luar biasanya ternyata ibadah sholat itu. Bahkan dapat menetukan kualitas keislaman seseorang!

    Mengenai Andalusia, memang sangat disayangkan hal itu terjadi pada umat Islam. Namun, itu sudah qodarulloh (ketentuan Alloh). Ada cerita yang menarik, berkaitan dengan runtuhnya Islam di Andalusia-Spanyol. Cerita itu bisa Anda baca di sini (atau di sini).

    Terima kasih atas doa, dan pe-referensi-an situs ini kepada teman-teman Anda. Saya juga mohon maaf jika salah berkata-kata. Saya tunggu komentar-komentar Anda berikutnya.

    Salam,

    Zuhudhi

  4. Kesalahan selanjutnya, bahwa fiqih golongan lain “Salah”.. “Fiqih-ku saja yang benar”

    >>> Kalau sudah menyangkut fiqih, tidak ada yang salah asalkan mempunyai dasar/dalil yang kuat. Di sini saya tidak berusaha menyalahkan fiqih siapa pun. Seperti komitmen saya, dalam pembuatan blog ini saya hanya “menyampaikan” atau meneruskan informasi yang saya dapatkan. Kalau Anda mempunyai informasi lain, termasuk barangkali yang sesuai “fiqih” Anda, silakan tunjukkan kepada kami. Terima kasih.

  5. saya orang gemk..mana bisa jari kaki kaki saya rapat ke orang…perut pinggang saya besar…bisa2 orang yg disamping saya jatuh..gimana?

    >>> Saya kira bisa mas Iwan. Saran saya, dicoba dulu semampunya. Kalau perlu minta izin dulu dengan orang sebelahnya. Justru dengan badan gemuk akan bisa memenuhi tempat berdiri dengan “full”, tanpa ada space yang tersisa. Ini malah yang disarankan, sehingga setan tidak bisa masuk di sela-sela jamaah.

  6. Bisa kirim gambar sifat sholat nabi. Terima kash.

    >>> Wah, klo gambar Sifat Sholat Nabi saya tidak bisa membantu, sebab saya tidak mempunyai yang versi digital lengkap. Coba Anda Googling sendiri dengan kata kunci seperti yang Anda maksud. Atau barangkali situs ini bisa membantu Anda dalam “membayangkan” Sifat Sholat Nabi.

  7. Ass. Wr. Wb.
    Untuk sdr. Abangan, klo boleh saya mau minta di kirimin format pdf kitab yang anda punya. Semoga ALLAH SWT membalas budi baik anda.

    email saya : yvan_mel@telkom.net

    >>> Wa’alaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh. Saya harap untuk salam jangan ada lagi penyingkatan… Masak, mendoakan saudara sendiri kok bakhil (pelit)… Baik, menanggapi komentar dari Saudara Erphand, bagi yang ingin menghubungi Sdr. Abangan untuk kepentingan mendapat salinan kitab yang dimaksud, bisa kirim email ke “pistol_gom@yahoo.com” (ini alamat email yang ditulis Sdr. Abangan di komentar-komentarnya). Buat Sdr. Abangan saya harap tidak keberatan alamat emailnya saya tampilkan di sini. Toh, beliau sendiri yang meminta untuk menghubungi….

  8. Assalamu’alaikum
    Terima kasih atas tulisannya,bermanfaat skali..
    ijin mengcopynya ya mas
    Semoga Allah membalasnya..

    >>> wa’alaikum salam warohmatuloh. Silakan saja kalau ingin menyalin, dengan syarat kalau disalin secara utuh, harap mencantumkan alamat situs ini. Terima kasih.

  9. Mas, saya download video sifat sholat Nabi SAW dari Youtube.com, pertanyaannya apakah itu termasuk pembajakan kah ? apakah perbuatan itu haram ??

    Terima kasih banyak

    Wasalamu ‘alaikum

  10. Benar kata pak Zuhudi, sholat yang benar itu tidak mengangkangkan kaki. Dan jika berjamaah kaki tidak perlu dirapatkan. Pada saat kaki kanan naik ke sajadah didahului dengan ucapan basmalah, dan tidak bergeser lagi dari tempatnya kecuali kaki kiri. Seluruh jari-jari tangan dirapatkan, dan jari-jari kaki sujud seluruhnya ketika kita sujud. Telapak tangan menghadap ke kiblat setiap kali takbir pada saat melakukan perubahan gerak. Tangan tidak boleh diseret ketika bangkit dari rukuk, tetapi diangkat, seperti orang mengangkat stempel (jika diseret maka ia akan diseret pada hari kemudian). Siku tidak boleh rapat ke lantai (seperti anjing). Ketika akan berdiri, tangan tidak boleh bertumpu ke lantai, jika ingin bertumpu maka bertumpulah pada kedua paha jika sulit berdiri.

  11. Apa yang dilakukan pak Zuhudi sudah sangat baik. Semuanya benar krn ukuran kebenaran itu didasarkan pada ilmu yg di dpt oleh seseorg. Mengapa harus lebih baik? Karena bukan shalat yang memasukkan seseorang ke dalam surga, melainkan karena Rahmat Allah, dan rahmat itu hanya dapat diperoleh dengan shalat yang benar, dan yang paling benar itu adalah ketika rahmat mulai terasa dingin dalam dada disusul dengan munculnya rasa sedih karena rindu, kemudian tangisan dalam shalatnya, maka benarlah fiqihnya.

  12. Saya tidak akan membenarkan sekte karena nabi tidak mengenal sekte. Saya hanya membenarkan syariat karena itulah dasar agama, saya juga membenarkan tarekat, hakikat, dan ma’rifat karena mereka adalah orang yang mencari kebenaran, sebagaimana sabda Rasulullah, “maka carilah kebenarannya”, dan kebenaran hanya diperoleh melalui ilmu. “perbedaan itu adalah rahmat”, tentu tidak salah, karena dalam tiga bahasa al-Qur’an, satu ayat dapat dimaknai sebagai ilmu alam, sebagai ajaran moral, dan sebagai bimbingan dalam beribadah. Yang salah adalah ketika kita menjadikan al-Qur’an sebagai sesuatu yang musyrik, azimat, dsb.

  13. Jika kebenaran itu hanya satu, untuk apa diciptakan tujuh surga? Untuk apa diciptakan malaikat, jin, dan manusia? Jin dan malaikat adalah ahli ibadah, tetapi mereka memiliki batasan, sebagaimana malaikat tidak mampu menemani Muhammad karena sifatnya hanya mampu menembus sampai langit yang tujuh saja, atau ia akan hancur? Fiqihnya benar jika ilmunya hanya sampai di situ, karena tidak ada ahli yang mengajarkannya, oleh karena itu Allah tidak membebaninya, kecuali, “Sesuai kemampuan hamba-Ku.” Tetapi Allah sangat mencintai hamba-Nya, sehingga selalu menginginkan yang terbaik buat hamba-Nya.

  14. Satu kesalahan kecil saja tidak dapat dipandang remeh. Nabi menggambarkan, bahwa percikan najis saja dapat menjadi masalah besar. Namun demikian, Nabi tidak ingin menakut-nakuti ummatnya dalam perkara yang memberatkan, sehingga beliau tidak menjelaskan hakikatnya. Allah tidak membebani hamba-Nya jika pengetahuan mereka hanya sampai di situ, oleh karenanya Allah memberikan hak istimewa, sebagai hak memberikan syafaat dari Rasul yang dicintai-Nya.

  15. Ilmu yang diberikan-Nya itu hanya sedikit, maka tidak pantas kita mengatakan “fiqih sayalah yang paling benar.” Islam bukanlah agama yang dogmatis, karenanya setiap hamba- hamba Allah dapat melakukan penyelidikan yang merdeka. Sabda Nabi, “Shalat hanya kusariatkan, maka carilah kebenarannya”, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan usahanya, sehingga “Allah mengangkat derajat orang-orang yang berilmu.”

  16. Alqur’an sering menggambarkan tentang orang yang buta hatinya, sehingga orang-orang beriman itu dikelompokkan menjadi munafik, musyrik dan fasik. Orang beriman yang kurang ilmunya ibarat orang buta yang ingin mengetahui bentuk gajah. Semuanya memiliki pendapat yang benar, tetapi bukan yang paling benar. Ada anekdot tentang tiga makmum dalam shalat berjamah. Makmum pertama tiba-tiba berkata dalam shalat,” Imam kita salah membaca surah!”, makmum kedua membentak,”Tidak sah sholat kamu karena berbicara dalam shalat!”, dan makmum terakhir nyelutuk dalam shalat, “Kalau begitu, cuma shalat saya yang paling benar!”.

  17. Ketika saya mengatakan bahwa Nabi yang Ummi bukanlah Nabi yang buta huruf, maka saya ditentang, ketika saya mengatakan hadits-hadits yang menjanjikan pahala-pahala bagi orang yang sholat di masjid hanya untuk orang yang malas di masa Rasulullah, maka saya dihujat. Tidak ada yang mau membahas makna “Ikhlas”, atau “Terangilah rumahmu” dengan bacaan-bacaan sholat, karena yang benar menurut mereka adalah menggantung tulisan ayat-ayat suci di dinding mereka, atau anjuran membaca ayat-ayat suci al-Qur’an. Semuanya tidak salah selama hal itu tidak ada hubungannya dengan bid’ah dan kemusyrikan, tetapi ada baiknya jika kita cari kebenarannya menurut hakikinya.

  18. Kemudian saya tidak berani lagi mengatakan bahwa bid’ah mengusap wajah ketika usai sholat. Kadang-kadang apa yang sudah menjadi tradisi sulit untuk diubah. Perintah sholat berjama’ah di masjid di dalam al-Qur’an hanya hari jumat saja. Shalat wajib di masjid pun baik bagi orang-orang yang berada di luar rumah. Tapi hendaknya kita pahami adab-adabnya. Hendaklah sholat Tahiyyatul masjid sebelum duduk di masjid, kecuali menjelang magrib, atau jika hanya duduk di serambinya; tidak ngobrol dalam masjid, tidak mengeraskan bacaan shalatnya, dsb. yang dapat menggangnggu kekhusyukan ibadah orang lain. Dalam ibadah jum’at bahkan dilaknat orang yang berbicara ketika khotbah dimulai, sekalipun hanya berbisik atau hanya mengeluarkan satu kata.

  19. Shalat Taraweh adalah hal yang tidak lazim di zaman Rasulullah. Rasulullah memang pernah shalat Taraweh di masjid pada bulan Ramadhan, tetapi hanya tiga kali seumur hidupnya. Pada hari yang pertama beliau shalat Taraweh, orang-orang mulai mengetahui, sehingga pada hari yang kedua mereka mulai mengikuti Nabi, lalu berita mulai menyebar sehingga pada hari yang ketiga masjid mulai penuh sesak dengan orang yang ingin shalat teraweh di masjid karena malas melakukan shalat sendiri di rumah. Pada hari yang keempat Nabi tidak muncul karena takut jika shalat Taraweh di masjid dianggap sebagai kewajiban. Kemudian beliau menganjurkan memperbanyak “shalat Lail” (tengah malam) pada bulan Ramadhan di rumah mereka masing-masing.

  20. Niat. Segala perbuatan hendaknya dimulai dengan niat. Dalam ilmu hakiki, niat ada yang dibacakan dan ada yang tidak. Sebenarnya, ketika muncul keinginan di dalam hati, itu sudah merupakan niat, maka ketika langsung dilaksanakan dengan segera maka tidak perlu lagi mengucapkan niatnya, karena hati lebih hakiki dari pada mulut dan ungkapan. “Ketukan pertama adalah dari Allah, ketukan kedua datangnya dari setan”. Ketika muncul ketukan pertama yang mengingatkan kita untuk shalat, dan kita langsung pergi wudlhu lalu sholat, maka tidak perlu lagi berniat. Kecuali jika setelah berwudlhu kita berbicara dengan orang lain atau tidak langsung sholat, maka niat perlu diulang atau diucapkan.

  21. “Ketukan kedua datangnya dari setan.” Ketika bisikan Ilahi muncul sebagai ketukan pertama maka, maka nafsu atau iblis akan menyerang melalui otak dengan akal-akalan. Kata “sebentar, nanti dulu, dsb. ” akan muncul. Pada kondisi ini niat perlu diulang. Ketika Allah bertanya kepada nafsu, “Siapakah Aku?”, nafsu menjawab, “Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau!” sehingga nafsu dimasukkan ke dalam neraka. Tiga kali nafsu ditanya dan nafsu menjawab dengan jawaban yang sama, sehingga tiga kali dimasukkan ke dalam neraka. Pada kali yang keempat nafsu menjawab, “Engkaulah Allah, Tuhan kami!”, kemudian ia dibebaskan.

  22. Ada kesalahan dalam menempatkan “basmalah”. Niat tidak dimulai dengan basmalah, tetapi pekerjaannya yang didahului dengan basmalah. Niat dulu, setelah itu baru kita mengucapkan basmalah ketika hendak mengerjakan wudlhu. Demikian pula ketika hendak sholat, kaki kanan yang lebih dahulu naik ke atas sajadah yang gerakannya disertai basmalah. Dalam kondisi tertentu, misalnya sholat dalam keadaan duduk di atas kendaraan, tidak perlu menggunakan basmalah, kecuali ketika hendak tayammum.

  23. Zikir wajib diamalkan tetapi kadang-kadang kita lupa, dan itu manusiawi, Allah Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Ketika niat dibisikkan ke hati kita, masukkan secepatnya zikir, ucapkan dalam hati, “zatullah sifatullah”. Umumnya ahli hakiki jarang menggunakan niat ketika wudlhu, mereka hanya mengsucikan air wudlhu dengan ilmu yang di dapatkannya [sebentar kita akan bagi ilmunya]. Sebenarnya ini bukan niat dan bukan pula do’a, melainkan ilmu. Hanya, agar tidak membingungkan, kita sebut saja hal ini sebagai “niat”, karena butuh waktu, tempat dan akan keluar jauh jika harus dibahas sekarang. Ilmunya. Di dalam hati, niat ini hendaknya selalu dimulai dengan ucapan, “Subhanakallamma”.

  24. Kadang-kadang, wajar kita mencurigai sesuatu agar kita tidak tergiring pada bid’ah dan kesesatan. Namun orang yang benar- benar beriman pasti diberi signal, firasat, ilham atau ilmu untuk dapat membedakan mana yang benar dan mana yang sesat. “Carilah kebenarannya”, berarti masih samar-samar dalilnya di dalam syariat, tetapi kebenarannya “pasti” ada di dalam al-Qur’an karena al-Qur’an adalah inti dari semua ilmu pengetahuan. Jika anda ragu untuk melangkah ke Hakiki, lebih baik tidak usah mengamalkannya, karena keragu-raguan tidak akan pernah mendatangkan hasil. Kuncinya adalah keteguhan hati, dan ketika anda melangkah ke maqam yang tertinggi maka ujiannya juga besar, tetapi ujiannya terjamin. Ada pun ujian-ujian umumnya berasal dari kelemahan-kelemahan yang ada di dalam diri kita sendiri. Apakah kita benar-benar hamba yang ikhlas atau bukan.

  25. Anda tidak perlu repot-repot bertarekat, yang belum tentu mendatangkan hasil yang anda inginkan, kalau syariat anda lemah, justru sebaliknya, jin yang menipupu yang akan datang menyesatkan anda, karena mungkin anda belum memahami karakter dan kemampuan mereka. Ibaratnya, saya tinggal menyuap anda, selanjutnya bagaimana anda mencernanya. Ketika anda mulai mengamalkan ilmu hakiki, zikir-zikir anda akan bekerja dan mulai mengasah kepekaan perasaan anda. Anda akan tahu di mana anda sedang berada, dan jika tempat itu tidak baik, anda akan menjadi gelisah. Anda akan dapat membedakan seorang penipu dan bukan penipu, dsb. Contoh lainnya, misalnya anda sedang berada di tempat perjudian, tiba-tiba anda akan merasa gelisah. Dan jika anda bertahan di tempat itu, rasa gelisah akan meningkat, dan keringat anda akan mulai bercucuran.

  26. Pertama, mulailah mengenal diri anda, khususnya kelemahan anda. Ketika anda melangkah ke maqam tertinggi, iblis yang datang pun akan berjuang mati-matian merintangi anda. Itu adalah hukum yang sudah ditetapkan. Anda adalah manusia biasa yang disertai dengan unsur nafsu, dan nafsu dapat ditundukkan ke arah yang positif, karena nafsunyalah sehingga Izazil dapat memperoleh gelar al-Muqarrabun, dan karena nafsunya pula yang membuatnya dilaknat. Karena agamanya tidak dibarengi ilmu, maka ia tidak mengenal kelemahan yang ada di dalam dirinya sendiri.

  27. Ibadah yang paling disukai Allah, di luar yang wajib, adalah yang tetap dan berkesinambungan, bukan yang banyak tapi sesaat. Anda dapat memilih di antara salah satunya, misalnya mengamalkan puasa senin-kamis, tahajjud, atau dluha. Masing-masing merupakan pintu kebaikan yang memiliki manfaat yang berbeda-beda. Namun hindarilah keinginan-keinginan ketika anda akan beribadah. Keinginan-keinginan itu adalah nafsu. Allah tidak akan menolak, tapi Dia hanya akan memberikan satu jika kita menyelipkan keinginan. Jika kita ikhlas, maka Allah akan memberikan dengan tidak terbatas. Manusiawi jika keinginan itu ada, Allah Maha Tahu, sehingga Allah tidak perlu digurui dengan ungkapan-ungkapan. Cukup amalkan dan laksanakan, selanjutnya Allah lebih mengetahui apa yang dibutuhkan hamba-Nya.

  28. Kita hanyalah manusia biasa yang bisa saja berhadapan dengan masalah. Jangan putus asa, ungkapkan ketidak berdayaan anda dengan puasa tiga hari berturut-turut, yang diakhiri dengan tahajjud. Setelah tahajjud, duduklah sebentar berzikir, sambil merenungi persoalan anda.

    Allah telah bersumpah dalam tempat-tempat sholat:

    “DEMI WAKTU DLUHA”

    “DAN DEMI MALAM APABILA TELAH SUNYI SENYAP”

    “TUHANMU TIDAK MENINGGALKANMU DAN TIDAK PULA BENCI KEPADAMU”

    “DAN SESUNGGUHNYA, AKHIR [USAHA]MU ITU LEBIH BAIK DARIPADA PERMULAANNYA”

    “DAN TUHAN AKAN MEMBERIKAN KEPADA KAMU PERTOLONGAN LANTAS KAMU MERASA SENANG”

    “DIA MENDAPATI KAMU [LAKSANA] SEORANG [ANAK] YATIM, LALU DIA MELINDUNGIMU”

    “DAN DIDAPATINYA KAMU SEBAGAI ORANG YANG BINGUNG LALU DIA MUNUNJUKKAN KEPADAMU [JALAN KELUAR]”

    “DAN DIDAPATINYA KAMU SEBAGAI SEORANG YANG KEKURANGAN, MAKA DIA MEMBERIMU KECUKUPAN”

    (Q.S AD DHUHA: 1- 8)

  29. “SESUNGGUHNYA USAHA KAMU BERMACAM-MACAM” [Q.S. AL-LAIL: 4]

    Pengamalan ibadah ilmu hakiki, intinya, seluruh amalannya adalah ditauhidkan, atau bahasa awamnya adalah disyirkan atau dirahasiakan dalam hati. Tidak ada suara, kecuali suara hati, atau lebih dalam yaitu rasa dan perasaan. Mulailah akrabkan diri anda dengan zikir, yang lafadznya “Zatullah Sifatullah”. Perhatikan denyutan dari dalam diri anda, dengarkan, seolah-olah suara denyutan itu berzikir, atau ubah bunyinya menjadi zikir. Gunakan rasa dan perasaan, biarkan zikir itu mengasah perasaan anda, rasakan zikir itu dipompakan ke seluruh darah anda, hingga terasa di kulit anda. Tahap pertama memang diupayakan, selanjutnya hanya diingat. Perhalus suara yang keluar, makin lama makin pelan dan halus. Jika anda pernah mendengar musik atau orang yang berbicara, maka pasti masih terngiang di telinga anda, itulah contoh cara mengingat zikir dalam tingkat kehalusan.

  30. Pertahankan zikir. Ada kalanya kita lupa, tapi itu manusiawi. Ingat, jantung akan berdetak selama anda masih hidup, jika anda sudah melatih hati anda dan terbiasa berzikir, maka pada saat anda lupa, maka tubuh akan berzikir dengan sendirinya. Saat anda sadar bahwa anda lupa, kembalikan zikir anda atau ingatlah, kapan dan di mana saja dan dalam keadaan apa pun. Hindari bid’ah dengan wara’. Waspadalah, ia dapat menjatuhkan anda dari maqam anda dalam sekejap mata. Adapun dosa, karena kita tidak luput dari dosa, akan meracuni sedikit tubuh dengan rasa malas. Obatnya adalah puasa.

  31. Dalam ilmu hakiki, buang air besar masuk dalam kategori hadats besar, sehingga diharuskan mandi, kecuali tidak ada air atau sakit, cukup dengan tayammum, begitu pula ketika hendak sholat. Setiap akan membersihkan diri atau mandi, lakukan pengecekan terlebih dahulu dengan jari tengah atau telunjuk tangan kiri. Jika agak sulit, gunakan sedikit sabun untuk memudahkan jari anda masuk. Pada liang terdapat syaraf yang dapat merangsang seluruh kotoran keluar. Jika kita rajin mengamalkannya sebelum mandi, Insyaallah tidak akan merepotkan orang yang memandikan jenazah kita pada saat kita meninggal dunia.

  32. Kita tidak tahu perkara kematian karena itu merupakan urusan Allah. Mungkin lima tahun lagi, mungkin tahun depan, bulan depan, atau mungkin besok, tidak ada yang tahu. Tetapi alangkah baiknya jika kematian itu datang dan kita siap dalam keadaan yang suci bersih, karena yang kita hadapi juga adalah makhluk suci, sehingga bagaimana ia memperlakukan kita, kembali kepada bagaimana kita memperlakukan diri kita. Wudlu adalah cahaya di atas cahaya, karenanya orang-orang yang dapat melihat perkara ghaib enggan melepaskan wudlunya, sekalipun ia akan berangkat tidur. Mereka berwudlhu, bersahadat, lalu takbir, dan tidur laksana orang yang shalat.

  33. Setelah buang air besar hendaknya beristinja sebelum mandi. Istinja juga penting bagi kesehatan, sebab jika anda langsung mandi menyiram kepala maka panas akan naik ke otak. Sebelum mandi dan istinja, sucikan air yang akan digunakan. Jalankan zikir, tatap air, lalu ucapkan dalam hati:

    “Subhanakallahumma,
    Ha…
    Hu…
    Hi…
    Asyhaduanlailahaillallah asyhadu annamuhammadarrasulullah
    Ha…
    Hu…
    Hi…

    Subhanakallahumma,
    Sucikanlah air ini dengan cahaya nurullahi dan cahaya nurummuhammad ke dalam air ini, agar dapat kugunakan untuk mengsucikan diri, sehingga dapat mengsucikan, membersihan, dan menjadi obat bagi diriku karena Allah lillahi ta’ala.”

  34. Ambil air yang telah disucikan dengan menggunakan tangan kanan, disertai ucapan basmalah.

    Siram ibu jari tangan kiri disertai shalawat, lalu tekan ke pusat. Bersihkan pusat sambil ditekan dan diputar, serta disiram.

    Siram jari telunjuk tangan kanan disertai shalawat, lalu gosokkan telunjuk ke selangkangan kaki kanan, sambil disiram.

    Seterusnya, siram jari tengah disertai shalawat, lalu gosokkan ke selangkangan kaki kiri sambil disiram.

    Siram jari manis disertai shalawat lalu gosokkan ke sulbiah, ujung tulang ekor, sambil disiram atau dibersihkan.
    Kemudian siram jari kelingking, lalu bersihkan lubang kemaluan.

    Salawat yang digunakan, ALLAHUMMASALLI ALA MUHAMMAD WA ALA MUHAMMAD. Terakhir, ambil air disertai basmalah, kemudian ucapkan, SUBHANAKALLAHUMMA WAMINALLAH ALLAHU AKBAR. [air jatuh ke atas kepala tepat pada kata, Alahu Akbar]. Lakukan 3X, kemudian mandi seperti biasa.

  35. Sangat baik sekali menjaga wudlhu, sekalipun di luar sholat. Sehabis mandi, ketika akan keluar rumah, dan ketika akan tidur. Jika anda ingin wudlu anda sempurna, sucikan air wudlu anda terlebih dahulu.

    SUBHANAKALLAHUMMA,
    HA…
    HU…
    HI…
    ASYHADUANLAILAHAILLALLAH ASYHADUANNAMUHAMMADARRASULULLAH,
    HA…
    HU…
    HI…

    SUBHANAKALLAHUMMA,
    SUCIKANLAH AIR INI DENGAN CAHAYA NURULLAHI DAN CAHAYA NURUMMUHAMMAD KE DALAM AIR INI, SEHINGGA DAPAT KUGUNAKAN BERWUDLHU, SUCI, BERSAMA ALLAH SUBHANA WATA’ALA, SEHINGGA DAPAT MENGSUCIKAN, MEMBERSIHKAN DAN MENJADI OBAT BAGI DIRIKU, KARENA ALLAH LILLAHI TA’ALA.

    BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.

    Kemudian mulailah berwudlhu, cukup dengan setimba air, dengan mengusap atau membasuh. Usahakan air wudlhu mengenai mata.

  36. TAFAKKUR

    “Tafakkur sesaat kepada Allah lebih baik daripada beribadah selama enam puluh tahun”.

    Lebih baik, maksudnya besar keutamaannya. Ahli-ahli tasawwuf dan orang yang menerima ilmu Hakiki, biasanya melakukan tafakkur ketika akan shalat. Maksud tafakkur adalah merendahkan diri dihadapan Allah, menyarahkan segalanya kepada Allah, karena hanya Allah yang Maha Tahu. Tafakkur dapat menenangkan perasaan yang gelisah, agar dapat shalat dengan khusyuk, tenang, halus, dan tidak tergesa-gesa oleh nafsu.

  37. Dikelilingi oleh pembesar-pembesar malaikat yang bertasbih memuji Allah, ketika Roh masuk ke patung tubuh adam, melalui ubun-ubun, maka terciptalah otaknya, sekitar 400 tahun, roh sampai ke mata, lalu hidung, sehingga ia bersin, maka Allah melalui Jibril, mengajarkannya hamdalah. Baru saja roh sampai ke dadanya, tiba-tiba Adam hendak berdiri, sementara tubuhnya belum sempurna, firman Allah, “Manusia itu bersifat tergesa-gesa”.

  38. Allah suka disembah secara sembunyi- sembunyi, dan Allah menyukai orang yang beribadah secara sembunyi- sembunyi.

    Jalankan zikir anda ketika akan mulai berwudlhu. Setelah wudlhu, tanpa berbicara kepada siapa pun, kecuali hanya memperhatikan zikir-sikir, segera menuju ke sajadah. Berdiri tegak, ucapkan dalam hati salam biasa,

    ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

    Kemudian pandang bahu kanan, ucapkan salam kepada Rasulullah di dalam hati,

    ASSALAMU’ALAIKUM YA NABI, YA RASUL ALLAHU AKBAR.

    Kemudian pandangan dipalingkan ke arah bahu kiri, ucapka salam malaikat,

    SALAMUNALAIKUM BIMASABARTUM.

    Langkahkan kaki kanan naik ke atas sajadah diiringi ucapan basmalah dalam hati. Kaki kanan tetap pada posisinya dan tidak bergerak kemana-mana lagi, hanya kaki kiri yang boleh bergerak. Kemudian duduk untuk tafakkur.

  39. Duduklah senyaman mungkin, pertemukan kedua telapak tangan, saling genggam, rilekskan tubuh anda. Tenang…, kosongkan pikiran dari hal-hal duniawi, singkirkan dosa-dosa anda, hadirkan kerinduan, kecintaan, dan ketidak berdayaan. Masukkan zikir-zikir ke dalam hati anda. Bagi yang masih betah di syariat, ucapkan zikir apa saja yang anda ketahui, hanya dalam hati. Untuk yang berminat naik ke tingkat hakiki, ucapkan dalam hati,

    SUBHANAKALLAHUMMA,
    HA…
    HU…
    HI…
    ASYHADUANLAILAHAILLALLAH ASYHADUANNAMUHAMMADARRASULULLAH,
    HA…
    HU…
    HI…

    SUBHANAKALLAHUMMA,
    KASIHANILAH NABI-MU MUHAMMAD S.A.W.
    RAHMATILAH, BERKATILAH, DAN AMPUNILAH DIA KARENA ALLAH LILLAHI TA’ALA.

    [konon, ketika kita ucapkan bacaan ini, Nabi akan berseru dari tempatnya saat ini, "ummatku..., ummatku..., umatku...!"]

  40. Kemudian lanjutkan,

    “SUBHANAKALAHUMMA,
    HA…
    HU…
    HI…
    ASYHADUANLAILAHAILLALLAH ASYHADUANNAMUHAMMADARRASULULLAH,
    HA…
    HU…
    HI…

    SUBHANAKALLAHUMMA,
    KUSERAHKAN EMPAT ZIKIR MILIKMU, KARENA SEMUA YANG ADA PADA KAMI ADALAH MILIKMU,

    HUWALLAHU AHAD ZATULLAH SIFATULLAH [Rasakan ia masuk melalui denyutan di ubun-ubun, turun ke hati. Jumlahnya tidak ditentukan]

    LAILAHAILLALLAHU YAHU AHAD ZATULLAH SIFATULLAH [Rasakan ia berdenyut dari sulbiah menuju ke hati],

    AHU AHAD ZATULLAH SIFATULLAH [rasakan ia masuk melalui denyutan di antara kedua alis, dan rasakan ia masuk ke hati]

    ALLAHU AHAD ZATULLAH SIFATULLAH [rasakan zikir ini berdenyut, dari bawah pusat menuju ke hati]

    Saya tidak menentukan jumlahnya, seikhlas dan sekemampuan anda saja. Kemudian berdiri untuk melaksanakan sholat.

  41. Kemudian lanjutkan,

    “SUBHANAKALAHUMMA,
    HA…
    HU…
    HI…
    ASYHADUANLAILAHAILLALLAH ASYHADUANNAMUHAMMADARRASULULLAH,
    HA…
    HU…
    HI…

    SUBHANAKALLAHUMMA,
    KUSERAHKAN EMPAT ZIKIR MILIKMU, KARENA SEMUA YANG ADA PADA KAMI ADALAH MILIKMU,

    HUWALLAHU AHAD ZATULLAH SIFATULLAH [Rasakan ia masuk melalui denyutan di ubun-ubun, turun ke hati. Jumlahnya tidak ditentukan]

    LAILAHAILLALLAHU YAHU AHAD ZATULLAH SIFATULLAH [Rasakan ia berdenyut dari sulbiah menuju ke hati],

    AHU AHAD ZATULLAH SIFATULLAH [rasakan ia masuk melalui denyutan di antara kedua alis, dan rasakan ia masuk ke hati]

    ALLAHU AHAD ZATULLAH SIFATULLAH [rasakan zikir ini berdenyut, dari bawah pusat menuju ke hati]

    Saya tidak menentukan jumlahnya, seikhlas dan sekemampuan anda. Kemudian berdiri untuk melaksanakan sholat.

  42. Mengapung ketika takbir, maksudnya bukan menahan nafas. Benar tidak bernafas, tapi bukan menahan. Coba tariklah nafas anda dalam-dalam, kemudian lepaskan. Pada saat kosong tidak bernafas itulah yang disebut mengapung.

    “Subhanakallahumma, saya berniat memasuki sholat…, makmum karena Allah lillahi ta’ala”

    “Allahu Akbar”

    Tangan bergerak naik bersamaan takbir, jangan sampai putus dan berakhir bersamaan ketika tangan mendarat di antara pusat dan dada.

    Telapak tangan kiri mendarat bersamaan kata “Hu”, menyusul telapak tangan kanan mendarat di atas pundak telapak tangan kiri bersamaan kata “Bar”. Tidak ada yang saling mendahului. Do’a Iftitah,

    SUBHANAKALLAHUMMA WABIHAMDIKA WATABARAKASMUKA WATAALA JADDUKA WALAILAHA ILLA GAIRUKA.

  43. Turunkan pikiran ke dada, ikat pikiran dengan zikir, dan biarkan hati membaca bacaan sholat.

    Rapatkan hati dan pikiran menjadi satu agar setan tak mudah masuk. Jika pikiran tidak dipusatkan pada zikir, ia akan menerawang kemana-mana.

    Jari-jari tangan dirapatkan. Ketika sujud, jari-jari kaki disujudkan pula, dilipat ke dalam.

    Setelah selesai salam, jangan ubah posisi duduk. Rapatkan kembali kedua telapak tangan, saling genggam ucapkan dalam hati,

    SUBHANAKALLAHUMMA,
    Ha…
    Hu…
    Hi…
    Asyhaduanlailahaillallah asyhaduannamuhammadarrasulullah
    Ha…
    Hu…
    Hi…
    Subhanakallahumma, kasihanilah nabimu Muhammad S.A.W., rahmatilah, berkatilah, dan ampunilah dia karena Allah lillahi ta’ala.

    Ucapkan salam biasa ke depan, salam nabi di kanan, salam malaikat di kiri.

  44. ADAB JUM’AT HAKIKI

    Mandi, memotong kuku, berwudlhu [dan tidak berbicara lagi hingga usai jumatan], sunnat berpakaian putih yang bersih, Tahiyatul masjid, duduk berzikir dlm hati, mendengarkan khotbah sambil berzikir dlm hati agar dpt memahami makna khotbah, sholat jumat, pulangnya sunnat melalui jalan berbeda, setibanya di rumah langsung sholat sunnat dua rakaat.

    Hal-hal di atas tidak seluruhnya menjadi kewajiban jika situasi tidak mendukung. Sama saja dengan kita shalat di atas kendaraan, kita tidak dituntut harus begini dan begitu jika kondisi tidak memungkinkan. Yang bahaya adalah ketika kita dengan sengaja meninggalkan shalat jum’at.

  45. Cara tidur yang baik menurut ahli hakiki adalah berwudlu terlebih dahulu, kemudian duduk di atas tempat yang akan ditiduri, syahadat di dalam hati:

    ASYHADUANLAHAILLALLAH ASYHADUANNAMUHAMMADARRASULULLAH

    Kemudian baring biasa, angkat takbir seperti hendak shalat. Posisi kedua tangan seperti orang shalat. Teruslah berzikir hingga anda tertidur. Tidak apa-apa anda membayangkan kisah-kisah perjuangan para nabi, dsb. Anda dapat menggunakan zikir rahasia, zikir roh, atau zikir pengiring ‘zatullah sifatullah’ saja.

    Disaat bangun, duduk sebentar, bacalah shalawat,

    ALLAHUMMASSALLI ALA MUHAMMAD WA ALA MUHAMMAD

    Usap seluruh tubuh anda, tidak perlu ada tiupan. Kemudian turun ke lantai dengan kaki kanan disertai ucapan basmalah dalam hati.

  46. Dalam hadits Qudsy dikatakan, “Jika ia berjalan sambil berzikir, maka ia berjalan bersama-Ku”

    Dalam Hadits Qudsy yang lain, Allah juga menyatakan, “Aku segan dengan orang-orang yang wara’”

    Begitu besar cinta Allah kepada hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya kebaikan apa pun yang dikerjakan manusia akan kembali pada diri mereka, demikian pula sebaliknya.

    Bencana-bencana yang terjadi adalah akibat perbuatan manusia juga. Tatkala bid’ah dan kemusyrikan merajalela ditengah-tengah kaum beriman, mereka diperingatkan bahwa tidak ada penolong lain selain dari Dia, dan bahwa kerusakan agama akan merusak dan merugikan manusia itu sendiri.

    Allah hanya ingin mengangkat manusia kepada kemuliaan, jika perlu lebih mulia dari malaikat-malaikat-Nya.

    Allah tidak menghukum, hanya memperingatkan. Adakah yang menyadari sebuah bencana peringatan sehingga mengoreksi diri, ataukah semakin bertambah kemusyrikannya?

  47. Tampaknya Anda sudah “mulai berani” menunjukkan jati diri Anda dengan tulisan-tulisan Anda, Saudara Capunk. Padahal dari awal Anda terkesan “misterius”, apalagi dengan ID Capunk, yang tidak disertai keterangan diri apapun. Sebenarnya kalau Anda mau membuat situs tersendiri, dari komentar-komentar Anda di situs saya ini sudah bisa dibuat puluhan halaman.

    Sebenarnya cukup menarik hal-hal yang Anda sampaikan. Hanya saja, Ada beberapa hal yang mengganggu saya. Saya akan memberi beberapa tanggapan dan kritikan. Pertama, beberapa tulisan Anda memuat hadits dan hadits Qudsi, namun di sana tidak diberi keterangan mengenai siapa perowi (periwayat) hadits tersebut atau derajat haditsnya (apakah shohih, dhoif, hasan, atau seperti apa). Ini sangat penting, sebab di kalangan umat beredar juga “hadits-hadits” yang diaku-aku datangnya dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wassallam, padahal oleh ulama terpercaya, hadits tersebut tidak diakui keshohihannya, bahkan ada yang termasuk hadits palsu, yang tentu saja hadits seperti ini tidak boleh diterima apalagi diamalkan.

    Kemudian, beberapa tulisan Anda menggunakan kata “konon“, padahal Anda sedang menjelaskan masalah ibadah. Bagaimana sebuah “konon” bisa dipakai untuk menguatkan kebenaran?? Apalagi ini menyangkut sebuah ibadah. Padahal Anda (menurut tulisan Anda sendiri) melarang adanya bid’ah dalam agama. Memang benar sebuah bid’ah (hal yang baru, menyangkut ibadah) terlarang dalam Islam.

    Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata: Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda: “Barangsiapa yang mengamalkan satu amalan yang dibuat-buat dalam ajaran kami (agama) padahal amalan itu bukan berasal dari agama ini, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Bukhori – Muslim)

    Hadits dari Jabir bin Abdulloh Rodhiyallohu ‘anhu bahwasanya Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam sering mengatakan dalam khutbahnya:
    “Amma ba’ad. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah firman Alloh dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shollallohu ‘alaihi wassallam dan seburuk-buruk perkara adalah yang dibuat-buat dan setiap bid’ah itu sesat.” (HR. Muslim, no.867)

    Jika memang yang Anda tuliskan memang berasal dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wassallam, maka tunjukkanlah.

    Baik, saya tunggu klarifikasi dari Anda. Terima kasih.

  48. Bismillahirrahmanirrahim.

    Terimakasih. Adalah tindakan terpuji jika dalam hal ibadah kita penuh kehati-hatian.

    Kadang banyak hal-hal yang tidak semuanya dapat saya ungkapkan di sini karena sifatnya tidaklah umum dipahami orang, dan yang saya takutkan jika mendatangkan fitnah bagi ilmu-ilmu hakiki, seperti tasawwuf. Adakah yang berani mengada-adakan sesuatu tentang ilmu Allah? Berbuat satu dosa saja akan membuat kita gelisah seumur hidup, apalagi mengada-adakan sesuatu yang berhubungan dengan ibadah.

  49. Satu-satunya ulama yang kami kagumi pada masa ini hanyalah Ustadz Abu Sangkan. Sebenarnya ilmu hakiki tidak bersifat umum, dan oleh sang guru, saya dilarang keras mengajarkannya kepada siapa pun karena takut menimbulkan fitnah. Mungkin saya telah melanggar, namun saya hanya pernah mendengar Hadits Rasulullah, “Ajarkanlah walau hanya satu ayat”. Dan jika anda ragu, abaikan saja. Jika ingin menghujat, hujatlah diri saya, jangan ilmunya. Mohon di hapus tulisan-tulisan yang membuat bapak tidak berkenan, karena apa yang saya bagikan hanya saya tuliskan di sini.

    Wassalam wr. Wb.

  50. Mengapa saya tidak menulis yang meriwayatkannya? Ketika sang guru mengajak kami tafakkur berzikir dalam hati, kemudian muncul rahmat yang menyerupai kabut tebal yang dingin, kemudian muncul suara, “Aku ada sebelum dunia ini ada, dan aku hanya mendatangi orang-orang yang takarrua”, haruskah saya menulis perawinya sementara suara itu kami dengar sendiri? Saya bukanlah ahli agama, saya sangat jarang mencatat, apa yang saya baca atau dengar cuma terngiang di kepala saya, karena saya yang belajar hanya dituntut mengamalkan, dan tidak pernah dituntut menjadi penceramah.

  51. Awalnya saya hanyalah orang yang rusak, yang tiba-tiba muncul dalam sebuah majlis zikir karena diajak sahabat. Namun dosa-dosa yang ada dalam diri saya membuat saya tidak dapat duduk tenang dalam majlis itu, apalagi ketika saya mulai mengamalkan zikir tubuh dalam hati, yang muncul hanyalah tangisan, dan kadang-kadang tubuh saya terguncang, bahkan terlempar dan membentur dinding [anehnya karena kepala saya tidak terasa sakit sekalipun terbentur dinding]. Akhirnya saya bertobat.

  52. Kemudian minuman keras dan drug saya hentikan. Pada pagi hari, dipertengahan tahun 2002, semua benda-benda bertuah dan azimat-azimat dari paranormal dan kyai saya kumpulkan jadi satu, lalu saya bakar di halaman rumah saya, kemudian melakukan shalat taubat. Malam hari, sekitar pukul 23.30, sepulang kerja, saya mandi, mematikan lampu kamar, lalu shalat Isya dengan menggunakan shalat hakiki. Pada saat itulah muncul cahaya berputar-putar di atas sajadah tempat sujud saya. Saya sempat takut, namun saya tahan. Usai shalat, saya nyalakan semua lampu dalam rumah, kemudian tidur di sofa ruang tamu, saya tidak berani tidur di kamar. Akhirnya saya akui, inilah ajaran yang benar.

  53. Saya juga pernah berkenalan dengan Akbar Muis Haris. Dia selalu memakai sorban. Konon di pernah pingsan, dan ketika sadar tiba-tiba ia mampu menghafal al-Qur’an. Tapi guru hakiki saya mengingatkan saya agar tidak terlalu akrab dengan Akbar, sebab yang membimbingnya adalah jin. Namun saya setengah yakin dengan ucapan guru saya sehingga saya tetap akrab dengan Akbar.

  54. Suatu hari saya mengajak Akbar ke rumah saya, tetapi rumah terkunci. Orang tua saya sedang ke Makasar, dan adik saya, Nadya, sedang ke sekolah, dan kunci dibawanya. Tiba-tiba Akbar menawarkan pertolongan dan saya iyakan. Kemudian Akbar seberti menarik sesuatu dari kerongkongannya, ajaib, kunci rumah saya keluar dari mulutnya. Saya semakin yakin dengan Akbar dan mulai jarang menghadiri majlis zikir kami.

  55. Akbar sering mengeluarkan benda-benda aneh dari mulutnya, seperti batu-batu dan permata. Kadang-kadang ia tidur dengan menyilangkan kaki, lalu kedua telunjuk dan ibu jarinya membentuk segi tiga dan diletakkan di dadanya, dan arwah-arwah [mungkin juga jin] yang mengaku sebagai tokoh-tokoh terkenal masuk ke tubuhnya satu persatu dan berkomunikasi dengan kami. Tetapi Allah tampaknya ingin menunjukkan kepada saya siapa Akbar yang sebenarnya. Suatu malam Akbar tidur di kamar saya, tetapi saya sholat Isya dahulu lalu menyusul tidur di dekatnya. Dalam keadaan saya tertidur, tetapi juga sadar [karena saya dapat melihat dengan jelas], seekor ular besar hitam masuk ke bawah bantal, tepat di bawah kepala Akbar. Saya merinding dan mulai merenungi ucapan guru hakiki saya.

  56. Akbar sempat memasukkan sesuatu ke tubuh saya, lalu mengambil golok untuk mengetesnya. Karena takut dengan benda tajam, saya lari, tetapi Akbar mengejar saya dan menghantamkan goloknya berkali-kali ke punggung saya. Tidak ada luka, hanya seperti goresan. Mengetahui hal ini membuat marah guru hakiki saya, sehingga saya dimandinya. Setelah dimandikan, malamnya saya bermimpi, dari ujung jari-jari tangan saya keluar binatang-binatang menjijikkan [tampaknya menandakan bahwa ilmu yang dimasukkan Akbar yang keluar], seperti tikus, kecoa, dsb.

  57. Saya bukanlah ahli agama, bukan ustadz, dan tidak pernah duduk di sekolah agama. Bahkan dulunya saya hanyalah seorang pendosa, karena berbagai maksiat telah pernah saya kerjakan. Mungkin hanya satu kebaikan yang ada dalam diri saya, karena saya mudah iba dan kasihan melihat orang yang kesusahan, orang yang sangat tua, dan mudah memberikan apa saja yang saya miliki. Dulu sebelum ikut pengkajian hakiki, shalat saya hanya shalat magrib. Entah mengapa, adzan maghrib sangat syahdu sehingga gelisah jika meninggalkannya. Dengan latar belakan yang seperti ini, memang saya tidak layak untuk didengar, apalagi saya bukan ustadz yang memahami ilmu agama, tidak hafal banyak al-Qur’an maupun hadits.

  58. Saya tidak ingin dikenal, dan saya tidak menginginka materi atau apa pun dari apa yang saya lakukan, kecuali ikhlas, agar sholat benar-benar dapat merubah kita, agar shalat benar-benar dapat mencegah korupsi, mencegah bid’ah, kemusyrikan, dan bencana alam. Dengan syariat yang dipahami, dengan ilmu yang dimiliki, sama-sama kita mengubah kondisi ummat, mempersatukan, tanpa ada kelompok ini dan itu. Jika Allah membing saya dan beberapa orang lainnya dengan ilmu-Nya, mungkin karena dosa saya sudah sangat banyak. Sementara ustadz dan lain-lainnya tidak berdosa, kalaupun ada, mungkin hanya sedikit, sehingga tidak diberikan ilmu ini. Wallahualam.

  59. Ratusan ayat-ayat suci dan puluhan hadits Nabi dibacakan dan dikaji di majlis yang hanya berjumlah belasan orang, dan beberapa hadits-hadits Qudsy yang pernah dibacakan kepada ummat-ummat terdahulu diperdengarkan kembali secara ghaib, namun tidak satu pun yg saya catat, mengingat kami hanya dibimbing dan dituntut mengamalkan, dan dilarang mengajarkan atau menyebarkannya. Tanpa pertimbangan, saya telah melakukan pelanggaran. Jika ilmu ini dapat mencegah kemungkaran, malapetaka, dan bencana alam, mengapa hanya saya yang boleh mempelajarinya? Guru saya hanya takut jika ajaran ini dihujat, dan hal ini sudah pernah terjadi, karena ustadz-ustadz di daerah kami yang mempertahankan bid’ah ritual barzanji dalam acara pernikahan, khitanan, kematian, dsb., mereka tersinggung dan melaporkan kami ke polisi. Apa yang terjadi? Angin kencang yang menumbangkan pohon-pohon, reda dengan redanya murka sang guru. Sejak saat itu, kami dilarang keras menyebarkan ilmu ini.

  60. Saudara Capunk menulis:

    Ketika sang guru mengajak kami tafakkur berzikir dalam hati, kemudian muncul rahmat yang menyerupai kabut tebal yang dingin, kemudian muncul suara, “Aku ada sebelum dunia ini ada, dan aku hanya mendatangi orang-orang yang takarrua”, haruskah saya menulis perawinya sementara suara itu kami dengar sendiri?

    Bagaimana Anda bisa yakin kalau suara yang muncul tersebut bukan suara jin dan sebangsanya yang mengaku sebagai Nabi??

    Memang dari cerita-cerita Anda, pengalaman spiritual Anda luar biasa. Jarang ada orang yang mempunyai pengalaman seperti Anda. Termasuk pertemuan Anda dengan seseorang yang bernama Akbar Muis Haris. Kemudian Anda menyadari bahwa ada kesalahan pada ilmu Mas Akbar tersebut. Biasanya orang-orang yang menggunakan ilmu seperti itu juga mempunyai ilmu kebal terhadap senjata. Jelas jin berperan di sini! Manusia normal tidak akan pernah bisa mempunyai kemampuan seperti itu. Bahkan sekelas Nabi pun! Rosululloh shollallohu ‘alaihi wassallam, ketika di Perang Uhud beliau terluka.

    Bukhori, Muslim dan Tirmidzi meriwayatkan dari Anas bin Malik, “Ketika muka Nabi terluka pada peperangan Uhud sampai pecah tulang rahang dan mukanya, beliau sambil mengusap darah dari mukanya berkata, “Bagaimanakah suatu kaum akan selamat setelah melukai dan memecahkan tulang rahang Nabinya?” Kemudian waktu Nabi mendoakan mereka Alloh menurunkan ayat: “Urusan itu bukan urusanmu sedikit pun.”

    Saudara Capunk menulis:

    Kadang banyak hal-hal yang tidak semuanya dapat saya ungkapkan di sini karena sifatnya tidaklah umum dipahami orang, dan yang saya takutkan jika mendatangkan fitnah bagi ilmu-ilmu hakiki, seperti tasawwuf

    Memang yang Anda sampaikan di sini benar-benar tidak umum! Tetapi bukan itu yang menjadi masalah. Permasalahan agama bukan dilihat umum atau tidaknya suatu perkara di masyarakat, tetapi lebih kepada teladan/ajaran Rosululloh Muhammad shollallohu ‘alaihi wassallam. Jika suatu perkara memang diajarkan oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wassallam, maka dikerjakan, jika tidak diajarkan maka dijauhi. Sebab agama Islam telah sempurna, tidak ada penambahan, apalagi pengurangan.

    Imam Malik rohimahulloh berkata :

    Barangsiapa yang mengada-adakan dalam Islam sesuatu kebid’ahan (hal baru dalam agama, zuh) dan menganggapnya baik berarti ia telah menuduh Rosululloh telah berkhianat dalam menyampaikan risalah. Karena Alloh telah berfirman : “Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian.[QS. Al-Maidah: 3]” Maka apa yang waktu itu (pada masa Rosululloh dan para shahabat beliau) bukan bagian dari agama, (maka) pada hari ini pun bukan bagian dari agama.” (Lihat Al I’tisham oleh Imam Syathibi halaman 37)

    Kemudian dari Anda muncul istilah ustadz hakiki, ilmu hakiki, dsb. Istilah-istilah tersebut memang ada di ajaran tasawwuf, atau disebut juga aliran sufi. Aliran ini telah difatwa sesat oleh ulama-ulama terpercaya. Salah satunya adalah fatwa yang dikeluarkan oleh Lajnah Daimah Saudi Arabia. Untuk lebih tahu apa dan bagaimana Sufi itu, silakan download artikel mengenai Hakikat Sufi di sini. Atau silakan membaca mengenai pembahasan Sufi dan kesesatan ajarannya di sini, atau di sini. Artikel-artikel tersebut akan dapat menjawab pertanyaan: “Apakah ilmu Tasawwuf/Sufi bagian dari Islam?” Silakan Anda membacanya dengan seksama, insya Alloh Anda akan menemukan kebenaran di sana.

    Wallohu a’lam bishshowab.

    NB: Saya tidak akan menghapus komentar siapa pun, selama masih dalam batas-batas komentar yang wajar ( tetapi wajar menurut saya, :) )

  61. asslkum.wr.wb
    apakah wajib hukumnya dalam sholat menempelkan kaki dg kaki makmum sebelahnya,bukankah yang berdasarkan hadis rosul itu merapatkan shofnya menempelkan pundak.apakah antum sudah merasa pasti sholatnya di terima oleh alloh.bagaimana antum melihat solatnya nabi,lewat jalur mana,ulama mana yang antum ikuti.jangan suka menyalahkan cara solat orang lain belum tentu solat antum itu yang benar.pelajari aja kitab tauhid karena nanti di alam barzah yang akan di tanyakan malaikat munkar wa nakir yang pertama itu bukan masalah muamalah,akan tetapi masalah ketuhanan baru kenabian baru muamalah. trimakasih dari wong deso

  62. assalamu ‘alaikum wr.wb
    alafu ustadz capunnk,antum kebanyakan tidur sehingga mimpi yang aneh2 dan kebanyakan mengkhayal.ana ingin nanyaapakah setelah surat al maidah ayat 3 turun itu sudah tidak ada surat lagi yang di wahyukan alloh swt kpd nabi, antum banyak2lah belajar aqoid 50, wajib mustahil,jaiz bagi alloh dan rosululloh insya alloh antum nanti akan ma’ghul tentang makrifat billah wamakrifaturrosul. tafakaru fii kholqillah wala tafakaruu fii dzatillah. ini perintah syar’i wajib benar. awwalu wajibin ‘alal insaani makrifatul illahi bistiqon

  63. Hey there I’m Michael and I’ve been reading the forum for a while now and it’s about time that I said Howdy and introduced myself. I’m 25 and run a fitness equipment business with my brother and live in sunny San Diego, California with my 2 fantastic children. I love running and badminton but hate mushrooms…and I guess that’s all you need to know http://www.mysmiley.net/imgs/smile/happy/happy0071.gif

  64. assalamu alaikum warohmatullahi wa barokatuh , mau nanya, biasanya orang indonesia kebanyakan, biasanya ada undangan yasinan atau tahlilan pada suatu acara tertenu, hal tersebut dibolehkan atau tidak, ada yg mengatakan tidak boleh, menurut anda bagaimana ya wasalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    >>> wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh. Memang mengenai acara yasinan atau tahlilan diperlukan pembahasan yang mendalam. Silakan Anda cari rujukan-rujukan yang membahas mengenai hal ini. Yang penting niat Anda tulus untuk mencari kebenaran, insya Alloh akan akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan Anda. Yang bisa saya jawab di sini, karena saya juga baru seorang tholabul ‘ilmi (pencari ilmu), adalah mengenai pendapat pribadi saya.

    Sebelumnya saya jelaskan dulu yasinan dan tahlilan yang mana yang dimaksud. Jika yang dimaksud yasinan adalah membaca/mengucapkan surat Yaasiin yang merupakan bagian dari isi Al-quran, silakan saja dilakukan kapan pun dan di mana pun sepanjang tidak melanggar syariat (yang melanggar misal: membaca Surat Yaasiin keras-keras di jam-jam istirahat sehingga mengganggu orang lain, membacanya di dalam WC/kamar mandi, dll). Kemudian jika tahlilan adalah mengucapkan tahlil, juga silakan saja. Bahkan yasinan dan tahlilan seperti ini dianjurkan. Namun, akan menjadi masalah adalah ketika acara yasinan dan/atau tahlilan diadakan khusus untuk acara tertentu, misal yasinan yang dimaksudkan untuk mendoakan seseorang yang sudah meninggal (pada hari ke 7, 40, atau ke 100, dst sejak hari meninggal). Untuk yasinan/tahlilan yang seperti inilah yang perlu kajian yang mendalam. Itulah tadi yang saya katakan silakan cari rujukan-rujukannya.

    Nah, berikutnya, saya ingin mengatakan bahwa bagi saya pribadi, acara seperti ini (yasinan untuk peringatan orang mati, atau yang sejenisnya), tidak ada dasarnya/tidak diajarkan dalam Islam. Rujukan yang saya gunakan paling sedikit ada 2:

    - Hadits/atsar, yang artinya berikut ini:
    Dari Jarir bin Abdullah Al Bajalii, “Kami (yakni para Shahabat semuanya) memandang/menganggap (yakni menurut madzhab kami para shahabat) bahwa berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit dan membuatkan makanan sesudah ditanamnya mayit termasuk dari bagian meratap.”
    [Sanad Hadits ini shahih dan rawi-rawinya semuanya tsiqat (dapat dipercaya) atas syarat Bukhori dan Muslim; dikeluarkan oleh Imam Ibnu Majah (No. 1612) dan Imam Ahmad di musnadnya (2/204)]

    Perbuatan meratap terlarang menurut agama, dasarnya dari hadits yang artinya berikut ini:
    Dari Abu Malik Al-Asy’ary Radahiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apabila wanita yang meratap tangis tidak bertaubat sebelum dia meninggal, maka dia akan dibangkitkan pada hari kiamat, dan ditubuhnya dikenakah jubah yang penuh ‘ter dan zirah’ yang penuh penyakit kudis” [Hadits shohih, ditakhrij Muslim 6/235, Ahmad 5/334, dari hadits Abu Malik, Ibnu Majah, hadits nomor 1582 dari hadits Ibnu Abbas]

    - Cek perbuatan para salafusholih (yaitu generasi awal-awal umat ini yang sholih, dari kalangan shahabat Nabi sholallohu ‘alaihi wassallam, para tabi’in, dan tabi’ut tabi’in). Mereka adalah generasi terbaik dari umat ini, berdasarkan hadits yang artinya: “Sebaik-baik umat manusia adalah generasiku (shahabat), kemudian orang-orang yang mengikuti mereka (tabi’in) dan kemudian orang-orang yang mengikuti mereka lagi (tabi’ut tabi’in).” (Muttafaq ‘alaih).
    Saya belum/tidak menemukan satu pun riwayat yang memberitakan bahwa yasinan untuk acara kematian diadakan oleh orang-orang generasi tersebut. Jika mereka yang merupakan generasi terbaik saja tidak melakukan, mengapa kita yang tidak jelas statusnya (generasi apa?), berani melakukannya? Jika ada hal yang disyariatkan, jelas generasi terbaik dari umat ini pastilah akan berlomba-lomba dalam melakukannya.

    Demikian. Wallohu a’lam.

  65. kakinya srimpung2an kali ya dalam merapatkan barisan

    >>> Maaf, apa itu srimpung2an? Kalau maksud Anda saling jegal satu sama lain, kalau tidak disengaja melakukan penjegalan, hal ini tidak akan terjadi sewaktu sholat.

  66. Assalamu’alaikum…
    saya haxa ingin memberi gambaran tentang pengalaman saya saja.
    saya bingung hrs bagaimana, saya memang dari kecil d ajarkan tuk shalat dengan cara merapatkan kaki seperti yg saudara jelaskan. tapi permasalahanx adalah sangat lah sulit tuk melakukanx ketika qt shalat berjama’ah d masjid2, karena para makmum yg lain tidak terbiasa melakukan tata cara shalat yg seperti saya td. sehingga ketika kaki saya mencoba tuk merapatkanx dengan kaki mereka, secara spontan kaki mereka menjauh.

  67. kemudian saya mencoba tuk melebarkan jangkauan kaki saya, tapi hal tsb malah membuat mereka risih dan m’ganggu kekhusyukkan shalat saya dan shalat mereka. karena kejadian tsb, kemudian d hari2 berikutx saya tidak melakukan ta2 cara shalat yg seperti itu lg hingga skrg.
    pertanyaanx adalah apakah saya salah telah meninggalkan ta2 cara shalat yg seperti itu (karena saya mengetahui yg sebenarx, tapi saya tdk melakukanx)?

  68. kemudian saya mencoba tuk melebarkan jangkauan kaki saya, tapi hal tsb malah membuat mereka risih dan m’ganggu kekhusyukkan shalat saya dan shalat mereka. karena kejadian tsb, kemudian d hari2 berikutx saya tidak melakukan ta2 cara shalat yg seperti itu lg hingga skrg.
    pertanyaanx adalah apakah saya salah telah meninggalkan ta2 cara shalat yg seperti itu (karena saya mengetahui yg sebenarx, tapi saya tdk melakukanx)?

    Oleh: gilang on 9 Oktober 2010
    at 10:27 pm

    >>>>> hal tersebut juga sering saya alami sewaktu saya shalat berjamah…..yang mau saya tanyakan adalah , apakah kita shalat terus mengikut imam atau pikiran kita harus di sibukkan dengan merapatkan barisan dengan orang di samping kita.
    atas jawaban nya saya ucapkan terima kasih.
    Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh

  69. Assalamualaikum, saya mau tanya ttg tata cara shalat berjamaah. Surat apa yg dibaca oleh makmum ketika imam membaca sebuah surat setelah Surat Alfatihah

    >>> wa’alaikumussalam. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hal ini. Masing-masing mempunyai dalil yang kuat.

    Ini saya kutipkan penjelasan dari Ustadz Ahmad Sarwat, Lc. (pernah menjadi pengasuh rubrik Konsultasi di situs Eramuslim):

    ===============

    Kalau kita rinci pendapat para ulama dengan latar belakang perbedaan cara menilai hadits-hadits yang ada, bisa kita rinci sebagai berikut:

    1. Mazhab Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah

    Menurut Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah bahwa makmum harus membaca bacaan shalat di belakang imam pada shalat sirriyah (bacaan tidak dikeraskan) — shalat zhuhur dan Ashar. Sedangkan pada shalat jahriyah (bacaannya dikeraskan), makmum tidak membaca bacaan shalat.

    Namun bila pada shalat jahriyah itu makmum tidak dapat mendengar suara bacaan imam, maka makmum wajib membaca bacaan shalat.

    2. Mazhab Al-Hanafiyah

    Sedangkan Al-Hanafiyah menyebutkan bahwa seorang makmum tidak perlu membaca apa-apa bila shalat di belakang imam, baik pada shalat jahriyah maupun shalat sirriyah.

    3. Mazhab As-Syafi’iyyah

    Dan As-Syafi`iyah mengatakan bahwa pada shalat sirriyah, makmum membaca semua bacaan shalatnya, sedangkan pada shalat jahriyah makmum membaca Al-Fatihah saja.

    Semua perbedaan ini berangkat dari perbedaan nash yang ada di mana masing-masing mengantarkan kepada bentuk pemahaman yang berbeda juga.

    Bila dilihat dari masing-masing dalil itu, nampaknya masing-masing sama kuat walaupun hasilnya tidak sama. Dan hal ini tidak menjadi masalah manakala memang sudah menjadi hasil ijtihad.

    Namun kalau boleh memilih, nampaknya apa yang disebutkan oleh kalangan Asy-Syafi`iyah bahwa makmum membaca Al-Fatihah sendiri setelah selesai mendengarkan imam membaca al-fatihah, merupakan penggabungan dari beragam dalil itu.

    ===============

    Wallahu a’lam.

  70. kenapamenggusap muka dianggap salah..???

  71. Red tea china tea sale:da hong pao,oolong tea,jin jun mei,lapsang souchong,red tea,china tea,chinese tea.Wu Yi Shan Tea of High Quality Worldwide Orders are Accepted:lapsang souchong

  72. semua praktek shalat yg ada di sini kurang detail, gimana mau khusu kl shalat harus dirapetin kaya gito, takbirpun susah,

  73. asalmualikum ustadz..
    ustadz saya mau tanya masalah qunut di waktu subuh.. ada hadits yg berpendapat qunut di waktu subuh adalah sunah, tapi ada yg mengatakan bhwa qunut secara terus-menerus adalah bid’ah. nah gimana ituh ustadz..?
    makasih ustadz

  74. Ada baiknya saudara Zuhudi belajar banyak ilmu Fiqih…….Perbedaan itu membawa rahmad..saya turut mendukung gerakan sholat yang anda buat….tapi sebelum anda menyalahkan orang sholat?…..apakah anda sudah melakukan penelitian ke beberapa negara Islam sebut aja Arab saudi..Iraq..Quwait..dsb…kalau saudara melakukan penelitian tersebut anda bisa menyalahkan orang….” terima kasih wassalam….

  75. Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarakatuh..
    Pak ustadz, saya mau nanya nih..gimana posisi sujud yang benar untuk wanita…apakah sama dengan kaum pria…begitu juga posisi waktu kita shalat berjamaah…biasanya kami kaum wanita tidak bersentuhan tumit karena batas yg kami pakai adalah selebar sajadah kami…dgn kata lain kita tidak berdempetan (hanya bersentuhan pundak saja)…apakah hal ini sudah benar…saya selalu mengusap wajah selesai shalat sambil membaca Astaghfirullah dgn maksud mohon ampun kpd Allah SWT & juga saya selalu sujud sambil membaca tasbih dgn maksud saya selalu bersyukur atas rahmat yg Allah SWT berikan selama ini…berarti harus dihilangkan ya pak Ustadz kebiasaan ini…mohon penjelasannya.. makasih banyak ya pak…Wa’alaikum salam….

    >>> wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh. Jawaban pertanyaan Anda, saya kutipkan (terjemahan) dari situs ini, sbb:

    Nabi shollalloohu’alaihi wa sallam bersabda: “Sholatlah sebagaimana kamu melihat aku sholat (HR. Bukhori). Hadits ini ditujukan kepada laki-laki dan wanita.

    Syaikh al-Albani rohimahulloh mengatakan:

    “Semua yang telah kami katakan di atas tentang cara yang Nabi shollallohu’alaihi wa sallam lakukan dalam sholat, bisa dipraktekkan baik itu untuk laki-laki dan wanita. Tidak ada satu riwayat pun dalam sunnah yang secara tegas menyatakan bahwa wanita dibedakan dari cara tersebut. Maka makna umum dari sabda Nabi shallalloohu’alaihi wa sallam “Sholatlah seperti kamu melihat aku sholat” termasuk bagi wanita juga.” (Shifat sholat al-Nabi, hal. 189)

    Kemudian mengenai kebiasaan-kebiasaan ibadah yang Anda lakukan, coba cari dalil dari kebiasaan Anda tersebut, atau cari riwayat yang mengisahkan bahwa Rosululloh/para sahabat pernah melakukannya. Kalau tidak ada/tidak ketemu, sebaiknya kebiasaan tersebut dihentikan, sebab hukum asal ibadah adalah HARAM sampai ada dalil perintahnya. Demikian. Wallohu a’lam.

  76. mengpa sholat batal jika hidung menyentuh sajadah?

  77. orang kalau ilmunya pada dangkal, senengnya berdebat masalah seperti ini terus. sampai kiamat juga gak akan selesai….
    antum semua keliatan pemula2 dalam agama.
    ngaji nahfu, shorof, dan kitab fikih aja belum khatam atau bahkan sama skali gak tau.

  78. berlandaskan hadits dan alqur’an langsung tanpa imam yg 4, hal itu tidak cukup, untuk memahami kedua pusaka tersebut, kita msh awam.
    karena itu dalam beribadah dan muamalah sudah d rangkum oleh imam yang 4 (Hanafi Syafii Hanbalu Ahmad) yg mana mereka telah mengambil dr al-quran dan hadits.

    yg perlu diperhatikan. masalah imam dan makmum ketika sendirian, yg perlu d tegaskan adalah makmum agak mundur sedikit dr tumit imam, bukan sejajar.
    karena yg d ukur adalah belakang tumit.
    biila kita maju sedikit saja baik ketika berdiri maupun sujud, maka shalatnya tidak sah…coba pelajari etika imam dan makmum….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: