Belakangan ini musibah demi musibah melanda negeri kita, Indonesia. Berikut ini saya sajikan artikel yang membahas perkiraan mengapa musibah di Indonesia datang silih berganti, ditinjau dari mata hati dan kacamata agama. Artikel ini saya pilih sebab pembahasannya cukup menyeluruh, masuk akal, aktual dan adil. Silakan disimak.
————————————-

bencana - memilukan
Musibah berkepanjangan yang melanda bangsa Indonesia ini kalau kita hitung mulai dari pertengahan 1997, saat ini telah memasuki tahun yang keduabelas.
Musibah nasional yang berawal dari krisis moral, krisis ekonomi, krisis keamanan, krisis politik, hingga bencana alam silih berganti yang tiada henti, berupa banjir bandang dan tanah longsor dimana-mana, gempa dan tsunami di aceh, di Jogja, di Jawa Barat serta semburan lumpur panas Lapindo dan masih sederet musibah lagi yang terus melanda negeri ini dan kita juga tidak tahu bencana apalagi yang akan ditimpakan Alloh kepada kita, karena kelihatannya bangsa ini juga sudah terbiasa dengan segala bencana tanpa tahu apa kesalahan yang diperbuatnya, dan kami juga yakin tak seorangpun tahu kapan musibah yang melanda bangsa Indonesia ini akan berakhir, hanya Alloh-lah yang tahu.
Sudah banyak upaya yang ditempuh bangsa ini agar bisa segera keluar dari musibah berkepanjangan tersebut, mulai dari do’a sampai memilih Pemimpin/Presiden baru.
Do’a yang dipanjatkan kepada Sang Pencipta juga beragam cara, ada yang sesuai dengan tuntunan Agama tapi banyak juga yang dengan cara masing-masing.
Dalam hal memilih Pemimpin/Presiden, sejak kejatuhan Soeharto tahun 1998, Republik ini telah berganti empat Presiden, mulai dari Tehnokrat, Kiai, Nasionalis sampai Jendral, dan para Presiden tersebut dengan cara masing-masing kelihatannya juga berusaha untuk keluar dari musibah dengan melibatkan para pakar kepercayaannya, namun kenyataannya sampai saat ini musibah juga masih terus berlanjut.
Kalau kita mau jujur, bangsa Indonesia ini sebenarnya adalah bangsa yang dimanjakan oleh Alloh dengan kekayaan alamnya yang melimpah ruah: mulai dari kekayaan lautnya, saking kayanya meskipun setiap hari dicuri berjuta-juta ton oleh nelayan asing kekayan laut kita tidak habis-habisnya; kekayaan tambangnya, mulai tambang emas, perak, biji besi, timah, minyak, gas dll. ; kekayaan hutannya, beribu-ribu jenis tanaman yang hanya tumbuh di negeri ini, bahkan kayu terbaik di Dunia (jati) dulu hanya tumbuh di tiga negara salah satunya Indonesia . Kesuburan tanahnya yang luar biasa, apapun yang kita tanam pasti akan tumbuh dengan baik, mulai dari buah-buahan, sayur-sayuran dan banyak lagi yang kalau mau kita hitung kita tidak akan mampu menghitungnya, tidak ada satu negarapun di Dunia ini yang kekayaan alamnya menyamai Indonesia, sampai-sampai ada seorang guru besar dari Al-Azhar Kairo, tercengang waktu berkunjung ke Batu-Malang, dia berucap kagum : “subhanalloh… ini adalah sebagian dari sorga yang Alloh berikan kepada manusia“
Timbul pertanyaan, kenapa Negara Indonesia yang kaya raya bisa jatuh miskin dan tertimpa musibah yang berkepanjangan, padahal mayoritas rakyatnya beragama Islam, yang katanya Islam menjamin pemeluknya mendapat keselamatan, kesejahteraan dan kebahagiaan dunia dan akhirat, kalau begitu dimana letak kebenaran Islam tersebut.
Jawabnya tentu kita tidak boleh berprasangka buruk kepada Alloh, maha suci Alloh dari segala kesalahan yang sekecil apapun, Alloh adalah Zat yang maha sempurna termasuk sempurna menciptakan jagad raya beserta seluruh isinya dengan segala aturannya (Islam).
Islam memang berarti selamat/damai/sejahtera, tapi Islam juga berarti perilaku patuh/ tunduk dan Islam juga merupakan suatu sistim berupa aturan dari Alloh untuk seluruh mahluk ciptaannya, termasuk juga aturan untuk manusia, atau dengan kata lain Islam bukan hanya sekedar pengakuan yang tertulis dalam KTP, atau hanya pengakuan secara lisan
Jadi pengertian Islam sebenarnya adalah suatu sistim yang berlaku untuk seluruh ciptaan Alloh di jagad raya ini berupa: “ perilaku patuh/tunduk kepada aturan Alloh sehingga Alloh menjamin pelakunya pasti selamat/damai /sejahtera dan bahagia dunia dan akhirat.
Coba kita renungkan sejenak, mengapa bumi/tatasurya kita ini yang usianya sudah berjuta tahun, bahkan menurut hitungan para ahli sudah mencapai 12 milyar tahun, semua masih berjalan normal, jawabnya tentu karena kepatuhan (Islam) kepada Alloh, coba seandainya bumi tidak patuh kepada Alloh atau keluar dari garis edar yang ditetapkan oleh Alloh, sudah pasti akan hancur berantakan bertabrakan dengan planet lain.
Kepatuhan ciptaaan Alloh tersebut disampaikan didalam Al-Qur’an :
surat An-Nahl (XVI) ayat 49, yang artinya :
“dan hanya kepada Alloh sajalah bersujud segalanya yang ada di langit, maupun yang ada di bumi, sejak binatang-binatang yang berkeliaran, hingga para malaikat. Lagi pula mereka tidak pernah sombong”.
surat Ali –Imron (III) ayat 83, yang artinya :
“Apakah mereka akan mencari agama lain dari Agama Alloh ? padahal seluruh mahkluk yang ada di langit dan di bumi semuanya menyatakan patuh kepadaNya, suka atau tidak suka. Dan kepada-Nya-lah mereka dikembalikan”.
Manusia memang mahluk yang diistimewakan olkeh Alloh, selain diciptakan sebagai sebaik-baik kejadian “laqod kholaqnal insanaa fii ahsani taqwim“, manusia juga diberi kelebihan lainnya yaitu kemerdekaan, tapi kenapa dengan beberapa kelebihan yang diberikan oleh Alloh tersebut kebanyakan manusia malah tidak patuh kepada Alloh ?
Ternyata justru kelebihan berupa kemerdekaan inilah yang disalahgunakan oleh manusia, padahal dengan kemerdekaan tersebut Alloh ingin menguji kepatuhan manusia sekaligus memberikan penghargaan (reward) berupa Sorga bagi yang patuh (Islam), dan hukuman (punish) berupa Neraka bagi yang tidak patuh (kafir).
Oleh karena itu kita (umat Islam) wajib instrospeksi, mengapa musibah yang menimpa bangsa ini seakan tiada akhirnya, apakah perilaku kita selama ini sudah patuh dan tunduk pada aturan Alloh (Islam), atau justru sebaliknya perilaku kita menentang aturan Alloh (kafir), mari kita renungkan…
1. Kita termasuk bangsa yang bebal dan berani menentang Alloh:
- Bangsa kita memang termasuk bangsa yang bebal dan berani menantang Alloh, Agama selalu mengajarkan kita supaya kita menjaga lingkungan, namun yang terjadi justru sebaliknya, lingkungan kita rusak, hutan-hutan yang merupakan kekayaan alam sekaligus paru-paru dunia dibabat dan dibakar membabi buta, perut bumi dibor/ dikeruk isinya tanpa memikirkan akibatnya;
- Alloh dengan jelas melarang semua bentuk perbuatan maksiat (pelacuran, perjudian dan minuman keras) tapi kenapa hal tersebut justru tumbuh subur di negeri ini yang katanya mayoritas penduduknya beragama Islam. Mengapa diskotek yang jelas-jelas sarangnya minuman keras, ekstasi, sabu-sabu dsb. yang terang-terangan merusak moral generasi bangsa direstui? ada yang beralasan kalau tidak ada diskotek tidak ada turis yang masuk ke negeri ini, mengapa jaminan turis mengalahkan jaminan Alloh;
“ Jika sekiranya penduduk kota-kota itu beriman dan bertaqwa, niscaya Kami bukakan untuk mereka pintu-pintu rahmat dari langit dan bumi” (Al-A’rof 96)
Baca Lanjutannya…