———————————–
Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh. Sholawat dan salam semoga terlimpah kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Banyak pertanyaan ditujukan kepada kami tentang hukum puasa ‘Arofah di tahun ini yang jatuh pada hari Sabtu, 5 November 2011 M. Sementara di sana ada larangan berpuasa di hari Sabtu saja. Sehingga sebagiannya ada yang menyiasati dengan berpuasa pada hari Jum’atnya, agar tidak jatuh dalam larangan berpuasa pada hari Sabtu saja.
Jumhur ulama berpendapat, dimakruhkan berpuasa pada hari Sabtu saja. Karena menghususkan puasa pada hari Sabtu menyerupai puasa orang Yahudi. Pemakruhan ini juga dilandaskan kepada hadits dari Abdulloh bin Busr, dari saudara perempuannya, bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda,
لا تَصُومُوا يَوْمَ السَّبْتِ إِلا فِيمَا افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلا لِحَاءَ عِنَبَةٍ، أَوْ عُودَ شَجَرَةٍ فَلْيَمْضُغْهُ
“Janganlah kalian berpuasa pada hari Sabtu kecuali puasa yang diwajibkan atas kalian. Jika salah seorang kalian tidak mendapatkan (makanan) kecuali kulit anggur atau tangkai pohon, maka hendaklah ia mengunyahnya.” (HR. Abu Dawud no. 2421, Al-Tirmidzi no. 744, Ibnu Majah no. 1726, dan Ahmad 6/368. Syaikh al-Albani menshohihkannya dalam al-Irwa’, no. 960, Abu Isa al-Tirmidzi mengatakan: Ini hadits hasan. Sedangkan makna pemakruhan dalam hal ini adalah seseorang menghususkan puasa pada hari Sabtu, karena orang Yahudi mengagungkan hari Sabtu)
Baca Lanjutannya…
Komentar