Oleh: zuhudhi | 3 April 2012

“Kesebelasan” yang Merugi

————————————————————–

Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Berikut ini, sebelas karakter yang menjerumuskan manusia ke dalam kerugian. Semoga Alloh menyelamatkan kita darinya.

[1] Memeluk agama selain Islam

Alloh ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama maka tidak akan diterima darinya dan di akherat kelak dia pasti termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Ali Imron: 85). Hakekat dari ajaran agama Islam adalah: berserah diri kepada Alloh dengan bertauhid, patuh kepadanya dengan melakukan ketaatan dan berlepas diri dari segala bentuk syirik dan pelakunya (lihat at-Tauhid al-Muyassar, hal. 30)

[2] Murtad dari agama Islam

Alloh ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa kafir setelah beriman maka sungguh sia-sia amal mereka dan di akherat dia termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. al-Ma’idah: 5). Kemurtadan bisa dibagi menjadi tiga bentuk: [1] Keyakinan, seperti halnya menghalalkan sesuatu yang jelas-jelas haram dalam agama dan telah dimengerti dengan gamblang oleh setiap orang misalnya menghalalkan zina dan minum khamr. [2] Perbuatan, seperti halnya bersujud kepada makhluk, melempar mushaf al-Qur’an secara sengaja ke dalam comberan, dsb. [3] Ucapan, seperti halnya mengolok-olok adanya surga dan neraka, atau mengatakan bahwa dia tidak puas dengan hukum-hukum syari’at, dsb. (lihat Matn al-Ghoyah wa at-Taqrib ta’liq Majid al-Hamawi, hal. 310-311)

[3] Berbuat syirik

Alloh ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh telah diwahyukan kepadamu dan nabi-nabi sebelum-mu; bahwa jika kamu berbuat syirik niscaya akan terhapus seluruh amalmu dan kelak kamu pasti termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. az-Zumar: 65). Syirik terbagi 2: akbar dan ashghor. Syirik akbar: mengeluarkan dari agama, pelakunya –jika meninggal dan tidak bertaubat– kekal di neraka, menghapuskan semua amalan, menyebabkan bolehnya menumpahkan darah dan mengambil hartanya. Syirik ashghor: tidak mengeluarkan dari agama, apabila pelakunya masuk neraka maka tidak kekal, tidak menghapuskan semua amalan namun hanya amalan yang tercampurinya, tidak menyebabkan bolehnya menumpahkan darah atau mengambil hartanya (lihat at-Tauhid al-Muyassar, hal. 20)

[4] Lemah iman dan tidak berpendirian

Alloh ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan di antara manusia ada yang menyembah Alloh hanya di tepi, maka jika dia memperoleh kebaikan (kesenangan dunia) dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan (musibah) dia berbalik ke belakang (murtad). Dia rugi di dunia dan di akherat. Itulah kerugian yang nyata.” (QS. al-Hajj: 11). Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah: diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan, diamalkan dengan anggota badan, bertambah karena ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan (lihat at-Tauhid al-Muyassar, hal. 45). Iman itu bercabang-cabang dan berbeda-beda tingkatannya, ada di antaranya jika ditinggalkan menyebabkan kekafiran, ada yang jika ditinggalkan menyebabkan dosa besar atau kecil, dan ada pula yang jika ditinggalkan menyebabkan tersia-siakannya pahala (lihat Mujmal Masa’il Iman, hal. 14)

Baca Lanjutannya…

Oleh: zuhudhi | 31 Maret 2012

Murtad

—————————————————————-

Murtad, berasal dari kata irtadda yang artinya raja’a (kembali), sehingga apabila dikatakan irtadda ‘an diinihi maka artinya orang itu telah kafir setelah memeluk Islam (lihat Mu’jamul Wasith, 1/338)

Perbuatannya yang menyebabkan dia kafir atau murtad itu disebut sebagai riddah (kemurtadan). Secara istilah makna riddah adalah: menjadi kafir sesudah ber-Islam. Alloh ta’ala berfirman yang artinya, “Barangsiapa diantara kalian yang murtad dari agamanya kemudian mati dalam keadaan kafir maka mereka itulah orang-orang yang terhapus amalannya di dunia dan akhirat. Dan mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal berada di dalamnya.” (QS. Al-Baqoroh : 217) (lihat At-Tauhid li Shoffits Tsaalits ‘Aliy, hal. 32)

Macam-macam riddah

1. Riddah dengan sebab ucapan
Seperti contohnya ucapan mencela Alloh ta’ala atau Rosul-Nya, menjelek-jelekkan malaikat atau salah seorang rosul. Atau mengaku mengetahui ilmu gaib, mengaku sebagai Nabi, membenarkan orang yang mengaku Nabi. Atau berdoa kepada selain Alloh, beristighotsah kepada selain Alloh dalam urusan yang hanya dikuasai Alloh atau meminta perlindungan kepada selain Alloh dalam urusan semacam itu.

Baca Lanjutannya…

Oleh: zuhudhi | 25 Januari 2012

2011 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 83,000 times in 2011. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 4 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

——————————

Perceraian kedua orangtua pada saat usia Alicia Brown masih 10 tahun, membuat kehidupannya menjadi kacau balau. Ia tumbuh menjadi anak yang liar dan menjalani kehidupan yang serba bebas, senang melakukan hal-hal yang merusak dan menyakiti dirinya sendiri.

“Keluarga kami menganut agama Kristen Baptis, tapi kami bukan keluarga yang sangat religius. Kami tidak rutin pergi ke gereja,” ungkap Alicia mengawali cerita perjalanannya menjadi seorang mualaf.

Ketika orangtuanya bercerai, Alicia tinggal bersama ayahnya yang suka berlaku kasar padanya dan seorang adik lelakinya. “Tapi pada adik bungsu saya, ayah tidak terlalu kasar. Ayah berlaku kasar pada saya, mungkin karena saya saya membuatnya teringat pada ibu saya,” ujar Alicia.

Pada saat usianya 16 tahun, Alicia tinggal bersama kakek-neneknya. Di usia remaja itu, Alicia menjalani kehidupan yang kacau. Ia membenci dirinya sendiri dan segala sesuatu di sekelilingnya. Ia merasa selalu ingin melakukan apa saja yang bisa ia lakukan untuk menyakiti dirinya sendiri.

“Rasanya senang saja, dan saya pun mulai mengkonsumsi narkoba, alkohol, melakukan sex bebas dan apa saja yang bisa memuaskan saya secara emosional,” tutur Alicia.

Baca Lanjutannya…

Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), malam ini akan terjadi Gerhana Bulan. Siapkan diri Anda untuk melakukan Sholat Gerhana / Sholat Khusuf. Berikut ini beritanya:

————————————————–

GERHANA BULAN TOTAL 10 DESEMBER 2011

Pada tanggal 10 Desember 2011 akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT). GBT ini dapat diamati dari wilayah Australia, Asia, Eropa, sebagian besar Afrika dan Amerika Utara. Sementara pengamat di Amerika Selatan tidak dapat menyaksikannya. Gerhana Bulan Total ini dapat diamati dari Indonesia pada awal malam tanggal 10 Desember 2011.

Klik disini untuk unduh informasi selengkapnya.

Informasi :
Sub Bidang Gravitasi dan Tanda Waktu BMKG
Gedung Operasional Baru Lt. 2
Jl. Angkasa I No. 2 Kemayoran, Jakarta 10720
Telepon : (021) 4246321 ext. 8203
Email : gtw@bmkg.go.id

————————————————–

Sumber: situs BMKG.

 

Oleh: zuhudhi | 28 November 2011

Sepenggal Kisah Unik Abu Huroiroh

——————————————

Imam Muslim rohimahulloh menuturkan sebuah kisah menarik di dalam kitabnya Shohih Muslim. Beliau berkata: Zuhair bin Harb menuturkan kepada saya: [Dia berkata] Umar bin Yunus al-Hanafi menuturkan kepada kami: [Dia berkata] Ikrimah bin ‘Ammar menuturkan kepada kami. Dia berkata: Abu Katsir menuturkan kepada kami. Dia berkata: Abu Huroiroh menuturkan kepadaku.

Abu Huroiroh berkata:

Suatu ketika kami duduk-duduk bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada juga bersama kami Abu Bakar dan Umar dalam sebuah rombongan [para sahabat]. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bangkit meninggalkan rombongan kami. Akhirnya, beliau pun tertinggal di belakang kami. Kami khawatir kalau ada apa-apa yang menimpa beliau sehingga tertinggal dari rombongan. Kami pun merasa khawatir dan berusaha mencari tahu keberadaan beliau. Saat itu, aku adalah orang pertama yang dirundung cemas, jangan-jangan ada sesuatu yang menimpa beliau.

Kutinggalkan rombongan untuk mencari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Akhirnya, aku jumpai sebuah kebun milik kaum Anshor dari Bani Najjar. Aku kelilingi kebun itu, barangkali ada pintu masuk yang bisa dilewati. Ternyata pintu itu tidak ada. Yang aku temukan hanyalah sebuah sungai kecil yang menuju bagian dalam kebun. Sungai itu bersumber dari sebuah mata air di luar kebun. Aku pun meloncat -masuk ke dalam kebun- seperti seekor srigala.

Baca Lanjutannya…

Oleh: zuhudhi | 26 November 2011

Hal-hal Berkaitan dengan Bulan Muharrom

Sebentar lagi kita akan memasuki Bulan Muharrom, yang merupakan penanda dimulainya Tahun Baru Hijriyah (memasuki tahun 1433 H). Berikut ulasan mengenai beberapa hal penting yang berhubungan dengan Bulan Muharrom.

—————————————–

Hendaknya kita merasa cukup dengan ajaran Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam karena sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau, dan sejelek-jelek perkara dalam agama adalah amalan ibadah baru yang diada-adakan.

Keutamaan Bulan Muharrom

Bulan Muharrom termasuk bulan yang disucikan Alloh ta’ala. Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam mensifati dan menisbatkannya kepada Alloh dengan menamainya sebagai “syahrulloh al Muharrom” (bulan Alloh Al Muharrom). Hal ini menunjukkan keutamaan dan kemuliaan bulan ini di sisi Alloh ta’ala, karena tidaklah Alloh  menggandengkan sesuatu dengan nama-Nya kecuali dengan makhluk-Nya yang istimewa.(Lathoiful Ma’arif hal 70, karya Ibnu Rojab Al Hambali)

Al Hasan rohimahulloh berkata, “Sesungguhnya Alloh membuka tahun dengan bulan yang suci dan menutupnya dengan bulan yang suci pula. Dan tidaklah ada bulan dalam setahun yang lebih agung di sisi Alloh setelah bulan Romadhon kecuali bulan Muharrom.”  (Lathoiful Ma’arif hal 67, karya Ibnu Rajab Al Hambali)

Baca Lanjutannya…

—————————————–

Alloh tidak pernah memerintahkan kaumnya untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Termasuk memerintahkan umatnya untuk menyembelih qurban saat Idul Adha tiba. Pernahkah Anda berpikir apa makna qurban sesungguhnya? Apa yang bisa kita pelajari dari makna qurban tersebut?

Apakah pernah sekali terlintas dalam pikiran Anda bahwa qurban adalah salah satu bentuk sesajian untuk Alloh? Naudzubillah min dzalik. Subhanallohi ‘amma yasifuun, Mahasuci Alloh dari sifat-sifat yang tidak layak untuk disifatkan kepada-Nya. Sungguh, Alloh tidak memerlukan qurban kita. Tidak dagingnya, tidak darahnya, tidak juga kulitnya. Bahkan, tidak ada satu lembar bulunya pun yang Alloh perlukan. Lalu, untuk apa kita berqurban? Apa makna qurban yang tersimpan?

Pertanyaan ini layak untuk direnungkan supaya kita bisa meresapi makna qurban yang sesungguhnya. Sehingga, qurban yang kita lakukan bisa “sampai” kepada Alloh, dan tidak sekadar penggugur kewajiban.

Baca Lanjutannya…

———————————–

Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh. Sholawat dan salam semoga terlimpah kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Banyak pertanyaan ditujukan kepada kami tentang hukum puasa ‘Arofah di tahun ini yang jatuh pada hari Sabtu, 5 November 2011 M. Sementara di sana ada larangan berpuasa di hari Sabtu saja. Sehingga sebagiannya ada yang menyiasati dengan berpuasa pada hari Jum’atnya, agar tidak jatuh dalam larangan berpuasa pada hari Sabtu saja.

Jumhur ulama berpendapat, dimakruhkan berpuasa pada hari Sabtu saja. Karena menghususkan puasa pada hari Sabtu menyerupai puasa orang Yahudi. Pemakruhan ini juga dilandaskan kepada hadits dari Abdulloh bin Busr, dari saudara perempuannya, bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda,

لا تَصُومُوا يَوْمَ السَّبْتِ إِلا فِيمَا افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلا لِحَاءَ عِنَبَةٍ، أَوْ عُودَ شَجَرَةٍ فَلْيَمْضُغْهُ 

Janganlah kalian berpuasa pada hari Sabtu kecuali puasa yang diwajibkan atas kalian. Jika salah seorang kalian tidak mendapatkan (makanan) kecuali kulit anggur atau tangkai pohon, maka hendaklah ia mengunyahnya.” (HR. Abu Dawud no. 2421, Al-Tirmidzi no. 744, Ibnu Majah no. 1726, dan Ahmad 6/368. Syaikh al-Albani menshohihkannya dalam al-Irwa’, no. 960, Abu Isa al-Tirmidzi mengatakan: Ini hadits hasan. Sedangkan makna pemakruhan dalam hal ini adalah seseorang menghususkan puasa pada hari Sabtu, karena orang Yahudi mengagungkan hari Sabtu)

Baca Lanjutannya…

Oleh: zuhudhi | 28 Oktober 2011

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

——————————————

Segala puji bagi Alloh, Tuhan segenap alam, sholawat dan salam atas nabi dan rosul termulia, Muhammad Shollallohu ‘alaihi wa sallam serta seluruh shahabatnya.

Termasuk karunia Alloh dan pertolonganNya adalah menjadikan muslim kebaikan bagi hambaNya yang shalih dan memperpanjang umur mereka untuk menyongsong kebahagiaan dan kesejahteraan di hari kemudian. Waktu-waktu yang agung dan termulia itu diantaranya adalah sepuluh hari (awal) bulan Dzulhijjah. Dalil-dalilnya adalah:

  • Firman Alloh Subhaanahu wa Ta’ala : “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (Al-Fajar: 1-2) Ibnu Katsir Rohimahulloh menerangkan, bahwa yang dimaksud adalah 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah.
  • Firman Alloh Subhaanahu wa Ta’ala : “Pada hari-hari yang telah ditentukan.” (Al-Hajj: 28) Ibnu Abbas Rodhiallohu ‘anhu berkata yaitu: hari-hari sepuluh (Dzulhijjah).
  • Ibnu Abbas rodhiallohu ‘anhu berkata: Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tiada amal ibadah di hari apapun yang lebih utama dari 10 hari ini” mereka bertanya, “tidak pula jihad? Rosululloh bersabda: “Tidak pula jihad, kecuali seseorang yang keluar mempertaruhkan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun.” (HR. Al-Bukhori)
  • Ibnu Umar rodhiallohu ‘anhu berkata: “Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tiada hari-hari yang paling agung di sisi Alloh dan dicintaiNya untuk beramal di dalamnya dari pada 10 hari (Dzulhijjah) ini, maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada saat ini.” (HR. At-Thobroni)

Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.